Tampilkan postingan dengan label Amerika Serikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika Serikat. Tampilkan semua postingan

Amerika Serikat Borong 74 Harrier Bekas AL Inggris

Harrier GR9. (Foto: airforce-technology.com)

18 November 2011, London (Berita HanKam): US Navy dan Marine Corps menyetujui membeli 74 jet tempur Harrier beserta mesin dan suku cadangnya bekas pakai Royal Navy.

Marine Corps akan menerbangkan 74 Harrier hingga tahun 2025 dan akan digantikan oleh F-35B Joint Strike Fighter.

Royal Navy mengoperasikan Harrier GR9 dan 9A konfirgurasinya mirip AV-8B versi serangan malam milik Marine Corps. Pesawat dibuat antara 1980 dan 1995, masih layak dioperasikan.

Royal Navy mempensiunkan dini armada jet tempur Harrier GR-9, 9A dan Sea Harrier imbas dari pemotongan anggaran belanja pertahanan oleh pemerintah Inggris. Armada Harrier disimpan di Royal Air Force Base Cottesmore, Inggris dimana pesawat dirawat agar layak dioperasikan kembali. Pemerintah Amerika Serikat menyetujui pembelian suku cadang pesawat senilai 50 juta dolar, sedangkan harga pesawat masih dinegosiasikan.

Pemerintah Inggris selain mempensiunkan dini jet tempur berpangkalan di kapal induk, dipensiunkan juga kapal perang berbagai jenis, pesawat patroli maritim dan personil angkatan bersenjata.

Sumber: Navytimes

USS Howard (DDG 83) Bersandar di Tanjung Priok

30 Mei 2011, Jakarta (ANTARA News): Seorang personil marinir AS melintas dekat kapal penghancur berpeluru kendali USS Howard (DDG 83) yang bersandar di JICT 2 Port A, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/5). Kedatangan tiga kapal perang Amerika kapal pendaratan USS Tortuga (LSD 46), kapal penghancur berpeluru kendali USS Howard (DDG 83) dan kapal Frigat USS Reuben James (FFG 57) untuk melakukan latihan bersama dalam pengamanan maritim dan operasi anti-perompakan. (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/ama/11)

Tiga personil marinir AS melakukan simulasi dengan persenjataan lengkap di kapal penghancur berpeluru kendali USS Howard (DDG 83) di JICT 2 Port A, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/5). (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/ama/11)

Kapal Amphibi USS Nassau Dipensiunkan

USS Nassau. (Foto: USN/Mass Communication Specialist 3rd Class Chris Williamson)

31 Maret 2011, Norfolk -- (Berita HanKam): Angkatan Laut Amerika Serikat pensiunkan kapal perang jenis LPA kelas Tarawa USS Nassau (LHA-4) di Naval Station, Norfolk, Kamis (31/3).

USS Nassau berbobot 39,400 ton, panjang keseluruhan 249,9 meter dan lebar 31,8 meter, dioperasikan pada 28 Juli 1979. Kapal mampu membawa 80 perwira, 880 kelasi dan 1900 prajurit Marinir serta 200 kendaraan tempur.

USS Nassau terlibat sejumlah operasi militer, termasuk Pemboman Beirut, Desert Storm, Desert Shield, Kosovo, Enduring Freedom dan Operation Freedom.

Seluruh tower, radar dan antenna radar akan dilucuti, kemudian kapal ditambatkan di Beaumont, Texas sebagai armada tidak aktif AL AS.

LHA kelas Tarawa difungsikan kombinasi kemampuan Helicopter Carrier (LPH), Landing Platform Dock (LPD), Command Ship (LCC) dan Amphibious Cargo Ship (LKA) dengan lunas tunggal. Pada awalnya, kelas Tarawa direncanakan dibangun 9 kapal karena masalah anggaran hanya 4 kapal yang dibangun, USS Tarawa LHA 1(pensiun), USS Saipan LHA 2 (pensiun), USS Belleau Wood LHA 3 (pensiun), USS Nassau LHA 4 (pensiun) dan USS Peleliu LHA 5 (pensiun).

Kapal dipersenjatai 2 unit CIWS Phalanx 20 mm, 4 kanon Bushmaster 25 mm dan 2 unit pelucur RAM 21 cell. Pesawat yang dapat dibawa terdiri dari 8 AV-8B Harrier II, 35 helikopter termasuk CH-46 Sea Knight, CH-53 Sea Stalions, AH-1W Super Cobra, UH-1N Twin Huey dan V-22 Osprey.

Sumber: Wavy
Berita HanKam

Pembom Siluman B-2 Balik ke Pangkalan Setelah Gempur Libya



21 Maret 2011, Missouri – (Berita HanKam): Satu dari tiga pembom siluman B-2 Spirit kembali ke pangkalannya Lanud Whiteman, Missouri, Minggu (20/3) setelah memuntahkan 45 bom pandu Joint Direct Attack Munitions, masing-masing seberat 2000 pound di Libya untuk mendukung larangan terbang yang diterapkan oleh PBB. B-2 mendarat di Lanud Whiteman setelah 25 jam terbang dari Libya. (Foto: Reuters)

© Berita HanKam

Puna X-47B Sukses Uji Terbang Perdana

7 Februari 2011 -- (Berita HanKam): Pesawat nirawak (Puna) X-47B sukses uji terbang perdana di pangkalan udara Edwards, California. Puna X-47B dirancang mampu lepas landas dan mendarat di kapal induk AL AS. Foto dikeluarkan oleh AL AS, Jumat (4/2).



(Foto: Reuters)

Sumber: Reuters

Lockheed dan Austal Akan Bangun 20 LCS AL AS

Littoral combat ship USS Freedom (LCS 1). (Photo: U.S. Navy/Lt. Ed Early/Released)>

30 Desember 2010 -- Angkatan Laut Amerika Serikat memberikan kontrak pembuatan 20 kapal perang jenis Littoral Combat Ships (LCS) pada Lockheed Martin dan Austal.

Austal dalam situsnya mengumumkan Austal divisi Amerika Serikat mendapatkan kontrak senilai 432,1 juta dolar untuk membuat satu LCS kelas Independence. Kontrak termasuk opsi pembuatan 9 kapal lagi dalam kurun waktu lima tahun.

Konstruksi LCS pertama dimulai awal 2012 dan dijadwalkan dikirimkan 2015.

Badan kapal dibuat dari alumunium akan dibangun di galangan kapal Austal AS di Mobile, Alabama.

Pada Oktober 2005, Austal sebagai bagian dari tim LCS General Dynamics, salah satu dari dua pemenang tender pembangunan LCS, USS Independence (LCS 2) kemudian diikuti kontrak kedua USS Coronado (LCS 4) pada Mei 2009.

Helikopter ditempatkan di dek belakang USS USS Freedom (LCS 1). (Foto: U.S. Navy/Lt. Ed Early/Released)

Lockheed Martin mengumumkan juga dalam situsnya, mendapatkan kontrak senilai 437 juta dolar untuk membangun satu LCS, disertai 9 kapal lagi. Jika seluruh opsi diperoleh, keseluruhan kontrak mencapai 3,6 milyar dolar.

Sebelumnya, Lockheed Martin telah menyerahkan LCS pertama USS Freedom (LCS 1) dan segera menyelesaikan LCS ketiga USS Fort Worth (LCS 3). AL AS mengoperasikan USS Freedom sejak 2008, telah diikutkan dalam latihan maritim terbesar di dunia Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC).

Lockheed Martin akan membangun kapal berlunas tunggal sedangkan Austal berlunas tiga (trimaran), keduanya berbobot 3000 ton, mempunyai kecepatan maksimal 40 knot (74 km/jam) serta mampu membawa satu helikopter.

AL AS mencanangkan pembelian hingga 55 LCS pada 2002.

Berita HanKam

F/A-18 Super Hornet AL AS Beraksi di Udara Korea


30 November 2010 -- Jet-jet tempur AL AS F/A-18F Super Hornet dikelilingi kabut tebal diatas dek kapal induk nuklir USS George Washington saat latihan bersama dengan Korea Selatan di perairan Laut Barat Korsel, Selasa (30/11). (Foto: AP)




Sebuah jet tempur AL AS AS F/A-18F Super Hornet mendarat di dek kapal induk nuklir USS George Washington saat latma dengan Korsel, Selasa (30/11). (Foto: AP)

Berita HanKam

AL AS Borong 124 Jet Tempur Senilai 5,3 Milyar Dolar

EA-18G Growler mendarat pertama kalinya di Naval Air Station Whidbey Island, 9 April 2007. Growler dikembangkan menggantikan armada EA-6B Prowler.(Foto: USN/Mass Communication Specialist 1st Class Bruce McVic)

02 Oktober 2010 -- Angkatan Laut Amerika Serikat membeli 124 jet tempur dari perusahaan dirgantara raksasa Boeing, bagian dari kontrak senilai 5,3 milyar dolar, diumumkan Boeing dan Naval Air Systems Command (NASC).

Boeing akan mengirimkan 66 F/A-18E/F Super Hornets dan 58 EA-18 Growlers dari 2012 hingga 2015, diumumkan Boeing, Selasa (28/9).

AL AS akan memiliki 515 Super Hornet dan 114 Growler hingga akhir tahun fiskal 2013, diumumkan AL AS.

F/A-18 ditempatkan di 11 kapal induk AL dan direncanakan dioperasikan hingga 2035, menurut NASC.

EA-18 Growlers, varian F/A-18 merupakan jet tempur serang elektronik dimana ditambahkan perangkat jamming terbaru. Dijadwalkan Growler pertama dijadwalkan dioperasikan akhir tahun ini, menurut Boeing.

Stripes
/Berita HanKam

Navy to Christen USNS Washington Chambers

USNS Washington Chambers (T-AKE 11). (Photo: meetup.com)

10 September 2010, WASHINGTON (NNS) -- The Navy will christen and launch the dry cargo/ammunition ship USNS Washington Chambers (T-AKE 11), Sept. 11 during a 10 a.m. PDT ceremony at the General Dynamics NASSCO shipyard in San Diego.

The ship is named to honor naval aviation pioneer Capt. Washington Chambers.

Rear Adm. Richard J. O'Hanlon, commander, Naval Air Force Atlantic, will deliver the ceremony's principal address.

Loretta Penn, wife of former Assistant Secretary of the Navy for Installations and Environment and former Acting Secretary of the Navy, B.J. Penn, is the sponsor, and in accordance with Navy tradition, will break a bottle of champagne across the bow to formally christen the ship.

Continuing the Lewis and Clark-class tradition of honoring legendary pioneers and explorers, the Navy's newest underway replenishment ship recognizes Chambers for his major role in the early development of naval aviation. Responsible for the Navy's emerging aviation activities, Chambers arranged the world's first airplane flight from a warship. The Nov. 14, 1910, flight by aviator Eugene Ely on the light cruiser USS Birmingham (CL 2) confirmed the potential of carrier-based naval aviation.

Designated T-AKE 11, Washington Chambers is the 11th ship of the 14-ship class. As a combat logistics force ship, Washington Chambers will help the Navy maintain a worldwide forward presence by delivering ammunition, food, fuel and other dry cargo to U.S. and allied ships at sea.

T-AKE 11 is the first Navy ship named after Chambers. As part of Military Sealift Command's Naval Fleet Auxiliary Force, Washington Chambers is designated as a U.S. naval ship and will be crewed by 129 civil service mariners and 11 Navy sailors. The ship is designed to operate independently for extended periods at sea and can carry two helicopters. The ship is 689 feet in length, has an overall beam of 106 feet, has a navigational draft of 30 feet, displaces approximately 42,000 tons and is capable of reaching a speed of 20 knots using a single-shaft, diesel-electric propulsion system.

US DoD

USS George Washington Kunjungi Filipina

04 September 2010 -- Sebuah helikopter SH-60F Seahawk terbang di atas kapal induk USS George Washington saat lego jangkar di Teluk Manila, Sabtu (4/9). USS George Washington berlabuh di Manila selama 4 hari, kunjungan ini untuk memperkokoh hubungan historis antara AS dan Filipina. (Foto: Reuters)

(Foto: AP)

Awak kapal USS George Washington berjalan di atas dek saat lego jangkar di perairan Teluk Manila, Sabtu (4/9). (Foto: Reuters)

(Foto: Reuters)

Berita HanKam

Officials Release MQ-1B Accident Report

Officials released the MQ-1B Predator accident report Aug. 20,2010, regarding the April 20, 2010, crash of a Predator, similar to the one pictured above. The remotely piloted aircraft was flying a training mission at Southern California Logistics Airport. (Photo: U.S. Air Force)

20 August 2010, LANGLEY AIR FORCE BASE, Va. (AFNS) -- Pilot error caused the crash of an MQ-1B Predator at Southern California Logistics Airport during an April 20 training mission, according to an Air Combat Command Accident Investigation Board report released Aug. 20.

The Predator was an Air National Guard aircraft from the 163rd Reconnaissance Wing at March Joint Air Reserve Base, Calif., operated by members of the 3rd Special Operations Squadron under the supervision of instructors from the 163rd Operations Group Formal Training Unit also based at March JARB.

While no injuries occurred as a result of the accident, the aircraft and one inert Hellfire training missile were a total loss. The estimated damage to government property, including a runway light, is valued at about $3.7 million.

According to the report, the crash was caused by a student pilot's failure to recognize the aircraft's speed was too low for the weather conditions and aircraft configuration.

Insufficient speed during final approach caused a stall from which the student pilot and his instructor were unable to recover. This resulted in a hard landing that exceeded design limitations for the aircraft. Upon impact, the left wingtip dragged on the ground, causing the aircraft to leave the prepared runway surface and subsequently break apart.

Unexpectedly difficult wind conditions at the field during the landing contributed to the mishap, officials said.

USAF

Navy to Commission Submarine Missouri

The Virginia-class attack submarine Pre-Commissioning Unit (PCU) Missouri (SSN 780) pulls into Naval Submarine Base New London. Missouri will be commissioned during a ceremony July 31. Missouri is the seventh Virginia class submarine and the fifth Navy ship to be named Missouri. (Photo: U.S. Navy/John Narewski/Released)

30 July 2010, WASHINGTON (NNS) -- The Navy's newest attack submarine, Missouri, will be commissioned July 31, during an 11 a.m. EDT ceremony in Groton, Conn. Missouri is named to honor the people of the "Show Me State" and its leaders for their continuous support of the military.

U.S. Rep. Ike Skelton, from Missouri, will deliver the ceremony's principal address. Secretary of the Navy Ray Mabus and Chief of Naval Operations Adm. Gary Roughead will also deliver remarks. Becky Gates, wife of Secretary of Defense Robert Gates, will serve as the ship's sponsor. In the time-honored Navy tradition she will give the first order to "man our ship and bring her to life!"

Designated SSN 780, the seventh Virginia class submarine, Missouri is built to excel in anti-submarine warfare; anti-ship warfare; strike warfare; special operations; intelligence, surveillance, and reconnaissance; irregular warfare; battle group support; and mine warfare missions. Upon entering service, Missouri will directly enable five of the six Navy Maritime Strategy Core Capabilities: sea control, power projection, forward presence, maritime security, and deterrence.

This is the fourth Navy ship to be named Missouri. The last USS Missouri, a legendary battleship, saw action in World War II, the Korean War, the Persian Gulf War, and was also the site where Fleet Adm. Chester Nimitz, Gen. Douglas MacArthur, and many other U.S. and allied officers accepted the unconditional surrender of the Japanese at the end of World War II.

Cmdr. Timothy Rexrode of Spencer, W.Va., is the ship's commanding officer and will lead a crew of approximately 134 officers and enlisted personnel. The 7,800-ton Missouri was built under a unique teaming arrangement between General Dynamics Electric Boat and Northrop Grumman Shipbuilding. The boat is 377-feet long, has a 34-foot beam, and will be able to dive to depths of greater than 800 feet and operate at speeds in excess of 25 knots submerged. Missouri is designed with a reactor plant that will not require refueling during the planned life of the ship, reducing lifecycle costs while increasing operational availability.

Navy

Navy Accepts Delivery of Future USS Gravely

The Arleigh Burk-class guided-missile destroyer USS Gravely (DDG 107) is surrounded by an oil containment booms to prevent oil from the Deepwater Horizon oil spill from reaching it's hull while pierside in Pascagoula, Miss. Deepwater Horizon was an ultra-deepwater oil rig that sank April 22, causing a massive oil spill threatening the U.S. Gulf Coast. (Photo: U.S. Navy/Mass Communication Specialist 2nd Class Corey Truax/Released)

26 July 2010, WASHINGTON (NNS) -- The Navy officially accepted delivery of the future USS Gravely from Northrop Grumman Shipbuilding during a ceremony July 26 in Pascagoula, Miss. Designated DDG 107, Gravely is the 57th ship of the Arleigh Burke class.

The ship successfully completed acceptance trials June 28. Due to the oil spill currently affecting the Gulf of Mexico, the trials were slightly modified, with the ship conducting pierside tests and inspections by the Navy's Board of Inspection and Survey (INSURV), followed by a 36-hour underway period to assess the ship's main propulsion, auxiliary, steering, damage control equipment, navigation systems, and deck equipment as well as overall completeness.

"Though the oil spill forced us to modify our normal trial schedule, we were still able to deliver Gravely as originally scheduled," said Capt. Pete Lyle, DDG 51 class program manager in the Navy's Program Executive Office (PEO) Ships. "That is really a testament to the maturity of the class, and the program's successful history of delivering ships on time and on schedule."

Gravely is a multi-mission guided-missile destroyer designed to operate in multi-threat air, surface and subsurface environments. The ship is equipped with the Navy's Aegis Combat System, the world's foremost integrated naval weapon system. The class provides outstanding combat capability and survivability characteristics while minimizing procurement and lifetime support costs due to the program's maturity. The DDG 51 program continues to reinforce affordability and efficiency, with a commitment to deliver ships at the highest possible quality.

The new destroyer honors the late Vice Adm. Samuel L. Gravely Jr., the first African American commissioned as an officer from the Navy Reserve Officer Training Course. He was the first African American to command a warship (USS Theodore E. Chandler); to command a major warship (USS Jouett); to achieve flag rank and eventually vice admiral; and to command a numbered fleet (Third).

As one of the Defense Department's largest acquisition organizations, PEO Ships is responsible for executing the development and procurement of all major surface combatants, amphibious ships, special mission and support ships, and special warfare craft. Currently, the majority of shipbuilding programs managed by PEO Ships are benefiting from serial production efficiencies, which are critical to delivering ships on cost and schedule.

Navy

Rahasia Dokumen Militer AS Soal Perang Afghanistan

Prajurit AS Private Trebor Moore dari First Platoon Bravo Troop of First Squadron, 71st Cavalry berjalan melewati anak muda pengembala domba saat melakukan patroli di Distrik Dand, Provinsi Kandahar, 21 Juli 2010. NATO dan AS menempatkan 143.000 prajurit di Afghanistan, akan ditambah lagi hingga mencapai 150,000 prajurit. (Foto: Getty Images)

26 Juli 2010, Jakarta -- Sebuah Situs bernama Wikileaks berhasil mempublikasikan lebih dari 90.000 dokumen militer Amerika Serikat (AS) yang melaporkan perincian tersembunyi perang Afghanistan, termasuk pembunuhan warga sipil.

Ini adalah kebocoran dokumen rahasia terbesar sepanjang sejarah militer AS dan pihak ‘Gedung Putih’ mengutuk pembocoran dokumen ini sebagai perbuatan yang ‘tidak bertanggung jawab’.

Tiga surat kabar, seperti The Guardian (Inggris), New York Times (AS), dan Der Spiegel (Jerman) melaporkan bahwa kebocoran itu mengungkapkan keprihatinan NATO terhadap Pakistan dan Iran yang dianggap membantu pemberontakan Taliban di Afghanistan.

Namun Duta Besar Pakistan di Washington, Hussain Haqqani menegaskan bahwa laporan-laporan dalam dokumen itu tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. “AS, Afghanistan dan Pakistan adalah mitra strategis untuk bersama-sama mengalahkan Al Qaeda dan sekutunya Taliban baik secara militer dan politik,” kata Haqqani.

Wartawan diplomatik BBC, Bridget Kendall mengatakan meski dokumen itu tidak mengungkapkan laporan dramatis terbaru, dokumen itu menunjukkan kesulitan mereka dalam perang yang kerap menorbankan warga sipil. Dalam sebuah pernyataan resmi, penasihat keamanan nasional pemerintah AS Jenderal James Jones mengecap publikasi dokumen-dokumen militer itu.

Jones mengatakan, informasi rahasia seperti itu bisa membahayakan tidak hanya untuk nyawa prajurit Amerika dan sekutunya tapi juga membayakan keamanan nasional AS. Jones menambahkan dokumen-dokumen tersebut berasal dari tahun antara 2004-2009, sebelum Presiden Barack Obama menyampaikan strategi baru perang Afghanistan yang diikuti penambahan personil militer di negeri itu.

Seorang pejabat tinggi AS mengatakan, bahwa situs Wikileak mempublikasikan materi-materi rahasia yang tidak dikonsumsikan secara publik dan bukanlah konsumsi pemberitaan. Pejabat itu bahkan menyebut Wikileaks sebagai sebuah organisasi yang menentang kebijakan pemerintah AS di Afghanistan.

Dalam situs itu, terdapat serangkaian dokumen bertajuk ‘Buku harian Perang Afghanistan’, dimana terdapat penundaan publikasi sekitar 15.000 laporan sebagai proses untuk mengurangi kerusakan yang diminta beberapa sumber.

Sedangkan The Guardian dan New York Times, yang mempublikasikan laporan Wikileaks itu, mengatakan tidak pernah berhubungan langsung dengan sumber pembocor dokumen itu. Mereka hanya menghabiskan waktu beberapa pekan untuk melakukan konfirmasi soal
kebenaran informasi tersebut.

Publikasi ribuan dokumen itu muncul ketika NATO tengah melakukan investigasi tewasnya 45 orang warga sipil Afghanistan akibat serangan udara NATO di Provinsi Helmand, pekan lalu. Pun demikian, dalam ivestigasi awalnya, NATO tidak menemukan bukti adanya kesalahan misi.

Tapi seorang wartawan BBC yang sempat mewawancarai beberapa orang penduduk desa Regey menemukan pengakuan bahwa banyak warga yang menyaksikan insiden itu. Mereka mengatakan serangan itu dilancarkan siang hari saat puluhan orang berlindung dari sengitnya pertempuran di desa tetangga, Joshani.

Namun sekali lagi, Juru bicara NATO, Letkol Chris Hughes berkilah degan mengatakan bahwa pasukan multi nasional sudah melakukan kerja luar biasa untuk mengindari korban dari warga sipil. “Keselamatan warga sipil Afganistan sangat penting bagi pasukan bantuan keamanan Internasional,” kilah Hughes.

Pos Kota

F-22 Raptor Beraksi Pertama Kali di Udara Korsel

26 Juli 2010 -- AU Amerika Serikat pertama kalinya menyertakan jet tempur siluman F-22 Raptor dalam latihan bersama dengan Korea Selatan. Latma udara-laut skala besar digelar AS dan Korsel mulai 25 Juli 2010 diperairan wilayah Korsel. Letnan Kolonel Robert Teschner (tengah), Mayor Jammie Jamieson (kiri) dan Kaptain Brandon Tellez (kanan) dari 7 Expeditionary Fighter Squadron dari pangkalan udara Holloman berpose didepan F-22 di pangkalan udara Osan 26 Juli 2010. (Foto: Getty Images)





Berita Hankam

Harrier USMC Jatuh


20 Juli 2010 -– Jet tempur AV-8B Harrier Marinir AS dari satuan 26th Marine Expeditionary Unit (MEU), jatuh di bagian Barat danau George di taman nasional Ocala, dekat kota Salt Springs, Florida, sekitar pukul 20:00 waktu setempat, Minggu (18/7).

Jet berasal dari kapal amphibi USS Kearsarge (LHD-3), saat jatuh sedang melakukan latihan.

Pilot Kaptain Jarrod L. Klement dari Marine Medium Tiltrotor Squadron 266, berhasil melakukan eject dan dilarikan ke Shands Cancer Hospital di Universitas Florida, Gainesville oleh pihak berwajib setempat.

Kondisi Klement dalam keadaan stabil, tidak memerlukan perawatan serius.

Penyebab kecelakaan dalam penyelidikan.

USN/Berita HanKam

Boeing Siap Ubah F-16 Menjadi Drone QF-16

F-16 pertama yang akan dijadikan drone QF-16 terbang di atas Jacksonville. (Foto: Boeing)

17 Juli 2010 – Boeing menerima jet tempur F-16 pertama yang akan dijadikan drone QF-16. Perayaan penyerahan disaksikan Senator Florida, pemerintah daerah dan pemuka masyarakat, Jumat (9/7) di lapangan terbang Cecil, Jacksonville.

Boeing memenangkan kontrak senilai 69,7 juta dolar dari AU AS Maret tahun ini untuk mengubah 126 F-16 menjadi QF-16. QF-16 sebagai drone dapat diterbangkan oleh atau tanpa pilot. Penyerahan QF-16 dijadwalkan mulai 2014.

Boeing/Berita HanKam

Balon Udara AL AS MZ-3A

10 Juli 2010 -- Pesawat balon udara AL AS MZ-3A mendarat di bandara Lake Font, New Orleans, Louisiana. Penjaga Pantai AS meminta bantuan AL AS mendeteksi minyak bumi yang dapat membahayakan hewan liar dengan kendaraan udara milik AL AS. (Foto: USN/ Mass Communication Specialist 2nd Class Andrew Geraci)

USNS Mercy Berlabuh di Teluk Jakarta

07 Juli 2010 -- Rumah sakit kapal USNS Mercy (T-AH19) milik Komando Militer Angkutan Laut (Military Sealift Command/MSC) AS singgah di perairan Teluk Jakarta, Rabu (7/7). di perairan Teluk Jakarta, Rabu (7/7). USNS Mercy dalam programnya Kemitraan Pasifik 2010 akan berpartisipasi dalam Sail Banda 2010 di Maluku. (Foto: ANTARA/Fanny Octavianus/10)

Awak dari rumah sakit kapal USNS Mercy (T-AH19) milik Komando Militer Angkutan Laut (Military Sealift Command/MSC) AS menerangkan peralatan medis di kapal yang sanggup menampung 1000 pasien itu, Teluk Jakarta, Rabu (7/7). (Foto: ANTARA/Fanny Octavianus/10)

Komandan Kemitraan Pasifik 2010, Kapten Angkatan Laut Lisa M. Franchetti (kanan) bersama Kapuskes TNI Marsma Mariono R memberi penjelasan pada pers di atas rumah sakit kapal USNS Mercy (T-AH19). (Foto: ANTARA/Fanny Octavianus/10)

Warga Maluku Bisa Kunjungi USNS Mercy

(Foto: sfcitizen.com)

02 Juli 2010, Ambon -- Warga Maluku bisa mengunjungi kapal rumah sakit Amerika Serikat, USNS Mercy T-AH 19 yang bersandar di pelabuhan Yos Sudarso Ambon pada 26 Juli, guna menyukseskan Operasi Bakti Surya Bhaskara Jaya dalam rangka kegiatan Sail Banda.

Koordinator acara panitia lokal Sail Banda 2010, Cak Saimima, Jumat (2/7/2010) mengatakan, dirinya dihubungi ketua tim USNS Mercy yang menyampaikan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengunjungi kapal tersebut.

"Saya dihubungi untuk mengatur kunjungan dengan terlebih dahulu harus mendaftar dengan lokasinya sedang dikoordinasikan," ujarnya.

Saimima memastikan masyarakat Maluku akan bangga bila mengunjungi USNS Mercy karena bisa melihat keberadaan kapal rumah sakit terbesar Amerika Serikat.

"Pasti diabadikan dengan kamera sehingga menjadi kenangan terindah hingga ke anak cucu bahwa pernah menginjakkan kaki di kapal USNS Mercy. Jadi, masyarakat harus berperan serta menyukseskan Sail Banda dengan tetap memelihara stabilitas keamanan dan menjaga kebersihan lingkungan, baik darat maupun laut," tegasnya.

Saimima mengatakan, ketua tim USNS Mercy juga menjadwalkan menjamu pejabat pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon untuk makan malam di kapal yang dijadwalkan pada 1 Agustus.

"Tim marching band dari kapal USNS Mercy dijadwalkan menghibur masyarakat dengan melakukan parade di lokasi Monumen Perdamaian Dunia," katanya.

KOMPAS.com