Tampilkan postingan dengan label Rumania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumania. Tampilkan semua postingan

Rumania - AS Tandatangani Kesepakatan Sistem Rudal

TEHRAN-(IDB) : Rumania menandatangani sebuah dokumen dengan Amerika Serikat, yang memungkinkan Washington untuk menempatkan elemen-elemen dari sistem anti-rudal di Pangkalan Udara Deveselu. Menlu Rumania Teodor Baconschi menandatangani perjanjian dengan timpalannya dari AS, Hillary Clinton terkait pembangunan sistem rudal balistik di negara Eropa Timur. 

Program tersebut diklaim akan memberikan perlindungan bagi wilayah NATO di Eropa dan menambah pertahanan Amerika, Press TV melaporkan pada hari Selasa (13/9).

Kesepakatan itu akan menempatkan 200 tentara di samping sistem rudal darat di Rumania pada tahun 2015.

Departemen Luar Negeri AS menggambarkan kesepakatan itu sebagai wujud memperdalam hubungan bilateral strategis antara negara-negara. Dikatakannya, kerjasama yang lebih besar di daerah itu akan menambah keamanan dan pertahanan kolektif NATO.

AS juga mengatakan bahwa Sistem Pertahanan Rudal Balistik Aegis (BMD), yang akan ditempatkan di Rumania pada 2015, telah sukses dalam 22 dari 27 uji coba sejak tahun 2007.

Presiden Rumania Traian Basescu dan Presiden Barack Obama juga bertemu di Gedung Putih pada Selasa untuk membahas hubungan bilateral lebih lanjut.

Rusia sangat keberatan dengan perjanjian AS-Rumania, mengatakan bahwa sistem pencegat rudal Amerika, yang akan dibangun di Rumania sebenarnya ditujukan pada Rusia.

Sumber: Irib

Rumania dan Belanda Ikut Keroyok Libya

Regele Ferdinand (F-221). (Photo: Forţele Navale Române)

23 Maret 2011, Bukarest -- (Berita HanKam): Presiden Rumania Traian Basescu mengatakan negaranya akan mengirimkan satu kapal perang ke Laut Mediterania guna mendukung operasi NATO mencegah pengiriman senjata ke Libya.

Bukarest mengirimkan frigate Regele Ferdinand (F-221) bersama 205 awaknya ke Laut Mediterania selama 3 bulan. Misi ini membutuhkan anggaran sebesar 4,5 juta euro.
Frigate akan ditugaskan memeriksa setiap kapal yang dicurigai membawa senjata ke Libya. Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan Resolusi 1973 yang melarang penjualan senjata ke Libya.

Belanda akan mengirimkan enam jet tempur F-16, sekitar 200 prajurit, satu kapal penyapu ranjau dan pesawat tanker DC-10 untuk mendukung operasi NATO di Libya, diumumkan Perdana Menteri Mark Rutte, Selasa (22/3).

Menteri Pertahanan Belanda Hans Hillen mengatakan konstribusi Belanda dalam operasi ini sedikitnya tiga bulan, tetapi dapat diperpanjang sesuai kesepakatan NATO.
Angkatan Udara Belanda memiliki 87 jet tempur F-16.

Sumber: AFP
© Berita HanKam