Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

13 Negara Ikuti Kejuaraan Terjun Payung Militer

JAKARTA-(IDB) : Olahraga terjun payung sangat tergantung oleh kondisi alam, skill, dan fisik

Sedikitnya 13 negara mengikuti Kejuaraan Terjun Payung Militer Asia, yang diselenggarakan  oleh Dewan Olahraga Militer Internasional (Conseil International du Sport Militaire/CISM), yang digelar bersamaan dengan Kejuaraan Terjun Payung TNI Terbuka 2012.


"Kejuaraan ini diikuti oleh 72 atlet putra dan 13 atlet putri dari 13 negara, dan diselenggarakan sejak 23 hingga 30 September 2012 di Halim Perdanakusuma, Jakarta," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, usai membuka dua kejuaraan terjun payung itu di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu.


Peserta kejuaraan Terjun Payung Militer Asia pertama ini, berasal dari Amerika Serikat, Rusia, Kazakstan, Srilanka, Australia, Jepang, Indonesia, Qatar, Filipina, dan lainnya.


Menurut dia, tidak semua peserta berasal dari negara yang merupakan anggota CISM.


Sehingga pihaknya juga mengadakan kejuaraan terjun payung terbuka, agar bisa diikuti oleh negara non-anggota CISM.


Tujuan kejuaraan tersebut antara lain untuk membangun persahabatan antarnegara, demi meningkatnya kualitas olahraga terjun payung, serta memperluas promosi terkait citra TNI dan CISM.


"Kita ingin memupuk kerja sama, di antara negara-negara anggota Asia pada khususnya dan seluruh komunitas internasional pada umumnya, di bidang terjun payung militer. Saya yakin olahraga ini bisa meningkatkan rasa saling percaya, di antara miiliter-militer di dunia. Kejuaraan terjun payung akan terus digelar untuk menambah jumlah negara peserta," katanya.


Persiapan kontingen dari Indonesia sendiri, lanjut Panglima, Indonesia diuntungkan oleh beberapa event sebelumnya, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), dimana banyak anggota TNI yang terlibat di dalam PON.


"PON merupakan salah satu ajang juga yang bisa kita gunakan untuk persiapan," tuturnya.


Ketika ditanya negara mana yang paling berat, tambah dia, olahraga terjun payung itu sangat tergantung oleh kondisi alam, skill, dan kondisi fisik.


Belum tentu hasil latihan dengan hasil pertandingan sama, karena menghadapi situasi yang berbeda, ujarnya.


Kontingen Indonesia yang mengikuti kejuaraan itu, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, Kepolisian, dan kontingen dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).



Sumber : Berita Satu

Kemhan Siapkan Dana Pinjaman Rp 21 T Pengadaan Alutsista TNI

MALANG-(IDB) : Kementerian Pertahanan terus berupaya melengkapi alutsista di lingkungan TNI. Sekitar 40 persen dari program pembangunan kekuatan pertahanan sudah direncanakan selama 15 tahun ini terealisasi hingga akhir semester pertama tahun 2014 mendatang.

"Total dana yang dianggarkan sebesar Rp 57 triliun, Rp 21 triliun di antaranya berasal dari pinjaman luar negeri," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, disela serah terima empat pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Senin (17/9/2012).

Purnomo menjelaskan, dalam program pembangunan kekuatan pertahanan itu, tercatat sebanyak 45 kegiatan pengadaan alutista bergerak bakal selesai pada Tahun 2014 nanti.

"Ada 45 jenis pengadaan," jelas dia kepada wartawan.

Ia menambahkan, dari total 45 pengadaan itu, sebanyak 30 persen alutsista diperuntukkan bagi TNI AU, yang meliputi pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, dan pesawat latih.

"Sedangkan alutsista tak bergerak seperti radar," imbuh dia.

Dalam kesempatan itu, Purnomo menyerahkan empat pesawat Super Tucano kepada Skadron 21 Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, turut hadir dalam acara itu Panglima TNI, dan Kasau, Pangkoops2 TNI Angkatan Udara, dan Pangdam V Brawijaya.

Tak ketinggalan, pihak ambassador Brasil sebagai produsen pesawat taktis pengganti OV-10 Bronco sudah di-grounded sejak 2007 silam. "Kini resmi Tucano menjadi kekuatan baru pertahanan udara tanah air," sebut Purnomo.

Sebelumnya, empat pesawat Super Tucano terlebih dahulu tiba di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh setelah menempuh perjalanan panjang dari Brasil.



Sumber : Detik

TNI Belum Akan Perkuat Militer Di Natuna

NATUNA-(IDB) : Eskalasi konflik yang meningkat di kawasan Laut China Selatan disikapi dingin Tentara Nasional Indonesia (TNI).TNI belum berencana untuk memperkuat pertahanan di daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah sengketa tersebut,yakni di Kepulauan Natuna, sebagai langkah antisipasi adanya dampak konflik.

Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul mengungkapkan, sejauh ini TNI masih mengandalkan kekuatan militer yang sudah ada di Kepulauan Natuna. “Sampai sekarang kita belum ada kajian ke sana (pemekaran),” ujarnya di sela-sela peluncuran buku Indonesia Mengukir Sejarah Selam Dunia di Jakarta, Senin (10/9) malam.


Kekuatan militer TNI di wilayah tersebut sebenarnya terbilang minim, karena hingga sekarang pangkalan yang ada di sana hanya Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara. Adapun untuk TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut sejauh ini berada di bawah komando kodim setempat.“Kita tidak ada perubahan.Lanal tetap tidak ada pemekaran dan sebagainya, ”bebernya.

Meski demikian, Iskandar meyakinkan bahwa kekuatan yang ada saat ini sudah cukup untuk menyikapi perkembangan eskalasi konflik. Menurut dia,TNI memiliki kesiapan untuk mengantisipasi dampak konflik di Laut Cina Selatan terhadap wilayah Indonesia yang berada di seputarannya.

“Kita mempunyai komunikasi dan intelijen yang sangat baik. Pengindraan kita juga sangat baik, sehingga kalau ada sesuatu, kita bisa dengan yang terdekat, misalnya di sana ada Tanjung Pinang, Dumai, dan sebagainya,”katanya Pada awal September lalu, TNI memusatkan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat di daerah tersebut.

Sebanyak 2.500 personel TNI terlibat di dalamnya.TNI juga menyertakan 5 KRI, 4 pesawat tempur Hawk, 6 pesawat angkut Hercules C-130, 1 CN235, dan 2 helikopter SA332 pada latihan gabungan tersebut. Meski demikian, TNI menampik bahwa pemilihan lokasi latihan di Natuna ada kaitannya dengan konflik Laut China Selatan ataupun ancaman yang bisa mengganggu stabilitas keamanan nasional.“Ini hanya pilihan yang telah dirancang jauh-jauh hari,” kata Kepala Staf Umum TNI Marsekal Madya TNI Daryatmo.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerangkan, pemekaran armada laut bergantung pada strategi pertahanan dan postur. Setiap pengembangan kekuatan selalu berorientasi pada ancaman yang ada. Akan tetapi, lanjut dia,Kementerian Pertahanan selaku pembuat regulasi dan pembuat kebijakan,pemekaran itu tidak bisa serta-merta dilaksanakan. Harus dilakukan kajian-kajian yang komprehensif secara strategis.

Apalagi dilihat dari segi anggaran,sekarang ini 42% anggaran pertahanan terserap untuk belanja pegawai. Padahal, adanya pemekaran bakal membutuhkan anggaran tidak sedikit, sehingga pemekaran jika dipaksakan dikhawatirkan akan gagal.“Jadi setinggi-tingginya anggaran,kalau itu untuk belanja pegawai, nanti pembangunan kekuatan jadi turun,” papar Sjafrie.

Lantaran penguatan armada laut dibutuhkan, maka perlu dicarikan solusi. Sjafrie menilai, menanggulangi ancaman tidak harus serta-merta dengan pemekaran kekuatan. Dia menuturkan, mobilitas yang tinggi didukung kualitas alutsista yang canggih bisa menjadi solusi.



Sumber : Sindo

Penutupan PPRC TNI Kilat XXIX TA 2012 di Natuna

NATUNA-(IDB) : Kaskostrad  Mayjen TNI Harry Purdianto, S.IP, M.Sc  selaku Inspektur Upacara(Irup), telah menutup Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Kilat XXIX Ta. 2012  di Desa Tanjung Kabupaten Natuna.

Dalam Amanat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono,S.E yang dibacakan  oleh Irup  mengatakan bahwa, setelah  kurang  lebih sebelas hari melaksanakan latihan PPRC TNI dengan mencurahkan segala pikiran tenaga serta kesungguhan, kini kita tiba pada tahap pengakhiran latihan.  PPRC TNI  sebagai kekuatan  respon cepat dalam penangkalan dan penindakan terhadap ancaman keamanan Negara,  memiliki peran yang amat strategis dalam sistem dan  struktur keamanan nasional.

Lebih lanjut dikatakan Panglima TNI Hal ini mengingat ancaman mendasar  dan terbesar terjhadap kedaulatan bangsa berasal dari lingkungan internasional akibat globalisasi dan pasar bebas yang secara umum datang dari kawasan terdekat Indonesia.

Sebagai alat Negara dalam menjawab tantangan  yang membutuhkan quick respon terukur dan dipersiapkan. Inilah tantangan bangsa Indonesia tantangan TNI dan tantangan  kita semua kedepan guna menghadapi perkembangan lingkungan strategis,  serta trend ancaman dewasa ini yang ditandai oleh semakin ketatnya persaingan antar Negara dalam menjaga menjamin dan memenuhi kepentingan nasional masing-masing,

Selain itu Panglima TNI menyampai, Kesemuanya menuntut besarnya daya tangggap dan  ketajaman analisis  dari seganap unsur-unsur  TNI dalam membaca gelagat perkembangan lingkungan strategis serta dibutuhkan daya kreatif menejemen operasi guna meningkatkan kemampuan dan cermat dalam mengukur  batas kemampuan, singkatnya    diperlukan kesiapan dan  kesiap-siagaan yang matang dan sempurna dari semua unsur TNI  sebagai alat dan komponen utama serta pertahanan Negara, jelasnya.

Turut hadir dalam Upacara penutupan PPRC TNI  Ta. 2012 ini  Para kotama operasi TNI, Danlanal Ranai, Dandim Natuna, Danlanud Ranai, Bupati Natuna Drs Ilyas Sabli,Msi, SKPD Kabupaten Natuna dan beberapa Tokoh masyarakat Ranai- Natuna. Pen/Ranai



Sumber : Okezone

TNI Kibarkan Merah Putih Di Pulau Gambar, Pulau Yang Dikabarkan Di Jual

Salah satu sudut pantai P. Gambar
PONTIANAK-(IDB) : Komandan Korem 121 Alambhana Wanawai, Kolonel (Inf) Binarko Sugihantyo mengatakan bahwa TNI telah mengibarkan bendera merah putih di Pulau Gambar, yang sempat dikabarkan akan dijual melalui website.

"Sabtu tanggal 8 September, tim kecil dari sejumlah pihak seperti Pos TNI AL Kendawangan, Kodim Ketapang, anggota Polsek Kendawangan dan masyarakat sudah berkunjung ke Pulau Gambar," kata Binarko kepada sejumlah wartawan di Pontianak, Senin.

Berdasarkan hasil kunjungan tersebut, pantai tersebut luasnya sekitar 3,3 hektare.

Ia melanjutkan, ada dua pulau yakni Pulau Gambar Besar dan Pulau Gambar Kecil.

"Pulau utama, Pulau Gambar Besar sebagian besar berupa batu-batuan, tidak berpenghuni, sedikht pantai berpasir," ujar dia.

Sedangkan Pulau Gambar Kecil, hanya terdiri dari batu-batuan dan sangat kecil.

Ia mengungkapkan, warga setempat pernah melaporkan bahwa beberapa tahun lalu ada kapal pesiar yang membawa orang asing merapat di pulau terdekat dan berenang ke Pulau Gambar Kecil.

"Tetapi untuk dokumentasinya tidak ada sehingga masih berupa informasi saja," ujarnya.

Mengenai kemungkinan Pulau Gambar sebagai tempat penyu bertelur, ia menilai sejauh ini kondisinya agak kecil.

"Karena hanya sedikit pantai berpasirnya," kata Binarko Sugihantyo.

Jarak tempuh dari Kendawangan sekitar 2 - 3 jam menggunakan speedboat. Sedangkan menggunakan kapal kelotok, sekitar 8 - 10 jam. "Tergantung cuaca dan ombak," kata dia.

Gugusan Pulau Gambar airnya sangat jernih dan masih bebas dari polusi sehingga tempat habitat banyak biota laut.

"Kalau di website, disebut sebagai lokasi lobster. Mungkin saja, karena lokasinya masih bersih," kata Binarko.


Sumber : Antara

PPRC TNI Di Natuna Pembuktian Kekuatan Militer Indonesia

NATUNA-(IDB) : Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Wan Zawali menilai latihan gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) merupakan pembuktian kekuatan militer Indonesia.

"Kami menyambut baik latihan PPRC ini apalagi dilaksanakan di Natuna yang berada di perbatasan sehingga membuat negara tetangga agak takut melihat kekuatan TNI. Apalagi, Sabtu.

Wan Zawali mengatakan, ketangkasan prajurit Linud saat melakukan penerjunan serta pendaratan amfibi oleh Marinir merupakan satu penunjukan kekuatan mental para prajurit dalam menjaga kedaulatan negara.

"Kekuatan tempur di laut merupakan sangat penting mengingat Natuna memiliki lautan yang luas," ucapnya.

Menurut dia, pelaksanaan latihan di Natuna merupakan satu momentum yang tepat ketika sejumlah negara sedang terlibat sengketa kepemilikan beberapa pulau di Laut China Selatan.

"Pas momennya sehingga negara-negara yang terlibat sengketa dapat melihat bahwa Indonesia sangat serius menjaga kedaulatannya di perbatasan," ucapnya.

Mengenai interaksi para prajurit dengan masyarakat selama latihan, ia mengatakan sangat baik.

"Masyarakat sangat mendukung karena menyangkut pertahanan dan keamanan negara. Latihan ini bukan yang pertama kalinya, latihan yang sama juga pernah dilakukan pada zaman panglima ketika dijabat Wiranto," ucapnya.

Bupati Natuna Ilyas Sabli juga menyambut positif latihan PPRC di Natuna.

"Selaku pemerintah daerah dan atas nama masyarakat, kami berterima kasih kepada TNI yang menetapkan Natuna sebagai tempat latihan. Ini bisa menjadi momen bagi Natuna agar lebih dikenal baik di Tanah Air maupun luar negeri, sehingga nama daerah ini menjadi harum sehingga dipercaya untuk pelaksanaan kegiatan yang lebih besar," tuturnya.

Menurut dia, pelaksanaan latihan berjalan dengan baik dan sukses serta didukung penuh oleh masyarakat, terutama masyarakat desa yang menjadi pusat latihan.

"Selaku kepala daerah saya tentu berharap agar TNI selalu siap dalam mengamankan Natuna," tambahnya.

Latihan gabungan PPRC Kilat XXIX/2012 diikuti sekitar 2.500 prajurit dari sejumlah kesatuan berupa operasi lintas udara, operasi amfibi, operasi gabungan dan operasi serangan darat gabungan yang dilakukan d Desa Ceruk dan Paleman, Bunguran Timur Laut, Natuna. 


Sumber : Antara

Panglima TNI Hadir Dan Menyaksikan Latihan PPRC TNI di Natuna

NATUNA-(IDB) : Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. didampingi Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus menyaksikan penerjunan para prajurit TNI yang tengah melakukan Latihan Gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Kilat XXIX tahun 2012, di Natuna Kepulauan Riau, Selasa (4/9/2012).

Penerjunan dilakukan di sepanjang Landasan Bandara Lanud Ranai dilanjutkan dengan penyerangan di tempat titik-titik yang telah ditentukan, sedangkan pasukan Amphibi melakukan pendaratan serta penyerangan di daerah pesisir di daerah Sengiap. 

Personel TNI yang terlibat dalam Latihan PPRC TNI Kilat XXIX 2012 sebanyak 2500 prajurit TNI, terdiri dari 40 personel Satkomlek, 487 personel Satlinud, 25 personel KDOL, 508 personel Satlakopsud dan 1025 personel Satgasla.(Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl. Ir. Minulyo Suprapto, M.Sc, M.Si, M.A.



Sumber : TNI AD

Latihan Gabungan TNI Resmi Dimulai

NATUNA-(IDB) : Latihan Gabungan TNI dimulai dan akan dibuka secara resmi oleh Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, di Natuna, Kepulauan Riau, Selasa besok (4/9). Latihan puncak ini diikuti sekitar 2.500 personel TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

"Besok pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Panglima dan rombongan menuju Pulau Sengiap dengan helikopter meninjau pantai pendaratan amfibi," kata Direktur Latihan Kolonel (Inf) Ainurrahman usai menyambut kedatangan Panglima di Bandara Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Ranai, Natuna, Senin.

Suhartono mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Ranai sekitar pukul 17.30 WIB, Senin, menumpang pesawat transport TNI AU didampingi sejumlah petinggi tiga matra TNI.

Kedatangan Panglima disambut Pangdam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Lodewijk Freidrich Paulus, Komandan Korem 033/Wirapratama, Brigjen TNI Deni K Irawan, Komandan Pangkalan TNI AU Ranai, Letkol Psk Tribowo S Cahyono, sejumlah petinggi TNI dan pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Natuna.

Menurut Ainurrahman, latihan gabungan yang akan digelar bernama Latihan Lapangan PPRC Kilat XXIX TA 2012 dengan diikuti sekitar 2.500 personel.

Kesatuan yang dilibatkan dalam latihan tersebut, jelas dia, terdiri atas Sat Linud Yonif 330, Paskhas TNI AU, Korps Marinir, infanteri, KDOL (Komando Depan Operasi Lintas Udara), IFAM (Intai Amfibi) dan beberapa satuan lainnya.

"Sejumlah kesenjataan akan dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan latihan, di antaranya pesawat tempur, kapal perang dan tank," katanya.

Mengenai tema latihan, jelas dia, yaitu melaksanakan operasi penindakan untuk memulihkan situasi Natuna dalam rangka mengembalikan integritas NKRI.

Pada Selasa pagi, kata dia, ratusan personel Linud akan melakukan penerjunan dari udara di Bandara Lanud Ranai dan selanjutnya bergerak melumpuhkan kekuatan musuh yang menguasai sejumlah objek vital.

Selain itu, ratusan pasukan amfibi juga akan melakukan pendaratan di Pantai Sengiap dengan sasaran melumpuhkan kekuatan musuh yang telah menguasai pulau tersebut.

"Materi latihan terdiri atas operasi lintas udara, operasi amfibi, operasi dukungan udara, operasi penggabungan dan operasi serangan darat gabungan," tuturnya.

Dia menambahkan, latihan tersebut pada prinsipnya bertujuan untuk menuntut kesiapsiagaan operasional dan ketanggapsegeraan untuk menghadapi setiap ancaman dan gangguan dari luar negeri maupun dalam negeri.

"Upaya untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI tersebut, telah digelar satuan-satuan TNI dari berbagai matra sesuai tugas dan fungsi masing-masing dan di antaranya peran satuan PPRC sebagai penindak awal terhadap `trouble spot` yang terjadi di seluruh NKRI," tuturnya. 



Sumber : Antara

Pergeseran Guspurlaarmabar Menuju Natuna

JAKARTA-(IDB) : Unsur-unsur Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guspurlaarmabar) yang dipimpin oleh Komandan Guspurlaarmabar, Laksamana Pertama TNI Tri Wahyudi Sukarno, selaku Komandan Komando Tugas Laut Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI yang tergabung dalam Latihan PPRC TNI melaksanakan embarkasi pergeseran pasukan unsur-unsur gabungan PPRC TNI dengan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), senin (3/9).

Seluruh unsur TNI yang terlibat dalam pelaksanaan latihan akan melaksanakan pelayaran lintas laut menggunakan KRI Banjarmasin-592, KRI Teluk Hading-538 dan KRI Teluk Peleng-535 yang dikawal KRI Wiratno-379 dan KRI Silas Papare-386 menuju di daerah latihan Laut Natuna Utara, Pulau Bunguran Besardan sekitarnya.

Selama lintas laut tersebut akan dilaksanakan tahap-tahap serial latihan diantaranya peperangan anti serangan udara, serangan anti kapal permukaan dan latihan manuver taktis unsur-unsur kapal perang yang tergabung dalam Komando Tugas Laut Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI.

Latihan PPRC TNI yang berlangsung sejak tanggal 26 Agustus sampai dengan 9 September 2012, dilaksanakan secara gabungan antara Divisi I Kostrad, Guspurlaarmabar dan Satlakopsud, melaksanakan Proyeksi kekuatan dari Laut ke darat untuk melaksanakan Pendaratan Amfibi Pasukan Pendarat Marinir dari Batalyon (Yon) 4 Mar, BrigifII Mar di Pantai Sengiap-Natuna dan Penerjunan Tempur dari Yon Linud 303 Kostrad di Lanud Ranai-Natuna. Proyeksi kekuatan ini didukung unit udara dari Satlakopsud dan Puspenerbal.

Gladi tempur PPRC TNI ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kesiapan pasukan gerak cepat TNI guna mengantisipasi Ancaman, Gangguan, Halangan dan Tantangan (AGHT) yang datang dan membahayakan stabilitas dan keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).



Sumber : Jurnas

Panglima TNI : Indonesia Butuh 10 Sampai 12 Kapal Selam

JAKARTA-(IDB) : Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan 10 sampai 12 kapal selam untuk mencegah potensi gangguan keamanan laut. Diharapkan target pemenuhan kapal selam dapat rampung sebelum tahun 2024.

"Diharapkan sebelum 2024 target itu dapat terpenuhi," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dalam jumpa pers di Gedung Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (29/8/2012).

Alasan Indonesia membutuhkan kapal selam, lanjut Agus, karena Indonesia berkewajiban menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah maritim. Salah satunya, Indonesia harus berperan aktif dalam menjaga keamanan di Laut Cina Selatan.

"Konflik laut Cina Selatan memang bukan masalah kita. Tapi, kalau ada sesuatu di sana maka akan berdampak ke kita. Untuk itulah kita perlukan," jelas Agus.

"Selain itu, kapal selam juga diperlukan untuk menjaga daerah perbatasan laut Indonesia," sambungnya.

Panglima menambahkan, saat ini Indonesia hanya memiliki 2 kapal selam dan akan hadir 3 kapal selam tambahan dari Korea Selatan. Kapal selam asal negeri ginseng tersebut dilakukan dengan joint production (produksi gabungan).

"Kapal selam itu teknologi yang muktahir, dengan adanya joint production ini diharapkan akan ada transfer teknologi supaya Indonesia dapat menguasai ilmu pembuatan kapal selam," tutup Agus.
,div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;">

Joint Production Dengan Korsel Jalan Kemandirian Kapal Selam

Indonesia tengah melakukan produksi gabungan kapal selam dengan negara Korea Selatan. Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat membuat kapal selam sendiri di masa mendatang.

"Kita sedang bangun 3 kapal selam dengan Korea Selatan. Nantinya, transfer teknologi itu mampu membuat Indonesia, untuk membuat kapal selam sendiri," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro, saat jumpa pers di Gedung Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (29/8/2012).

Purnomo menjelaskan sampai saat Indonesia belum mampu membuat kapal selam karena keterbatasan SDM dan infrastruktur. Pembelian kapal selam dengan Korsel, dilakukan karena kedua negara sepakat untuk melakukan transfer teknologi.

"Oleh karena itu diharapkan proses transfer teknologi ini dapat dilakukan, sehingga nantinya PT PAL dapat membuat kapal selam bahkan membuat pusat maintenance dan overhaul sendiri di Indonesia," sambung Purnomo.

Sementara itu, Kapuskom Kemenhan Brijend TNI Hartind Asrind menjelaskan 3 kapal selam yang akan dibeli dari Korea Selatan, akan datang secara bertahap. Kapal selam pertama akan hadir pada tahun 2015, kedua akan hadir 2016 dan ketiga akan hadir 2018.

"Untuk tahap 2 dan tahap 3, kapal selam itu dilakukan dengan joint production. Total ketiga kapal selam itu seharga USD 1,07 miliar," jelas Hartind.


Sumber : Detik

TNI Kembali Siapkan Pasukan ke Kongo dan Haiti

JAKARTA-(IDB) : Tentara Nasional Indonesia kembali menyiapkan Satuan Tugas TNI untuk ditugaskan di Kongo dan Haiti menggantikan satgas sebelumnya. Wakil Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Kolonel Pnb Irwan Ishak Dunggio membuka secara resmi latihan penyiapan Satgas Kompi Zeni TNI tersebut di di PMPP TNI Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/8/2012).

Dalam siaran pers Pusat PeneranganTNI, Rabu siang ini, satgas akan tergabung dalam Kontingen Garuda XX-J/MONUSCO (Mission de I'Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) dan Kontingen Garuda XXXII-B/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti).

Latihan penyiapan Satgas Kompi Zeni TNI ini diikuti 342 personel yang terdiri dari 175 personel Kontingen Garuda XX-J/Monusco dengan Komandan Satgas Letnan Kolonel Czi Arief Novianto dan 167 personel Kontingen Garuda XXXII-B/Minustah dengan Komandan Satgas Mayor Czi Irfan Siddiq.

Arief Novianto sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 14 Direktorat Seni TNI AD, sedangkan Irfan Siddiq adalah Komandan Batalyon Zeni Tempur 9/1 Kostrad. 


Sumber : Kompas

TNI Buka Pendaftaran Untuk 128 Perwira Karier Baru

JAKARTA-(IDB) : Tentara Nasional Indonesia kembali membuka kesempatan kepada putra-putri Indonesia lulusan perguruan tinggi untuk bergabung menjadi seorang perwira TNI melalui Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier TNI. Diperlukan 128 perwira baru.

Kepala Dinas Penerangan Umum Puspen TNI, Kolonel Cpl Minulyo Suprapto, melalui siaran persnya, di Jakarta, Selasa, mengatakan, dari jumlah perwira jalur ini, terdiri 109 pria dan 19 wanita. Pendaftaran dimulai dari 15 Agustus hingga 30 September 2012.
"Bagi para sarjana yang berminat dan menyukai tantangan/petualangan serta berjiwa patriotik, segera daftarkan diri anda di Kodam, Lanal, Lanud, Korem dan Kodim terdekat. Pendaftaran secara online serta info lebih lengkap dapat di akses melalui http://rekrutmen-tni.ilmci.com," ujarnya.

Materi seleksi meliputi administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi dan mental ideologi.

"Syarat mendaftar, antara lain, WNI, bukan prajurit TNI, Polri dan PNS, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta setia kepada NKRI, berijazah serendah-rendahnya Diploma III sesuai kebutuhan angkatan, usia maksimal 26 tahun (berijazah D-III), 30 tahun (S-1).

Persyaratan IPK untuk jurusan/program studi akreditasi A minimal 2,80 untuk S-1 (umum maupun profesi), dan minimal 2,70 untuk program Diploma (D-III). Sementara, Persyaratan IPK untuk jurusan/program studi Akreditasi B ditambah 0,20, kecuali Perguruan Tinggi binaan Kemhan/TNI.

Berstatus belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama pendidikan pertama, kecuali untuk pendaftar berprofesi dokter. Bagi profesi wanita dokter belum mempunyai anak dan sanggup tidak mempunyai anak/hamil selama dalam pendidikan pertama.
"Tidak kehilangan hak untuk menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap serta sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba," katanya.

Selain itu, tambah Minulyo, persyaratan lainnya memiliki tinggi badan minimal 163 cm bagi pria dan 157 cm bagi wanita dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.
 
 
Sumber : Antara

TNI Tambah Jumlah Perwira Untuk Sekolah Di China

BEIJING-(IDB) : Tentara Nasional Indonesia mulai 2012 menambah jumlah perwiranya untuk melaksanakan pertukaran studi di China.

Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Bejing Kolonel Lek Surya Margono kepada ANTARA di Beijing, Selasa mengatakan masing-masing angkatan yakni darat, laut dan udara mengirimkan tiga pewira siswanya ke sekolah staf dan komando di China, dari sebelumnya hanya dua orang.

"Demikian juga untuk Universitas Pertahanan, juga mengirimkan dua hingga tiga orang untuk belajar di Universitas Pertahanan China," katanya, menambahkan.

Peningkatan jumlah perwira TNI yang belajar di Negeri Panda sejalan dengan makin meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, terutama dalam bidang pertahanan keamanan.

Selain pertukaran perwira, Angkatan Bersenjata Cina People's Liberation Army (PLA), menawarkan kursus bahasa Mandarin bagi perwira TNI.

"Dengan makin luasnya hubungan kedua negara, utamanya dalam bidang pertahanan dan keamanan maka pemahaman kedua pihak tentang dua negara akan semakin baik dan memperkokoh hubungan serta kerja sama yang telah berjalan baik," ujar Surya.

Indonesia dan China telah membentuk forum konsultasi bidang pertahanan dan keamanan pada 2007 sebagai bagian dari kemitraan strategis yang dideklarasikan kedua pimpinan negara pada April 2005.

Sebagai tindak lanjut kerja sama pertahanan yang telah disepakati kedua negara melalui forum konsultasi bilateral itu, militer kedua negara telah melakukan sejumlah kerja sama seperti latihan bersama Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dengan Komando Pasukan Khusus PLA.

Pertukaran perwira sekolah staf dan komando serta Universitas Pertahanan, pelatihan pilot pesawat tempur Sukhoi dan pembelian beberapa alat utama sistem senjata. Kedua negara juga telah menyepakati nota kesepahaman kerja sama industri pertahanan pada 2011.


Sumber : Antara

TNI : Konflik Laut Cina Selatan Rawan Potensi Ancaman

JAKARTA-(IDB) : Meski Indonesia tidak terlibat dalam klaim wilayah, namun ketegangan antara Cina, Filipina dan Vietnam di laut Cina Selatan memunculkan kekhawatiran. Ditakutkan adanya kerawanan potensi ancaman yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Staff Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya Daryatmo pada saat penyampaian amanat dari Panglima TNI dalam upacara pembukaan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Kilat XXIX di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (27/8/2012).

"Perkembangan situasi yang terjadi di kawasan Laut Cina Selatan mengarahkan perhatian kita terhadap munculnya kerawanan dan potensi ancaman yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional. Karena di sana juga terletak kepentingan Indonesia, khususnya pada aspek politik, ekonomi, militer dan pertahanan," ujar Kasum TNI Marsekal Madya Daryatmo.

Dengan demikian, lanjut Daryatmo, tentu akan perlu adanya penguatan pertahanan dan gelar operasi TNI guna mengamankan kepentingan nasional. Khususnya di utara Kepulauan Natuna, yang berdekatan dengan Laut Cina Selatan.

"Hal ini dalam rangka meminimalisasi terjadinya spill over konflik laut Cina Selatan yang muncul. Dan mengamankan berbagai objek vital di zona ekonomi ekslusif Indonesia tersebut," ucapnya.

Daryatmo juga mengatakan, TNI harus melakukan analisa secara terus menerus terhadap kecenderungan perkembangan situasi serta mengevaluasi kemampuan dalam menyusun gelar kekuatan. Selain itu juga menyusun strategi atau skenario parsial dalam pengamanan objek vital nasional di kawasan Natuna, yang merupakan gerbang ekonomi Indonesia ke kawasan Asia Timur.

"Inilah situasi yang mungkin akan kita hadapi di tahun 2012 dan lima tahun ke depan. Saya berharap kepada seluruh perwira agar benar-benar dapat meningkatkan pemikiran prediktif dan langkah antisipatif dalam rangka menetapkan strategi dan memelihara skala prioritas pembangunan ekonomi dan keuangan negara," ucap Dryatmo di depan pasukan TNI.



Sumber : Detik

TNI Buka Latihan PPRC TNI Kilat XXIX 2012

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya TNI Daryatmo, S.Ip. mewakili Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., bertindak selaku Inspektur Upacara pada pembukaan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI KILAT XXIX tahun 2012, bertempat di Markas Divisi Infanteri-1/Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (27/8/2012). Bertindak selaku Komandan Upacara, Kolonel Laut (T) Andy Kriswanto yang sehari-hari menjabat sebagai Asintel Guspurlabar.
 
Personel TNI yang terlibat dalam Latihan PPRC TNI Kilat XXIX 2012 sebanyak 2500 prajurit TNI, terdiri dari 40 personel Satkomlek, 487 personel Satlinud, 25 personel KDOL, 508 personel Satlakopsud dan 1025 personel Satgasla.

Panglima TNI dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasum TNI menekankan, kepada  peserta latihan, agar melaksanakan latihan ini dengan penuh kesungguhan, dedikasi dan disiplin tinggi serta penuh rasa tanggung jawab. Pelihara realisme latihan dan disesuaikan denganperkembangan lingkungan strategis serta kemungkinan kontinjensi yang mungkin timbul di wilayah daratan, sehingga dapat mewujudkan suatu konsep strategi penangkalan dan penindakan yang dapat dioperasionalkan dalam kondisi yang sebenarnya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, rencana operasi yang dirumuskan harus dapat memvisualisasikan gambaran konsep operasi yang terintegrasi dan terkoordinasi, baik berupa manuver maupun bantuan yang diperlukan serta  kembangkan tactical floor game (TFG), table top game dan tactical air maneuver game (TAMG), guna meningkatkan kemampuan satuan dan kemampuan perorangan.

“Jadikan latihan ini sebagai sarana kajian dan evaluasi, guna menyempurnakan dokumen strategis operasional TNI, yang menuntut keterpaduan inter-operability antar unsur PPRC TNI dan  perhatikan faktor keamanan personel maupun materiil selama pelaksanaan latihan”, kata Panglima TNI.

Untuk itu, lanjut Panglima TNI, pegang teguh prosedur tetap yang telah dibuat dan dilatihkan, serta jaga kondisi fisik agar pelaksanaan latihan tidak menjadi beban atau bahkan mengakibatkan timbulnya kerugian.

Geladi Mako PPRC TNI Kilat XXIX 2012 dilaksanakan mulai tanggal 27 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2012, di Markas Divisi Infanteri-1/Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat. Sementara itu, Gladi Lapangan akan diselenggarakan di Natuna Kepulauan Riau pada tanggal 31 Agustus sampai dengan 7 September 2012.

Turut hadir dalam upacara pembukaan tersebut, antara lain, Irjen TNI Letjen TNI Geerhan Lantara, para Asisten Panglima TNI dan Angkatan, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E. serta beberapa pejabat teras Mabes TNI dan Angkatan.


Sumber : Seruu

TNI Akan Gelar Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat di Natuna

JAKARTA-(IDB) : Pada 27 Agustus hingga 31 September 2012 mendatang TNI akan melaksanakan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Pulau Natuna, Sumatera Utara. Latihan ini akan melibatkan 2500 personel TNI.

"Latihan PPRC nanti di Natuna. Gabungan dari TNI angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara. Nanti akan ada sekitar 2500 personil," jelas Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksamana Iskandar Sitompul di sela-sela acara buka bersama wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (14/8/2012).

Iskandar menjelaskan bahwa latihan ini adalah program rutin tahunan TNI untuk melatih para personelnya. Ini adalah latihan gabungan TNI angkatan darat (AD), angkutan laut (AL) dan angkutan udara (AU).

"Tujuan kita latihan. Melatih para personel TNI. Itu memang program tahunan kita, dan nanti akhir semuanya adalah latihan gabungan. Melibatkan angkatan darat, laut, dan udara," lanjut Iskandar

Iskandar menambahkan bahwa akan ada 4 KRI dari angkatan laut, 1 pesawat maritim dan 4 pesawat penerjun dari angkatan udara.

Ia juga ingin menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir karena TNI terus disiapkan untuk menjaga kedaulatan negara salah satunya dengan program latihan ini.

"Misalkan ada katakanlah, ada orang yang ingin mengganggu kedaulatan kita. Pasukan-pasukan yang kita siapkan ada. Jadi terus berlatih kok TNI kita ini. Jadi tidak perlu khawatir masyarakat kita, TNI kita latihan terus," tutupnya



Sumber : Detik

Seiring Peningkatan Anggaran Militer, Harus Diimbangi Peningkatan Kesejahteraan Prajurit

JAKARTA-(IDB) : Alokasi anggaran yang besar pada sektor pertahanan diharapkan tidak hanya untuk memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI.

Anggota Komisi I DPR Susaningtyas Kertopati di Jakarta, Minggu (12/8), mengatakan, untuk memenuhi target kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF), kondisi anggaran sekarang ini memang masih jauh dari nilai ideal.

Namun, yang lebih penting lagi sebenarnya anggaran guna membangun TNI yang kuat. "Karena itu, ini harus serius diarahkan juga untuk kesejahteraan prajurit," tandas Susaningtyas.

Dia menilai hal ini penting dilakukan untuk terus menjaga semangat juang dan mendorong peningkatan kinerja para prajurit TNI. "Bayangkan saja, alutsista kita canggih dan mahal, tapi pengawaknya hidup tidak layak karena rumah prajurit dan kesejahteraannya masih belum baik. Bagaimana prajurit punya peran perjuangan yang mantap," ungkap dia.

Anggota Fraksi Partai Hanura ini menyatakan, dibutuhkan biaya yang besar agar TNI memiliki armada pertahanan yang mumpuni. Karena itu, wajar jika kemudian pemerintah berniat menambah alokasi anggaran pertahanan. "Hanya, penambahan alokasi itu harus disiplin dengan rencana strategis untuk memenuhi MEF, jangka pendek, menengah, dan panjang," katanya.

Dia pun meminta pemerintah agar alutsista yang dibeli harus tepat guna, tepat waktu, dan sesuai rencana strategis.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku bahwa dari laporan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono terdapat penyesuaian-penyesuaian dalam rencana menuju MEF.

Karena itu, Presiden mempersilakan hal itu dilakukan selama pengadaan betul-betul diperlukan dan melengkapi kekuatan tempur TNI, kekuatan tangkal menghadapi geopolitik baru, menjaga kedaulatan, dan keutuhan wilayah.

Selain itu juga tetap dalam batas kemampuan anggaran. Presiden juga mengklaim kesejahteraan prajurit TNI sekarang ini sudah lebih layak dengan peningkatan gaji, uang lauk pauk, dan tunjangan.

Meski demikian, dia mengakui masih ada prajurit yang tidak memiliki tempat tinggal. Karena itu, akan diupayakan untuk menambah perumahan dinas bagi prajurit agar tugastugasnya tidak terganggu.

"Di sisi lain masih ada rumah dinas yang ditempati mereka yang sudah tidak aktif. Bagi mereka yang memiliki rumah dan ekonomi baik,lebih baik rumah dinasnya diserahkan karena memang akan digunakan," imbau SBY.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, permasalahan perumahan prajurit merupakan salah satu masalah yang pelik. Kebutuhan rumah cukup banyak sehingga memerlukan anggaran yang cukup besar. Sedangkan, kemampuan anggaran pemerintah di bidang pertahanan terbatas.

Sejauh ini rumah negara yang diperuntukkan bagi prajurit dan PNS Kemhan/TNI masih jauh dari ideal. Dari 427.866 unit kebutuhan perumahan, baru tersedia 192.823 unit atau masih kurang 241.929 unit.

Itu pun tidak semuanya dihuni anggota aktif. "Rinciannya yang dihuni anggota aktif 158.705 unit,dihuni purnawirawan 27.460 unit, penghuni lainnya 6.658 unit," papar dia.


Sumber : SuaraKarya

Panglima TNI Terima Dubes Spanyol


Panglima TNI Terima Dubes Spanyol

JAKARTA-(IDB) : Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., didampingi Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara W., S.E., Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Wahyudi, S.Ip., dan Wakapuspen TNI  Brigjen TNI Suratmo, M.Si (Han), menerima  kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Kerajaan Spanyol untuk Indonesia H.E. Mr. Rafael Conde de Saro, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (6/8/2012). 

Kunjungan tersebut dalam rangka membahas The 1st High Defense Course for Asian-Pacific Senior Officers, yang akan diadakan pada tanggal 5 s.d 30 November 2012 di Madrid, Spanyol, dan  Panglima TNI menyambut baik tawaran kursus tersebut. Acara diawali dengan upacara jajar kehormatan oleh Satuan Protokol Denma Mabes TNI.



Sumber : Poskota

Mutasi Di Jajaran Pati TNI

JAKARTA-(IDB) : Dalam rangka pembinaan organisasi TNI guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat ke depan, TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja TNI melalui mutasi dan promosi Jabatan Personel di tingkat Strata Perwira Tinggi (Pati) TNI sehingga kinerja TNI ke depan lebih optimal.

Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/504/VIII/2012 tanggal 1 Agustus 2012, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI telah ditetapkan mutasi jabatan 57 Pati TNI yang terdiri dari : 8 Pati di lingkungan Mabes TNI, 17 Pati di lingkungan TNI AD, 8 Pati di lingkungan TNI AL, 8 Pati di lingkungan TNI AU, 3 Pati di lingkungan Kemhan RI, 4 Pati di lingkungan Wantannas, 2 Pati di lingkungan Kemenko Polhukam RI, 4 Pati di lingkungan Lemhannas RI, 2 Pati di lingkungan Basarnas, 1 Pati di lingkungan BNPT.


Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut : 23 Pati mutasi antar jabatan dalam pangkat yang sama yaitu :


1.Marsdya TNI Daryatmo, S.I.P dari Kabasarnas menjadi Kasum TNI.

2.Mayjen TNI E. Hudawi Lubis dari Pangdam XII/Tpr menjadi Pangdam Jaya.
3.Mayjen TNI Ridwan dari Pangdivif-2 Kostrad menjadi Pangdam XII/Tpr.
4.Laksda TNI Agus Purwoto dari Staf Khusus Kasal menjadi Dirjen Kuathan Kemhan RI.
5.Laksda TNI Widhiarto dari Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Wasantara Lemhannas RI menjadi Staf Khusus Kasal.
6.Marsda TNI Bambang Iswahyudi dari Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI menjadi Koorsahli Kasau.
7.Marsda TNI L. Tony Susanto dari Pa Sahli Tk. III Bid. Jahrit Panglima TNI menjadi Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Ideologi Lemhannas RI.
8.Brigjen TNI Amrid Salas Kembaren dari Kasdivif-1 Kostrad menjadi Kasdam V/Brw.
9.Brigjen TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara dari Danpasmar I Kormar menjadi Kaskormar.
10.Brigjen TNI M. Anang Sutisna, S.I.P., M.Si. dari Irben Itjenad menjadi Inspektur Kemenko Polhukam RI.
11.Brigjen TNI (Mar) Prang Verry Kunto Guratno, S.H. dari Wadankobangdikal menjadi Kasgartap III/Sby.
12.Brigjen TNI (Mar) Stunman Panjaitan dari Danpasmar II Kormar menjadi Wadankobangdikal.
13.Brigjen TNI (Mar) Buyung Lalana dari Dirkonvensi & Perangkat Hukum Internasional pada Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT menjadi Danpasmar II Kormar.
14.Marsma TNI Asri Yatim dari Kapusinfolahta TNI menjadi Waaslog Kasau.
15.Marsma TNI Enuh Warsawidjaya dari Kadisinfolahtaau menjadi Kapusinfolahta TNI.
16.Brigjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A. dari Wadanpussenif Kodiklat TNI AD menjadi Kasdam Jaya.
17.Marsma TNI Mujahidin Harpin Ondeh dari Pembantu Deputi Lingstranas Setjen Wantannas menjadi Dirdik Kodiklat TNI.
18.Brigjen TNI Sudharmanto dari Danpussenarhanud Kodiklat TNI AD menjadi Dirjian Hankam Debid. Jian Strat Lemhannas RI.
19.Brigjen TNI Hartind Asrin dari Kapuskom Publik Kemhan RI menjadi Staf Ahli Bid. Keamanan Kemhan RI.
20.Marsma TNI Hasan Londang dari Pati Sahli Kasau Bid. Strahan menjadi Staf Khusus Kasau.
21.Brigjen TNI Nana Rohana, S.E. dari Pembantu Deputi Urusan Lingkungan Alam Setjen Wantannas menjadi Pembantu Deputi Urusan Lingkungan Pemerintahan Negara Setjen Wantannas.
22.Brigjen TNI Rudiono Edi, S.I.P., M.M. dari Pembantu Deputi Urusan Lingkungan Pemerintahan Negara Setjen Wantannas menjadi Pembantu Deputi Urusan Lingkungan Alam Setjen Wantannas.
23.Brigjen TNI Dr. Ir. Moch. Nurhamdani, M.M dari Pa Sahli Tk. II Ekku Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI.

26 Pati promosi jabatan yaitu :


1. Mayjen TNI (Mar) Muhammad Alfan Baharudin dari Dankormar menjadi Kabasarnas.

2. Mayjen TNI Waris dari Pangdam Jaya menjadi Sekjen Wantannas.
3. Brigjen TNI (Mar) Achmad Faridz Washington dari Kaskormar menjadi Dankormar.
4. Brigjen TNI Setyo Sularso dari Kasdam V/Brw menjadi Pangdivif-2 Kostrad.
5. Marsma TNI Agus Ruchyan Barnas dari Asisten Deputi Koordinasi Doktrin & Strahanneg Kemenko Polhukam RI menjadi Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur Kemenko Polhukam RI.
6. Brigjen TNI Syafril Mahyudin dari Inspektur Kemenko Polhukam RI menjadi Tenaga Ahli Pengajar Bidang Ilpengtek Lemhannas RI.
7. Brigjen TNI Abdul Chasib dari Dirjakstra Ditjen Strahan Kemhan RI menjadi Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Strategi Lemhannas RI.
8. Brigjen TNI Edy Susanto dari Kasdam Jaya menjadi Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Politik Lemhannas RI.
9. Marsma TNI B. John D. Sembiring, S.E dari Dirdik Kodiklat TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Jahrit Panglima TNI.
10.Brigjen TNI M. Nasir Majid dari Dirjian Hankam Debid. Jian Strat Lemhannas RI menjadi Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Ketahanan Nasional Lemhannas RI.
11.Brigjen TNI (Mar) Chaidier Patonnory dari Kasgartap III/Sby menjadi Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Wasantara Lemhannas RI.
12.Marsma TNI Suroso dari Waaslog Kasau menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI.
13.Kolonel Mar R. Gatot Suprapto dari Kaspasmar II Kormar menjadi Danpasmar I Kormar.
14.Kolonel Inf Asrobudi, S.I.P dari Pamen Denma Mabesad menjadi Kasdivif-1 Kostrad.
15.Kolonel Inf Djoko Subandrio dari Ir Kostrad menjadi Irben Itjenad.
16.Kolonel Lek Ir. M. Sigalingging dari Sesdiskomlekau menjadi Kadisinfolahtaau.
17.Kolonel Inf Tatang Sulaiman dari Pamen Denma Mabesad menjadi Wadanpussenif Kodiklat TNI AD.
18.Kolonel Sus Supomo, S.I.P., M.Sc. dari Paban I/Rendik Ditdik Akademi TNI menjadi Pembantu Deputi Lingstranas Setjen Wantannas.
19.Kolonel Arh Hadi Prasojo dari Pamen Denma Mabesad menjadi Danpussenarhanud Kodiklat TNI AD.
20.Kolonel Mar Budianto Sutarto dari Irkormar menjadi Inspektur Badan SAR Nasional.
21.Kolonel Lek Zaenal Arifin HS. dari Sesdisinfolahtaau menjadi PA Sahli Tk. II Kawasan Aspas Bid. Hubint Panglima TNI.
22.Kolonel Cpn Moch. Afifuddin, S.E., M.M. dari Dirbincab Puspenerbad menjadi Danpuspenerbad.
23.Kolonel Tek Darlis Pangaribuan, M.Sc. dari Kabidsarpras Puslitbangsumdahan Balitbang Kemhan RI menjadi Kapuslitbangiptekhan Balitbang Kemhan RI.
24.Kolonel Lek Achmad Ridwan dari Kasubdiskomalbanav Diskomlekau menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Strahan.
25.Kolonel Pnb Yadi Indrayadi dari Pamen Seskoau menjadi Asisten Deputi Koordinasi Strategi Politik Luar Negeri Kemenko Polhukam RI.
26.Kolonel Arh Kamiso Miran dari Irdam XII/Tpr menjadi Pa Sahli Tk. II Ekku Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI.

8 Pati dalam rangka pensiun yaitu :


1.Letjen TNI (Purn) Junianto Haroen dari Sekjen Wantannas menjadi Pati Mabes TNI AD.

2.Marsda TNI Ferdinand Alex Myne dari Koorsahli Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU.
3.Marsda TNI Eddy Suyanto, S.T. dari Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Ideologi Lemhannas RI menjadi Pati Mabes TNI AU.
4.Mayjen TNI I. Gusti Putu Buana, S.AP., M.Sc. dari Tenaga Ahli Pangkaji Bidang Ketahanan Nasional Lemhannas RI menjadi Pati Mabes TNI AD.
5.Laksma TNI Budhi Suyitno dari Inspektur Badan SAR Nasional menjadi Pati Mabes TNI AL.
6.Marsma TNI Drs. Mulyono dari Pa Sahli Tk. II Kawasan Aspas Bid. Hubint Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AU.
7.Brigjen TNI M. Wachyu Riyanto dari Danpuspenerbad menjadi Pati Mabes TNI AD.
8.Brigjen TNI Drs. Sunardi dari Pati Ditziad menjadi Pati Mabes TNI AD.

Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/ 504/VIII/ 2012 tanggal 1 Agustus tersebut berlaku terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2012.

Kadispenum Puspen TNI
Kolonel Cpl Ir. Minulyo Suprapto, M.Sc., M.Si., M.A


Sumber : Poskota

TNI Prioritaskan Pengadaan Pesawat & Kapal Selam

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI ajan diarahkan pada pengadaan pesawat tempur dan kapal selam.

Hal ini sesuai dengan rencana strategis yang telah dicanangkan Kemhan untuk periode 2010-2024. "Untuk mewujudkan profesionalitas TNI, tentunya Alutsista yang digunakan harus memehuhi standar spesifikasi teknis sesuai kebutuhan TNI sebagai pengguna," ujar Purnomo di sela-sela acara buka puasa bersama wartawan di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kantor Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2012).

Purnomo menjelaskan, Kemhan sesuai tugas dan fungsinya telah menyusun Minimum Essential Force sebagai tahapan pembangunan postur pertahanan negara yang dilaksanakan selama tiga periode rencana strategis (Renstra), yaitu pada 2010-2014, 2015-2019, dan 2020-2024.

Dalam kesempatan ini, Purnomo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada insan pers yang telah membantu menyosialisasikan program-program Kemhan ke khalayak luas.

Hadir dalam acara buka puasa bersama, para pejabat Eselon I dan II dan staf Kementerian Pertahanan, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, dan Irjen Kemhan Laksdya TNI Sumartono.


Sumber : Okezone