Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan

TNI AD Ambil Bagian Dalam Lomba Tembak Asean

JAKARTA-(IDB) : Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Budiman melepas kontingen Tim Tembak TNI AD dalam Acara Pemberangkatan Kontingen Tim Tembak TNI AD untuk mengikuti Lomba Tembak Asean Army Rifle Match (AARM) Ke-22 Tahun 2012 ke Brunei Darussalam di Markas Besar Angkatan Darat, Selasa (25/9). AARM dilaksanakan setiap tahun diikuti Angkatan Darat negara ASEAN.

Kontingen Tim Tembak TNI AD berjumlah 57 orang terdiri dari 37 petembak dan 20 pendukung. Sebagai  Komandan Kontingen adalah Mayor Inf Dedi Suryadi  Danyon 22 Grup 2 Kopassus. Tim tembak akan bertanding 7 hingga 14 Oktober 2012 di Brunei Darussalam. Tim akan mengikuti lomba tembak pistol putra dan putri, senapan, karaben dan senjata otomatis (SO).

Pada kejuaraan lomba tembak AARM tahun 2010 dan 2011 kontingen TNI AD berhasil menjadi juara pertama. Saat melepas tim, Wakasad  mengatakan perlu disadari, bahwa sepanjang keikutsertaan dalam Lomba Tembak AARM, torehan prestasi Tim Petembak TNI AD selalu membanggakan semua. Ini membuktikan bahwa kualitas dan kemampuan prajurit TNI AD masih di atas rata-rata prajurit negara lain.

Oleh karena itu, tetaplah konsentrasi dan fokus dalam menghadapi lomba, gunakan waktu seefektif mungkin untuk memelihara kesehatan dan kebugaran fisik, dengan istirahat dan pola makan yang baik. Saya yakin dan percaya, Tim Petembak TNI AD dapat menjalankan misi mengharumkan nama bangsa di forum internasional dengan baik.

Kehadiran Tim Tembak di AARM, juga sebagai duta TNI AD dalam membangun persahabatan dengan prajurit-prajurit negara lain. Manfaatkan wahana tersebut untuk berbagi informasi dan pengalaman guna menambah wawasan para Prajurit sekalian. Kepada Komando Latihan, Pelatih dan Pendukung Latihan, ”saya sampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus. Semoga prajurit-prajurit kita mampu tampil dengan gemilang”.

Pedomani beberapa hal penting sebelum berlomba, yaitu selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar segala upaya kita mendapatkan ridho-Nya, bulatkan tekad dan niat kalian untuk mencapai prestasi yang terbaik, jangan anggap enteng peserta lomba lainnya, karena akan membuat kalian lengah dan semangat kompetisi menjadi lemah, pelihara hubungan yang baik dengan kontingen lain dan selalu junjung tinggi sportivitas serta patuhi ketentuan lomba yang telah disepakati.

Serma (K) Yanti Suhartini Petembak Putri andalan AARM-22

Serma (K) Yanti Suhartini merupakan salah seorang petembak dari enam petembak putri andalan TNI AD yang tergabung dalam Kontingen Petembak TNI Angkatan Darat pada Lomba Tembak AARM (Asian Army Rifle Meeting) ke-22 di Brunei Darussalam, yang hari ini Selasa (25/9) dilepas oleh Wakasad Letjen TNI Budiman,  di Mabesad, Jakarta.

Bintara Kowad lulusan Secaba Kowad PK-IV TA 1996/1997 saat ini bertugas di Kopassus dan tercatat sudah enam kali mengikuti Lomba Tembak AARM, dan berhasil mengharumkan nama Bangsa Indonesia  khususnya TNI AD dengan menyabet beberapa kali juara yakni  juara beregu dan perorangan putri diantaranya Individual Champion tahun 2009 di Singapura dengan meraih Thropy Perorangan. Disamping meraih juara di even internasional, Serma (K) Yanti Suhartini juga telah dua kali menjadi juara pada Lomba Tembak Piala Kasad Cup pada tahun 2004 dan 2005.

Menurut Serma (K) Yanti Suhartini, waktu latihan selama lima bulan yang dipersiapkan bagi Tim Tembak TNI Angkatan Darat pada lomba Tembak AARM-22, dirasakan sangat kurang namun Serma (K) Yanti Suhartini akan berjuang semaksimal mungkin untuk lebih berprestasi meraih medali sebanyak-banyaknya guna mempertahankan Tim Petembak Angkatan Darat sebagai Juara Umum seperti pada AARM-21 tahun 2011.

Serma (K) Yanti Suhartini juga berharap, waktu yang tersisa ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk berlatih sehingga kemampuan para petembak semakin terasah untuk mencapai prestasi yang maksimal

AARM adalah lomba menembak yang dilaksanakan setiap tahun diikuti oleh Angkatan Darat dari negara-negara ASEAN, dan pada AARM-22 kali ini Kontingen Petembak TNI Angkatan Darat berjumlah 57 orang petembak putra dan putri  dengan Komandan Kontingen Mayor Inf Dedi Suryadi yang akan mengikuti Lomba Tembak AARM-22 di Brunei Darussalam.


 
Sumber : TNI AD

Yonif 900 Latihan Simulasi Penanggulangan Teroris

24 September 2012, Mataram: Batalyon Infanteri (Yonif) 900 Raider Kodam IX/Udayana menyergap sekelompok teroris yang beraksi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Jalan Udayana, Kota Mataram, Senin.

Aksi penyergapan itu merupakan bagian dari simulasi penanggulangan terorisme yang dilakukan 50 orang prajurit Yonif 900 Raider Kodam IX/Udayana.

Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana Brigjen TNI Pratimun selaku penanggungjawab simulasi penanggulangan terorisme itu mengatakan, indikasi masuknya jaringan terorisme ke wilayah NTB bisa terjadi sewaktu-waktu.

"Maka itu pelatihan penanggulangan terorisme di wilayah NTB terutama di Kota Mataram perlu dilakukan. Latihan ini juga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi gerakan terorisme di wilayah NTB," ujarnya.

Menurut dia, ancaman terorisme di wilayah NTB tetap ada, meskipun tidak sebesar ancaman yang terjadi di wilayah lain.

Ancaman teroris tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan berbagai cara, mengingat perkembangan tehnologi informasi yang terus berkembang.

Karena itu, latihan penanganan terorisme patut dilakukan setiap tahun, agar prajurit Yonif 900 Raider selaku pasukan pemukul Kodam Udayana, semakin mengenal daerah yang berpeluang mencuat gerakan terorisme.

"Ini pertama kali digelar di NTB dan setelah ini akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelumnya latihan serupa digelar di Denpasar, Bali," ujar Pratimun.

Dalam skenario penyergapan teroris di gedung DPRD NTB itu, sebanyak 50 orang prajurit Yonif 900 Raider Kodam Udayana bersenjata lengkap menyerbu ke dalam gedung DPRD NTB diJalan Udayana Kota Mataram.

Satu unit helikopter dikerahkan, enam orang prajurit bersenjata lengkap dengan sigap turun dari helikopter menggunakan tali. Wajah mereka tampak tertutup masker.

Suasana di gedung DPRD NTB mencekam, dari dalam gedung wakil rakyat itu terdengar suara tembakan bertubi-tubi. Suara bentakan serta jeritan juga terdengar jelas.

Sekitar 20 pegawai yang bertugas di DPRD NTB disandera enam orang kawanan teroris yang diduga merupakan kelompok jaringan Bali-Nusa Tenggara.

Dari luar gedung DPRD itu, tiga prajurit berupaya memanjat dinding di bagian kanan gedung berlantai tiga itu. Tim negosiasi juga terus berupaya mengalihkan perhatian teroris yang sudah menguasai gedung.

"Segera bebaskan kawan-kawan kami yang ditahan tanpa syarat. Kalau tidak kami akan bunuh semua sandera," teriak seorang teroris dari dalam gedung.

Jelang beberapa menit kembali terdengar suara tembakan dari dalam gedung bercat putih itu. Situasi semakin mencekam, terlebih para teroris juga meminta satu unit bus dan berjanji akan membebaskan sandera. Petugas pun bersedia mengikuti tuntutan teroris sehingga sejumlah sandera dibebaskan.

Tidak lama berselang seluruh petugas yang terdiri atas tim cepat langsung masuk kedalam gedung. Tiga teroris yang ada dilantai dua berhasil dilumpuhkan. Sementara tiga orang lainnya mencoba melarikan diri dengan bus sambil membawa paksa seorang sandera.

Belum jauh bus berjalan, tiba-tiba dua unit kendaraan pertempuran jarak dekat dan empat unit kendaraan roda dua menghadang pergerakan bus itu. Prajurit Raider kemudian mengepung dan memecahkan kaca bus. Prajurit Raider lainnya beraksi menggunakan helikopter.

Akhir dari skenario penyergapan kelompok teroris itu itu, keenam teroris berhasil dilumpuhkan tanpa ada korban jiwa di kalangan sandera.

Sumber: ANTARA News

TNI AD Kaji Pengadaan Helikopter Serbu Dari Amerika

JAKARTA-(IDB) : Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat (AD) masih melakukan kajian terkait rencana pembelian delapan unit helikopter serbu, Apache dari Amerika Serikat.

"Di dalam konteks pembangunan kekuatan pokok minimum (Minimum Esensial Force/MEF) memang ada heli serbu yang mau dibeli oleh Angkatan Darat. Heli serbu itu bermacam-macam, ada Apache, Black Hawk dan lainnya," katanya di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan hal itu setelah membuka Kejuaraan Terjun Payung Militer pertama atau Dewan Olahraga Militer Internasional (Concil International du Sport Militaire/CISM) dan Kejuaraan Terjun Payung TNI Terbuka 2012 yang diselenggarakan sejak 23 September hingga 30 September 2012 di Halim Perdanakusuma, Jakarta..

Menurut dia, TNI AD sendiri masih mengkaji pilihan antara Apache atau Black Hawk.

"Saya serahkan sepenuhnya kepada TNI AD untuk mengkaji dan menentukan pilihannya karena pembinanya Angkatan Darat, penggunanya memang Panglima TNI," katanya.

"Saya hanya melihat konteks dalam penggunaan ketiga matra apakah bisa kita satukan atau tidak. Kalau semuanya memungkinkan, kita akan lakukan bersama-bersama," katanya juga.

Pemerintah belum menyiapkan langkah apapun terkait rencana pengadaan helikopter serbu Apache dari Amerika Serikat itu.

Pemerintah juga belum pernah melakukan pengajuan resmi untuk membeli alat utama sistem senjata (alutsista) tersebut.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal TNI Hartind Asrin sebelumnya mengatakan, selama ini memang sudah ada lobi-lobi antara kedua negara terkait kemungkinan pengadaan helikopter serbu Apache itu.

"Sejauh ini Indonesia belum mempersiapkan apa-apa. Kita tunggu surat penawaran resmi dari mereka. Bukan kita yang mengajukan, mereka yang menawarkan. Kita hanya berpesan kalau mau jual Apache, tolong kita diberi tahu," kata Hartind.

Jika surat penawaran tersebut diterima, maka akan ada tim yang dikirim ke Amerika Serikat untuk melakukan pengecekan berbagai hal, seperti spesifikasi teknis helikopter, dan perlengkapan persenjataan.

Tim tersebut berasal dari TNI Angkatan Darat, selaku calon pengguna Apache.

Selanjutnya, tim melakukan pemaparan kepada Mabes TNI untuk kemudian diteruskan ke Kementerian Pertahanan dan dilakukan rapat anggaran.

Sementara itu, pengamat militer Wawan Hari Purwanto menilai, pengadaan delapan unit Helikopter Apache dari Amerika Serikat bakal menambah kekuatan pertahanan Indonesia. Ini karena alutsista TNI yang sudah usang dan tua, sekitar 60-70 tahun.

"Prajurit kita yang terbaik meninggal bukan di pertempuran, tetapi pada saat latihan. Ini disebabkan alutsista kita sudah usang," katanya disela-sela "Exibition Bola Volley Timnas Selection dan Coaching Clinic" Siswa SMA se-Jabodetabek di SMAN 106 Pekayon, Jakarta Timur, Jumat (21/9).

Helikopter Apache merupakan salah satu jenis helikopter jenis serbu yang andal, dan merupakan yang diandalkan militer beberapa negara, termasuk Angkatan Darat Amerika Serikat.



Sumber : Antara

TNI AD Masih Kaji Pembelian Apache

AH-64D Apache Block III saat terbang di padang pasir dekat fasilitas Boeing, Meza, Arizona dalam uji terbang perdana, Juli 2008.  (Foto: Boeing)

23 September 2012, Jakarta: Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menjelaskan TNI Angkatan Darat (AD) masih melakukan pengkajian terkait rencana pembelian delapan unit helikopter serbu, Apache dari Amerika Serikat. Pertimbangan lainnya TNI AD membeli Black Hawk.

"Saya serahkan sepenuhnya kepada TNI AD untuk mengkaji dan menentukan pilihannya karena pembinanya Angkatan Darat, penggunanya memang Panglima TNI. Saya hanya melihat konteks dalam penggunaan ketiga matra apakah bisa kita satukan atau tidak. Kalau semuanya memungkinkan, kita akan lakukan bersama-bersama," papar Agus, Ahad (23/9).

Penggunaan helikopter serbu, seperti Apache ini cukup banyak, salah satunya bisa digunakan untuk lawan "insurgency".

"Jadi, memang kita masih memerlukan helikopter tersebut," ujarnya.

Pemerintah sendiri belum menyiapkan langkah apapun terkait rencana pengadaan helikopter serbu Apache dari AS ini. Bahkan, pemerintah belum pernah melakukan pengajuan resmi untuk membeli alat utama sistem senjata (alutsista) tersebut.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal TNI Hartind Asrin sebelumnya mengatakan, selama ini memang sudah ada lobi-lobi antara kedua negara terkait kemungkinan pengadaan helikopter serbu Apache itu.

"Namun, sejauh ini Indonesia belum memersiapkan apa-apa. Kita tunggu surat penawaran resmi dari mereka. Bukan kita yang mengajukan, mereka yang menawarkan. Kita hanya berpesan kalau mau jual Apache, tolong kita diberi tahu," tutur Hartind.

Jika surat penawaran tersebut diterima, lanjut dia maka akan ada tim yang dikirim ke Amerika Serikat guna melakukan pengecekan berbagai hal, seperti spesifikasi teknis helikopter, dan perlengkapan persenjataan. Tim tersebut berasal dari TNI Angkatan Darat, selaku calon pengguna Apache.

Selanjutnya, tim melakukan pemaparan kepada Mabes TNI untuk kemudian diteruskan ke Kementerian Pertahanan dan dilakukan rapat anggaran. Tim teknis biasanya disiapkan dulu. Biasanya dari mereka ada surat penawaran resmi, ujarnya.

Sumber: Metrotvnews

Rencana Pembelian Apache Disambut Gembira Skuadron Penerbad

JAKARTA-(IDB) : Salah seorang komandan skadron Pusat Penerbangan TNI AD mengaku gembira jika Pemerintah Indonesia benar-benar jadi membeli helikopter serang AH-64/D Apache. Ia mengaku mengikuti terus perkembangan berita ini sejak awal. Kemungkinan pembelian makin menguat setelah Kamis, 20 September kemarin, Menlu AS Hillary Clinton mengumumkan kepastiannya untuk menawarkan delapan heli ini kepada Indonesia, melalui Menlu RI Marty Natalegawa, dalam Joint Commision Meeting di Washington, AS. 
 
Semula terdengar kabar, Kongres AS kurang menyetujui itikad Pemerintah AS untuk menawari helikopter tersebut. Namun, setelah pemerintahan Presiden AS Barack Obama menjelaskan bahwa dukungan persenjataan ini penting bagi hubungan kedua negara dan akan memperkuat keamaman di negara Muslim terbesar di dunia ini, Kongres AS akhirnya menyetujui. Dukungan dan kerjasama pertahanan ini juga digencarkan dalam rangka refocuses perhatian ke wilayah Asia-Pasifik setelah bertahun-tahun terlibat dalam konflik yang melelahkan di Irak dan Afghanistan.


"Kesepakatan ini diharapkan bisa memperkuat persahabatan komprehensif kedua negara dan membantu memperkuat keamanan di wilayah Asia Pasifik," ujar Menlu Hillary Clinton, mengutip Reuters.


Hillary Clinton, yang selama sebulan terakhir ini sibuk berkunjung ke sejumlah negara di wilayah Asia Pasifik, mengakui bahwa Pemerintah AS telah berusaha meningkatkan kerjasama militer dengan sejumlah sekutu tradisionalnya, seperti Filipina dan Australia. Hal ini dilakukan untuk menekan China agar mau menerima kesepakatan bersama untuk memecahkan konflik teritorial di Laut China Selatan.


Di mata pers Indonesia, keinginan AS untuk menjual delapan heli Apache tentunya merupakan perkembangan menarik, mengingat belum lama ini Indonesia telah menerima tawaran 24 pesawat tempur F-16 versi upgrade. Paket F-16 ini akan ditebus dengan biaya 750 juta dollar AS, sementara untuk kedelapan Apache belum jelas benar berapa "angka" yang akan disodorkan pemerintah AS.


Jika tawaran ini disetujui Pemerintah Indonesia, kedelapan heli serang buatan Boeing tersebut hampir bisa dipastikan akan digunakan untuk memperkuat Skadron Serbu, Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad). Sejauh ini Skadron Serbu Penerbad telah diperkuat dengan heli NBO-105 dan Mi-35P yang dipersenjatai.



Sumber : Angkasa

Markas Korem 142/Taroada Tarogau Digeser ke Mamuju

Markas Korem 142 Taroada Tarogau. (Foto: Kodam VII/Wirabuana)

21 September 2012, Mamuju, Sulawesi Barat: Panglima Kodam VII/Wirabuana, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nizam, mengemukakan, kemungkinan besar Korem 142/Taroda Tarogau yang berkedudukan di kota Parepare, Sulawesi Selatan, akan dipindahkan ke Mamuju, ibukota Sulawesi Barat.

"Saat ini kami telah melakukan kajian terkait rencana pembangunan Markas Korem di Mamuju. Alternatif terburuk memindahkan Markas Korem 142/Taroada Tarogau di Parepare ke Mamuju," kata Nizam, dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sulawesi Barat, di Mamuju.

Menurutnya, kajian ini dilakukan untuk menjawab permintaan Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Saleh, yang selama ini telah lama menyiapkan lahan untuk pembangunan Korem di Mamuju.

Nizam mengatakan, jika nanti Korem 142/Taroda Tarogau ini dipindahkan maka wilayah kerjanya tetap membawahkan 10 Kodim dan satu batalyon infanteri, di antaranya Kodim1401/Majene di Majene, Kodim 1402/Polmas (Polewali), Kodim 1403/Luwu (Palopo), Kodim 1404/Pinrang (Pinrang), Kodim 1405/Parepare (Parepare), Kodim 1414/Tana Toraja (Tana Toraja).

Kemudian kata dia, Kodim 1418/Mamaju berkedudukan di Mamuju, Kodim 1419/Enrekang berkedudukan di Enrekang, Kodim 1420/Sidrap berkedudukan di Pangkajene, Kodim 1421/Pangkep berkedudukan di Pangkajene dan Yonif Ter/721 berkedudukan di Benteng Pinrang.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, menyambut baik jika rencana pemindahan Korem Taroda Tarogau yang selama ini berkedudukan di Pare-Pare dipindahkan ke Mamuju.

"Saat ini pemerintah sudah lama menyiapkan lahan untuk pembangunan Markas Korem di Mamuju yang lokasinya tidak jauh dari kantor gubernur yakni di Kelurahan Rangas Kecamatan Simboro,"katanya.

Sumber: ANTARA News

TNI Bangun Batalyon Kaveleri Tank di Kalimantan Barat

(Foto: Pendam XII/Tpr)

21 September 2012, Kubu Raya: Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Budiman dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kodam XII/Tpr meninjau lahan tanah yang akan didirikan Batalyon Kaveleri Tank di Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Kalbar. Lokasi ini mempunyai jarak kurang lebih 17,7 KM dari Makodam XII/Tpr dan luas tanah ini lebih kurang 110 Ha.

Dalam peninjauannya, Wakasad mempertimbangkan kondisi tanah di lokasi yang kurang cocok untuk Alutsista Kaveleri Tank, tanah tersebut bila musim hujan datang akan menjadi kendala utama bagi Batalyon Kaveleri. Pertimbangan selanjutnya untuk kehidupan para keluarga prajuritnya, karena daerah tersebut masih jauh dari fasilitas pendidikan bagi anak-anak. Maka dengan beberapa pertimbangan tersebut Wakasad beserta rombongan meninjau ke tempat lahan alternatife lainnya, yang berlokasi di Sungai Burung Peniti, Kecamatan Jungkat Kabupaten Pontianak.

Lahan tanah lokasi ini menurutnya sangat cocok untuk Batalyon Kaveleri, karena kondisi tanahnya cukup memadai untuk alutsista Yonkav Tank, dan juga untuk fasilitas pendidikan cukup memadai juga. Sehingga diambil keputusan secara lisan, Wakasad menetapkan untuk lahan Yonkav Tank yang akan dibangun berada di Sungai Burung Peniti Kecamatan Jungkat Kabupaten Pontianak.

Dalam peninjauannya, Wakasad didampingi oleh beberapa para stafnya antara lain Asrena Kasad Mayjen TNI Dicky W Usman, S.IP., M.SI, Waaslog Kasad Brigjen TNI Bayu Purwiyono, Danpussenkav Kodiklat TNI AD Brigadir Jenderal TNI Purwadi Mukson, S. Ip. dan Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Ridwan serta beberapa Asisten Kasdam XII/Tpr.

Sumber: Pendam XII/Tpr

Wakasad Tinjau Lahan Yonkav Tank

KUBU RFAYA-(IDB) : Rangkaian kegiatan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Budiman selanjutnya meninjau lahan tanah yang akan didirikan  Batalyon Kaveleri Tank di Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Kalbar. Lokasi ini mempunyai jarak kurang lebih 17,7 KM dari Makodam XII/Tpr dan luas tanah ini lebih kurang 110 Ha.

Dalam peninjauannya, Wakasad mempertimbangkan kondisi tanah di lokasi yang kurang cocok untuk alutsista Kaveleri Tank, diamana tanah tersebut bila musim hujan datang akan menjadi kendala utama bagi Batalyon Kaveleri. Pertimbangan selanjutnya untuk kehidupan para keluarga prajuritnya, karena daerah tersebut masih jauh dari fasilitas pendidikan bagi anak-anak. Maka dengan beberapa pertimbangan tersebut Wakasad beserta rombongan meninjau ke tempat lahan alternatife lainnya, yang berlokasi di Sungai Burung Peniti, Kecamatan Jungkat Kabupaten Pontianak.
 
Lahan tanah lokasi ini menurutnya sangat cocok untuk Batalyon Kaveleri, karena kondisi tanahnya cukup memadai untuk alutsista Yonkav Tank, dan juga untuk fasilitas pendidikan cukup memadai juga. Sehingga diambil keputusan secara lisan, Wakasad menetapkan untuk lahan Yonkav Tank yang akan dibangun berada di Sungai Burung Peniti Kecamatan Jungkat Kabupaten Pontianak.

Dalam peninjauannya, Wakasad didampingi oleh beberapa para stafnya antara lain Asrena Kasad Mayjen TNI Dicky W Usman, S.IP., M.SI, Waaslog Kasad Brigjen TNI Bayu Purwiyono, dan juga ikut serta Danpussenkav Kodiklat TNI AD Brigadir Jenderal Tni Purwadi Mukson, S. Ip. Dan juga Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Ridwan serta beberapa Asisten Kasdam XII/Tpr dan sebagian para perwira lainnya.


Sumber : TNI AD

Yonif 700/Raider Latihan Pembebasan Kapal

17 September 2012, Makassar: Sejumlah anggota Tim Penanggulangan Teror (Gultor) Yonif 700/Raider menaiki kapal yang telah dibajak pada simulasi penanggulangan teroris di Perairan Makassar, Sulsel, Senin (17/9). Latihan penanggulangan teroris oleh Yonif 700/Raider Kodam VII Wirabuana sebagai kesiapan TNI AD dalam membantu Polri untuk membebaskan sandera dari kapal yang dibajak oleh teroris. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/ed/ama/12)

Yonif 700 Latihan Simulasi Penyelamtan Sandera

16 September 2012, Makassar: Prajurit TNI Batalion Raider Yonif 700 Kodam VII Wirabuana bersiaga dengan persenjataan lengkap saat simulasi operasi penyelamatan sandera di Trans Mall, Makassar, Sulsel, Minggu (16/9). Latihan yang merupakan rangkaian untuk penanggulangan teror itu menyiapkan prajurit TNI dalam satu pertempuran jarak pendek dengan durasi waktu yang singkat. Unsur mendadak, ketepatan, dan kecepatan gerak prajurit sangat menentukan keberhasilan operasi. (Foto: ANTARA/Dewi Fajriani/pd/12)

Pangdam III Siliwangi Lantik 236 Prajurit TNI AD

BANDUNG-(IDB) : Sebanyak 236 orang siswa Sekolah Calon Tamtama Prajurit Karier (Secata PK) Gelombang I Tahap I dilantik dan diambil sumpah menjadi Prajurit TNI Angkatan Darat dengan pangkat Prajurit Dua. Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah mereka menyelesaikan pendidikan Secata PK selama 4 bulan.
 
Upacara Pelantikan dan penyumpahan dipimpin oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Sonny Widjaja  di Lapangan Upacara Dodik Secata Rindam III/Siliwangi Pangalengan Kab Bandung, Sabtu (15/09/2012).

Pangdam III/Siliwangi  Mayjen TNI Sonny Widjaja dalam amanatnya mengharapkan agar  prosesi pelantikan dan penyumpahan menjadi prajurit TNI harus di hayati dengan sungguh-sungguh, karena sumpah yang diucapkan, pada hakikatnya merupakan janji luhur yang harus dipertanggungjawabkan kepada Bangsa, Negara dan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Pangdam juga mengingatkan  pengabdian seorang Prajurit memiliki dua dimensi, yaitu pengabdian kepada Negara dan Bangsa yang dilandasi disiplin dan profesionalisme keprajuritan serta pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berlandaskan iman dan taqwa.

Lebih lanjut Pangdam meminta agar keberhasilan lulus dari pendidikan dan dilantik menjadi prajurt TNI harus disyukuri yang diwujudkan dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, menjunjung tinggi hukum, serta senantiasa memberikan karya pengabdian terbaik bagi perwujudan citra positif dan keberhasilan TNI AD, dalam melaksanakan tugas pokoknya menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI serta melindungi keselamatan Bangsa dan Negara. 

Pangdam juga mengingatkan agar kehadiran prajurit TNI yang baru di tengah-tengah masyarakat harus selalu menjadi contoh teladan dan memberikan rasa aman tenteram di mana pun kalian berada.

“Kalian segera menyesuaikan diri dengan Kesatuan dimana kalian ditempatkan, sekaligus dengan masyarakat dan lingkungan masing-masing. Jaga penampilan kalian dengan menghindari perilaku dan tindakan yang tidak terpuji, jauhkan sikap arogan dan tampilkan perilaku sederhana dan terpuji,” tekan Pangdam. 

Hal itu mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, karena menurut Pangdam  sebagai Prajurit TNI yang baru dilantik merupakan generasi muda pilihan, yang telah ditempa melalui pendidikan keprajuritan yang mengutamakan disiplin, loyalitas dan kerelaan untuk berkorban demi kepentingan Bangsa dan Negara.



Sumber : PelitaOnline

TNI AD Laksanakan TMMD Daerah Pesisir

JAKARTA-(IDB) : TNI AD mengerahkan ribuan prajurit untuk membangun desa di pesisir. Pembangunan desa pesisir ini merupakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang akan berlangsung pada 10 hingga 30 Oktober 2012. Pembangunan desa pesisir akan mengerahkan 61 satuan setingkat kompi (SSK) prajurit di 78 kecamatan dalam 61 kabupaten/kota di Indonesia.
"Pembangunan desa pesisir dan peningkatan kehidupan nelayan memiliki nilai strategis dalam pembentukan semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme masyarakat. Oleh karena itu, fokus pelaksanaan program TMMD tahun ini adalah di wilayah desa pesisir Nusantara," kata Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal Pramono Edhie Wibowo, seusai membuka Rapat Koordinasi Teknis TMMD ke-89, di Jakarta, Rabu (12/9).

Dari 61 sasaran tersebut, TNI AD akan mengerahkan prajurit di sejumlah Komando Daerah Militer, yakni Kodam IX/Udayana, Kodam I/Bukit Barisan, Kodam II/Sriwijaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam V/Brawijaya, Kodam VII/Wirabuana, Di Kodam IV/Diponegoro, Kodam XVII/Cendrawasih, Kodam XII/Tanjungpura, Kodam Iskandar Muda, Kodam XVI/Pattimura, dan Kodam Jaya.


Para prajurit akan membangun dan merehabilitasi jalan sepanjang 136.442 meter dan membangun 57 jembatan. Selain itu, program yang dulu dikenal sebagai ABRI Masuk Desa ini juga akan merehabilitas 10 sekolah dan 37 unit rumah ibadah serta 133 unit rumah tidak layak huni. "Ada juga tujuan nonfisik dari program ini, seperti meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dan kesadaran bela negara di masyarakat," kata Pramono.

Entaskan Kemiskinan
Karena berfokus pada pembangunan kawasan pesisir, TNI AD menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menteri KKP, Sharif C Sutardjo, mengatakan program TNI AD ini selaras dengan program KKP. "Kami memiliki program perluasan dan percepatan pengentasan kemiskinan melalui program peningkatan kehidupan nelayan (PKN)," kata Sharif.

KKP memiliki delapan strategi untuk meningkatkan kehidupan nelayan, di antaranya membangun rumah sangat murah, membuka lapangan pekerjaan alternatif bagi nelayan, serta membangun fasilitas sekolah dan puskesmas. Kawasan pesisir yang pertama akan dibangun adalah di Pantura.

"Kita pilih kawasan pantura karena selain banyak tambaktambaknya, juga merupakan kantong-kantong kemiskinan nelayan," kata dia. Program TMMD bertujuan meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah perdesaan yang tergolong daerah miskin dan tertinggal, daerah terpencil dan terisolasi, daerah perbatasan dan pulaupulau kecil terluar, daerah kumuh perkotaan yang belum tersentuh pembangunan, serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.



Sumber : KoranJakarta

Yonif 700 Latihan Gultor di Makassar

7 September 2012, Makassar: Pasukan TNI Batalion Raider Yonif 700 Kodam VII Wirabuana melakukan latihan Penanggulangan Teror (Gultor) di bangunan hotel Pena Mas, Makassar, Sulsel, Jumat (7/9). Latihan tersebut untuk meningkatkan dan memelihara kualitas Prajurit TNI serta kesiapan operasional Prajurit dalam menghadapi aksi terorisme yang mengancam keamanan NKRI. (Foto: ANTARA/Dewi Fajriani/ed/mes/12)

Latma Dawn Komodo XII/2012 Dibuka

BATUJAJAR-(IDB) : Danpusdikpassus Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pembukaan Latma Dawn Komodo XII/2012 di lapangan upacara Pusdikpassus, Batujajar Bandung, Selasa (4/9/2012).

Latihan bersama antara Kopassus dan SASR Australia tersebut direncanakan akan berlangsung di Pusdikpassus sampai 15 September 2012 mendatang dengan diikuti oleh 30 personel Kopassus dan 18 personel dari pasukan khusus Australia. Dalam latihan selama kurang lebih dua minggu ini, kedua delegasi akan berlatih sejumlah materi diantanya menembak reaksi Pertempuran Jarak Pendek dan pembebasan tawanan dihutan.

Danjen Kopassus dalam amanatnya yang dibacakan Danpusdikpassus mengatakan Latihan Bersama Dawn Komodo XII tahun 2012 ini adalah kelanjutan dari latihan bersama Dawn Kokaburatahun 2011 yang  lalu,  sebagai bentuk dari kerjasama militer antara Kopassus dan SASR Australia yang merupakan perwujudan dari hubungan bilateral antara keduanegara di bidang pertahanan.

Ditambahkan oleh Danjen bahwa tujuan latihan bersama ini selain untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit, juga dimaksudkan untuk membangun keterpaduan antara pasukan khusus Indonesia  dan pasukan khusus Australia.

Diharapkan melalui latihan bersama ini akan diperoleh gambaran sejauh mana kekuatan, kemampuan dan kesiagaan operasi pasukan khusus kedua negara dalam menghadapi setiap ancaman yang akan mengganggu kedaulatan masing-masing Negara. 



Sumber : TNI AD

Kenaikan Anggaran Hingga 157 Persen, TNI AD Akan Menambah Alutsista

PALEMBANG-(IDB) : Anggaran latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) pada 2012 mengalami kenaikan 157 persen dibandingkan tahun 2011. Karenanya, TNI AD akan menambah jumlah peralatan utama sistem pertahanan (Alutsita).

Hal itu dikatakan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo saat berkunjungan ke Sumatera Selatan untuk melihat Latihan Tempur Antar-Cabang TNI AD di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD Ogan Komering Ulu, Senin (3/9).


Pramono menyebut, TNI AD pada 5 Oktober 2012 akan menambah jumlah peralatan tempur berupa roket, meriam, dan tank.


Ia mengatakan, dengan penambahan peralatan, maka TNI AD mulai tahun ini akan menghidupkan kembali dua Bataliyon Tank, dua Bataliyon Roket, dan dua Bataliyon Meriam di seluruh Artileri Medan (Armed).


Sementara, Komandan Brigip 92 Kostrad Letnan Kolonel Infanteri Suparlan secara terpisah menjelaskan, latihan tempur tersebut perencanaannya sudah dilakukan sejak dua hari lalu untuk memaksimalkan seluruh persenjataan yang dimiliki TNI AD.


Mengenai senjata berat dimiliki selama latihan tempur itu, ia mengatakan telah meluncurkan 140 hingga 200 unit roket, 200 unit meriam, 16 unit tank scorpion, kendaraan tempur anoa dan 3.000 personil untuk memukul mundur musuh.



Sumber : Metrotvnews

Brigade Tim Tempur Kostrad Lumpuhkan Sasaran Musuh



4 September 2012, Martapura: Dengan semangat pantang menyerah, pasukan Brigade Tim Pertempuran (BTP) 9/Kostrad yang terlibat dalam Latihan antar kecabangan tingkat Brigade tahun 2012 berhasil melumpuhkan beberapa sasaran.

Dalam latihan tersebut para prajurit TNI Angkatan Darat dengan berbagai kecabangan bersinergi dalam satu misi berhasil menghancurkan musuh yang ingin membentuk negara baru (Neba) di Wilayah Sumatera Selatan. Latihan tersebut puncaknya ketika materi serangan dengan menggempur musuh pada Senin (03/09).

Musuh yang berkekuatan satu batalyon berhasil di bumi hanguskan oleh Pasukan BTP yang teridiri dari Yonif Linud 501, Yonif 509, Yonif 514 Raider, 1 Kompi Mekanis Yonif 201, 1 Ki Kav Tank 8, 2 Rai Armed (1 Rai Meriam 76 tarik ; 1 Rai Armed Meriam 105 tarik), 1 Rai Arhanudri RBS 70, 1 Kompi Zipur 10, 1 Squadron Penerbad. Selain itu juga didukung oleh satuan Banmin yang terdiri dari Perhubungan, Peralatan, Pembekalan dan Angkutan, Polisi Militer, Kesehatan, Satgas Penerangan dan Satgas lainnya.

Dalam latihan antar kecabangan tingkat Brigade hadir para Pangkotama TNI AD dan disaksikan langsung oleh KASAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wiboyo yang terus memantau latihan yang dimulai tepat pada pukul 08.00 dan berakhir hingga pukul 12.30 wib. Latihan yang telah diperagakan oleh para prajurit TNI AD dapat disaksikan langsung di titik tinjau tamu Puslatpur Baturaja yang luasnya mencapai sekitar kurang lebih 42.000 Ha.

Setelah sasaran musuh berhasil direbut di tempat konsolidasi, Pramono Edhie Wibowo melakukan pengarahan kepada sejumlah prajurit yang terlibat dalam latihan tersebut. Dalam latihan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edi Wibowo memberi apresiasi yang tinggi kepada para pelaku latihan antar kecabangan tersebut karena melakukan dengan penuh semangat dan dalam keadaan aman.

Lebih lanjut dikatakan bahwa latihan ancab tingkat brigade merupakan latihan terbesar yang pernah dilakukan oleh TNI AD pada tingkat Brigade pada kurun beberapa tahun terakhir ini. Sebab latihan tingkat brigade hanya pernah dilakukan pada tahun 1996. Setelah itu tidak pernah dilakukan lagi akibat berbagai kendala. KASAD juga dalam arahannya memberikan penekanan bahwa keberhasilan dalam latihan ini bukanlah merupakan akhir segalanya. Sebab latihan ini dianggap berhasil apabila selamat hingga sampai ditempat tujuan dengan selamat sampai hingga ketemu keluarga kembali.

Kedepan latihan diharapkan agar lebih disempurnakan lagi dengan memberikan masukan yang bersifat konsruktif dalam mekanisme latihan baik secara taktis maupun teknis sehingga kedepannya akan lebih baik dan lebih profesional lagi dalam menjalankan latihan khususnya ditubuh TNI Angkatan Darat.

Sumber: Satgaspen

Lantarcab 2012 Latihan Terbesar dan Terlengkap TNI AD

MARTAPURA-(IDB) : Latihan Antarkecabangan Tingkat Brigade yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) di wilayah Objek Militer Baturaja (Omiba), Sumatera Selatan (Sumsel), merupakan latihan terbesar yang pernah dilakukan sepanjang sejarah TNI AD.

Latihan yang puncaknya akan dilaksanakan pada Senin (3/9) ini akan menggunakan seluruh persenjataan yang dimiliki TNI AD. Komandan Korps Pendidikan Latihan TNI AD Letnan Jenderal TNI Gatot Nuryanto mengatakan, persenjataan tua dan yang paling canggih, baik buatan dalam maupun luar negeri, akan digunakan dalam latihan tempur tersebut. “Kita punya senjata serbu, yang kualitasnya diakui oleh dunia yang dibuat oleh Pindad.


Pasukan khusus kita sudah menggunakannya, selanjutnya kita juga akan menggunakan senjata meriam kaliber 105,kaliber 76,dan mortir berkaliber 81,” ujar jenderal bintang tiga ini. Menurut dia, di samping persenjataan lengkap, anggota TNI AD juga didukung peralatan tempur canggih udara, seperti helikopter tempur MI 35P,MI 17,dan helikopter Bell serta heli Bolcow yang berjumlah sekitar 18 unit.

“Kita tidak akan mainmain dengan latihan kali ini. Senjata yang digunakan adalah senjata tercanggih dan terbaru, peralatan tua dan yang terbaru. Bisa dikatakan dari persenjataan kakek-kakek sampai anak cucu digunakan dalam latihan tempur antar kecabangan ini,” ungkap Gatot. Dia menjelaskan, latihan tempur kali ini juga didukung oleh puluhan tank Scorpion, belasan panser Anoa serta peralatan tempur pendukung lainnya. selain itu, dalam pelatihan tempur antar kecabangan itu juga akan melibatkan 4.300 anggota TNI dari beberapa batalion.

“Ini merupakan cerminan keseriusan anggota TNI dalam melakukan latihan. Presiden dan KSAD sudah berpesan agar latihan tempur ini dilaksanakan layaknya perang,”timpalnya. Adapun tujuan diadakannya latihan tempur yang merupakan latihan terbesar sepanjang sejarah itu, Gatot menuturkan, bahwa hal itu dilakukan untuk memberikan pesan kepada mereka yang memberikan kritikan serta meragukan kekuatan TNI selama ini.

Latihan tersebut juga merupakan pertanggungjawaban terhadap rakyat Indonesia. “Ini juga merupakan latihan yang merupakan persiapan untuk melaksanakan latihan gabungan yang akan dilaksanakan di wilayah Kalimantan akhir tahun ini,”paparnya. Informasinya, 4.300 prajurit yang akan mengikuti latihan tempur tersebut berasal dari beberapa batalion, seperti Batalion 409,Batalion 401,dan Batalion 414.

Pasukan khusus didaratkan pada 28 Agustus 2012, dilanjutkan dengan perebutan jembatan penghubung serta merebut Landasan Udara Gatot Soebroto.Karena di wilayah Lampung tidak terdapat wilayah yang dapat digunakan untuk melakukan serangan dengan senjata tajam,latihan total kemudian dilaksanakan di wilayah Omiba.



Sumber : Sindo

KASAD: Peralatan Perang Tua TNI AD Diupayakan Diganti

(Foto: Puslatpur)

4 September 2012, Palembang: Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, banyak peralatan perang sekarang ini sudah berusia tua, sehingga tidak efektif lagi digunakan.

Bahkan ada tank yang umurnya lebih tua yakni pengadaan tahun 1954, kata Ksad saat ramah tamah dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel di Palembang, Senin malam.

Dalam ramah tamah tersebut dihadiri langsung Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Kapolda Irjen Pol Dikdik Mulyana A Mansyur.

Lebih lanjut Ksad mengatakan, saat melaksanakan peninjauan latihan bersama di Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur lalu peralatan yang digunakan jauh tertinggal.

Oleh karena itu pihaknya berupaya agar peralatan tersebut diganti yang terbaik, kata dia.

Bahkan, pihaknya telah membeli peralatan dari luar negeri yang lebih canggih dan nantinya Kodam II/Sriwijaya akan mendapatkan.

Peralatan canggih sangat mendukung kekuatan prajurit sehingga itu perlu dimaksimalkan, kata dia.

Begitu juga sarana transportasi, Kodam II/Sriwijaya akan mendapatkan bantuan helikopter.

Dalam kesempatan itu Ksad juga berharap, agar prajurit TNI dan Polri serta masyarakat harus selalu kompak, maka kondisi keamanan akan selalu tercipta.

Gubernur menyatakan menyambut baik atas kehadiran Ksad di provinsi ini karena itu sebagai kehormatan bagi masyarakat Sumsel.

Dalam kesempatan itu gubernur juga menjelaskan tentang potensi daerah Sumsel yang cukup kaya akan sumber daya alam.

Sumber: ANTARA News

KSAD: Anggaran Latihan TNI-AD Naik 157 persen

(Foto: Puslatpur)

4 September 2012, Palembang: Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, anggaran latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat pada 2012 mengalami kenaikan 157 persen dibandingkan tahun 2011.

Oleh karena itu, pihaknya pada 5 Oktober 2012 juga akan menambah jumlah peralatan tempur berupa roket, meriam dan tank, kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo tanpa merinci jumlah anggaran dimaksud pada kunjungannya ke Sumatera Selatan melihat dari dekat Latihan Tempur Antar-Cabang TNI AD di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD Ogan Komering Ulu, Senin.

Dikemukakannya, dengan adanya penambahan peralatan itu, maka pihaknya mulai tahun ini akan menghidupkan kembali dua Bataliyon Tank, dua Bataliyon Roket dan dua Bataliyon Meriam di seluruh Artileri Medan (Armed).

Sementara, Komandan Brigif 92 Kostrad Letkol Inf Suparlan secara terpisah menjelaskan, latihan tempur tersebut perencanaannya sudah dilakukan sejak dua hari lalu untuk memaksimalkan seluruh persenjataan yang dimiliki TNI AD.

Mengenai senjata berat selama latihan tempur itu, Ia mengatakan bahwa telah meluncurkan 140 hingga 200 unit roket, 200 unit meriam, 16 unit tank scorpion, kendaraan tempur anoa dan 3.000 personil untuk memukul mundur musuh.

Skenario pelatihan sendiri, kata dia, dimulai dengan perjalanan seluruh Ancab TNI AD dari Jawa Timur (Jatim) yang melintasi laut dengan menggunakan fasilitas enam unit kapal perang.

Selanjutnya diutus tim penyusup di lokasi musuh dan akhirnya jumlah kekuatan pasukan tempur negara baru tersebut bisa diketahui, yakni hanya satu bataliyon.

"Setelah itu kita langsung melakukan penyerangan dengan kekuatan penuh, namun sebelumnya 1.500 warga sekitar kami ungsikan terlebih dahulu ke tempat aman," katanya menjelaskan.

Sementara itu, bagi 1.500 pengungsi yang diamankan di Batumarta Unit I, Ogan Komering Ulu (OKU) mendapatkan pemulihan mental, pengobatan dan lain sebagainya oleh pasukan TNI AD dari Kodim 0403 OKU.

"Dalam latihan ini, para pengungsi juga kita beri tempat berlindung dan akomodasi, serta kebutuhan lainnya agar mereka bisa nyaman dan bertahan hidup selama pertempuran," kata Wadansatgas Ter Lat Ancab BTP, Mayor Suhardi menambahkan.

Sementara di Palembang, Senin malam KSAD mengadakan ramah tamah dengan Gubernur H Alex Noerdin beserta jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Sumatera Selatan.

Sumber: ANTARA News

Latihan Terbesar Sepanjang Sejarah TNI AD Dimulai

(Foto: Puslatpur)

3 September 2012, Martapura: Latihan Antarkecabangan Tingkat Brigade yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) di wilayah Objek Militer Baturaja (Omiba), Sumatera Selatan (Sumsel), merupakan latihan terbesar yang pernah dilakukan sepanjang sejarah TNI AD.

Latihan yang puncaknya akan dilaksanakan pada Senin (3/9) ini akan menggunakan seluruh persenjataan yang dimiliki TNI AD. Komandan Korps Pendidikan Latihan TNI AD Letnan Jenderal TNI Gatot Nuryanto mengatakan, persenjataan tua dan yang paling canggih, baik buatan dalam maupun luar negeri, akan digunakan dalam latihan tempur tersebut. “Kita punya senjata serbu, yang kualitasnya diakui oleh dunia yang dibuat oleh Pindad.

Pasukan khusus kita sudah menggunakannya, selanjutnya kita juga akan menggunakan senjata meriam kaliber 105, kaliber 76, dan mortir berkaliber 81,” ujar jenderal bintang tiga ini. Menurut dia, di samping persenjataan lengkap, anggota TNI AD juga didukung peralatan tempur canggih udara, seperti helikopter tempur Mi-35P, Mi-17,dan helikopter Bell serta helikopter Bolcow yang berjumlah sekitar 18 unit.

“Kita tidak akan main-main dengan latihan kali ini. Senjata yang digunakan adalah senjata tercanggih dan terbaru, peralatan tua dan yang terbaru. Bisa dikatakan dari persenjataan kakek-kakek sampai anak cucu digunakan dalam latihan tempur antar kecabangan ini,” ungkap Gatot. Dia menjelaskan, latihan tempur kali ini juga didukung oleh puluhan tank Scorpion, belasan panser Anoa serta peralatan tempur pendukung lainnya. selain itu, dalam pelatihan tempur antar kecabangan itu juga akan melibatkan 4.300 anggota TNI dari beberapa batalion.

“Ini merupakan cerminan keseriusan anggota TNI dalam melakukan latihan. Presiden dan KSAD sudah berpesan agar latihan tempur ini dilaksanakan layaknya perang,” timpalnya. Adapun tujuan diadakannya latihan tempur yang merupakan latihan terbesar sepanjang sejarah itu, Gatot menuturkan, bahwa hal itu dilakukan untuk memberikan pesan kepada mereka yang memberikan kritikan serta meragukan kekuatan TNI selama ini.

Latihan tersebut juga merupakan pertanggungjawaban terhadap rakyat Indonesia. “Ini juga merupakan latihan yang merupakan persiapan untuk melaksanakan latihan gabungan yang akan dilaksanakan di wilayah Kalimantan akhir tahun ini,”paparnya. Informasinya, 4.300 prajurit yang akan mengikuti latihan tempur tersebut berasal dari beberapa batalion, seperti Batalion 409,Batalion 401,dan Batalion 414.

Pasukan khusus didaratkan pada 28 Agustus 2012, dilanjutkan dengan perebutan jembatan penghubung serta merebut Landasan Udara Gatot Soebroto. Karena di wilayah Lampung tidak terdapat wilayah yang dapat digunakan untuk melakukan serangan dengan senjata tajam, latihan total kemudian dilaksanakan di wilayah Omiba.

Latihan Perang TNI Didukung Jaringan 3G

Latihan perang TNI Angkatan Darat di kawasan Pusat Pelatihan Tempur (Puslatpur) TNI di Martapura, OKU Timur, pada 3 September 2012 didukung teknologi komunikasi canggih jaringan 3G berkecepatan tinggi hingga 7,2 Mbps.

Pihak yang mendukung jaringan 3G tersebut adalah PT Telkomsel Region Sumbagsel. Head of Sales and Customer Care Region Sumbagsel Division Syaiful Bachri mengatakan, hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap agenda khusus TNI di Puslatpur Martapura.Acara ini juga dihadiri Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dan undangan dari seluruh perwakilan TNI seluruh Indonesia.

“Telkomsel mengoptimalisasi jaringan untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran komunikasi, meliputi suara dan data para peserta dan tamu undangan yang hadir. Kami juga terus berupaya memastikan masyarakat di wilayah OKU, khususnya di wilayah Baruraja, dapat menikmati layanan komunikasi yang berkualitas melalui jaringan 3G berkecepatan tinggi di seluruh wilayah tersebut dengan produk Telkomsel,” ucap Syaiful kemarin.

Dia mengatakan, untuk menjamin kenyamanan berkomunikasi, baik layanan suara, SMS, maupun data,Telkomsel menyiapkan 180 BTS 2G dan 3G serta menempatkan satu unit compact mobile base transceiver (Combat) yang merupakan BTS bergerak yang ditempatkan di sekitar lokasi Puslatpur.

Sumber: SINDO