Tampilkan postingan dengan label Singapura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Singapura. Tampilkan semua postingan

Potret 1 : Bagian Ketiga

Panser Terrex, saingan Anoa di pasar Asia Tenggara.

Singapura, “Singa” Senjata Asia Tenggara

Industri militer Singapura masuk peringkat 50 besar di dunia.

POTRET-(IDB) : Setelah CN-235, Tank Anoa, dan lalu makin populernya senapan serbu SS-2, industri militer Indonesia seperti menggeliat, meskipun dengan anggaran terbatas. Tapi sebaiknya tak cepat juga menepuk dada. Mari tengok sebentar negeri tetangga Singapura.
 
Data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menunjukan, Singapura punya anggaran militer sekitar US$ 7,651 miliar, dan berada di peringkat ke-24 di dunia. Indonesia hanya sebesar US$ 6,009 miliar, dan menduduki peringkat 28.

Dengan dompet militer yang buncit, Singapura, negeri seluas 710 km persegi, menjadi negara importir senjata kelima terbesar di dunia. Singapura mengimpor 4 persen senjata. Sebagai perbandingan, India yang importir senjata terbesar, mencatat angka 10 persen.

Industri militer di negeri Singa itu pun tampak gahar. Singapore Technologies Engineering adalah produsen senjata terbesar ke-49 di dunia. Di Asia, ST Engineering hanya kalah dari Mitsubishi Heavy Industries dari Jepang (peringkat 24), serta Hindustan Aeronautis (peringkat 34) dan Indian Ordnance Factories (peringkat 46) dari India.

ST Engineering terdiri dari empat anak perusahaan, yaitu ST Aerospace, ST Kinetics, ST Electronics, dan ST Marine. Dari empat, dua terlihat menonjol, ST Aerospace dan ST Kinetics.

ST Aerospace, menjadi pusat perawatan sejumlah pesawat seperti Hercules C-130, Fokker 50, Bell, helikopter Super Puma, hingga Pesawat Tempur F-5 Tiger. Bahkan pabrik itu mampu mengembangkan sendiri A-4SU Super Skyhawk untuk Angkatan Udara Singapura.

A-4SU Super Skyhawk adalah pengembangan dari Douglas A-4S Skyhawk, besutan Douglas Aircraft Company (sekarang menjadi McDonnel Douglas) dari AS. ST Aerospace melakukan modernisasi pesawat yang menjadi andalan AS di Perang Vietnam ini.

Senapan serbu SAR 21, produk andalan ST Kinetics
Ini menjadikan A-4SU Super Skyhawk melaju dengan kecepatan maksimum 1128 km/jam dan mampu menempuh jarak 1700 nm. Pesawat digunakan AU Singapura ini juga memiliki dua senjata 20 mm Colt Mk 12 cannon, roket LAU 5003, misil AIM 9 Sidewinder dan AGM-65 Maverick, bom dengan bantuan laser dan bom mark 80.

Adapun ST Kinetics dikenal produsen sejumlah senjata dan kendaraan berat. Produk andalannya senapan serbu SAR 21, senapan serbu jenis bullpup (yang mekanisme dan magazin terletak di belakang pelatuk). Badan senapan dibuat dari bahan polimer berdaya tahan tinggi.

Senapan yang dikembangkan untuk menggantikan M16S1 ini dilengkapi optik bidik 1,5 dan 3 kali zoom. SAR 21 juga memiliki desain magazin transparan, sehingga penembaknya bisa melihat berapa sisa peluru yang tersisa untuk ditembakkan.

Ada juga senapan mesin ringan The Ultimax 100, senapan mesin 50 MG, dan pelontar mortar 120 mm, atau 120 SRAM (Super Rapid Advanced Mortar). Senapan SAR21 ini diborong oleh Brunei. Sedangkan Ultimax 100, dibeli oleh Kroasia, Peru, Filipina, Thailand, Zimbabwe, Slovenia, juga Indonesia. Bahkan Indonesia disebut mengambil lisensi senapan mesin 50 MG untuk dikembangkan menjadi Pindad SMB-QCB (Senapan Mesin Berat-Quick Change Barrel).

Untuk kendaraan berat, ST Kinetics memproduksi tank Self Propelled Howitzer 1 (SSPH 1) Primus. Tank ini canggih punya. Ia memakai  sistem loading senjata otomatis, dan mengincar sasaran berbasis GPS dan Datalink.

Tak hanya Primus, ST Kinetics juga memproduksi tank Bionix AFV. Selain dilengkapi meriam, tank jenis ini juga bisa dimodifikasi untuk dijadikan kendaraan konstruksi. Sehingga, tank ini serbaguna digunakan di medan sulit.

Untuk panser, Singapura juga memiliki panser Terrex. Ini wahana pengangkut infantri. Di pasar Asia Tenggara, tampaknya Anoa bersaing berat dengan Terrex.

Ada juga tank Bronco All Terrain Tracked Carrier. Tank itu bisa melata di berbagai medan, dan tercatat dipesan oleh Angkatan Darat Inggris Raya. Militer Inggris, menamakannya “Babi Hutan”. Selain Inggris dan Singapura, militer Thailand juga menggunakan tank ini.

Di bidang industri persenjataan, Singapura tampaknya memang menjadi “singa” di Asia Tenggara. Tak seperti Singapura yang industrinya sudah masuk peringkat 50 besar dunia, negara di Asia Tenggara lain masih bergeliat.

Untuk senjata misalnya, Thailand baru mengambil lisensi senjata HK33 dari produsen Jerman, Heckler & Koch GmbH. Ini adalah senapan serbu yang pernah menjadi andalan Indonesia. Tapi kemudian digantikan, akibat teknologinya dianggap rumit, mahal, dan tak efisien.

Sedangkan di Filipina, industri persenjataan berat belum begitu berkembang pesat. Filipina memang memiliki manufaktur senjata dan amunisi Armscorp. Tapi produk terbesar dihasilkan adalah persenjataan ringan, seperti pistol, revolver, shotgun, dan sporting rifle.

Meski Singapura berjaya, toh Indonesia tetap punya peluang.

Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengatakan persenjataan ringan bisa dijadikan andalan ekspor. "Tak perlu bersaing dengan alutsista utama seperti pesawat tempur,” ujar Mahfudz. “Contohnya Anoa, kendaraan taktis. Itu banyak digunakan di negara-negara Afrika dan Timur tengah. Peluangnya besar," ujar Mahfudz.



Sumber : Vivanews

Kedua Petinggi Militer Indonesia Singapura Saksikan Simulai Penanganan Perompak

BATAM-(IDB) : Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, Chief of Defence Force Singapura LG Neo Kian Hong, Chief of Navy Singapura RADM Ng Chee Peng, para pejabat tinggi TNI, serta para pejabat tinggi militer Singapura secara langsung menyaksikan demo simulasi penyergapan anti perompakan di kapal tangker MT Promise dari geladak kapal perang Singapura RSS Resolution-208 yang berlangsung di Selat Singapura, Jumat (11/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian perayaan Patroli Terkoordinasi Indonesia Singapura ( Patkor Indosin) ke 20 dengan dihadiri delegasi dari Indonesia dan Singapura.

Unsur TNI AL yang dilibatkan dalam kegiatan demo laut tersebut, meliputi KRI Clurit-641, KRI Viper-820, KRI Welang-808 serta KRI Siribua-859, dua Kapal Polair yaitu, KP 011 Zaitu dan KP 012 Kedidi, pesawat cassa dan heli NBO 105 serta dua tim anti perompak dari pasukan Katak TNI AL. Selain itu TNI AL menghadirkan unsur KRI Ahmad Yani-351 di perairan perbatasan selama kegiatan berlangsung. Sedangkan Angkatan Laut Singapura (RSN) melibatkan sedikitnya 3 kapal perang diantaranya RSS Resolution-208. RSS Fearless-94 dan RSS Resilience-82 dan dua kapal Coast Guard Singapura PH 55 dan PH 57.


Selama kegiatan Demo laut RSS Resolution jenis Landing Ship Tank (LST) digunakan sebagai kapal markas pada saat para pejabat TNI dan pejabat militer Singapura melihat secara langsung pelaksanaan demo laut di Selat Singapura.

 
Kegiatan demo laut tersebut disimulasikan terjadi perompakan di kapal kargo MT Promise yang dijadikan target dengan menggunakan perahu jenis pancung berhasil naik kapal yang sedang berlayar di Selat Singapura. Kegiatan perompakan tersebut dapat dideteksi oleh patroli unsur kapal perang TNI AL yang sedang melaksanakan patroli keamanan laut di kawasan tersebut .

Selanjutnya Gugus keamanan laut Komando Armada RI Kawasan Barat yang sedang melaksanakan patroli keamanan laut dengan melibatkan sejumlah unsur. Selanjutnya menerjunkan dua tim anti perompakan pasukan Katak TNI AL.


Dua Tim Pasukan katak Komando Armada RI Kawasan Barat tersebut bertugas sebagai tim pemukul dan penyerang dengan dua Sea Rider bertugas mengamankan para perompak di kapal kargo di Selat Singapura. Dalam kegiatan demo laut tersebut pasukan anti perompakan dengan menggunakan Sea Rider dengan kekuatan dua tim pasukan anti perompakan berhasil melaksanakan operasi dan mengamankan serta melumpuhkan para perompak di kapal tanker MT Promise.


Usai demo kegiatan selanjutnya dilaksanakan sailing pass sejumlah kapal perang dengan melintas melakukan penghormatan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, Chief of Defence Force Singapura LG Neo Kian Hong, Chief of Navy Singapura RADM Ng Chee Peng, para pejabat tinggi TNI, serta para pejabat tinggi militer Singapura dari geladak kapal perang Singapura RSS Resolution.

Kegiatan sailing pass diawali pada saat kapal menempati sektor masing-masing dengan pertama melintas pada jarak sekitar 300 yard dari RSS Resolution, mulai KRI Viper, KRI Siribua, RSS Resilience, kapal PH 57 dan kapal KP 011 Zaitu. Selanjutnya KRI Clurit, RSS Fearless, kapal PH 55 dan kapal KP 012 Kedidi. Satu pesawat Cassa TNI AL dan satu heli NBO 105 membawa banner perayaan Patkor Indosin ke-20 dan Foker 50 dari Singapura ikut serta melaksanakan kegiatan flying pass di atas kapal perang.

Usai kegiatan demo laut selanjutnya kapal perang Singapura RSS Resolution merapat di dermaga Batu Ampar Batam untuk menurunkan para pejabat TNI dan TNI AL serta para pejabat militer Singapura Usai kegiatan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, mengatakan bahwa Indonesia dan Singapura sepakat untuk meningkatkan kerjasama patroli terkoordinasi di Selat Singapura dan Selat Philips akan menjadi lebih aman.

Dengan dilaksanakan Patkor Indosin bisa lebih terjamin keamananya bagi pengguna laut. Selama kegiatan patkor Indosin yang dimulai sejak tahun 1992 lalu dan sekarang menginjak yang ke 20 tahun, banyak hal yang telah dilakukan dalam patroli terkoordinasi ini, sehingga kerawanan-kerawanan yang terjadi di Selat Singapura dan Selat Philips banyak menurun.


Turut hadir mendapingi Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno dalam kegiatan tersebut, diantaranya Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Among Margono,SE., Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara,SE., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, SE., Pangarmabar Laksda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Komadan Guskamlabar Laksma TNI Pranyoto S.Pi.

  
Sumber : Koarmabar

Menhan RI Sematkan Bintang Yudha Dharma Utama Kepada Panglima AB Singapura

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro atas nama Pemerintah Republik Indonesia menyematkan  tanda kehormatan Bintang Yudha Dharma Utama kepada  Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Letjen Neo Khian Hong, Rabu (2/5) di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.
 
Penganugerahan tanda kehormatan Bintang Yudha Dharma Utama kepada Panglima Angkatan Bersenjata Singapura tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 86/TK/TAHUN 2011.

Tanda kehormatan diberikan oleh Pemerintah Indonesia dalam rangka lebih meningkatkan hubungan kerjasama yang baik antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Singapura pada umumnya dan dalam pembinaan dan pengembangan kemajuan serta perkembangan TNI pada khususnya.

Turut hadir dan menyaksikan Upacara Penganugerahan tanda kehormatan Bintang Yudha Dharma Utama, antara lain Duta Besar (Dubes) Singapura Mr. Ashok Kumar Mirpuri, Panglima TNI, Laksamana TNI, Agus Suhartono, Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Kasal, Laksamana TNI Soeparno, Kasau, Marsekal TNI Imam Sufaat, Sekjen Kemhan RI, Marsdya TNI Eris Herryanto serta sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan dan Mabes TNI.

Sebelum upacara penyematan tanda bintang tersebut, Panglima AB Singapura juga mengadakan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan RI. Pada kesempatan pertemuan tersebut, Menhan menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini terus meningkatkan kekuatan pertahanan militer, baik dari segi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) maupun kesejahteraan bagi personil TNI.

Disamping itu, Menhan menjelaskan Kemhan dan TNI juga tengah berupaya untuk meningkatkan komponen-komponen kekuatan pertahanan yang bersifat Non Militer. Menurut Menhan, pengelolaan Sumber Daya Manusia, seperti para veteran, pelajar, dan lapisan masyarakat lainnya sebagai komponen pendukung diberikan pendidikan kesadaran Bela Negara.

Berkaitan dengan itu, Menhan mengatakan didalam komponen pertahanan Non Militer ini juga terus ditingkatkan dari bentuk regulasi dan perencanaannya (Road Map) sebagai pendukung kekuatan pertahanan Militer. 

Sumber : DMC

Indonesia Singapura Mantapkan Kerja Sama Intelijen Maritim

JAKARTA-(IDB) : TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Singapura (RSN) sepakat untuk memantapkan kerja sama intelijen maritim.

Kesepakatan itu menjadi salah satu topik bahasan dalam pertemuan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Marsetio dengan mitranya Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Singapura Laksamana Madya Tan Wee Beng di Markas Besar TNI Angkatan Laut di Jakarta, Rabu.

Juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati saat dikonfimasi ANTARA mengatakan pertemuan itu bertujuan mempererat hubungan kerja sama antara Angkatan Laut Singapura atau "Republic of Singapore Navy" (RSN) dengan Angkatan Laut Indonesia yang selama ini telah terjalin baik.

Berbagai kegiatan yang telah, sedang, dan yang akan dilaksanakan ke depan antara TNI AL dan Angkatan Laut Singapura merupakan bukti eratnya hubungan tersebut.

Seperti diketahui, kerja sama antara TNI AL dan Angkatan Laut Singapura selama ini sangat erat, dalam bidang pendidikan, khususnya pertukaran antarperwira siswa untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Staf dan Komando masing-masing Angkatan Laut.

Pada kesempatan itu, lanjut dia, dibicarakan pula peningkatan materi dalam latihan bersama angkatan laut kedua negara seperti PANDU EODEX dgn Republic of Singapore Navy Naval Diving Unit/RSN-NDU.

"Kegiatan latihan Pandu Eodex ke-12 akan dilaksanakan pada akhir bulan April hingga 13 Mei di Surabaya," katanya.

Dalam latihan bersama itu, antara lain akan dimantapkan kerja sama intelijen maritim, ujar Untung menambahkan.

Kerja sama lain yang telah dilaksanakan adalah pengamanan Selat Malaka baik dalam format bilateral maupun multilateral bersama Indonesia, Malaysia dan Thailand dalam bentuk patroli terkoordinasi.

Sumber : Antara

Transaksi Singapore Air Show Capai 31 Miliar Dollar AS

SINGAPURA-(IDB) : Selama enam hari pelaksanaan pameran kedirgantaraan ketiga terbesar di dunia Singapore Air Show 2012( IANS) , sejak dibuka 14 Febuari lalu berhasil meraih transaksi sebesar 31 miliar dollar Amerika.

Transaksii ini meningkat tiga kali dibandingkan dengan transaksi tahun 2011, transaksi meliputi kontrak yang dilakukan pihak Boeing, Airbus, Pratt & Whitney, CFM dan ATR. 

Selama empat hari menurut NV News perdagangan dan pameran di ajang Singapore Air Show 2012 yang diikuti sekitar 900 peserta dari 50 negara dan 266 delegasi dari 80 maskapai penerbangan yang ada di dunia datang ke Singapur untuk membangun kemitraan dan menempa kesepakatan baru. 

Selain itu setidaknya menurut panitia pelaksana secara keseluruhan, perdagangan dan pameran IANS dikunjungi sekitar 38.000 pengunung dari 119 negara selama tiga hari kegiatan , meningkat 30000 pengunjung dibandingkan dengan tahun 2010, Dari jumlah tersebut, lebih dari 30 persen pemgunjung berasal dari luar negeri.

Direktur pelaksana Acara Experia Jimmy Lau, , mengatakan: "Kami senang telah berhasil meraih transaksi sebesar 31 miliar dollar Amerika yang diumumkan di Singapore Airshow 2012, melebihi senilai 10 miliar dollar Amerika dibandingkan tahun 2010, 

"Ini menegaskan kembali posisi Singapura Airshow sebagai platform pilihan untuk perwakilan industri penerbangan dari seluruh dunia, menargetkan pasar Asia Pasifik, untuk datang bersama, menjalin kemitraan baru, melakukan bisnis dan menyimpulkan transaksi," katanya. 

Sumber : Kompas

Sekitar 80 Negara Ikuti Singapore Airshow 2012

SINGAPURA-(IDB) : Singapore Air Show (SAS) yang akan dibuka 14 Febuari hingga 19 Febuari 2012 merupakan pameran kedirgantaraan yang terbesar diselenggarakan tahun ini.
 
Rencananya menurut pihak penyelenggara  yang dilansir  Harian The Straist Times  dalam ajang kegiatan pameran kali ini akan diikuti sekitar 216 peserta dan 80 negara,

Enam puluh lima pesawat akan ditampilkan dalam area 100.000 meter persegi di luar ruangan, termasuk pesawat militer, pesawat penumpang mewah dan jet bisnis.

Singapore Air Show merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali, merupakan pameran kedirgantaraan terbesar ketiga di dunia setelah Paris Le Bourget dan Inggris Farnborough.

Menurut direktur pelaksana SAS 2012 , Jimmy Lau, yang membedakan pameran ini dengan pameran kedirgantaraan lainnya, pesertanya lebih banyak datang dari kawasan Asia Pasifik.

"Respon terhadap acara cukup besar, meskipun ketidakpastian ekonomi saat ini dan berita buruk dari Eropa," katanya.

Tahun 2010 sekitar 250 delegasi dari lebih dari 70 negara mengikuti kegiatan Singapore Air Show yang digelar dalam ruang tertutup di Pusat Pameran Changi.

Tahun ini peserta yang akan menjadi bintang antara kaib termasuk Boeing 787 Dreamliner, G 280 Gulfstream dan Hawker 900 XP.

Tahun ini juga ada 22 paviliun nasional, termasuk dari Amerika Serikat, Jerman dan Jepang.

Lau mengatakan Singapore Airshow berencana akan bermitra dengan Cina untuk pameran yang bakal digelar tahun 2014 . Tujuannya adalah untuk membawa sebuah paviliun nasional Cina ke Airshow dalam dua tahun.

Dalam ajang pamer ini diharapkan akan ada transaksi 10 miliar dolar Amerika. Lau optimis acara yang digelar minggu ini akan mendekati angka itu, atau bahkan melampaui itu.

Acara ini akan berlangsung dari Senin hingga Minggu. Pertama empat hari dibuka untuk kalangan pebisnis , sedang dua hari terakhir akan dibuka untuk umum.
.
Lau mengatakan sekitar 70.000 tiket untuk telah terjual, sekitar 100.000 pengunjung diharapkan di akhir pekan jumlah ini.

Jadual pameran pesawat yang akan melakukan atraksi mulai dilakukan tanggal 14 Febuari dimulai dari oukul 12.30 hingga 1.30 Waktu Singapura ( Satu jam lebih awal dari WIB), 15 Febuari -17 Febuari (11.00 -12.00 ), 18 Febuari -19 Febuari (12.00 – 3.30)

Sumber : TribunNews


Garuda Ambil Bagian Di Singapore Airshow

SINGAPURA-(IDB) : PT Garuda Maintenance Facilities (GMF) AeroAsia akan mengikuti pameran kedirgantaraan dan dunia penerbangan Singapore Airshow 2012, 14-19 Februari 2012. Sebagai anak usaha Garuda Indonesia yang bergerak di jasa maintenance, repair, dan overhaul (MRO), keikutsertaan GMF memperkuat posisinya di kawasan Asia.

Selain Singapore Airshow, GMF juga aktif mengikuti pameran industri penerbangan Dubai Airshow yang digelar 2011. Dalam Singapore Airshow yang digelar tiap dua tahun ini, GMF akan menandatangani 12 kontrak kerjasama dengan beberapa maskapai.

Sejumlah maskapai yang memastikan bekerjasama dengan GMF antara lain Travira Air (Indonesia), Orix Aviation (Amerika Serikat), Avient (Zimbabwe), VietJet Air (Vietnam), HAK LAG Incorporation Air (Nigeria), Jet Airways (India), United Airways (Bangladesh), CIT Leasing Corporation (Amerika Serikat), Sriwijaya Air (Indonesia), dan NOK Air (Thailand).

Mayoritas kerjasama itu adalah untuk perawatan badan, mesin, dan komponen pesawat buatan Boeing, Airbus, dan McDonnell Douglas. Selain itu juga ada perawatan mesin CFM56-3 buatan General Electric.

Promosikan Indonesia

Keikutsertaan GMF di Singapore Airshow dinilai strategis mengingat di Singapura ada perusahaan MRO global SIAEC dan ST Aerospace. Posisi fasilitas perawatan GMF di Cengkareng bisa ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari Singapura sehingga calon pelanggan bisa melihat fasilitas yang ditawarkan.

Menurut Corporate Communication GMF, Mohammad Aviv, keikutsertaan GMF di ajang ini sekaligus menjadi duta bangsa untuk turut mempromosikan Indonesia.

"Kita nanti akan tampilkan kemampuan yang kita miliki yang tak kalah dengan negara lain, tentunya kita tampilkan dengan nuansa khas Indonesia sebagai upaya untuk mempromosikan Indonesia juga," katanya.

Sumber : Kompas 

Akrobatik Udara Sebagai Pembuka Singapore Airshow 2012

SINGAPURA-(IDB) : Pameran kedirgantaraan terbesar di Asia, Singapore Airshow 2012, resmi dibuka di Changi Exhibition Centre, Singapura, Selasa (14/2/2012).

Pameran menghadirkan perkembangan terkini di industri penerbangan dan teknologi mutakhir pertahanan terutama pertahanan udara.

Sekitar 900 peserta dari 50 negara tampil dalam pameran ini. Sebagian peserta merupakan produsen pesawat terbang maupun komponen pesawat. Sedangkan yang lain dari perusahaan penerbangan dan jasa terkait dunia penerbangan.

Sejumlah industri pertahanan juga memamerkan produk mereka baik pesawat tempur, persenjataan berat, maupun teknologi canggih pengintaian.

Pameran akan berlangsung hingga 19 Februari 2012. Untuk tanggal 14-17 Februari 2012 hanya diperuntukkan bagi para undangan dan pebisnis. Sedangkan di dua hari terakhir baru dibuka untuk umum.

Pukau pengunjung

Yang menarik perhatian pengunjung selama pameran adalah digelarnya akrobatik udara yang menampilkan penerbang-penerbang profesional. Pilot stunt aerobatic asal Australia, Tony Blair, menampilkan ketrampilannya dengan pesawat baling-baling tunggal jenis Rebel 300.

Selanjutnya tim aerobatik Royal Australia Air Force Roulette tampil dengan enam pesawat latih jenis Pilatus. Mereka adalah para penerbang instruktur dari Akademi Penerbangan Angkatan Udara Australia.

Selain aerobatik, sejumlah pabrikan pesawat juga mendemonstrasikan pesawat-pesawat terbaru mereka.

Sumber : Kompas

Tidak Ada DCA Kalau Hanya Menguntungkan Singapura

JAKARTA-(IDB) : Singapura berkepentingan terhadap perjanjian pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA) dengan Indonesia karena negara itu membutuhkan tempat latihan bagi pasukannya.

"Perlu dipahami bahwa Singapura berkepentingan terhadap DCA bukan dalam konteks kerja sama pertahanan dalam pengertian yang umum, melainkan negara tersebut hanya membutuhkan lahan milik Indonesia sebagai tempat latihan pasukannya," kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP Tjahjo Kumolo kepada ANTARA, Selasa.

Hal itu dikemukakan Tjahjo yang juga anggota Komisi I DPR RI sehubungan dengan rencana pertemuan rutin tahunan antara Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong yang pada tahun ini diagendakan bulan depan.

Di lain pihak, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah 1 ini mengutarakan bahwa Indonesia sebenarnya sangat berkepentingan terhadap perjanjian ekstradisi dengan negara tersebut.

"Walaupun secara rutin dilakukan pertemuan di antara pejabat tinggi kedua negara itu, pihak Indonesia tidak mengesahkan DCA, Singapura juga tidak akan setuju terhadap perjanjian ekstradisi," kata Tjahjo.

Apalagi dari segi pertahanan, kata dia, alat utama sistem senjata (alutsista) Singapura jauh lebih unggul dibandingkan dengan Indonesia.

Selain itu, Singapura juga memiliki aliansi pertahanan dengan negara lain yang dikenal dengan "Five Power Defense Agreement" (FPDA), yaitu sistem aliansi pertahanan antarlima negara (Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Malaysia).

Disebutkan Tjahjo, salah satu kesepakatan negara-negara FPDA adalah adanya klausul bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota merupakan serangan pula terhadap negara anggota lainnya.

Dari sisi ASEAN, dia berharap pada tahun 2015 Komunitas ASEAN sudah terbentuk.

"Namun, apakah Indonesia dapat memainkan peran utama dalam Komunitas ASEAN sehingga Singapura merasa perlu melakukan pendekatan dengan Indonesia?" tambahnya.

Sekjen DPP PDI Perjuangan ini berharap agar pertemuan rutin antara Presiden RI dan pejabat tinggi Singapura yang diagendakan pada bulan Maret 2012 tidak sebatas seremonial.

"Atau, malah justru lebih menguntungkan pihak Singapura?" katanya lagi.

"Saya kira Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan serta kementerian lainnya harus merumuskan agenda pembicaraan Presiden RI dan PM Singapura yang lebih komprehensif integral. Setidaknya untuk kepentingan kerja sama bilateral bersama Indonesia dan Singapura," kata wakil rakyat asal Kota Semarang itu. 

Sumber : Antara

Indonesia Singapura Gelar Patkor Indosi 2012

JAKARTA-(IDB) : Patroli Terkoordinasi (Patkor) antara Indonesia dan Singapura (Indosin) tahun 2012 di perairan Selat Singapura dan Selat Philips kembali digelar dengan melibatkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) TNI Angkatan Laut, Republic of Singapore Navy (RSN) dan Police Coastal Guard (PCG).
Dalam Patroli Indosin, Unsur TNI Angkatan Laut yang terlibat dalam gelar operasi terkoordinasi tersebut dibawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guskamlaarmabar) dengan komandan Laksamana Pertama (Laksma) TNI Pranyoto, S.Pi.
Upacara pembukaan Patroli Indosin dipimpin oleh Asisten Operasi (Asops) Guskamlaarmabar Kolonel Laut (P) Bambang Kusumo N, SH., mewakili Komandan Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI kawasan Barat di Markas Komando (Mako) Guskamlaarmabar, Batam, Senin (9/1).
Upacara pembukaan Patkor Indosin dihadiri delegasi Republic of Singapore Navy (RSN) dan Police Coastal Guard (PCG) yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Chou Yan Wee serta dua kapal Angkatan Laut Singapura dan PCG.
Patkor Indosin yang dilaksanakan kali ini merupakan patroli yang ke-79/12 dengan sasaran tercapainya peningkatan kemampuan kerja sama patroli antara unsur TNI Angkatan Laut dengan unsur Angkatan Laut Singapura dalam pengamanan Selat Singapura dan Selat Philips.
Patkor Indosin-79/12 TNI Angkatan Laut melibatkan unsur KRI jajaran Koarmabar diantaranya KRI Silea – 858, KRI Kelabang - 826, KRI Krait - 827, KRI Tarihu-829 dan unsur terkait Sedangkan Angkatan Laut Singapura dan PCG melibatkan dua Kapal masing-masing RSS. Gallant-97 dan PCG Black Tip.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan latihan Passage Exercise (Passex) antara unsur TNI Angkatan Laut dan unsur Angkatan Laut Singapura pada saat memasuki perairan Indonesia untuk menguji dan mengasah kemampuan personel masing-masing kapal perang dalam hal penguasaan alat komunikasi, manuver dan pertukaran informasi cuaca di laut. 

Sumber : Koarmabar

Menhan Menerima Dubes Inggris Baru

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, Senin (26/9) menerima Duta Besar Negara Inggris untuk Indonesia yang baru, Mark Channing, di Kantor Kemhan RI, Jakarta. 

Kunjungan ini dalam rangka perkenalan dirinya kepada Menhan setelah diangkat menjadi Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada bulan Agustus lalu dan menggantikan Dubes yang lama, Martin Hatfull. 

Turut mendampingi Menhan saat menerima Duta Besar Inggris tersebut, Direktur Kerjasama Internasional Ditjen Strahan Kemhan, Brigjen TNI Wahyu Suhendar, Kapuskom Publik, Brigjen TNI Hartind Asrin.

Sumber: DMC

Analisis : Negara Jiran Mulai Gelisah Melihat Perkuatan Alutsista Indonesia

ANALISIS-(IDB) : Wakil Perdana Menteri Singapura Theo Chee Hean berkunjung ke Jakarta 14 September 2011 termasuk  melakukan kunjungan kehormatan lima belas menit ke Kementerian Pertahanan.  Pertanyaannya tentu, untuk apa ke Kemhan karena tamu negara yang berdatangan sepekan terakhir ini biasanya diterima Presiden, seperti kunjungan Perdana Menteri Thaliand Yinluck Sinawatra atau Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung yang datang berurutan.  Walaupun singkat tetapi sepertinya ada salam kulonuwun Wakil PM Singapura kepada Kemhan sebagai bahasa diplomasi dari sebuah tema : ada maunya.
Daerah Latihan Tempur Singapura dalam DCA yang gagal
Pada saat yang bersamaan sedang disiapkan latihan gabungan angkatan udara kedua negara di provinsi Riau dengan melibatkan berbagai jenis jet tempur.  RSAF mendatangkan 1 fight jet tempur F16 dan 1 flight F5E, sedangkan TNI AU menyertakan 1 fight jet tempur Hawk200, 1 flight F5E dan 1 flight F16.  Angkatan laut kedua negara sudah lebih dahulu melakukan patroli laut terkoordinasi selama berminggu-minggu yang melibatkan kapal perang kedua negara.  TNI AL mengerahkan 4 KRI dari armada barat.

Singapura dan Indonesia pernah menandatangani perjanjian kerjasama pertahanan (Defence Cooperation Agreement / DCA). Seremoni  DCA  ditandatangani pada 27 April 2007 oleh Menhan kedua negara disaksikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong.  Tetapi yang terjadi kemudian adalah sepakat untuk tidak sepakat karena berbagai kontroversi seperti ekstradisi koruptor dan area latihan Bravo di Natuna untuk media latihan militer Singapura.

Ada pertanyaan yang mengemuka, apakah makna sebuah kunjungan silaturahim ke sebuah Kementerian yang mengurusi kedaulatan dan pertahanan bangsa.  Sepertinya ada sesuatu yang menyiratkan bahwa Singapura sedang hendak mengambil hati petinggi Kemhan, hendak berdialog lagi dalam berbagai dimensi.  Memang Menhan secara lugas menjelaskan sebelum pertemuan dengan delegasi wakil PM Singapura itu bahwa tidak ada lagi pembahasan kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Singapura.

Tetapi namanya juga bahasa diplomasi setiap saat kan bisa berubah tergantung situasi.  Bisa jadi pernyataan Menhan itu sebagai bentuk kuatnya bargaining Indonesia untuk melakukan runding ulang atau pembicaraan berjenis kelamin apapun dengan Singapura.  RI tak mau lagi didikte oleh Singapura yang sengaja menyatukan perjanjian ekstradisi dengan perjanjian pertahanan beberapa tahun lalu.   Makanya pernyataan lugas Menhan Purnomo itu patut kita acungi jempol, sebuah ketegasan sikap yang diperdengarkan, kita tak butuh lagi pembahasan perjanjian kerjasama pertahanan dengan Singapura.

Bersamaan dengan berlalunya waktu sejak gagalnya DCA 2007, Indonesia mulai melakukan peremajaan alutsista secara besar-besaran.  Alutsista segala matra diperkuat, diperbanyak, dan disebar ke satuan-satuan tempur TNI.  Industri hankam dalam negeri dipeluk hangat dan diberi kepercayaan untuk memenuhi sebagian alutsista TNI.  Misalnya Pindad dengan Panser Anoa, PAL dengan LPD, LST, Kapal Cepat Rudal dan Perusak Kawal Rudal, lalu PT DI dengan CN235 MPA dan Helikopter.  Dari negara mitra luar negeri banyak dibeli berbagai jenis alutsista pemukul, baik melalui beli murni maupun dengan beli melalui transfer teknologi.

Catatan kita adalah, memang akhirnya makin terbukti bahwa perkuatan alutsista TNI adalah peta jalan untuk memberikan nilai kesetaraan dalam hubungan bilateral, multilateral terutama terkait dengan dinamika bertetangga.   Sekedar membandingkan, sekuat apapun Singapura, tak akan mampu menandingi keperkasaan Indonesia terutama terkait dengan populasi, sumber daya alam, kekuatan daya beli, stamina bernegara dan berbangsa, demografi dan kekuatan pasar.  Jangan main-main dengan 240 juta rakyat Indonesia karena kekuatan populasi sebesar itu merupakan kekuatan potensi bagi dinamika Singapura. Potensi itu dalam hubungan bilateral yang baik bisa menjadi penyumbang pariwisata terbesar bagi Singapura, kekuatan pasar bagi produk Singapura. Dalam dinamika yang lain bisa jadi kekuatan yang membahayakan Singapura.

Saat ini Singapura unggul dalam kekuatan militer karena didukung oleh perolehan arsenal yang mematikan dan berteknologi tinggi.  Keinginan untuk unggul di sektor ini tak lain disebabkan untuk memberikan nilai kepastian dalam eksistensi bernegara karena tetangga disebelahnya merupakan tetangga yang besar (Malaysia) dan sangat besar (Indonesia).  Kecemasan pada kepastian kelanjutan mempertahankan eksistensi bernegara ini membuat negeri pulau itu memperkuat pertahanan, memberlakukan wajib militer bagi semua warga negaranya yang sudah cukup umur.

Ketika saat ini Indonesia sedang giat-giatnya memperkuat alutsista untuk pengawal republik tentu Singapura merasa bahwa keunggulan militernya mulai tersaingi. Padahal ini satu-satunya keunggulan dia ketika suatu saat harus berhadapan pada posisi hubungan yang memburuk dengan salah satu dari kedua jirannya.  Ini tentu sebuah kegelisahan yang terasa ada terkatakan tidak.  Okelah saat ini di tahun 2011, Singapura masih tetap unggul jauh dalam kualitas dan kuantitas arsenal namun kacamata militer horizon mereka menangkap bahwa horizon 2014 itu tidak lama lagi dan pada saat itu kekuatan militer Indonesia yang baru menyandang MEF (Minimum Essential Force) sudah setara dengan kekuatan milter mereka, bahkan kekuatan armada laut Indonesia di mata mereka sudah melebihi kegelisahan itu sendiri.

Kegelisahan itu boleh jadi yang mengiringi langkah seorang wakil PM dan delegasinya berkunjung ke Kemhan, sebuah pintu masuk untuk melakukan dialog, pembicaraan, perundingan dan atau apapun untuk satu maksud, mempererat yang sudah erat, mengikat yang belum terikat, membungkus yang masih belum terbungkus.  Kita menghargai sebuah niat baik, mempererat hubungan antara dua negara bertetangga, saling berkunjung, saling menghormati.  Semua itu untuk nilai kesetaraan dalam hubungan bernegara.  Semoga Singapura mampu melihat perspektif itu.
Sumber: Analisis

AU Indonesia Dan Singapura Latihan Di Pekanbaru

PEKANBARU-(IDB) : Skadron Tempur (Skapur) TNI AU dan Republic of Singapore Air Force (RSAF) berlatih bersama di Pekanbaru, Riau, Kamis (15/9/2011).

Latihan Joint Fighter Weapon Course (JFWC) TNI AU - RSAF diikuti Skadron F-5 dan F-16 RSAF, serta Skadron Hawk-109/209, Skadron F-5 dan Skadron F-16 TNI AU.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Azman Yunus mengatakan, latihan itu merupakan salah satu kegiatan latihan bersama terbesar, dari yang pernah dilaksanakan TNI AU dan RSAF.

Rencananya latihan tersebut akan berlangsung sampai tanggal 11 November 2011 dan akan ditutup oleh KASAU dan CAF RSAF. Latihan itu merupakan lanjutan kegiatan serupa pada tanggal 11 Agustus 2011 di Singapura.  

Sumber: Kompas

Dua Kapal Perang Singapura Kunjungi Batam

BATAM-(IDB) : Dua kapal perang Angkatan Laut Singapura yang terlibat dalam Patroli Terkoordinasi Indonesia Singapura (Patkor Indosin) baru-baru ini merapat di Dermaga Batu Ampar Batam. yang
            
Kapal Perang Siangapura yang masing-masing bernama RSS Dauntless (99) dan Tiger Shark (PH54) tersebut sandar di dermaga Batu Ampar Batam dalam rangka melakukan kaji ulang terhadap kegitan Patkor Indosin yang telah dilaksanakan sejak  Bulan Juli sampai  Bulan Septernber. Kegiatan kaji ulang tersebut dilaksanakan di Gugus Keamanan Laut Armada RI Kawasan Barat (Guskamlabar).
            
Selama kurang lebih dua hari berada di Batam kedua Kapal Perang Singapura tersebut melakukan beberapa kegiatan diantaranya rapat kaji ulang Patkor Indosin 77/11, Table Top Exercise, olah raga bersama dan latihan-latihan yang dilaksanakan bersama dengan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di bawah jajaran Komando Armad RI Kawasan barat (Koarmabar).
            
Pada pelaksanaan Patkor Indosin Unsur KRI Koarmabar yang terlibat sebanyak empat KRI dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Armabar yakni KRI Sigurat-864, KRI Silea-858, KRI Boa-807 dan KRI Siribua-859.

Sumber: Koarmabar

Wakil PM Singapura : Proyek K-FX / I-FX Adalah Program Sangat luar Biasa

JAKARTA-(IDB) : Wakil Perdana Menteri Singapura Theo Chee Hean menyatakan kagum terhadap pengembangan proyek pesawat jet tempur K-FX/I-FX antara Indonesia dan Korea Selatan.

"Itu adalah program sangat luar biasa....," katanya, saat diterima Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Rabu.

Dalam kunjungan kehormatannya selama sekitar 15 menit itu, Wakil PM Chee Hean menyatakan sangat kagum dengan pembangunan pertahanan Indonesia yang cukup maju belakangan ini.

"Saya perhatikan kemajuan pembangunan pertahanan, alustsista, sangat meningkat," katanya.

Menanggapi itu, Menteri Purnomo mengatakan kemajuan pembangunan pertahanan Indonesia belakangan ini tak terlepas dari kenaikan anggaran pertahanan yang diberikan pemerintah.

"Sebagian kenaikan anggaran pertahanan itu digunakan untuk mengganti beberapa pesawat jet tempur seperti F-5 dan Hawk-MK53 dengan Super Tucano," katanya.

Tak hanya itu, tambah Purnomo, Indonesia juga melakukan kerja sama pembuatan alat utama sistem senjata seperti pesawat jet tempur dengan Kora Selatan yakni K-FX/I-IFX yang merupakan jet latih tempur generasi 4,5.

Kesepakatan pengembangan bersama pesawat tempur KFX disepakati kedua negara pada 15 Juli 2010 di Seoul, Korsel. Pesawat jet tempur KFX sendiri sebetulnya merupakan proyek lama Republic of Korea Air Force (ROKAF) yang baru bisa terlaksana sekarang.

Proyek ini digagas Presiden Korea Kim Dae Jung pada bulan Maret 2001 untuk menggantikan pesawat-pesawat yang lebih tua seperti F-4D/E Phantom II dan F-5E/F Tiger.

Dibandingkan F-16, KFX diproyeksi untuk memiliki radius serang lebih tinggi 50 persen, sistim avionic yang lebih baik serta kemampuan anti radar (stealth). Menhan Purnomo menambahkan Indonesia berupaya memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata secara mandiri, termasuk dalam pengembangan pesawat tempur.

Karena itu, Indonesia sepakat untuk bekerja sama dengan Korsel, katanya, menambahkan.

Selain pesawat tempur, Indonesia sudah lama menjalin kerja sama industri pertahanan dengan Korea Selatan antara lain dengan pembuatan kapal jenis landing plaform dock (LPD).

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Wakil PM Theo Chee Hean juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.

Sumber: Dephan

Tidak Ada Lagi Kesepakatan Pertahanan ( DCA) Indonesia Singapura

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan (Menhan), Purnomo Yusgiantoro, menegaskan bahwa tidak ada lagi pembahasan kesepakatan kerja sama pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA) antara RI dengan Singapura yang ditandatangani kedua pemerintahan pada 2007.

Sesaat sebelum menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri (PM) Singapura, Theo Chee Hean, di Jakarta, Rabu, Punomo mengatakan kepada ANTARA News: "Tidak ada lagi pembahasan tentang itu."

Purnomo Yusgiantoro menuturkan, setiap kerja sama pertahanan yang dilakukan dengan sejumlah pihak harus ada kesepakatan pelaksanaannya (implementing arrangement).

"Ini kita belum menyepakati apa-apa. Jadi, tidak ada lagi kerja sama kesepakatan pertahanan itu," katanya.

Perundingan DCA (Defence Cooperation Agreement) antara Indonesia dan Singapura telah berlangsung sejak Juli 2005 selama tujuh kali putaran. Putaran terakhir dilaksanakan pada 5 - 6 Desember 2006 dengan menyepakati 13 pasal, dan empat pasal lainnya belum tercapai kesepakatan.

Pembahasan tersebut dilakukan paralel dengan pembicaraan mengenai ekstradisi antara dua negara dan selalu dikoordinasikan dengan pihak Departemen Luar Negeri, sehingga nantinya kerja sama pertahanan kedua negara dapat benar-benar mendukung kepentingan nasional Indonesia.

DCA akhirnya ditandatangani pada 27 April 2007 oleh Menhan kedua negara disaksikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong.

Dalam perjalanannya, kedua negara tidak dapat melaksanakan kesepakatan kerja sama itu  secara mulus karena menuai kontroversi di masing-masing pihak, terutama menyangkut Implementing Arrangement (IA) Military Training Area (MTA) di Area Bravo yang berada di Kepulauan Natuna.

Kebuntuan terhadap beberapa pasal dalam DCA antara RI dan Singapura, antara lain berdampak pihak Singapura mengabaikannya dan tidak membahas lebih lanjut, terutama menyangkut ekstradisi.

Dalam pertemuan bilateral sekira 15 menit di Kantor Kementerian Pertahanan RI pada Rabu ini, wakil pemerintahan kedua negara itu juga tidak membahas tentang kemungkinan DCA dibahas kembali.

Para pihak hanya berbincang tentang perkembangan kerja sama yang telah dijalin kedua negara selama ini, khususnya dalam bidang pertahanan.

Bahkan, Chee Hean mengaku kagum dengan pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia dalam industri pertahanan, baik yang dilakukan secara mandiri maupun yang bekerjasama dengan sejumlah negara, seperti Korea Selatan dan Serbia.

Sumber: Antara

Join Fighter Weapon Course AU Indonesia Singapura Di Lanud Pekanbaru

PEKANBARU-(IDB) : Setelah dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Imam Sufaat S.IP di Singapura bulan lalu, Join Fighter Weapon Course (JFWC) mulai di gelar di Lanud Pekanbaru, Selasa (6/9). Latihan bersama antara TNI AU dan RSAF tersebut melibatkan berbagai jenis pesawat tempur sergap yang dimiliki oleh kedua Angkatan Udara tiap-tiap Negara.

Lanud Pekanbaru yang dijadikan pusat latihan menurunkan satu flight pesawat Hawk 100/200 dan ditambah dengan satu flight pesawat Tempur Sergap F-16 dan satu flight pesawat F-5 yang didatangkan dari Lanud Iswahyudi. Sedangkan Singapura menurunkan lima unit pesawat F-16 dan tiga unit pesawat F-5. Berbagai perlengkapan dalam mendukung latihan tersebut sudah mulai berdatangan di Lanud Pekanbaru, baik personel maupun materiil datang dengan menggunakan pesawat Hercules maupun melalui kapal laut.


Latihan yang bertujuan mengasah kemampuan para penerbang tempur kedua Negara dalam menggunakan pesawat tempur sebagai senjata yang dapat diandalkan dalam memenangi setiap pertempuran tersebut direncanakan akan berlangsung selama dua bulan kedepan.

Sumber: TNI AU

AD Singapura Operasikan HIMARS

Menhan Dr Ng Eng Hen berdialog dengan awak HIMARS. (Foto: Mindef)

6 September 2011, Singapura (Berita HanKam): Angkatan Darat Singapura resmi mengoperasikan baterai High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) pertama di Kamp Khatib, Singapura, Senin (5/9). Baterai HIMARS dioperasikan oleh Bravo Battery of 23 SA.

Saat peresmian, Menteri Pertahanan Singapura Dr Ng Eng Hen menyaksikan demontrasi penyebaran dan pengoperasian HIMARS sebagai bagian dari sebuah jaringan pertahanan.

HIMARS dilengkapi Battlefield Management System (BMS), hingga terhubung dengan Markas Komando dan tim misi pengamatan. Kekuatan tempur AD Singapura lainnya, seperti pesawat terbang dan kendaraan tempur terhubung juga dengan BMS.

HIMARS senjata yang mematikan dan bersifat mobil dimana setiap peluncur HIMARS mampu menembakan enam roket dalam waktu 45 detik dengan jarak tembak 70 km dan akurasi 10 meter.

AD Singapura menerima HIMARS Juli tahun lalu, dan melakukan penembakan dengan peluru tajam pertama kalinya November 2010 di Fort Sill, Oklahoma, Amerika Serikat.




Sumber: Mindef

RSS Archer Tiba di Singapura

RSS Archer saat tiba di Lanal Changi. (Foto: Mindef)



19 Agustus 2011, Singapura (Berita HanKam): RSS Archer kapal selam kelas Archer pertama tiba di Pangkalan Angkatan Laut Changi dari Swedia, Jumat (17/8). KASAL Singapura Rear-Admiral Ng Chee Peng didampingi sejumlah perwira tinggi menghadiri kedatangan kapal selam.



RSS Archer salah satu dari dua kapal selam kelas Archer eks-kelas Vaastergotland AL Swedia yang dibeli oleh pemerintah Singapura pada 2005. RSS Archer diluncurkan di Karlskrona pada 16 Juni 2009.



Kapal selam diupgrade, diperbaharui serta disesuaikan dengan iklim tropis untuk menyesuaikan dengan kondisi operasi. Para awak kapal selam telah dilatih di Swedia sejak 2007. RSS Archer akan bergabung dengan skuadron 17.





Kapal selam kelas Archer dilengkapi sistem Air Independent Propulsion (AIP), meningkatkan kemampuan kapal selam menyelam lebih lama dan menghasilkan suara senyap.



Panjang kapal selam 60,5 meter dan lebar 6,1 meter, berat dipermukaan 1400 ton dengan kecepatan 8 knot sedangkan saat menyelam 1500 ton kecepatan lebih dari 15 knot, dipersenjatai 9 tabung torpedo.



Sumber: Mindef

RI-Singapura Tingkatkan Kerja Sama Militer

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro menerima kunjungan kehormatan Menhan Singapura Ng Eng Hen, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Selasa (26/7). Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan kerja sama bilateral kedua negara khususnya di bidang pertahanan.

Dalam pertemuan tersebut, Menhan RI dan Menhan Singapura sepakat untuk terus berupaya meningkatkan kerjasama pertahanan kedua negara yang selama ini telah berjalan dengan baik.

Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Brigjen TNI Hartind Asrin dalam pernyataan tertulisnya, Menhan RI juga menyampaikan kepada Menhan Singapura terkait dengan tindak lanjut rencana kegiatan ADMM Retreat yang akan dilaksanakan di Bali Oktober mendatang.

Selain itu, Menhan RI mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan "ASEAN Humanitarian Assistance Disaster Relief Exercise" pada tanggal 12-14 Juli 2011 di Singapura dan Jakarta dimana TNI dan SAF menjadi co-host.

ASEAN Humanitarian Assistance Disaster Relief Exercise tersebut dilaksanakan dengan maksud untuk meningkatkan kerjasama militer negara-negara ASEAN yang bertujuan untuk membiasakan penggunaan model operasi dan pengembangan Standard Operating Procedure (SOP) Humanitarian Assistance Disaster Relief (HARD). ASEAN HARD Exercise juga dilaksanakan untuk meningkatkan kerjasama Civil–Military Cooperation (Cimic).

Turut haadir dalam pertemuan tersebut, Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Puguh Santoso, Staf Khusus Menhan Bidang Kerjasama Internasional Soemadi D.M. Brotodiningrat dan Kapuskom Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin.

Sementara Menhan Singapura didampingi Duta Besar Singapura untuk Indonesia Asok Mirpuri, Permanent Secretary, Ministry of Defence Chiang Chie Foo, Dir Policy Office Cheng BG Cheng Siak Kian dan Atase Pertahanan Singapura di Jakarta Kol. Tham Chong Yean.

Sumber: Jurnas

Menhan Singapura Tinjau PMPP TNI di Sentul Bogor

BOGOR-(IDB) : Usai melakukan kunjungan kehormatan ke Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pertahanan Singapura, Dr. Ng Eng Hang dengan didampingi Wakil Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, Selasa (26/7) mengunjungi kompleks Four In One Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI yang berada di  Sentul, Bogor, Jawa Barat. 

Peninjauan Menhan Singapura ke kompleks PMPP TNI tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerjanya ke Indonesia selama dua hari untuk mempererat hubungan dan  kerjasama pertahanan kedua negara. Dijadwalkan Menhan Singapura dengan delegasinya juga akan melakukan kunjungan kehormatan ke Wakil Presiden RI, Boediono.

Sumber: DMC