Tampilkan postingan dengan label Kapal Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Perang. Tampilkan semua postingan

KRI FKO-365 Tiba Di Koarmatim Sepulang Dari Kakadu 2012

SURABAYA-(IDB) : Setelah melaksanakan latihan bersama (Latma) dengan 8 Negara, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo (FKO)-368 tiba di Pangkalan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung Surabaya, Jumat (21/9). Kedatangan Kapal Perang ini disambut oleh Komandan  Satkor Koarmatim Kolonel Laut (P) Bambang Supriyadi beserta jajaran pejabat teras Koarmatim lainnya.

Hampir selama satu bulan (bertolak dari Dermaga Koarmatim 23 Agustus)  KRI FKO-368 yang di komandani Letkol Laut (P) Yayan Sofyan yang sekaligus sebagai Komandan Satgas Kakadu 2012 ini telah mengikuti Latihan Multilateral Kakadu tahun 2012 yang diikuti oleh 8 negara Asia Pasifik di Darwin, Australia. Ke 8 negara yang ikut terlibat dalam latihan ini, yaitu Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Perancis, Jepang, Selandia Baru, Singapura dan Thailand. Kapal perang Indonesia ditunjuk sebagai participantships dalam latihan Kakadu 2012 yang diselenggarakan oleh Royal Australian Navy (RAN) ini.

Keberangkatannya saat itu dilepas Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum. Kapal perang canggih Indonesia ini pernah menunaikan tugas sebagai wakil Indonesia untuk bergabung dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Maritime Task Force (MTF) UNIFIL. Pada latihan yang digelar dua tahunan ini, TNI AL selain mengirimkan KRI FKO-368 juga mengikutsertakan Helikopter jenis BO-105 yang onboard di kapal.

Latihan Multilateral yang diikuti oleh Indonesia ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan hubungan kerja sama antar negara di Asia Pasifik, sehingga diharapkan dapat mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan Asia Pasifik. Bagi TNI AL kesempatan latihan ini merupakan ajang komparasi profesionalitas prajurit dalam menguasai berbagai problem latihan yang dilaksanakan serta kemampuan alutsista yang dimiliki dihadapkan pada alutsista peserta lainnya.

“Selama mengikuti latihan berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Latihan bersama dengan kapal perang negara lain ini, sebagai upaya untuk menyamakan persepsi dan tindakan dalam hal penanganan dan tindakan dalam menghadapi ancaman yang mungkin terjadi di wilayah perairan laut negara masing-masing pada umumnya dan di Asia Pasifik pada khususnya,” Kata Komandan Satgas Kakadu 2012.



Sumber : Koarmatim

KRI Frans Kaisiepo (FKO) – 368 Latihan Peran Tempur Dalam Kakadu 2012


DARWIN-(IDB) : Matahari belum menampakan sinarnya, embun pagi masih membasahi geladak heli KRI Frans Kaisiepo (FKO) – 368 dan udara yang cukup dingin menusuk tulang. Tiba-tiba sirine  meraung raung memberikan tanda adanya bahaya yang mengancam “ ….PERAN TEMPUR ….PERAN TEMPUR….PERAN TEMPUR BAHAYA UMUM, HELI ALERT 15…”. Derap langkah dan teriakan anggota saling berhamburan menuju pos tempurnya masing – masing untuk  menghadapi ancaman serangan musuh, pagi itu (4/9).

Dalam situasi tersebut heli harus sudah terbang dalam waktu 15 menit kedepan,  Flight Deck Officer (FDO) dengan sigap memimpin crew helly deck menyiapkan heli take off, Lettu Laut (P) Joko segera menghadap Komandan KRI Frans kaisiepo – 368 untuk mendapatkan perintah terbang dan tugas yang harus dilaksanakan.

“Garuda…laksanakan shadowing terhadap kekuatan musuh yang disinyalir sedang melaksanakan lintas laut menuju pulau yang disengketakan, jaga jarak aman dari jangkauan senjata musuh….keep establish communication dengan FKO. Paga PIT laksanakan positif control terhadap garuda…utamakan keselamatan,” demikian penekanan Letkol Laut (P) Yayan Sofiyan, ST selaku Dansatgas Kakadu 2012.

Tidak sampai 15 menit sudah terdengar “request to green deck…rogger command approve…greend deck”. Garuda (panggilan sandi Helikopter) pun melesat kearah yang dikendalikan CIC (Combat Information Centre) KRI FKO – 368.  

Setelah  13 nm terbang kearah halu190, visual ID positif HMAS Gascoyn dan HMAS Huon teridentifikasi damage assesment “A”/rusak parah dan dinyatakan tenggelam oleh hantaman Exocet MM 40 Block 2 KRI FKO – 368 dan rudal Harpoon  HMAS Perth. 

Sekilas cerita tersebut diatas, adalah skenario yang digelar dalam latihan Kakadu 2012, yang sedang berlangsung saat ini.



Sumber : Koarmatim

KRI Hasanuddin-336 Promosi Wisata Di turki

ANKARA-(IDB) : Kapal tempur KRI Hasanuddin-336 yang bertugas di Lebanon, melakukan "Port Visit" dan berlabuh di Pelabuhan Mersin, Turki, untuk memperkuat persahabatan antara Indonesia dan Turki.

"Dalam kesempatan kunjungan tersebut, selain mempererat hubungan persahabatan, Kri Hasanuddin-336 juga mengemban misi promosi budaya dan wisata," kata Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Ankara, Robertus Irawan, kepada ANTARA Kairo, Sabtu.

Menurut Irawan, promosi wisata tersebut berupa pemutaran video mengenai budaya dan perkembangan pariwisata di Indonesia di sela acara resepsi `cocktail` di atas KRI Hasanuddin pada Jumat (14/9) malam.

Kapten KRI Hasanuddin 336, Letkol Dato Rusman SN bekerja sama dengan Atase Pertahanan KBRI Ankara Kolonel CPM Chandra W Sukotjo mengadakan malam resepsi cocktail di atas geladak helikopter di kapal tersebut.

Hadir pada resepsi cocktail tersebut, Gubernur Mersin yang diwakili Wagub Suphi Olcay, Wali Kota Mersin Macit Ozcan, Duta Besar RI untuk Turki Nahari Agustini, Komandan Kontingen Garuda pada UNIFIL di Lebanon Kolonel Adm Darmawan Bakti, kalangan perwira Angkatan Laut Turki, kalangan Atase Pertahanan Kedubes Asing negara-negara sahabat Indonesia di Ankara.

Dubes Nahari Agustini dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Turki yang menyambut hangat kunjungan KRI Hasanuddin.

"Kerja sama dan keramahtamahan pemerintah dan masyarakat Turki khususnya Mersin dalam menerima kunjungan persabahatan KRI Sultan Hasanuddin ini akan semakin menambah eratnya persaudaraan kedua bangsa," tuturnya.

Penuturan senada diungkapkan Kapten KRI Sultan Hasanuddin dan berharap kiranya kehadiran kapal perang Indonesia dalam misi perdamaian ini akan semakin meningkatkan kerja sama Indonesia dan Turki.

Di samping penayangan promosi budaya dan wisata Indonesia, para tamu juga disuguhi makanan khas Indonesia dan menikmati tarian yang dipertunjukkan oleh anak buah kapal.

Kapal perang Indonesia ini mengemban misi sebagai penjaga perdamaian di Lebanon.

KRI Hasanuddin-336 merupakan satgas ke-4 yang mengemban misi perdamaian di bawah PBB di Lebanon menyusul sebelumnya KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Frans Kaisepo-368 dan KRI Diponegoro-365.

KRI Sultan Hasanuddin-366 jenis korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) buatan Belanda ini merupakan salah satu kapal tempur terbaru yang dimiliki TNI AL.

Masa tugas KRI Sultan Hasanuddin-366 di Lebanon berlangsung selama enam bulan dari Juli 2012 hingga Januari 2013.



Sumber : Antara

KRI Nanggala-402 Dan KRI Ajak 653 Gelar Latihan Penembakan Torpedo

SURABAYA-(IDB) : Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menggelar Latihan Parsial Penembakan Torpedo Sut yang dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Koarmatim (Kasarmatim) Laksma TNI Darwanto, S.H., M.A.P., Selasa (11/9/2012) siang, di Pusal Latihan Kapal Perang (Puslat Kaprang) Kolatarmatim, Ujung, Surabaya.
Latihan Parsial Penembakan Torpedo Sut yang dilaksanakan oleh Koarmatim ini merupakan upaya persiapan mendukung latihan Armada Jaya XXXI Tahun 2012 yang akan dilaksanakan di bulan September dan Oktober. Penembakan akan dilaksanakan dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala-402 dari Satuan Kapal Selam dan KRI Ajak-653 dari Satuan Kapal Cepat.
Latihan yang dibagi dalam beberapa tahap itu akan dilaksanakan di Pangkalan Surabaya dan di Perairan Laut Jawa sebelah Timur Pulau Bawean. Pelaksanaan penembakan akan berlangsung pada 27 September 2012, dengan melibatkan 355 personel yang terdiri dari pelaku, pendukung dan staf latihan. Latihan ini juga melibatkan lima kapal perang yaitu KRI Nanggala-402, KRI Ajak-653, KRI Soputan-923 dan dua KRI kelas FPB-57.
Latihan yang bertujuan untuk membina, memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit agar memiliki kecakapan yang memadai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam organisasi tempur KRI itu, dibuka oleh Kasarmatim ditandai dengan penyematan tanda peserta latihan sebagai tanda resmi dimulainya latihan tersebut.
Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Agung Pramono S.H., M. Hum. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasarmatim antara lain mengatakan, setiap latihan yang dilaksanakan sesungguhnya memiliki arti yang sangat penting dalam rangka memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL.
Lebih lanjut menurut Pangarmatim, materi yang dilatihkan merupakan pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam kondisi yang sebenarnya. Oleh karena itu, latihan parsial penembakan torpedo sut oleh KRI Nanggala-402 dan KRI Ajak 653 sesungguhnya dipersiapkan guna mendukung Latihan Armada Jaya XXXI Tahun 2012. Dimana pada latihan tersebut akan dilaksanakan penembakan torpedo sut terhadap kapal permukaan oleh kedua kapal tersebut. 


Sumber : TNI  AL

Prajurit KRI SHN-366 Beri Pelatihan Personel LAF

LEBANON-(IDB) : Disela-sela kegiatan operasi di Area of Maritime Operation (AMO) Laut Mediterane, prajurit KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366 memberi pelatihan kepada personel Angkatan Laut Lebanon (Lebanese Armed Force Navy), Minggu (2/9). Personel berpangkat bintara tersebut adalah Petty Officer First Chief (POFC) Georges Khoeri. Onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366 selama satu hari untuk mengikuti berbagai kegiatan latihan secara teori maupun praktek.

Materi latihan antara lain meliputi pengetahuan permesinan kapal, kelistrikan kapal, prosedur perawatan dan pemeliharaan kapal, pelaksanaan dinas jaga di ruang mesin dan pengetahuan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Selain itu, personel yang mempunyai spesialisasi kelistrikan ini dilibatkan langsung dalam latihan peran penyelamatan kapal  (Nuclear, Biology, and Chemical Damage Controle) yang meliputi  latihan peran kebakaran maupun peran kebocoran kapal.

Dalam latihan ini, prajurit George dengan mengenakan pakaian PEK KRI Sultan Hasanuddin-366 ikut bersama-sama Tim PEK KRI Sultan Hasanuddin-366  menanggulangi kebakaran yang disimulasikan terjadi di Lounge Room Tamtama. Setelah itu dilanjutkan dengan latihan peran kebocoran yang disimulasikan terjadi di steering gear. Tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan melatih LAF Navy sesuai materi latihan agar dapat diterapkan di kapal perang yang mereka awaki. Hal ini  sesuai dengan mandat Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 tahun 2006 bahwa selain sebagai peace keeper, MTF UNIFIL juga bertugas memberikan pelatihan kepada LAF Navy.

Selanjutnya pada tanggal 3 September 2012, KRI Sultan Hasanuddin-366 menerima kunjungan dua orang observer dari France Coastal Radar (FCR) Security Team yang terdiri dari CPT. Benoit Pons dan Lance Sergeant Clemence Ridel. Kedatangan tim ini bertujuan untuk melaksanakan survey dan pengamatan daerah latihan berkaitan dengan rencana latihan Steel Storm I-12 di perairan perbatasan Israel dan Lebanon. Latihan Steel Storm I-12 adalah latihan penembakan (Live Firing Ammunition Exercise) dengan menggunakan meriam kaliber 12,7 mm, 20 mm dan 40 mm antara UNIFIL dengan LAF Navy yang dilaksanakan pada tanggal 4 September 2012 keesokan harinya. Dalam kegiatan pengamatan ini personel FCR juga melaksanakan pengecekan pesawat komunikasi yang dibawa dengan stasiun FCR yang berada di darat.

Dalam rangka penyiapan latihan Steel Storm I-12 ini KRI Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan tugas sebagai unsur  pengamanan wilayah laut dan udara Maritime Temporary Prohibited Area (MTPA). Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 4 September 2012 KRI Sultan Hasanuddin-366 merapat di pelabuhan Beirut untuk melaksanakan bekal ulang logistik dan maintenance rutin. Selama melaksanakan tugas operasi selama empat hari di AMO (1 - 4 September 2012), KRI Sultan Hasanuddin-366 berhasil melaksanakan hailing sebanyak 21 kontak kapal permukaan dan mendeteksi adanya kegiatan pesawat udara militer sebanyak 3 kali.


Selama sandar di pelabuhan Beirut, KRI Sultan Hasanuddin-366 menerima kunjungan MTF COE Inspection untuk pemeriksaan Contingent Owned Equipment (COE) dari United Nations Department of Peace Keeping Operation (UNDPKO). Inspeksi ini merupakan yang kedua kalinya, kunjungan pertama yaitu pada tanggal 20 Juni 2012 yang lalu. Inspeksi dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, bertujuan untuk mengecek perlengkapan dan peralatan yang ada di KRI Sultan Hasanuddin-366, antara lain kelengkapan permesinan, alat komunikasi, observasi & positioning, self protection, perlengkapan dapur, loundry, akomodasi prajurit, fungsi alarm, lifecraft, fasilitas internet, kelengkapan fasilitas medis level 1 dan lain sebagainya.

Hasil dari inspeksi tersebut menyatakan bahwa perlengkapan dan peralatan yang ada di KRI Sultan Hasanuddin-366  sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh United Nations Security Council dalam rangka menjadi peace keeper di Lebanon. Hal ini ditandai dengan penandatangan berita acara hasil inspeksi antara Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 Letkol Laut (P) Dato Rusman SN dengan Commander Neelsen dan Nikolay Voynov dari MTF COE Inspection.



Sumber : Koarmatim

Tiga Kapal Nahkoda Ragam Class Dipastikan Datang 2013

JAKARTA-(IDB) : Program pengadaan kapal perang jenis fregat dari Brunei Darussalam diperkirakan mulai terealisasi tahun depan. Rencana pembelian itu sempat ditentang kalangan DPR karena kualitas kapal diragukan.

Meski demikian, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno memastikan bahwa kondisi kapal perang itu dalam kondisi sempurna.Tiga unit kapal buatan Inggris tersebut akan datang bertahap mulai 2013 hingga 2014. KSAL menilai Indonesia sangat beruntung mendapatkan tiga unit kapal itu. Pasalnya, kapal yang sudah dipersenjatai lengkap itu dibeli dengan harga murah.


“Hanya mengeluarkan USD380 juta untuk tiga unit.Brunei saja membeli kapal tersebut dengan harga satuan sebesar USD600 juta,” katanya di Jakarta kemarin. Menurut dia,Brunei tak jadi membeli kapal fregat dari Inggris tersebut karena merasa tak cocok secara nonteknis. “Mereka memesan kapal besar, tapi ternyata angkatan lautnya sedikit. Begitu (kapal) mau jadi, mereka bingung,” terangnya.

Di satu sisi,Indonesia tengah membutuhkan penguatan kapal perang untuk TNI Angkatan Laut. Hal ini dilihat sebagai peluang untuk mendapat tambahan kapal dengan harga murah karena Brunei sendiri tak jadi memakainya. Apalagi, kapal tersebut telah dipersenjatai lengkap. Tak hanya itu, kapal itu juga dibuat dengan spesifikasi yang tinggi.

“Saya sudah melihatnya, tidak ada kendala teknis. Alat-alatnya justru nomor satu semua karena yang memesan negara kaya,”lanjutnya. Soeparno menyebut, jika Indonesia memesan sendiri kapal jenis yang sama dengan spesifikasi serupa, tidak akan cukup anggarannya. “Kalau pesan sendiri, mana mungkin kita mendapatkan sebanyak itu,”cetus dia.

Kalangan wakil rakyat di Komisi I DPR sebelumnya mempersoalkan pembelian tiga kapal tempur berjenis Multi Role Light Fregate itu. Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menyatakan ada persoalan teknis yang membuat Brunei tak jadi membelinya. Hasanuddin menilai, ada ketidaksesuaian spesifikasi pesanan dari BAE,perusahaan pembuat kapal tersebut.“Bahkan, ada informasi bahwa spesifikasinya diturunkan sehingga Sultan Brunei tidak mau membayarnya,”tuturnya.

Akibat membatalkan pembelian secara sepihak, BAE kemudian memerkarakan Brunei ke Arbitrase Internasional pada 2007. Brunei pun terpaksa membeli.Alhasil, kapal tak terpakai dan Brunei mencoba untuk menjualnya kembali. Dalam tahap penawaran, sejumlah negara menolak, termasuk Vietnam. Pada awalnya, Indonesia sempat menolak karena kapal ini memiliki kendala teknis yakni pada stabilitas kapal.

Pada saat dipakai pada kecepatan tinggi, kapal menjadi miring. Ada informasi juga yang menyatakan bahwa meriamnya tidak bisa tepat sasaran. Karena alasan inilah kemudian pembelian itu dipertanyakan. Protes juga dilayangkan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Salim Mengga.Menurutnya,mubazir jika TNI AL justru membeli kapal dengan spesifikasi yang diragukan ketangguhannya. 



Sumber : Sindo

KRI SHN-366 dipercaya sebagai LAAWC dalam Tripartite Meeting

LEBANON-(IDB) : KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366 ditunjuk sebagai Local Anti Air Warefare Coordinator (LAAWC) oleh MTF Commander dalam rangka Maritime Force Protection During Tripartite   Meeting di wilayah perairan Lebanon tepatnya di selatan Zone-2 Area of Maritime Operation, Rabu (29/8). Penunjukkan ini adalah untuk yang kedua kalinya, setelah LAAWC pertama bulan Juli  2012 lalu. Tugas ini merupakan bentuk kepercayaan dari MTF Commander kepada KRI Sultan Hasanudin-366 sebagai penanggung jawab keamanan di laut maupun udara selama pertemuan tersebut berlangsung.

Tripartite Meeting merupakan pertemuan kedua belah pihak yang bertikai (Lebanon dan Israel) dengan UNIFIL dipimpin oleh Force Commander UNIFIL yang diselenggarakan di UNIFIL Headquarters, Naqoura. Dalam pertemuan ini membahas tentang penempatan garis batas (blue line) Lebanon-Israel dan daerah Ghajar yang masih diduduki Israel sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.

Mengingat pentingnya pertemuan tersebut dituntut penjagaan yang ketat terhadap kemungkinan ancaman yang dapat menggagalkan kegiatan ini. Sebagai LAAWC dalam rangka Maritime Force Protection, KRI Sultan Hasanuddin-366 bertanggung jawab mengamankan sektor laut, membangun dan mengkoordinir gambaran situasi udara terhadap maritime threat (ancaman maritim) dan mengintegrasikan general air surveillance (pengawasan udara secara umum) untuk menghadapi berbagai ancaman yang dapat muncul sewaktu-waktu selama pertemuan berlangsung.

Selama kegiatan pengawasan, terpantau empat kapal patroli Angkatan Laut Israel kelas Super Dvora melaksanakan patroli di perairannya, kemungkinan turut pula mengamankan jalannya Tripartite Meeting. KRI Sultan Hasanuddin-366 juga memonitor adanya aktivitas udara yang dilakukan oleh dua pesawat udara dengan ketinggian 12.400 feet dan 400 feet yang kemungkinan besar melaksanakan pengamatan wilayah udara Lebanon. Sampai dengan selesainya kegiatan Tripartite Meeting tidak terjadi aktivitas maritim tanpa ijin yang mendekati area pertemuan atau tepatnya di lokasi UN 1-32A dan kegiatan pertemuan berjalan dengan lancar.

Kegiatan pengamanan Tripartite Meeting ini dilaksanakan pada hari terakhir pada ontask ke-9 setelah KRI Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan sembilan hari operasi di AMO. Tugas operasi yang ke-9 ini merupakan operasi yang paling lama sejak bergabung dengan MTF UNIFIL bulan Juni silam dan berhasil melaksanakan hailing sebanyak 51 kontak kapal permukaan dan 13 kontak udara, sehingga total hailing sampai dengan saat ini adalah 313 kali. Selanjutnya pada hari Rabu sore tanggal 29 Agustus 2012, KRI Sultan Hasanuddin-366 merapat di dermaga Pelabuhan Beirut untuk bekal ulang logistik dan perawatan rutin.

Pada saat sandar, ada dua agenda penting dilaksanakan oleh MTF UNIFIL. Agenda tersebut adalah Operation and Communication Conference diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus 2012 di Lounge Room  Bintara KRI Sultan Hasanuddin-366. Operation and Communication Conference merupakan pertemuan seluruh Chief of Operation dan Chief of Communication unsur-unsur MTF yang dihadiri MTF-N.3 (Bidang Operasi) dan MTF-N.6 (Bidang Komunikasi) dipimpin langsung oleh Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 Letkol Laut (P) Dato Rusman SN. Materi pertemuan adalah membahas  rencana latihan bersama unsur-unsur  MTF  dan  mengenai jaringan komunikasi yang dipakai selama operasi di AMO (Groove, Data Link dan Lotus).

Kemudian pada siang harinya, Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 menghadiri Commander Conference di BRS Liberal F-43. Konferensi ini adalah yang kedua kalinya setelah pertemuan pertama pada tanggal 28 Juni 2012 yang lalu. Dalam konferensi yang dipimpin oleh MTF Commander  Rear Admiral Wagnen  Lopes  de  Moraes  ZAMITH ini membahas mengenai Review List of Contact of Interest, Review of Operational Documents, Communication dan rencana latihan bersama unsur-unsur MTF maupun dengan LAF Navy. Pertemuan ini dihadiri oleh Staf MTF (N.1 – N.7) dan para Komandan unsur-unsur MTF yaitu BRS Liberal F-43 (Brazil), BNS Osman F-18 dan BNS Madhumati P-911 (Banglades),  FGS Gepard P-6121 dan FGS Hermelin P-6123 (Jerman), HS Polemistis P-61 (Yunani) dan KRI Sultan Hasanuddin-366 (Indonesia). Dalam pertemuan tersebut MTF Commander juga memperkenalkan pejabat yang baru saja berganti antara lain MTF-N.2 dan MTF-N.5 serta Deputy MTF-N.2, N.3 dan N.7. Diakhir pertemuan, MTF Commander mengagendakan kegiatan Commander Conference yang semula dilaksanakan setiap tiga bulan sekali akan dilaksanakan setiap dua bulan sekali.

Sementara itu, pada sandar kali ini para prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366 berkesempatan untuk berkunjung ke UNIFIL Headquarters di Naqoura dan Indonesia Battalion (Indobat) di Sektor Timur. Rombongan dibagi menjadi dua gelombang yaitu pada tanggal 30 dan 31 Agustus 2012. Kunjungan ini menempuh perjalan darat selama kurang lebih dua jam ke Naqoura dan dua jam menuju Sektor Timur. Kesempatan itu digunakan para prajurit untuk bertemu dengan rekan-rekan sesama peace keeper UNIFIL dari Indonesia yang bertugas di darat, selain tentu saja berbelanja souvenir. 


Sumber : Koarmatim

Prajurit KRI Ajak-653 Uji Kemampuan Nembak Terpedo

SURABAYA-(IDB) : Guna mengasah tingkat kemampuan profosionalisme prajurit, tidak ada kata lain yang harus dilakukan, yaitu melaksanakan latihan dan latihan. Dengan melaksanakan latihan secara periodik dan berlanjut, diharapkan tingkat kemampuan profesional prajurit tetap terjaga dan terpelihara.

Demikian juga yang dilakukan oleh jajaran prajurit Satuan Kapal Cepat Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkat Koarmatim), khsususnya perwakilan perwira Korps Pelaut dan Tim Pos Informasi Tempur (PIT) prajurit KRI Ajak-653 pada minggu ke dua bulan Agustus ini, telah melaksanakan latihan prosedur penembakan Torpedo (TPO) Sut di Arsenal Batu Poron Madura.

Latihan teori dan praktek yang berlangsung selama tiga hari tersebut berjalan lancar sesuai yang dijadwalkan. Selama latihan, nampak para perwira dan Tim PIT prajurit KRI Ajak-653 sangat antusias menerima semua pembekalan yang diberikan oleh Tim instruktur dari Arsenal. Materi yang diberikan selama latihan berlangsung diantaranya, pengetahuan umum, karakteristik operasional dan pengendalian Torpedo Sut.

“Latihan ini disamping untuk meningkatkan kemampuan profesional prajurit KRI Ajak dalam melakukan prosedur penembakan Torpedo Sut secara benar dan akurat, disisi lain juga sekaligus untuk persiapan menghadapai latihan Armada Jaya XXXI yang akan digelar dalam waktu dekat ini, “kata Komandan KRI Ajak-653 Letkol Laut (P) Alan Dahlan menegaskan.


Sumber : Koarmatim

KRI Clurit-641 Ambil Bagian Dalam Latihan Bersama SEACAT Di Changi

JAKARTA-(IDB) : Salah satu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) diberangkatkan ke Singapura dalam rangka mengikuti latihan bersama (latma) dengan Angkatan Laut (AL) dari negara-negara Asia Tenggara dan US Navy.

Kepala Dispen Koarmabar Letkol Laut (KH) Agus Cahyono menerangkan, latihan bersama dengan nama South East Asia Coorporation And Training (SEACAT) adalah kegiatan latihan multilateral Angkatan Laut kawasan Asia Tenggara dan US Navy di Naval Base Changi Singapura.

TNI Angkatan Laut pada latihan bersama tersebut mengikutsertakan KRI Clurit-641, kapal perang di bawah jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang sehari-harinya berada dibawah pembinaan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmabar dengan pangkalan di Tanjung Uban.

“Keikutsertaan KRI Clurit-641 yang dikomandani Mayor Laut (P) Lewis N. Nainggolan dalam latihan multilateral Angkatan Laut kawasan Asia Tenggara di Singapura tersebut untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dalam kerjasama pada pelaksanaan operasi laut bersama yang dilaksanakan di wilayah perairan masing-masing negara,” ujar Kadispen di Jakarta, Selasa (38/08/2012).

Pelaksanaan kegiatan SEACAT di Changi Naval Base Singapura tersebut, tambahnya, direncanakan akan berlangsung selama lima hari dan diikuti dari beberapa peserta perwakilan Angkatan Laut Asia Tenggara diantaranya Malaysia, Thailand, Brunei, Filipina serta Singapura dan USN.

Adapun materi-materi yang terdapat dalam latihan bersama tersebut antara lain Pertukaran Informasi Antar Pusat Komando Pengendali pada saat digelar kegiatan latihan.


Sumber : PelitaOnline

KRI Banda Aceh Dukung Operasi Militer Selain Perang

JAKARTA-(IDB) : Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh-593 dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mendukung pelaksanaan Operasi Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB) III Sail Morotai tahun 2012.

KRI Banda Aceh yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Suratun, siap melaksanakan tugas-tugas operasi baik dalam mendukung Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Kepala Dinas Penerangan Kolinlamil, Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman mengatakan KRI Banda Aceh melaksanakan embarkasi muatan di dermaga Markas Komando Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (25/8) lalu.

Dalam embarkasi tersebut, KRI Banda Aceh-593 ini memuat bahan-bahan dan perlengkapan yang akan dipergunakan dalam Operasi Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB) III Sail Morotai 2012 dari beberapa kementerian dan beberapa instansi pemerintah.

Kementerian Kesehatan mengirimkan 297 paket sembako dan 2 dus obat-obatan. Demikian juga Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mengirim 2.000 paket sembako, Kementerian Kelautan dan Perikanan sebanyak 30 karton ikan kaleng, 18 koli ikan kering, 2 dus poster gemar makan ikan. Sedangkan Kementerian Sosial mengirim satu unit kendaraan Panther, 1 unit Ford Ranger serta Kementerian Agama mengirim 4 dus buku-buku Katolik.

Sementara itu, BKKBN mengirim 49 dus buku-buku Keluarga Berencana (KB), Perpustakaan Nasional 8 dus buku-buku, Pertamina 76 koli alat-alat sekolah dan olahraga, Dinas Pekerjaan Umum kendaraan Dum Truck 2 unit, kendaraan tangki air 3 unit, truck sampah 3 unit, kendaran beko (looder) 2 unit, truck PS 1 unit. Juga Bakor Sutanal mengirim 104 lembar peta, Bank Indonesia 7 unit genset, Perum Bulog 1.056 karung sembako, dan rumah zakat 581 karung paket sembako.

“Kegiatan Operasi Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB) III Sail Morotai 2012 yang menggunakan kapal perang adalah sebagai wujud dalam membantu menyukseskan program-prorgam pemerintah dalam membina, membentuk karakter pemuda Indonesia yang mempunyai wawasan kebaharian, kepemimpinan dan nasionalis,” kata Kadispen Kolinlamil.


Sumber : Jurnas

Kapal Perang Australia " HMAS Wollongong - 92 " Sandar Di Benoa Bali

BENOA-(IDB) : Perwira Staf beserta Anggota Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar melaksanakan penyambutan kapal perang Australia HMAS Wollongong-92 yang  bersandar di dermaga pariwisata Pelabuhan Benoa Bali, (24/8).

Kedatangan kapal perang Australia tersebut dalam rangka recreational and logistic port visit yang dikomandani oleh Lieutenant Commander  Gavin Baker dengan 02 Officer dan 26 Sailor, selama tiga hari Kapal Perang Austrtalia tersebut rencana  berada di Bali dan akan bertolak meninggalkan Bali pada  hari Senin tanggal 27 Agustus  2012.
     
Guna mendukung pengamanan kunjungan kapal perang Australia tersebut Lanal Denpasar mengerahkan satu SST untuk pengamanan area dermaga, KRI Weling dan Patkamla Catamaran  untuk patroli perairan disekitar tempat sandar .


Sumber : TNI AL

KRI Frans Kaisiepo - 368 Ikuti Latihan Gabungan 8 Negara

SURABAYA-(IDB) : Kapal Perang Republik Indonesia (KRI ) Frans Kaisiepo-368. Hari ini, Kamis (23/8) diberangkatkan Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Agung Pramono SH. M.Hum dari atas geladak KRI Diponegoro-365 yang bersandar di dermaga Madura,Koarmatim,Ujung, Surabaya. Untuk mengikuti latihan  Multilateral Kakadu tahun 2012 yang diikuti oleh 8 negara Asia Pasifik di Darwin, Australia.

Kapal perang dari Satuan Kapal Eskorta Koarmatim (Satkor Koarmatim) Sigma Class buatan Belanda itu di lepas oleh Pangarmatim di dermaga Madura, Koarmatim, Ujung, Surabaya. Kapal perang canggih Indonesia ini pernah menunaikan tugas sebagai wakil Indonesia untuk bergabung dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Maritime Task Force (MTF) UNIFIL.

Latihan Multilateral yang diikuti oleh Indonesia ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan hubungan kerja sama antarnegara di Asia Pasifik, sehingga diharapkan dapat mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan Asia Pasifik. Bagi TNI AL kesempatan latihan ini merupakan ajang komparasi profesionalitas prajurit dalam menguasai berbagai problem latihan yang dilaksanakan serta kemampuan alutsista yang dimiliki dihadapkan pada alutsista peserta lainnya.

Pada latihan 2 tahunan kali ini, TNI Angkatan Laut mengirimkan  KRI Frans Kaisiepo – 368 dan Helly BO – 105 untuk turut serta dalam latihan bergengsi yang diikuti 8 negara, ke 8 negara itu antara lain Australia, Brunei Darussalam, Indonesia, Perancis, Jepang, Selandia Baru, Singapura dan Thailand. Indonesia ditunjuk sebagai participantships dalam latihan Kakadu 2012 yang diselenggarakan oleh Royal Australian Navy (RAN)

Latihan Kakadu 2012 akan diselenggarakan pada tanggal 29  Agustus s.d. 14 September 2012. Latihan Kakadu 2012 merupakan upaya untuk menyamakan persepsi dan tindakan dalam hal penanganan dan tindakan dalam menghadapi ancaman yang mungkin terjadi di wilayah perairan laut negara masing-masing pada umumnya dan di Asia Pasifik pada khususnya.


Sumber : Koarmatim

KRI Sultan Hasanuddin Laksanakan Latihan Tempur Laut

LEBANON-(IDB) : Di penghujung bulan Ramadhan 1433H/ 2012 M, prajurit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan latihan bersama dengan unsur MTF disekitar perairan Lebanon. Beberapa serial latihan tempur laut yang dilaksanakan, diantaranya, peran tempur bahaya udara dengan kapal perang Brazil yaitu BRS Liberal.

Disimulasikan Helikopter Super Lynx yang onboard di BRS Liberal sebagai pesawat musuh yang sedang terbang rendah (Low Slow Flyer) mengarah ke KRI Sultan Hasanuddin-366 yang sedang berpatroli di Area of Maritime Operation Lebanon. Setelah terjadi kontak radio dengan helikopter tersebut, KRI Sultan Hasanuddin-366 memberi peringatan kepada pesawat itu agar mengubah arah, namun peringatan tersebut tidak dihiraukan.

Mengetahui terdapat ancaman bahaya udara, Komandan KRI Sultan Hasanuddin Letkol Laut (P) Dato Rusman SN, segera memerintahkan prajuritnya agar menempati pos tempur masing-masing. Setelah kontak memasuki self defence range dan derajat kontak dinyatakan merah, KRI Sultan Hasanuddin memberikan tembakan peringatan. Pesawat udara itu tak menghiraukan peringantan dari kapal, malah membalas dengan menembak secara bertubi-tubi ke arah KRI Sultan Hasanuddin.

Dalam simulasi tersebut tembakan dilakukan dengan menggunakan lampu isyarat yang dimiliki oleh kapal dan helikopter. Latihan diakhiri dengan kemampuan manuvra taktis helikopter Super Lynx di sekitar area latihan. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 2012 dilaksanakan berbagai latihan manuvra tempur laut antara KRI Sultan Hasanuddin dengan kapal perang dari Bangladesh BNS Osman serta kapal perang Turky, TCG Kilic.

Selama melaksanakan tugas operasi laut sampai saat kali ini, KRI Sultan Hasanuddin berhasil melaksanakan hailing sebanyak 23 kontak kapal permukaan dan 12 kontak udara. Setelah melaksanakan latihan bersama, pada sore harinya KRI Sultan Hasanuddin merapat di dermaga Beirut untuk melaksanakan bekal ulang logistik dan perawatan rutin.


Sumber : Koarmatim

Kapal Perang Thailand HTMS Rattanakosin Sandar Di Tanjung Perak

SURABAYA-(IDB) : Kapal Perang milik Angkatan Laut Thailand HTMS RATTANAKOSIN type CYT-441 bersandar di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu.

Kedatangan kapal perang tersebut tidak ada kaitannya dengan latihan gabungan atau bagian dari program kerja sama bilateral antara Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut Thailand.

"Kapal itu sandar untuk mengisi bahan bakar dan sebagian logistik," ujar Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar kepada wartawan di Surabaya, Rabu.

Ia mengatakan, tujuan utama kapal tersebut yakni bukan Indonesia, melainkan Darwin, Australia dalam rangka latihan operasi "operations exercise kakadu 2012".

Kedatangan kapal perang yang dipimpin Komandan Kapal CDR Anan Ouprasert diterima langsung oleh Dantim Intel Lantamal V Surabaya Letkol Laut (P) Risardi pada Rabu pukul 09.00 WIB.

Kapal tersebut, kata Lily Djafar, berawak 87 orang anak buah kapal. Rencananya, kapal akan bertolak dari Tanjung Perak ke Darwin pada Kamis, 23 Agustus 2012 sekitar pukul 16.00 WIB.

"Kapal akan menginap di Jamrud Utara semalaman dan berangkat ke Darwin besok," kata dia.

Kapal perang HTMS RATTANAKOSIN type CYT-441 tersebut memiliki bobot "Displacement" seberat 96 ton, panjang 76,6 meter, lebar 9,6 meter, dan draft 4,5 meter.

Sementara itu, kedatangan kapal perang tersebut dijaga ketat oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Bahkan tidak semua warga bisa masuk ke area tempat bersandarnya kapal.

Meski saat ini sedang musim arus balik Lebaran dan dipenuhi oleh ribuan penumpang, namun tidak mengganggu agenda dan penumpang tidak bisa masuk ke area kapal perang.


Sumber : Antara

Proses Pengadaan Kapal PKR Sudah Sesuai Prosedur Dan Kebutuhan

JAKARTA-(IDB) : Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan seluruh proses pengadaan 1 Unit Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 sudah sesuai prosedur dan terhindar dari unsur korupsi. Ketegasan ini disampaikan Kemhan untuk menanggapi berita dan informasi yang berkembang di masyarakat terkait dengan pengadaan Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 yang terindikasi korupsi. Sebelumnya salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mempermasalahkan beberapa hal yang terkait dengan pengadaan Kapal PKR dari Belanda. Salah satunya terdapat intervensi pemerintah kepada TNI AL agar membeli kapal tersebut, Kepala Staf TNI AL Laksmana Soeparmo, tersirat adanya penolakan terhadap rencana pembelian kapal perang dari Belanda itu dan permasalahan perbandingan pengadaan Kapal KPR dari Italia yang lebih dapat mengefisiensikan anggaran.

Sehubungan dengan hal tersebut, dapat dijelaskan bahwa pengadaan Kapal PKR dari Belanda kecil kemungkinan terjadinya korupsi karena pengadaan PKR sudah melalui proses yang panjang (hampir 2 tahun), dari mulai tahap perencanaan tanggal 16 Agustus 2010 sampai dengan ditandatangani kontrak pada tanggal 5 Juni 2012. Kontrak pengadaan PKR dengan skema joint production antara PT PAL Indonesia dan DSNS Belanda ditandatangani oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Mayjen TNI Ediwan Prabowo dengan Direktur Naval Sale of Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Evert Van den Broek, di Kantor Kemhan di Jakarta.

Selama proses pengadaan Kapal PKR telah dibentuk Tim Manajemen Proyek Kerjasama Pembangunan dari TNI AL yang bertugas menunjang keberhasilan proyek khususnya dalam Transfer of Technology (ToT) dan pemberdayaan Industri Pertahanan (PT. PAL Indonesia) dan lokal Konten. Hal ini sudah sangat jelas menegaskan tidak adanya pemaksaan Pemerintah kepada TNI AL dan adanya penolakan dari Kasal.

Terkait pengadaan Kapal PKR milik Italia, penawaran ToT yang ditawarkan untuk membangun Kapal secara keseluruhan di PT. PAL, bukan menjadi penentu kemenangan proses pengadaan ini. Dukungan logistic terpadu, sistem pemeliharaan dan komunaliti dengan kapal yang telah dimiliki TNI AL juga menjadi pertimbangan yang digunakan.

Bila dibandingkan dengan pengadaan Kapal PKR dari Belanda tersebut sangatlah banyak terdapat kelebihan, diantaranya mencakup penyediaan Program Transfer of Technology kepada Industri dalam negeri dalam hal ini PT. PAL untuk pemahaman filosofi desain dan pembangunan konstruksi Kapal. Terdapat perolehan Hak yang menguntungkan, yakni pihak Belanda dapat memberikan lisensi untuk memproduksi dan hak untuk mengekspor setiap kapal PKR yang dibangun di Indonesia. Disamping itu tanpa adanya biaya royalti, Pemerintah Indonesia mempunyai hak untuk memberikan lisensi untuk produksi dan hak untuk mengeskpor kepada industri Nasional Indonesia. Mengenai program training yang disediakan pihak Damen Schelde Naval Shipbuilding Belanda meliputi Familiarization, pengoperasian Kapal dan pemeliharaan tingkat organik untuk Anak Buah Kapal (ABK) termasuk pemeliharaan tingkat menengah untuk ABK ini serta pemeliharaan tingkat depo untuk Base Maintenance Team (BMT)

Pada kesempatan ini, dapat diberikan gambaran tentang Nilai ToT yang diberikan pihak DSNS (Damen) kepada PT. PAL Indonesia (Persero) adalah sebesar 7 Juta Euro. Besarnya nilai ToT diperoleh berdasarkan hasil negosiasi Kemhan dengan DSNS yang mempertimbangkan beberapa hal.

Diantaranya adalah berdasarkan standar biaya yang diterapkan di Eropa Timur, dan prioritas pencapaian sasaran penggunaan alokasi anggaran untuk 1 unit kapal PKR yang telah disetujui oleh user/TNI AL. Sehingga ToT merupakan prioritas namun tetap menjadi bahan pertimbangan yang harus diwadahi di dalam setiap pengadaan alutsista. Nilai ToT yang diberikan kepada PT. PAL Indonesia (Persero) untuk biaya pembayaran dalam rangka penggunaan personel dan fasilitas PT. PAL. Indonesia (Persero), sedangkan bahan dan raw materiil untuk pembangunan kapal ini didukung langsung oleh DSNS.

Adapun rincian penggunaan dari nilai ToT yang diberikan ini adalah untuk biaya pembangunan empat bagian/modul kapal sebesar 5,5 juta Euro dan untuk pelatihan personel PT. PAL Indonesia (Persero) di Vlissingen, Netherland dan di Surabaya, Indonesia sebesar 1, 5 Juta Euro. Total dari nilai ToT sebesar 7 Juta Euro belum termasuk Intellectual Property, materi ajar dan Tuition fee yang jika di hitung maka nilainya akan melebihi 7Juta Euro

Kapal PKR 10514 ini dilengkapi dengan main engine 2xdiesel engine, 2xE Drive (CODOE). Diesel Generator 4x715 kw, dan 2x435 kw, dan Gear Box CODOE, heavy duty. Combat System, yaitu persenjataan antiserangan udara, antiserangan kapal selam, dan antiserangan kapal atas air. Data teknis platform, yaitu LOA 105 meter, lebar 14 meter, draft 3,7 meter, displacement 2.335 ton, speed max/cruise/economic 28/18/14 knot, range at 14/18 knot 5.000 NM, edurance 20 hari, sea keepinh upto sea state 5, crews 120 orang, helli pad 10 ton. Harga kapal PKR 10514 per unitnya sebesar 220 juta dolar Amerika dengan waktu penyelesaiannya selama 49 bulan.


Sumber : DMC

KRI Yos Sudarso Laksanakan Patroli Pulau Terluar

BIAK-(IDB) : KRI Yos Sudarso-353/ Kapal Markas Guskamlatim meninggalkan Kota Biak menuju Pulau Mapia untuk melaksanakan patroli dan mendukung kegiatan Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) TNI dalam rangka kegiatan pengawasan dan pemeriksaan (Wasrik) terhadap pengamanan terbatas dan pulau-pulau terluar di wilayah Papua dan   perbatasan laut Republik Indonesia di Pulau Fanildo, Pulau Brass Kabupaten Supiori dan Pulau Fani Kabupaten Raja Ampat.

KRI Yos Sudarso-353 yang dikomandani Letkol Laut (P) A Wibisono tersebut merupakan Kapal Markas Guskamlatim yang sedang melaksanakan Operasi Taring Hiu-12 pada saat pelayaran tersebut On Board Komandan Guskamlatim Laksamana Pertama TNI Siwi  Sukma Adji dan Asintel Guskamlatim Kolonel Laut (E) Yunus Anis serta Tim Wasrik Itjen TNI. Pada saat pelepasan kapal/ merplug  di dermaga Umum Biak Nufor, hadir Panglima Kosek Hanudnas IV Biak, Komandan Korem 173/PVB Biak serta para pejabat militer yang berada di Biak Numfor

Selain patroli dan mendukung Tim Wasrik Itjen TNI ke Pulau Mapia, KRI Yos Sudarso-353 juga membawa dukungan logistik yang akan diserahkan kepada prajurit yang sedang melaksanakan tugas pengamanan di pulau tersebut. Pulau-pulau terluar biasanya adalah daerah terpencil, miskin bahkan tidak berpenduduk. Keberadaan pulau-pulau ini secara geografis sangatlah strategis, karena berdasarkan pulau inilah batas negara ditentukan.


Sumber : TNI AL

KRI SHN-366 Dijadikan Kapal Markas MTF/ UNIFIL

LEBANON-(IDB) : Menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Satgas Maritim TNI Konga XXVIII/D UNIFIL 2012 dan seluruh prajurit KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366 dan juga TNI AL, karena pada on task yang ke empat ini, MTF Commander Rear Admiral Wagnen  Lopes  de  Moraes  ZAMITH  dengan tiga orang stafnya dan  Chief of Staff of LAF Navy Rear Admiral Nazih Baroudi dengan seorang stafnya onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366 dan menjadikan KRI Sultan Hasanuddin-366 sebagai kapal markas (flag ship), belum lama ini, Jum’at (13/7).

Hal ini merupakan pertama kalinya pimpinan MTF dan LAF Navy turut dalam pelayaran kapal perang Indonesia dalam operasi di Area of Maritim Operation Lebanon, sejak Indonesia mengirimkan kapal perang untuk bergabung dengan MTF/UNIFIL pada tahun 2009. Ini merupakan bentuk penghormatan dan kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah Indonesia dari pemerintah Lebanon dan Dewan Keamanan PBB atas partisipasi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian di wilayah perairan Lebanon.

Keberadaan dua perwira tinggi bintang dua di KRI Sultan Hasanuddin-366 tersebut bertujuan untuk meninjau kondisi keamanan perairan wilayah Lebanon (AMO) dan pelaksanaan operasi oleh unsur-unsur MTF, terkait dengan isu terkini masalah keamanan di Timur Tengah. Selain itu, kunjungan tersebut juga untuk melihat pelaksanan latihan bersama antara kapal perang angkatan laut Lebanon dengan unsur-unsur MTF (KRI Sultan Hasanuddin-366 dan TCG Meltem-334), serta menyaksikan training para Kadet LAF Navy yang onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366. Sejak MTF dibentuk pada tahun 2006, para Kadet LAF Navy diikutsertakan dalam setiap latihan bersama unsur-unsur MTF, dan diharapkan calon pemimpin LAF Navy ini kedepan dapat menjaga wilayah perairannya sendiri dengan kekuatan angkatan lautnya.

Sehari sebelum pelaksanaan latihan didahului dengan operation briefing yang dipimpin oleh Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 (Komandan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII/D UNIFIL) dan Leader of The Training Trip LAF Navy  Colonel Joseph Ghrayeb dan diikuti oleh para perwira operasi masing-masing unsur dan para Kadet LAF Navy. Briefing dilakukan di Lounge Room Tamtama KRI Sultan Hasanuddin-366 saat sandar di Limasol, Ciprus. Dalam latihan ini angkatan laut Lebanon menurunkan tiga kapal perangnya, yaitu Tabarja, Sour dan Damour, sedangkan unsur dari MTF yaitu KRI Sultan Hasanuddin-366 (Indonesia) dan TCG Meltem-334 (Turki).

Latihan yang dilaksanakan kelima kapal perang tersebut yaitu meliputi Publication Exercise (Pubex) yaitu latihan untuk meningkatkan kemampuan perwira pelaut masing-masing unsur dalam memahami pembuatan, penyampaian dan penerimaan berita taktis, Comms Check yaitu latihan untuk memastikan komunikasi antar unsur terjalin dalam setiap jaringan frekwensi yang telah ditentukan, latihan peran tempur bahaya permukaan dan  Assistance Exercise (Assistex) yang meliputi latihan peran penanggulangan kebakaran, Medic Evacuation Exercise (Medevac) dan Winching Exercise (Winchex).

Selain itu dilaksanakan Boarding Exercise (Boardex) yaitu latihan pemeriksaan dan penggeledahan yang dilakukan oleh personel LAF Navy ke KRI Sultan Hasanuddin-366, yang disekenariokan KRI Sultan Hasanuddin-366 sebagai kapal niaga yang dicurigai  membawa benda berbahaya. Begitu pula sebaliknya Tim Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) KRI Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan Boardex ke Damour yang dianggap sebagai suspect vessel. Latihan diakhiri dengan Photo Exercise (Photoex) yaitu pengambilan gambar dari udara kelima unsur tersebut dalam berbagai manuvra laut dan formasi tempur. Pengambilan gambar ini dilakukan dengan menggunakan Helikopter Bolco-105  NV 414 yang onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366. Saat latihan bersama ini berlangsung sempat berpapasan dengan tiga kapal perang Rusia yang sedang melintas di Laut  Mediteranean.

Setelah tiga hari melaksanakan kegiatan latihan bersama dan berjalan dengan lancar, pada tanggal 15 Juli 2012 KRI Sultan Hasanuddin-366 merapat di pelabuhan Beirut untuk debarkasi personel serta melaksanakan bekal ulang logistik dan perawatan rutin.

Menanggapi tentang pelaksanaan latihan bersama ini, Rear Admiral ZAMITH maupun Rear Admiral Baroudi menyatakan sangat puas dan bangga kepada unsur-unsur yang terlibat dalam latihan dan  kepada para Kadet LAF Navy selama mengikuti pelaksanaan latihan.  Selain itu, kedua pejabat ini menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366 yang memiliki sikap disiplin dan pofesionalisme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan latihan ini.

Mereka juga mengucapkan rasa terima kasih, karena selama dalam pelayaran para prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366 menunjukkan sikap ramah dan santun dalam pergaulan di kapal, bahkan Rear Admiral ZAMITH merasa betah dan suatu saat ingin bermarkas kembali di KRI Sultan Hasanuddin-366. Dan sebagai bentuk penghargaan tersebut, bendera kapal markas (flag ship) diberikan dan ditinggalkan di KRI Sultan Hasanuddin-366 karena prestasi dan perfoma yang dimiliki sebagai peace keeper di perairan Lebanon. 


Sumber : Koarmatim

Teluk Tomini Akan Dijadikan Museum Terapung Di Ancol

JAKARTA-(IDB) : Pemerintah Indonesia kemungkinan besar akan menyelamatkan kapal bekas Perang Dunia II yang digunakan oleh pasukan Sekutu untuk pendaratan di Normandia, Perancis pada 6 Juni 1944.
 
Kapal itu semula bernama USS Bledsoe County (LST-356), dan kemudian ketika masuk Indonesia pada tahun 1967 diberi nama KRI Teluk Tomini (508). Setelah diselamatkan, kemungkinan kapal itu akan ditempatkan di Taman Impian Jaya Ancol.

Penggagas Sahabat Museum Ade Purnama yang dihubungi membenarkan kabar itu setelah ia mendapat surat untuk mengikuti rapat koordinasi teknis (rakornis) Persiapan Museum Kapal Perang Terapung. Rakornis itu akan diadakan di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Senin pekan depan.

"Setelah melalui sejumlah lobi, kapal itu bisa diselamatkan. Kalau benar bisa diselamatkan, saya pikir kapal itu akan menjadi artefak sejarah buat Indonesia dan warga dunia. Orang-orang Perancis, Amerika Serikat, dan lain-lain pasti akan datang," kata pria yang akrab dipanggil Adep itu, Kamis (12/9/2012).

Ade sendiri saat pergi ke Normandia tidak menemukan artefak yang berupa kapal di lokasi pendaratan. Ia hanya mendapatkan sejumlah mobil jip dan tank. Bila kelak menjadi museum, maka Indonesia mempunyai bukti fisik pendaratan pasukan Normandia


Sumber : Kompas

Kapal Perang Amerika Sandar Di Benoa Bali

BENOA-(IDB) : Kapal Perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat, US Navy USS BENFOLD, Kamis (12/7/2012) pagi tiba di Pelabuhan Benoa, Bali.

Menurut Kapten Kapal Adrian Jansen, kedatangan kapal perang milik AS yang berangkat langsung dari San Diego Amerika ke Bali ini merupakan rangkaian kunjungan ke kawasan Asia Tenggara. Jansen mengatakan kapal canggih ini hanya singgah di Hawaii untuk mengisi bahan bakar sebelum berangkat langsung menuju Bali.

"Keberadaan kami di Indonesia hanya di Bali saja. Kami tidak akan pergi ke wilayah lain di Indonesia. Kami berada di Bali selama 4 hari dan setelah itu akan pulang untuk operasi yang lain yang belum kami ketahui," ungkap Jansen.

Selama berada di Bali mereka akan melakukan kunjungan ke sejumlah obyek wisata, beraudiensi dengan walikota Denpasar atau pejabat terkait lainnya. Selain itu, para pesonil akan melakukan latihan bersama dengan pasukan TNI AL yang ada di Denpasar. Operasi tersebut akan dilakukan selama 6 bulan tetapi bukan hanya di perairan Indonesia. "Kami tidak akan beroperasi di wilayah perairan Indonesia lainnya karena hanya datang ke Bali," tegasnya.

Kapal perang AS dengan panjang 54 meter dengan bobot sekitar 8900 ton itu menurut Jansen membawa 280 personil angkatan laut Amerika dan 35 orang merupakan perwira dan sisanya adalah tentara pelaut atau prajurit. Kapal perang AS tersebut dilengkapi dengan peralatan canggih seperti rudal anti pesawat, rudal anti kapal selam, dan rudal anti kapal perang serta sejumlah alat pendeteksi lainnya.


Sumber : Inilah

KRI Rencong 622 Laksanakan Latihan Cast And Recovery

SURABAYA-(IDB) : Kapal Perang Republik Indonesi (KRI) Rencong-622 melaksanakan operasi Cast and Recovery (penerjunan dan penjemputan kembali) pada kegiatan operasi dan latihan Raid Amfibi tahun 2012 di sekitar perairan Selat Madura, Selasa (26/06/2012). Gladi tempur ini merupakan latihan parsial yang dilaksanakan oleh Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmatim dalam rangka persiapan Latihan Armada Jaya  ke-XXXI tahun 2012 yang akan digelar beberapa bulan mendatang.

Kegiatan ini melibatkan sebuah kapal Kapal Cepat Rudal (KCR) yaitu KRI Rencong-622, Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim, Detasemen Intelijen (Denintel) Koarmatim, Dinas Hukum (Diskum), Dinas Provos (Disprov), serta Dinas Kesehatan (Diskes) Koarmatim. Kegiatan latihan dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap latihan posko dan mauver lapangan bertempat di sekitar Mako Koarmatim dan perairan Selat Madura. 

Materi yang dilalaksanakan meliputi pembekalan hukum militer, pembekalan hukum pidana militer, Hak Asasi Manusia (HAM), Intelejen tempur, prosedur pelaksanaan infiltrasi, teknik dan taktik Cast and Recovery, prosedur dukungan kesehatan dan penanganan kecelakaan latihan dan operasi tempur laut, pengurusan dan perlakuan tawanan perang dan pembinaan dan perawatan personel dalam tugas Operasi Militer untuk Perang (OMP).

Gladi Cast and Recovery pada operasi Raid Amfibi disekenariokan berdasarkan Patroli Maritim serta data Intelijen, diperoleh informasi tentang adanya kekuatan kegiatan musuh telah membangun suatu kekuatan di pantai  dengan perkuatan meriam-meriam pertahanan pantai dan beberapa instalasi vital. Menindaklanjuti situasi dan kondisi tersebut, maka pemimpin memerintahkan untuk melumpuhkan kekuatan musuh dengan cara melaksanakan Raid amfibi.

KRI Rencong mendapat tugas melaksanakan operasi infiltrasi dengan cara Cast and Recovery untuk menyusupkan satu Tim Satkopaska ke pantai yang dikuasai musuh guna mendukung kegiatan operasi amfibi. Target yang menjadai sasaran Pasukan Katak  adalah melumpuhkan kekuatan musuh di pantai berupa meriam Penangkis Serangan Udara (PSU), meriam kaliber 120mm serta radar udara dan maritim.

Satu tim Pasukan katak berhasil masuk kedaerah lawan melalui Cast Kapal cepat dari KRI Rencong kemudian melaksanakan tugas penghancuran instalasi musuh. Dalam kontak senjata yang berlangsung singkat itu, Kopaska berhasil melumpukan pasukan musuh dan membawa dua orang sebagai tawanan perang. Kedua tawanan perang itu salah satunya mengalami luka tembak pada betis kiri, selanjutnya mereka dievakuasi ke KRI Rencong untuk mendapatkan penanganan medis awal. Informasi adanya tawanan perang yang masih hidup ditindak lanjuti oleh Satuan Tugas (Satgas) dengan menerjunkan tim terkait dari Diskum, Diskes serta Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal).

Selama latihan berlangsung, yaitu membekali dan melatih serta mengukur tingkat kemampuan tempur dan ketrampilan personel Satkat Koarmatim, Satkopaska Koarmatim, Diskesarmatim, Diskumarmatim, Disprovarmatim dan Denitelarmatim dalam melaksanakan taktik Cast and Recovery pada kegiatan operasi dan latihan Raid Amfibi.Tujuan dari latihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan prajurit KRI unsur Satkat Koarmatim dalam melaksanakan tugas Cast and Recovery tim Raid Amfibi secara cepat, aman dan terjaganya kerahasiaannya. 

Selain itu juga untuk memberikan pembekalan terhadap prajurit tentang kemampuan dan keterampilan melaksanakan dukungan kesehatan dan penangganan kecelakaan dalam operasi tempur laut, ketentuan Hukum serta pengurusan dan perlakuan terhadap tawanan perang serta ketentuan Hukum Disiplin Militer dan Hukum Pidana Militer. 


Sumber : Koarmatim