Tampilkan postingan dengan label Pasukan Khusus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasukan Khusus. Tampilkan semua postingan

15 Personel Kopassus Laksanakan Dikkopaska Kopasus

SURABAYA-(IDB) : Sebanyak 15 personil Kopasus TNI AD yang tengah melaksanakan Pendidikan Komando Pasukan Katak  Komando Pasukan Khusus (Dikkopaska Kopasus) mengikuti orientasi hell week (minggu neraka), di Sekolah Pasukan Katak (Sepaska) Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus) Kodikopsla, Kobangdikal.

Makan nasi Komando merupakan menu favorit prajurit Kobangdikal sebelum melaksanakan program pendidikan tanpa terkecuali Dikpaska Kopasus angkatan ke-12 yang tengah menempuh pendidikan di Sepaska Pusdiksus Kodikopsla Kobangdikal

Hell week yang didominasi aktivitas fisik sebagai tolok ukur dan motivasi terhadap mental dan fisik siswa selama menempuh pendidikan komando tersebut, dibuka Komandan  Pusat Pendidikan Khusus Kolonel Laut (P) Zaenal Akbar, S.Sos di lapangan Pusdiksus Kesatrian Kodikopsla, Ujung, Surabaya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Sekolah Pasukan Katak (Dansepaska) Letkol Laut (T) A. Purwanto, Komandan Sekolah Kapal Selam (Dansekasel) Mayor Laut (P) Wirawan Ady Prasetya, Komandan Sekolah Penyelam (Danseselam) Mayor Laut (KH) A. Fauzi, serta  para  pejabat teras dijajaran  Pusdiksus lainya.

Adapun 15 personil pasukan elit TNI AD tersebut, terdiri tiga perwira dan 12 bintara yang akan menempuh Pendidikan selama tiga bulan ke depan. Dari jumlah 15 orang tersebut 10 orang diantaranya dari Satuan Detasemen 81 Kopasus sedangakan sisanya 5 personil dari Pusdik Kopasus.

Menurut Danpusdiksus, Hell week selain sebagi tolok ukur dan motivasi juga sebagai upaya untuk membentuk jati diri para siswa agar memiliki fisik yang kuat dan mental juang yang tinggi sesuai medan penugasan.

“Pasukan khusus tidak mudah menyerah, tidak mudah putus asa, dan selalu tabah dalam menghadapi segala rintangan, sehingga wajar jika porsi latihannya berbeda dengan prajurit biasa” terang pamen melati tiga di pundak tersebut.

Berstatus sebagai pasukan khusus, lanjutnya, tidaklah ringan, dibutuhkan tampilan prajurit yang memiliki kemampuan handal, disiplin tinggi dan moral yang bagus. Hal ini berarti, peningkatan profesionalisme prajurit merupakan focus utama yang secara terus menerus diupayakan untuk menambah ilmu pengetahuan, keterampilan, berlatih secara rutin bertahap bertingkat dan berlanjut.

Ia berharap, prajurit siswa mampu memahami dan mendalami semua materi pelajaran, sehingga selepasnya dari pendidikan ini, pasukan khusus yang disandang bukan hanya nama besar, namun betul-betul bisa diandalkan sebagai garda terdepan yang mampu berfikir dan bertindak secara tepat dan benar dalam berbagai situasi untuk bangsa dan Negara.



Sumber : TNI AL

Kopassus Menerima 315 Pucuk Senjata HK MP5

JAKARTA-(IDB) : Dalam rangka memenuhi kebutuhan alat peralatan militer khususnya senjata yang berstandar internasional serta untuk membangun profesionalitas prajurit TNI Angkatan Darat khususnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Kementerian Pertahanan menyerahkan Senjata Laras Pendek HK MP5 sebanyak 315 pucuk kepada Kopassus.
 
Penyerahan dilaksanakan secara simbolis oleh Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Agus Sutomo, Rabu (8/8) di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Selatan. Hadir pada acara tersebut Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabesad dan Makopassus. 

Senjata Laras Pendek HK MP5 yang diserahkan tersebut merupakan senjata hasil pengadaan Kemhan pada tahun 2010 yang terdiri dari 220 pucuk HK MP5 A4, 48 pucuk HK MP5 A5, 38 pucuk HK MP5K.PWW dan 9 pucuk HK SD6. Senjata Laras Pendek HK MP5 yang merupakan buatan Heckler & Koch (HK) Jerman, memiliki spesifikasi berat 2,6 kg, panjang 680 mm dan kaliber 9 x 19 mm.

Wamenhan dalam sambutannya mengatakan, penyerahan senjata ini merupakan bagian implemantasi tanggung jawab negara dalam membiayai dan melengkapi Tentara termasuk pasukan khusus yang memiliki kebutuhan sangat spesifik.

Lebih lanjut Wamenhan menjelaskan, bahwa pengadaan untuk kebutuhan Alutsista TNI yang merupakan kebutuhan spesifik dilaksanakan secara langsung dan hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres). Oleh karena itu, pembelian peralatan militer untuk kebutuhan pasukan khusus dilaksanakan secara langsung ke produsen agar terjamin kualitas dan akuntabilitas dari peralatan yang digunakan.

Kemhan sejak beberapa periode, dimulai Kabinet Indonesia Bersatu I sampai dengan sekarang telah memberikan perhatian khusus dalam rangka menambah kualitas dan kuantitas dari keperluan peralatan pasukan khusus yang diantaranya pengadaan Senjata HK MP5 ini. Sebelumnya, Kemhan telah menyerahkan kurang lebih 104 pucuk dan kali ini menyerahkan 315 pucuk, dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan operasional Kopassus.

Wemenhan menambahkan, Kemhan akan terus memberikan perhatian terhadap pasukan khusus agar memiliki kualitas internasional, diantaranya adalah dalam berbagai upaya kerjasama pertahanan dengan negara sahabat, Kemhan selalu memberikan suatu ruang bagi pasukan khusus untuk dapat berinterkasi di dalam kerjasama pertahanan antar negara.


Sumber : DMC

Kopassus Mendapat Tambahan Personel Baru

CILACAP-(IDB) : Sebanyak 169 personel Kopassus termasuk 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF) berhasil lolos dalam pendidikan Kursus Komando Angkatan 92 di Pantai Permisan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Minggu (29/7/2012). Upacara penutupan dilakukan langsung oleh Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayjen TNI Agus Sutomo.

Dalam amanatnya, Agus mengatakan, tidak semua prajurit didik berhasil menjadi Prajurit Komando. Oleh karena itu, setiap prajurit harus bisa bersyukur dan melihat tantangan ke depan.

"Prajurit Komando yang telah dilatih secara khusus maka para prajurit harus mampu menjawab tantangan tugas, seiring dengan bertambahnya tanggung jawab menghadapi kompleksitas dalam tantangan tugas," kata Agus, Minggu (29/7/2012), seperti yang tertulis dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Ia berharap agar seluruh prajurit Kopassus di mana pun berada dan bertugas selalu berupaya untuk memberi arti dan peduli terhadap lingkungannya serta memberi solusi terhadap berbagai permasalahan.

Selain itu, prajurit Kopassus harus selalu berlatih dan berlatih untuk mencapai berprestasi demi keharuman korps baret merah.

Adapun, penutupan pendidikan ini ditandai dengan Serangan Regu Komando (Seruko) yang dilaksanakan pada waktu fajar di Pantai Permisan yang merupakan rangkaian kegiatan terakhir dari keseluruhan tahapan Pendidikan Kursus Komando. Pendidikan yang telah berlangsung selama tujuh bulan tersebut terbagi menjadi tiga tahap yakni tahap basis, tahap gunung hutan, tahap rawa laut.

Pendidikan Kursus Komando Angkatan 92 ini telah berhasil meluluskan 169 personel termasuk 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF). Keluar sebagai peserta didik terbaik antara lain Perwira terbaik Letda Inf Denny Sopyan, Bintara terbaik Serda Bambang SB, dan Tamtama terbaik Prada Anas Rifai. Upacara penutupan juga dihadiri oleh Athan Kamboja, para pejabat teras Kopassus dan pejabat Muspida serta orangtua siswa. 


Sumber : Kompas

Kerja Sama Kopassus - PLA Jadi Barometer Keamanan Kawasan

SHANDONG-(IDB) : Kerja sama TNI dan Pasukan Khusus China jadi barometer keamanan Asia-Pasifik. Indonesia dan China adalah dua negara yang menjadi barometer stabilitas kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

"Indonesia dan China memiliki nilai dan posisi yang sangat strategis dalam menangani ancaman di dua kawasan tersebut. TNI-PLA telah mendukung persahabatan dan mendorong kemitraan strategis dalam rangka membangun dan  memelihara perdamaian serta keamanan regional," kata Asisten Operasi KSAD Mayjen Dedi Kusnadi, pada penutupan latihan bersama Kopassus dan People's Liberation Army (PLA) di Jinan, Shandong, China, Minggu (15/7/2012). Dedi didampingi Kepala Staf Kodam Jinan Letjen Zhao Zong Qi.

Latihan bersama selama 15 hari di Jinan diikuti oleh 144 personel Kopassus dan PLA serta personel pendukung lainnya.

Dedi mengatakan, semangat kebersamaan dan persahabatan serta profesionalisme adalah modal bagi peningkatan kerja sama antara Indonesia-China di masa yang akan datang.

Latihan yang dilaksanakan itu merupakan jawaban keinginan Indonesia dan China dalam mewujudkan kemitraan strategis, guna memainkan peran angkatan bersenjata dalam melawan ancaman keamanan terorisme, serta hal-hal lain terkait kontra-terorisme, penanganan epidemi, pencegahan bencana dan memerangi kejahatan Transnasional, yang telah diidentifikasi sebagai tindakan-tindakan dimana negara-negara perlu untuk mengatasi hal tersebut secara bersama-sama.

Latihan Bersama Antiteror TNI dan PLA tahun 2012 telah memberi motivasi, inspirasi, tips, dan pencerahan mengenai aspek-aspek penanggulangan ancaman terorisme, termasuk perubahan yang terjadi di lingkungan kawasan, serta memberi kata kunci bagi keberhasilan pelaksanaan tugas ke depan.

Pada kesempatan yang sama, Letjen Zhao Zong Qi menambahkan bahwa latihan bersama ini bukan hanya keputusan strategis yang dicapai pemimpin kedua negara dan kedua angkatan bersenjata, tetapi juga suatu tindakan kongkrit untuk memperkokoh, memperdalam hubungan strategis antara kedua negara sehingga menjadi tonggak baru dalam pergaulan dan kerja sama antara kedua angkatan bersenjata. 


Sumber : Kompas

Enam Prajurit Kopassus Jadi Penembak Terbaik di China

JINAN-(IDB) : Prajurit TNI dari Kopassus dengan Special Force China melakukan latihan bersama Sharp Knife ke dua. Dalam latihan tersebut, juga digelar lomba menembak reaksi cepat perorangan yang juaranya diambil dari masing-masing negara.

Hasilnya, enam orang prajurit TNI menjadi penembak terbaik. Melalui keterangan persnya kepada wartawan, Selasa (10/7/2012), Kepala Penerangan Sharp Knife ke-2 TA. 2012 China, Lettu Inf Imam Mahmud mengungkapkan, latihan kali ini dilakukan dua pasukan khusus tersebut untuk saling berlaga demi mencapai hasil yang maksimal.

"Dari hasil perlombaan tersebut,  keluar 6 (enam) orang sebagai penembak pistol terbaik dari Kopassus TNI AD, yaitu : Serka Muhammad Nun, Serka Safril, Sertu Lantik Ikhsan, Serda Balubun, Praka Mulyadi dan Prada Rohman Sidik," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kemenangan enam orang prajurit Kopassus dalam latihan menembak pistol ini, menunjukkan prajurit TNI senantiasa menunjukkan profesionalitas dan kemampuan yang prima. Hal tersebut mampu membawa nama harul Indonesia di mata internasional.

"Meskipun latihan ini hanya merupakan kerjasama bilateral antara Indonesia dan China, namun pengalaman yang di dapat sungguh bermakna guna terus meningkatkan kemampuan dan profesionalitas TNI di masa yang akan datang," lanjutnya.

Menurut Imam, latihan bersama yang bersandikan Sharp Knife ini merupakan jalinan kerjasama kedua angkatan bersenjata untuk lebih saling mengenal dan mempererat hubungan antarkedua pasukan khusus terutama untuk mengantisipasi berbagai masalah bersama.

"Terutama untuk penanggulangan teror. dan langkah bersama dalam penanganan ancaman terorisme, kejahatan lintas negara, penyelundupan senjata, pelintas batas ilegal yang merugikan negara," lanjutnya.

Latihan Bersama Sharp Knife ke-2 Tahun 2012 ini, akan akan berlangsung sampai dengan 15 Juli 2012. Acara tersebut di buka secara resmi oleh Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya bersama Kepala Staf Kodam Jinan (China) Mayjen Ma Qiu Xing di Pangkalan Latihan Terpadu Jinan China. 


Sumber : Kompas

Kopassus Kedepankan Langkah Persuasif Di Papua

JINAN-(IDB) : Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya menegaskan pasukannya tetap mengedepankan pendekatan persuasif untuk mengatasi gangguan keamanan di Papua.

"Permasalahan di Papua itu kompleks. Tidak saja menyangkut keamanan tetapi juga kesejahteraan," katanya, saat berbincang dengan ANTARA di Jinan, Shandong, China, Rabu.

Berbincang usai membuka dan meninjau Latihan Bersama Kopassus dan Komando Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata China (People`s Liberation Army/PLA), ia mengatakan untuk mengatasi segala permasalahan di Papua, harus dilakukan hati-hati.

"Kita, utamanya Kopassus tidak bisa mengambil langkah seenaknya untuk mengatasi persoalan keamanan di Papua, kita harus hati-hati karena masalah di sana tidak sekadar masalah keamanan, tetapi kesetaraan, kesejahteraan," katanya.

Karena itu, lanjut Wisnu, pasukan korps baret juga akan selalu berhati-hati dan tetap mengedepankan langkah persuasif dalam menyelesaikan masalah keamanan di Papua.

Dicontohkannya, TNI telah melakukan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Papua beberapa waktu lalu.

"Kopassus juga akan melakukan kegiatan ekspedisi di Papua untuk melihat langsung potensi wilayah, kondisi masyarakat secara lebih dalam sehingga dapat diketahui apa sebenarnya yang terjadi dan apa yang masyarakat Papua inginkan," katanya.

Sebelumnya, Kopassus melaksanakan Ekspedisi Bukit Barisan (Sumatera) dan Ekspedisi Khatulistiwa (Kalimantan). "Hal serupa sedang kita agendakan untuk dilakukan di Papua," ujar Wisnu.

Danjen Kopassus menegaskan,"Kopassus tidak sembarang, hati-hati dan komit untuk mengatasi persoalan keamanan di Papua melalui pendekatan persuasif dan humanis,".

Sebelumnya Wakil Koordinator Kontras Indria Fernida, Ketua Sinode Gereja Kingmi Papua Pdt Benny Giay, dan Sekretaris Foker LSM Papua Septer Manufandu kepada Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Albert Hasibuan mengatakan pendekatan militer masih dikedepankan oleh Pemerintah dalam mengatasi persoalan di Papua.

Pendekatan kesejahteraan yang selama ini didengungkan belum dilaksanakan maksimal untuk menjawab aspirasi masyarakat Papua.


Sumber : Antara

Paskhas TNI AU Gelar Operasi Trisula DI Palembang

PALEMBANG-(IDB) : Sebanyak 700  personel Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhas) bakal diterjunkan pada operasi Trisula dengan skenario merebut kembali Pangkalan TNI AU Palembang dari pendudukan negasor (negara asing), 6-10 Juli 2012 mendatang.

"Ini merupakan latihan puncak yang melibatkan dari beberapa batalyon Paskhas di Indonesia," ungkap Danlanud Letkol Pnb Adam Suharto di sela-sela Operasi Jalak Sakti yang melibatkan enam pesawat jet tempur Hawk dengan target pengeboman Tanjungpandan, Minggu (1/7/2012).

Menurut Adam yang merupakan lulusan AAU 1991, pada operasi Trisula Perkasa ini akan ada beberapa skenario.

"Nantinya Lanud diduduki negasor. Lalu tugas tim kita akan merebut kembali. Setelah prosesnya matang, Dalpur (Pengendali Tempur) ada satu regu beranggotakan 10 hingga 12 personel diterjunkan malam hari," terang Adam.

Kemudian kata Adam, mereka ini melakukan penyusupan mulai dari jarak 15 km dari pangkalan yang diduduki oleh musuh yang diperankan para personel Paskhas lainnya.

"Nanti ada 10 orang seperti rambo memasang bom di instalasi vital. Apabila dirasa aman baru diterjunkan Satpur (satuan tempur) yang rencana melibatkan empat pesawat Hawk untuk melaksanakan serangan udara langsung secara mendadak dan akan diikuti penerjunan pasukan (terjun payung). Juga melibatkan empat pesawat hercules dimana tiap-tiap pesawat akan menerjunkan 64-95 orang bersenjata lengkap SS-1 dalam rangka perebutan pangkalan. Ini baru latihan mandiri jadi hanya Paskhas yang turun. Kalau sudah gabungan, setelanya dari Paskhas diserahkan ke angkatan darat," terangnya.


Sumber : SriwijayaPost

Indonesia China Jajaki Kerjasama Anti Terror Di Laut

JINAN-(IDB) : TNI tengah menjajaki kerja sama antiteror di laut dan udara dengan Tentara Pembebasan Rakyat China (People's Liberation Army/PLA), mengingat modus kejahatan terorisme makin beragam.

Kopassus TNI AD dan Komando Pasukan Khusus PLA melakukan latihan bersama untuk yang kedua kalinya dengan sandi Sharp Knife 2012. yang diikuti 144 personel dari kedua pihak, di Pangkalan Latihan Terpadu Kodam Jinan, Shandong, China.

Panglima TNI dalam amanat tertulis pembukaan Latihan Bersama Antiteror Kopassus TNI AD dan Komando Pasukan Khusus PLA, yang dibacakan Komandan Jenderal Kopassus TNI AD, Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, di Jinan, Shandong, China, Selasa, mengatakan, tindak kejahatan terorisme kini semakin beragam termasuk kemungkinan terjadi di laut dan udara.

Terkait itu dalam Latihan Antiteror Kopassus dan Komando Pasukan Khusus PLA kali ini, TNI mengirimkan peninjau dari Korps Pasukan Khas TNI AU dan Detasemen Jala Malangkara Korps Marinir TNI AL.

"Pada 2011 pola kejahatan terorisme cenderung menyerang institusi asing, pusat bisnis, aparatur keamanan, tempat peribadatan dan ruang publik. Tidak menutup kecenderungan itu akan mengarah pada aksi terorisme di wilayah maritim dan udara seiring dengan perkembangan teknologi," satu petikan sambutan panglima TNI itu.

Pola pada 2011 adalah pesan yang dilempar para pelaku. Hal ini harus dianalisa secara cermat baik bagi kepentingan realitas latihan maupun sebagai langkah antisipasi kemungkinan terjadinya terorisme, baik di darat, laut maupun udara.

Baru beberapa tahun terakhir pasukan-pasukan elit TNI memulai kerja sama pelatihan dengan China setelah selama ini cenderung ke Barat. Model pembinaan dan operasi yang terjadi pada SAS (Inggris) dan GSG-9 (Jerman), dan Navy SEAL (Angkatan Laut Amerika Serikat), sempat menjadi "model".

Korps Pasukan Khas TNI AU mendahului pemakaian senjata dari China --yang sering dianggap menjadi "kopian" arsenal Rusia-- yaitu peluru kendali panggul QW-1 yang dibeli awal 2000. Peluru kendali ini sekali pakai dan diklaim memiliki performansi tidak kalah dengan peluru kendali Mistral buatan Perancis.

China juga mengenal struktur organisasi kewilayahan bagi Angkatan Darat PLA. Latihan bilateral ini dikomentari (setara) Kasdam Kodam Jinan, Mayjen Qiuxing, "Tindak kejahatan terorisme telah menjadi musuh internasional. Setiap negara termasuk Indonesia dan China harus bekerja sama untuk mengatasi terorisme."


Sumber : Antara

Update : 90 Personel Kopassus Tiba Di China

BEIJING-(IDB) : Sekitar 90 personel Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) tiba di Jinan, Ibukota Propinsi Shandong, China, untuk melakukan latihan bersama dengan pasukan khusus China.

Ke-90 personel korps baret merah itu tiba di Jinan Internasional Aiport dengan menggunakan pesawat Hercules 9-130 dari Skadron Udara 32 TNI Angkatan Udara.

Atase Pertahanan Kedubes RI di China Kolonel (Lek) Surya Margono kepada ANTARA, di Jinan, Senin mengatakan latihan bersama Kopassus dengan Komando Pasukan Khusus China akan dibuka resmi pada Selasa (3/7).

"Ini merupakan latihan bersama yang kedua kali yang digelar oleh Kopassus dan Komando Pasukan Khusus China," katanya.

Latihan bersama pasukan khusus dua negara kali pertama digelar pada Juni 2011 di Pusat Pendididkan Kopassus Batujajar, Jawa Barat.

Kegiatan yang bersandikan "Sharp Knife II/2012" itu bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan dan profesionalisme dari para prajurit pasukan khusus militer kedua negara.

"Prajurit pasukan khusus kedua negara dapat saling bertukar pengalaman, dan keterampilan, kemampuannya, sehingga didapat sebuah bentuk kerja sama pasukan khusus kedua negara yang lebih komprehensif, baik dari segi teknik dan taktik operasional," kata Surya.

Latihan bersama Kopassus dan Komando Pasukan China akan berlangsung hingga Minggu (15/7) di Pangkalan Latihan Terpadu Kodam Jinan, China.


Sumber : Antara

Pelepasan Kontingen Latma Sharp Knife II/2012

JAKARTA-(IDB) : Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya melepas kontingen Kopassus yang akan mengikuti latihan bersama Sharp Knife II/2012 dengan People’s Liberation Army (PLA) Special Force China di lapangan apel Makopassus Cijantung Jakarta Timur, Kamis (28/6).


Latihan bersama tersebut direncanakan akan berlangsung mulai tanggal 1 – 15 Juli 2012 di Markas PLA China. Kontingen Kopassus berkekuatan 85 orang dipimpin komandan kontingen Asisten Intelijen Danjen Kopassus Kolonel Inf  Teguh Muji Angkasa. Menurut rencana kontingen akan bertolak ke China tanggal 30 Juni 2012 melalui Bandara Soekarno Hatta.

Danjen Kopassus dalam amanatnya meminta agar setiap peserta latihan bersama senantiasa dapat menjaga harkat dan martabat serta kehormatan satuan maupun bangsa Indonesia dengan menunjukkan semangat dalam latihan . 

“Dalam kondisi apapun jangan pernah mengeluh dan patah semangat. Tunjukkan bahwa kita memang prajurit-prajurit pilihan yang mampu mengatasi segala rintangan dan hambatan”, tambah jenderal bintang dua tersebut. 

Menutup amanatnya Danjen Kopassus menekankan agar dalam pelaksanaan latihan tetap mengedepankan faktor keamanan, karena keberhasilan latihan tidak hanya diukur pada terlaksananya materi latihan akan tetapi juga berdasar pada parameter yang lain yaitu keamanan baik personel maupun materiil.

Tampak hadir adalam acara pelepasan tersebut sejumlah pejabat teras Kopassus seperti Inspektur Kopassus Kolonel Inf Madsuni, Para Asisten Danjen Kopassus dan sejumlah Kabalak di jajaran Kopassus.


Sumber : Kopassus

Paskhas AU Latihan Bersama US Air Force

JAKARTA-(IDB) : Batalyon 461 Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara terjun dari ketinggian 15.000 feet dalam latihan bersama antara TNI AU dan US Air Force dengan nama Cope West 2012.
 
Latihan digelar di lapangan terbang Jakarta Aeromodelling Club, Dirgantara III, Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (29/6/2012).

Latihan terjun dengan teknik HAHO (High Altitude High Opening) ini didukung oleh pesawat Hercules A-1317 dengan kapten pilot Eko Sudjatmiko yang juga menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 31 Wing I Lanud Halim Perdanakusuma.

Wakil Komandan Batalyon 461 Paskhas AU Mayor Kutoyo sebagai Koordinator Paskhas dalam latihan ini, mengatakan, teknik penerjunan dengan HAHO ini sangat jarang dilakukan kecuali dalam misi khusus seperti infiltrasi ke wilayah musuh.

"Terbang tinggi agar tidak mudah terdeteksi musuh. Teknisnya, pada saat loncat dari badan pesawat , langsung menarik tali parasut, dan pada saat mendarat segera berlari ke area yang aman dengan jarak dua puluh kilometer," kata Mayor Pasukan Kutoyo.

Lebih lanjut dikatakan, infiltrasi ini dilakukan dengan tujuan utama menyiapkan daerah dropping zone. Penerjunan ini dilakukan oleh tiga belas personel Paskhas dari Batalyon 461 yang berkedudukan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.

Dari pihak USAF, Jump Master yang ikut menyiapkan pasukan adalah Master Sgt J. Gaona dan Master Sgt Sean Flynn.

Agenda kegiatan latihan hari ini salah satunya adalah terbang statik oleh pesawat Hercules dari USAF yang melaksanakan dropping personel di daerah Gorda Banten Serang.

Diakhiri dengan penerbangan USAF C-130s dengan misi CDS (Container Delivery System) Dropping.


Sumber : Tribunnews

Taruna Akademi TNI Dan Akpol Terpukau Demo Satkopaska Koarmatim

SURABAYA-(IBD) : Sebanyak 815 Taruna Akademi TNI dan Akpol terpukau pada saat menyaksikan demonstrasi pembebasan sandera yang dilakukan oleh pasukan khusus TNI AL Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim yang digelar di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, Selasa (20/6).

Unjuk kebolehan yang dilakukan oleh Satkopaska Koarmatim tersebut yaitu pembebasan sandera dari aksi tindak kejahatan dan terorisme di laut Maritime Interdiction Operation (MIO) yang dilaksanakan oleh tim Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) Satkopaska Koarmatim. Aksi penyergapan terhadap kawanan perompak itu dilaksanakan dari laut dan udara menggunakan kendaraan tempur atas air dua Sea Rider dan Cobat Boat milik Kopaska.

Dengan bersamaan timkopaska yang berada di Sea Rider melakukan boarding keatas kapal, sedangkan beberapa tim Kopaska yang lain melaksanakan atraksi droping pasukan dari udara ke laut (Helly Water jump) menggunakan Helikopter jenis Bell NV-417 dari Puspenerbal Surabaya dan droping pasukan melalui kapal Cast kapal cepat. 

Pada saat yang sama di perairan selat madura beberapa kapal perang Koarmatim membentuk formasi dengan melaksanakan manufra taktis di laut.

Para Taruna Akademi TNI dan Akpol itu dapat menyaksikan aksi sekilas  pertempuran laut dari atas geladak KRI dr. Soeharso-990. Setelah menyaksikan unjuk kebolehan prajurit Kopaska ditengah laut, para Taruna Akademi TNI dan Akpol kembali dapat menyaksikan aksi pertempuran kota (Urban Warfare) di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya.

Suguhan atraksi dari jajaran dan unsur Koarmatim  itu merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut kedatangan 815 Taruna Akademi TNI dan Akpol yang melaksanakan kegiatan Bhineka Eka Bhakti Akademi TNI dan Polri tahun 2012 di Koarmatim. Ke 815 Taruna tersebut, terdiri dari 420 Taruna Akademi TNI dan 395 Taruna/Taruni Akpol.

Selama di Koarmatim para Taruna dan Taruni itu juga berkesempatan melihat langsung   beberapa kapal perang yang sedang bersandar di Dermaga Koarmatim, menyaksikan sekilas tentang profil Koarmatim, menyaksikan pameran seragam (uniform) personel dan persenjataan dari satuan-satuan yang ada di jajaran Koarmatim serta pertunjukan seni musik  Armatim Country Band.

Puncak dari kegiatan Taruna Akademi TNI/Polri  Bhineka Eka Bhakti di Koarmatim yaitu pengarahan dari Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum di Gedung Panti Cahaya Armada (PTA) Koarmatim Ujung.

Bhineka Eka Bhakti, merupakan kegiatan integratif Taruna Akademi TNI dan Akpol yang bertujuan meningkatkan jiwa dan semangat integrasi para Taruna, serta membdrikan pembekalan kepada mereka tentang tugas, fungsi, dan ciri khas dari ke tiga angkatan dan Polri, khususnya dilingkungan kesatuan yang kelak akan menjadi medan penugasan para Taruna setelah lulus dari akademi masing-masing.

Kegiatan Bhineka Eka Bhakti dilaksanakan di lima wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, yaitu di Yogyakarta, Kartasura, Madiun, Surabaya, dan Malang. Dalam kegiatan ini Para taruna dan Taruni mendapat pengenalan ketiga matra TNI yaitu darat, Laut dan Udara. 


Sumber : Koarmatim

Jenderal Jing Zhiyuan Berkunjung ke Markas Kopasus

JAKARTA-(IDB) : Anggota Komisi Militer Pusat Sekaligus Panglima Artileri II Tentara Pembebasan Rakyat China, Jenderal Jing Zhiyuan, Senin (18/6) berkunjung ke Markas Komando Pasukan Khusus (Kopasus), Cijantung, Jakarta.
 
Kunjungan Jenderal Jing Zhiyuan beserta delegasinya langsung disambut langsung oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopasus, Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya digerbang Markas Kopasus.

Adapun kunjungan Panglima Artileri II Tentara Pembebasan Rakyat China tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerjanya ke Indonesia. Sebelumnya Jenderal Jing Zhiyuan ini telah melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro di Kantor Kemhan dan juga mengunjungi Universitas Pertahanan Indonesia di Salemba Jakarta.

Pada kesempatan kunjungannya ke Markas Kopasus, Jenderal Jing Zhiyuan mendapat penjelasan seputar profil tentang Komando Pasukan Khusus dari Asisten Operasi Danjen Kopasus, Letkol. Inf. Yusran Yusuf.

Disamping itu Jenderal Jing Zhiyuan juga mendapat kesempatan untuk melihat profil beberapa alat perlengkapan khusus yang digunakan oleh satuan 81 Kopasus serta ketrampilan reaksi menembak cepat yang diperagakan oleh anggota Satuan 81 Kopasus.

Beberapa anggota Satuan 81 Kopasus tersebut adalah calon dari perwakilan pasukan Kopasus yang akan mengikuti latihan bersama dengan Pasukan Khusus Tentara Pembebasan Rakyat China pada tanggal 1 sampai dengan 16 Juli 2012 di China. 


Sumber : DMC

Update : Bulan Depan Pasukan Khusus Indonesia China Latihan Bersama

JAKARTA-(IDB) : Indonesia China terus meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan, diantaranya dengan melakukan pertukaran kunjungan pejabat pertahanan dan latihan bersama. Juli mendatang, para prajurit pasukan khusus dan prajuit Angkatan Laut kedua negara akan melakukan latihan bersama di China.

Dalam rangka penguatan kerja sama tersebut, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, hari ini, Senin (18/6), menerima kunjungan Anggota Komisi Militer Pusat dan Panglima Korp Artileri II (Strategic Missile Corps) CPLA China, Jenderal Jing Zhiyuan. “Beliau datang ke Indonesia untuk meningkatkan hubungan kerja sama di bidang pertahanan, dan menindak lanjuti perkembangan kerja sama yang sudah dibicarakan antara kedua Menteri Pertahanan dua negara tersebut,”kata Sekjen Kementerian Pertahanan, Marsekal Madya TNI Eris Herryanto, usai menghadiri pertemuan tersebut di Kementerian Pertahanan Jakarta, Senin (18/6).
 
Dalam pertemuan tersebut, jelas Eris, dibicarakan tentang kemungkinan latihan bersama bagi prajurit pasukan khusus dan Angkatan Laut kedua negara. Latihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan prajurit Indonesia-China. “Latihan bersama akan dilaksanakan bulan depan, prajurit Indonesia akan berkunjung ke China untuk latihan pasukan khusus. Juga diagendakan latihan antar Angkatan Laut, tapi masih dalam pembicaraan navy to navy talk,”papar Eris.

Disamping itu, kerja sama yang dilakukan adalah melakukan pertukaran kunjungan pejabat tinggi bidang pertahanan, khususnya Menhan secara bergantian ke negara masing-masing. Menurut Eris, kerja sama ini sudah berjalan dengan kunjungan Menteri Pertahanan China ke Indonesia pada tahun lalu. “Tahun ini Menhan kita kesana, semoga saja ini terus berkelanjutan,”ujarnya.

Sumber : Jurnas

30 Prajurit Baru Perkuat Pasukan Elit Marinir

SURABAYA-(IDB) : Pasukan elit TNI AL bertambah 30 orang, hal tersebut setelah Wakil Komandan Komando Pendidikan Marinir (Wadan Kodikmar) Komando Pengembangan dan Pendididkan Angkatan Laut (Kobangdikal) Kolonel Marinir Lasmono menutup Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) Angkatan ke-38 di lapangan apel Kodikmar Gunungsari, Surabaya, Kamis (14/6/2012). 
Pendidikan Komando  yang berada di bawah Sekolah Khusus (Sesus) Pusat Pendidikan Infantri Marinir Kobangdikal tersebut,  diikuti 30 siswa dan berhasil menyelesaikan pendidikan selama delapan bulan.
Dari 36 prajurit yang mengikuti pendidikan Diktaifib, hanya 30 orang yang lulus dan memenuhi kualifikasi yang ditentukan, sementara itu enam prajurit lainnya dikembalikan ke satuan asal karena tidak lulus dalam mengikuti program pendidikan pasukan elit TNI AL yang terkenal tanpa kompromi tersebut.
Menurut Komandan Kodikmar Kolonel Marinir Hasanuddin dalam amanatnya yang dibacakan Wadan Kodikmar Kolonel Marinir Lasmono mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya pendidikan intai amfibi ini adalah untuk menyiapkan prajurit taifib Marinir sebagai prajurit pilihan yang dapat melaksanakan tugas pengintaian dan penyelidikan dalam Operasi Amfibi dan operasi-operasi lain, baik secara perorangan m`upun tim.
Keberhasilan dalam menempuh pendidikan, lanjutnya hendaklah menjadi pendorong untuk membangkitkan semangat kerja, dan pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya Korps Marinir dan TNI AL.
”Dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks kedepan, diperlukan prajurit-prajurit mandiri dan memiliki kemampuan handal, mobilitas tinggi dan profesionalisme,” terang pamen melati tiga di pundak tersebut.
Peningkatan profesionalisme bagi prajurit, tambahnya, berarti seorang prajurit harus fokus terhadap peningkatan kualitas diri yang meliputi keberanian, kemampuan intelektual dengan ditunjang kualitas moral yang baik, yakni prajurit yang memiliki etos kerja yang tinggi, yang selalu mempunyai keinginan untuk maju dan selalu bekerja keras untuk kepentingan TNH, Negara dan Bangsa serta dilandasi iman dan taqwa.  
Setelah pelaksanaan upacara, dilanjutkan dengan foto bersama dan acara ramah tamah. Selanjutnya  mantan siswa Diktaifib Angk. XXXVIII TA. 2011 dikembalikan ke satuan asal, guna menunggu penempatan oleh Disminpers Kormar ke satuan baru yaitu Batalyon Taifib -1 Marinir Surabaya dan Batalyon Taifib -2 Marinir di Jakarta.
Bagi prajurit merupakan fokus utama, yaitu prajurit TNI AL yang memiliki keberanian, kemampuan intelektual dengan ditunjang kualitas moral yang baik, yakni prajurit yang memiliki etos kerja yang tinggi, yang selalu mempunyai keinginan untuk maju dan selalu bekerja keras untuk kepentingan TNI, Negara dan Bangsa, yang didasari dengan iman dan taqwa.  


Sumber : TNI AL

Kopassus Beraksi di Langit Sukoharjo

SOLO-(IDB) : Suara pesawat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) semakin jelas terdengar. Tepat di atas area persawahan Desa Parangjoro, Grogol Sukoharjo, Rabu (23/5/2012), satu per satu anggota Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan, Kartasura keluar dari pesawat bernomor A 1323 itu. Di atas ketinggian 1.000 kaki, mereka turun perlahan dengan kecepatan 120 knot. Mereka dilengkapi dengan payung udara masing-masing berjenis MC-1-1C. 

Anggota Baret Merah yang melakukan penerjunan sejak sekitar pukul 06.30 WIB terus berupaya melawan arus angin agar tetap aman. Di salah satu sudut area persawahan terdapat dua windsock oranye untuk acuan para penerjun agar tak salah saat mendarat. Saat personel Kopassus mulai terjun dengan parasutnya masing-masing, terdengar suara-suara komando yang ditujukan kepada mereka. “Ayo arahkan ke sumber suara. Arahkan ke sumber suara. Jangan merapat, jangan merapat. Ya, mantap, pertahankan posisi,” suara komando terdengar begitu lantang. 

Tak semua peserta terjun payung yang jumlahnya sekitar 300 itu mendarat sempurna. Mereka yang didrop per delapan orang dengan empat gelombang penerjunan ini ada yang mendarat di tengah atau pun pematang sawah. Bahkan, berdasarkan pantauan Solopos.com ada salah satu personel yang parasutnya mengenai bibit tanaman petani. “Rasanya memang takut pas di atas, bingung bagaimana cara mengatakan. Tapi rasanya senang bisa latihan terjun lagi,” ungkap salah satu anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Lettu Inf Surya Fachrol Rozi saat ditemui Solopos.com di pematang sawah. 

Sesampainya di daratan, dengan cekatan para penerjun melepaskan parasut dan sejumlah perlengkapan lainnya. Mereka yang mengenakan seragam lengkap ini penuh semangat melipat parasut lalu berjalan menuju tepi jalan raya. 

Sementara, di pinggiran jalan Desa Parangjoro, puluhan warga sekitar menggerombol hingga memakan badan jalan untuk menyaksikan aksi itu. Bahkan, sejumlah petani yang berada di sekitar area sawah menghentikan sejenak aktivitas mereka. Beberapa warga mengaku sengaja meluangkan waktu untuk melihat aksi terjun payung itu. “Kami sengaja datang ke sini. Tadi taunya lihat dari rumah, terus buru-buru ke sini untuk lihat lebih jelas,” ungkap Warga Serenan, Hari Dwi Purwati, yang datang bersama keluarganya. 

Sekitar tiga jam para warga disuguhkan dengan penerjunan yang juga akan dilanjutkan pada malam hari itu. Penerjunan ditutup dengan aksi pesawat Hercules yang terbang rendah di sekitar area persawahan Parangjoro. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiagaan Grup 2 Kopassus,” ungkap Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Letkol (Inf) Suhardi.

Sumber : Solopos

Satgas Ekspedisi Khatulistiwa 2012, Tiga Bulan Setengah Susur 5.800 Kilometer

BALIKPAPAN-(IDB) : Tim Khusus Rawa Laut Sungai Pantai (Timsus Ralasuntai) Satuan Tugas (Satgas) Ekspedisi Khatulistiwa 2012, tiba di Balikpapan, kemarin. Timsus yang menggunakan dua kapal jenis sea riders ini disambut sejumlah perwira dari Pangkalan TNI AL (Lanal) dengan menggunakan KAL Sepinggan di Teluk Balikpapan.
 
Timsus Ralasuntai berjumlah 17 orang. Sepuluh orang dari Batalyon Intai Amfibi Taifibi (Taifibi), 4 orang dari Satuan Penanggulangan Teror (Satugultor) 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan sisanya dari Komando Pasukan Khas (Kopaskhas) 465 Pontinak.

Komandan Timsus Ralasuntai Mayor Freddy Ardianzah mengatakan, timnya bagian dari Satgas Ekspedisi Khatulistiwa 2012. Tugasnya khusus melakukan survei di kawasan pesisir. 

Diperkirakan, kegiatannya memakan waktu sekira tiga bulan setengah penjelajahan susur pantai sepanjang garis pantai Kalimantan dengan jarak tempuh sejauh 5.800 Km. Dimulai dari Tanjung Datu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan finish di Tanjung Harapan Nunukan Kalimantan Timur.

“Sejauh ini jarak tempuh kita sekira 3.000 Km,  start dari Tanjung Datuk sampai di Balikpapan sekarang ini. Jadi masih ada perjalanan sekira 1.800 Km lagi untuk sampai ke Nunukan,” kata Freddy.

Sumber : KaltimPost

Danjen Kopasus Tinjau Ekspedisi

ENTIKONG-(IDB) : Komandan Jenderal Kopasus, Mayjen TNI Wahyu Bawa Tenaya, Kamis (10/5) kemarin melakukan peninjauan ke tim ekspedisi subkorwil 02 Sanggau di Entikong. Kedatangan Danjen Kopasus disambut dengan upacara adat daerah setempat. Hadir dalam penyambutan tersebut Sekda Sanggau, Kajari, Dandim 1204 Sanggau, Bea Cukai Entikong dan unsur Muspida lainnya.

Camat Entikong, Markus dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa untuk daerah perbatasan Entikong ada 4 desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Selain itu, ada 8 jalan tradisional yang digunakan sebagai jalan untuk hubungan internasional ke Malaysia."Masyarakat perbatasan sangat berharap agar infrastruktur kita menjadi lebih baik. Sejauh ini masih ada yang menggunakan jalan air. Infrastruktur diharapkan segera baik, sehingga tidak tergantung pada daerah tetangga," harapnya.


Dansubkorwil 02 Sanggau, Letkol CZI Ade Heri Kurniawan menyampaikan beberapa temuan dalam perjalanan ekspedisi yang sudah dilakukan selama 1,5 bulan. Tim yang bekerja dari berbagai latar belakang tersebut, nantinya akan membuat laporan terkait penemuan dan hasil Ekspedisi Khatulistiwa 2012.  "Ada beberapa temuan flora dan fauna baru oleh tim ekspedisi, yang mungkin merupakan spesies baru dan jarang dijumpai," katanya.


Sekda Sanggau C. Aspandi menyampaikan, bahwa pemerintah daerah dalam hal pembangunan di perbatasan sudah menjadi prioritas. Perbatasan menjadi salah satu bagian pembangunan yang prioritas, sehingga Pemda akan selalu memperhatikan pemerataan pembangunan. "Pemerintah berharap banyak dengan pembangunan yang ada di perbatasan. Banyak potensi alam dan manusia yang harus dioptimalkan secara baik, demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya. Danjen menambahkan, pembangunan tidak bsa berjalan secara sendiri. Tetapi harus dilakukan secara bersama. Wahyu mengajak agar elemen bangsa bisa belajar setiap saat, lakukan dengan sharing. "Kita selalu menyalahkan orang lain, sehingga kita tidak bisa maju,"singkatnya.

Sumber : PontianakPost

Kopaska TNI AL dan AL Singapura Sergap Kapal Bermuatan Bahan Peledak


SURABAYA-(IDB) : Sebuah kapal yang diduga keras milik teroris berhasil disergap pasukan khsusus gabungan ke dua negara, yaitu oleh Komando Pasukan Katak TNI AL dan Naval Diving Unit Republic of Singapore Navy  (NDU RSN), Kamis (10/5) kemarin, disekitar Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Kapal Motor (KM) Jatipura yang muat kontainer milik teroris itu, di dalamnya terdapat bahan peledak (handak) sangat berbahaya sebanyak 2000 Kg jenis C4.. Kapal teroris tersebut berhasil disergap dan dilumpuhkan oleh pasukan khusus gabungan TNI AL dan NDU RSN yang terdiri dari 4 tim. Pasukan khusus terdiri dari 2 tim sebagai penyerang dan 2 tim sebagai pengamanan itu, berhasil melumpuhkan dan menangkap  8 teroris pengangkut bahan peledak tersebut.

Demikian skenario latihan bersama yang digelar antara Pasukan Katak TNI AL dengan NDU RSN, yang gelar hingga 13 Mei mendatang. Dalam penyergapan yang penuh dengan tembakan dan adu keberanian itu, dimulai sejak pukul 13.00 wib dan berakhir 3 jam kemudian. Bahan peledak yang disinyalir awal akan dipergunakan untuk melakukan aksi terorisme itu, akhirnya dapat diamankan dan tersangka kini ditahan untuk proses hukum lebih lanjut

Sumber : Koarmatim

Prajurit Batalyon 463 Paskhas Madiun Latihan

trisulan-subMADIUN-(IDB) : Sebagai upaya untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembinaan prajurit, Batalyon 463 Paskhas selama satu minggu mengadakan Latihan satuan tingkat Batalyon yang dibuka oleh Komandan Batalyon 463  Paskhas, Letkol Psk Roosen L. Sinaga, Senin (7/5/2012).
Dalam sambutannya Komandan Batalyon 463 Paskhas Letkol Psk Roosen L. Sinaga mengatakan bahwa latihan satuan tingkat Batalyon ini merupakan latihan kelompok, sehingga dibutuhkan suatu koordinasi sehingga apa yang akan dilaksanakan dapat tercapai sesuai kelompok masing-masing.  Latihan ini juga merupakan lanjutan dari latihan perorangan yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

“Kita harus paham bahwa tugas prajurit sebelum ditugaskan didaerah operasi adalah melaksanakan latihan, oleh karenanya kekurangan sarana dan prasarana jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dalam berlatih, sehingga akan berdampak tidak tercapainya Sasbinpuan Batalyon 463 Paskhas”, tegas Danyon 463 Paskhas.

Diakhir sambutannya, Danyon berpesan agar latihan dilaksanakan dengan semangat dan serius sesuai dengan prosedur latihan, sehingga kerugian personel maupun materiil dapat dihindari.

Latihan dengan sandi “Trisula Ampuh” tersebut dibagi  tiga tahapan yang harus dilaksanakan yaitu Operasi perebutan pengendalian Pangkalan Udara, Pertahanan Udara antisipasi serangan musuh dari udara dan SAR Tempur.

Sumber : Poskota