Tampilkan postingan dengan label Kapal Cepat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Cepat. Tampilkan semua postingan

Inovasi di Tengah Keterbatasan

JAKARTA-(IDB) : Pertahanan dan keamanan di laut, kini menjadi salah satu prioritas. Ini karena laut telah menjadi salah satu sumber Trans National Organized Crime (TNOC) yang utama. Banyak kejahatan dan tindak pelanggaran di laut berkembang menjadi kriminal lintas negara yang terorganisir dan melibatkan para pemilik modal besar. Pencemaran laut, kini juga menjadi isu yang dominan baik di kawasan regional maupun internasional.

Kawasan Asia Pasifik tercatat sebagai kawasan dengan tingkat pelanggaran cukup tinggi. Sejumlah isu utama yang menonjol, antara lain pembajakan dan perdagangan manusia, terorisme dan penyelundupan terutama senjata.

Di kawasan Asia Tenggara, penyelundupan senjata diperkirakan mencapai ribuan pucuk per tahun, sekitar 80 persennya dilakukan melalui laut. Meski sebagian besar TNOC ini tergolong kejahatan dan pelanggaran non-militer namun dampak dan kerugian yang ditimbulkan sangat signifikan. Tidak hanya secara ekonomi, sosial, dan ekologi, berbagai praktik TNOC tersebut juga bisa melemahkan kedaulatan wilayah suatu bangsa.

Berada di antara dua samudera dan dua benua, membuat posisi Indonesia sangat strategis sebagai urat nadi pelayaran niaga internasional. Dari segi potensi, Indonesia adalah salah satu negara yang termasuk dalam Coral Triangle, yakni negara dengan potensi maritim terbesar di dunia. Potensi maritim Indonesia diperkirakan mencapai Rp 7 ribu triliun per tahun.

Sedikitnya ada 11 sektor ekonomi kelautan yang dimiliki Indonesia. Yakni, perikanan tangkap, perikanan budi daya, industri pengelolaan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, hutan mangrove, perhubungan laut, sumber daya pulau-pulau kecil, industri dan jasa maritim, serta sumber daya alam (SDA) non-konvensional. Secara keseluruhan, potensi nilai total ekonomi kesebelas sektor kelautan tersebut diperkirakan mencapai 500 miliar dolar AS (sekitar Rp 4.500 triliiun) per tahun. (Slamet Soebiyanto, 2007)

Posisi yang strategis dan potensi ekonomi maritim yang luar biasa seharusnya menjadi modal besar bagi Indonesia untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat. Sayang, diperkirakan baru sekitar 10 persen dari berbagai potensi maratim Indonesia yang mampu dirambah. Ini pun baru dalam tataran pengeksploitasian SDA laut. Pemberdayaan potensi maritim untuk kesejahteraan kian terhambat oleh berbagai TNOC yang kian marak terjadi di laut Indonesia. Dampak dan kerugian yang ditimbulkan pun sangat besar.

Untuk illegal fishing saja, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 80 triliun. Kerugian tersebut terdiri dari potensi ikan yang hilang mencapai Rp 30 triliun dan kehilangan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 50 triliun setiap tahun. Diperkirakan sekitar 3.180 kapal nelayan asing beroperasi secara ilegal setiap tahunnya di perairan Indonesia, terutama di perairan Natuna, Sulut dan Arafuru.

Sementara, penyelundupan kayu diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 6,6 triliun per tahun. Belum lagi, pencemaran laut yang diperkirakan mencapai jarak sepanjang 167.000 km. Berbagai kerugian ini akan terus bertambah jika paradigma kita terhadap keamanan di laut tidak juga berubah dan tidak diikuti oleh sejumlah langkah konkrit untuk mengantisipasinya. Pertahanan dan keamanan laut yang kokoh kini menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi.

Bagi Indonesia, terdapat sejumlah masalah dan kendala dalam mengantisipasi ancaman TNOC. Salah satunya adalah masalah anggaran. Anggaran pertahanan keamanan Indonesia relatif kecil, yakni baru sekitar lima persen dari APBN. Meski terjadi penambahan anggaran pertahanan dari Rp 64 triliun menjadi Rp 77 triliun pada tahun 2013, namun jumlah ini sebenarnya masih jauh dari ideal dan kalah jauh dari negara lain. Singapura, misalnya.

Meski hanya berpenduduk sekitar 4 juta orang, anggaran militer Singapura merupakan yang terbesar di antara negara-negara anggota ASEAN. Bahkan, sejak 1970, Singapura telah mengalokasikan rata-rata 6 persen dari PDB-nya untuk pengeluaran pertahanan. Tak heran, jika teknologi militer Singapura paling maju di ASEAN.

Pada dekade 1960-an, anggaran pertahanan Indonesia sebenarnya pernah mencapai 29 persen dari PDB. Namun, jumlah ini terus menyusut sehingga kadangkala perlengkapan armada dan personil laut kita kalah canggih dengan perlengkapan nelayan kapal asing yang melakukan penjarahan.

Minimnya anggaran berdampak krusial pada banyak aspek. Secara politis, posisi tawar Indonesia menjadi rendah di mata internasional sehingga memberi peluang bagi negara lain untuk memprovokasi bahkan mengganggu kedaulatan NKRI. Minimnya anggaran juga berdampak pada lemahnya pengawasan daerah perairan sehingga menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Selain masalah anggaran, keterbatasan teknologi dan SDM juga menjadi masalah serius.

Berbagai keterbatasan di atas tidak boleh menyurutkan langkah kita untuk terus mengupayakan pengamanan wilayah laut agar tetap optimal. Berbagai inovasi harus dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut (AL) dan sejumlah pihak terkait, melalui pembangunan kapal perang antiradar KRI Klewang-625 yang baru saja diluncurkan, beberapa waktu lalu.

Pembangunan kapal perang canggih di dalam negeri oleh putra-putri Indonesia sendiri diharapkan tidak hanya bisa menyiasati keterbatasan anggaran, memunculkan kecintaan, rasa memiliki dan tanggung jawab namun sekaligus mampu meningkatkan keamanan laut Indonesia dari berbagai ancaman TNOC. Perjuangan masih panjang namun ini bisa menjadi momentum yang bagus untuk membangun kekuatan pertahanan dan keamanan laut Indonesia yang handal. Sebuah fondasi bagi terwujudnya negara maritim yang kita cita-citakan bersama. Semoga.



Sumber : SuaraKarya

KSAL : Pemerintah Harus Perbanyak Kapal Cepat Berpeluru Kendali

JAKARTA-(IDB) : Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) meminta pemerintah memperbanyak kapal-kapal cepat berpeluru kendali, termasuk KRI Klewang untuk memperkuat pengamanan di wilayah perairan.

Namun, kapal-kapal perang berukuran kecil tersebut harus ditopang dengan sistem persenjataan yang canggih. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno mengatakan, wilayah laut Indonesia yang sangat luas memerlukan dukungan alat utama sistem senjata (alutsista) yang banyak dan canggih. “Kita butuh banyak sekali kapal-kapal cepat seperti Klewang,” ungkap Soeparno di Jakarta kemarin. Namun,karena sekarang ini baru memiliki satu kapal kawal cepat rudal (KCR) dengan tiga lunas, penempatannya baru bisa dilakukan di Armada RI Wilayah Timur (Armatim).


Dia menyebut, KRI Klewang adalah kapal yang dari segi desain unik dengan ada tiga lambung. Dengan tiga lambung itu,kapal ini memiliki stabilitas yang tinggi saat menghadapi gelombang. Namun, biaya membuat kapal tersebut juga mahal yakni mencapai Rp114 miliar. Meski demikian, Soeparno mengatakan,pengadaan kapal KCR akan terus dilakukan sehingga jumlahnya lebih banyak lagi.Selain KRI Klewang, sebelumnya TNI AL juga mendapat tambahan beberapa unit KCR yakni KRI Celurit dan KRI Kujang.

Guna mendukung penambahan KCR,Kementerian Pertahanan telah bekerja sama dengan pemerintah China untuk produksi peluru kendali (rudal) C-705. Seluruh KRI akan dilengkapi dengan rudal berkemampuan jelajah hingga 140 kilometer itu.TNI AL juga sudah dua kali melakukan uji coba rudal ini.

Hasilnya cukup memuaskan untuk dipilih sebagai senjata kapal KCR. Menurut Menhan Purnomo Yusgiantoro, dengan produksi sendiri rudal,kemampuan persenjataan akan meningkat cukup signifikan. 



Sumber : Sindo

Pemerintah Harus Segera Siapkan Infrastruktur Pendukung Tank

JAKARTA-(IDB) : Pemerintah harus segera memikirkan pembangunan infrastruktur dan mengkaji lokasi-lokasi penempatan untuk tank-tank tempur yang akan tiba dari Jerman.

Apalagi sebagian besar infrastruktur yang ada sekarang tidak dirancang untuk mendukung pergerakan kendaraan tempur seperti tank. Pengamat pertahanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Cornelis Lay menuturkan, tank yang dimiliki Indonesia sekarang ini memang sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman. “Tapi dengan membeli tank seberat 63 ton (Leopard),kesulitan kita infrastruktur tidak tersedia,”paparnya saat dihubungi SINDO kemarin.


Sebagaimana diketahui,Pemerintah Indonesia telah membeli ratusan tank Leopard dan Marder dari Jerman. Keberadaan tank tersebut sebagai penguatan pertahanan dalam negeri. Kendala infrastruktur makin jelas bila tank-tank itu ditempatkan di wilayah perbatasan. “Itu kesulitan teknis mau penempatannya di mana,” sebut dia.

Cornelis menyebut pembangunan infrastruktur yang ada tidak dirancang untuk mendukung pergerakan kendaraan militer sebagaimana banyak dilakukan negara lain di dunia. Kalaupun ada yang sanggup, itu pun jumlahnya terbatas. Selain itu, lanjut dia,pemerintah patut mengkaji masalah strategi penempatan ini dengan kebijakan politik luar negeri.

Pada 2015, kebijakan politik luar negeri mengarahkan Indonesia menjadi bagian ASEAN Community yang memiliki tiga kesepakatan integrasi. Integrasi pertama adalah integrasi wilayah,kemudian integrasi lembaga, serta integrasi penduduk.

Integrasi-integrasi ini membuat semua negara ASEAN Community terbuka satu sama lain. “Apakah dengan kebijakan seperti ini, penjagaan perbatasan dengan penguatan militer di perbatasan (Kalimantan-Malaysia) masih relevan? Memang masih ada perbatasan lain seperti di Papua, tapi ya itu tadi kendalanya infrastruktur,”sebut dia.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menuturkan, sesuai kajian pertahanan yang pernah dilakukan, geografi Indonesia lebih cocok dengan pengoperasian tank medium ketimbang MBT.Karena itu pihaknya sejak awal menyarankan agar pemerintah tidak membeli MBT.

Sementara itu, kajian tim kavaleri TNI Angkatan Darat menyimpulkan Leopard memiliki beberapa keunggulan dibandingkan MBT lain. Di antaranya dari segi penggunaan bahan bakar, Leopard multifuel berbeda dengan lainnya yang hanya bisa dengan satu jenis bahan bakar. Dari segi kemampuan, Leopard mampu menembak sejauh 6 km, lebih jauh ketimbang MBT PT-91M milik Malaysia yang sanggup 5 km.

Leopard juga mampu menyelam dalam air berkedalaman tak lebih dari empat meter dan mampu menembak siang dan malam. Adapun Marder, tank medium ini dapat difungsikan sebagai pengangkut perpindahan personel. Pengadaan Mar-der ini tidak pernah disinggung sebelumnya. Bahkan,Komisi I DPR juga belum membahasnya.

Kapal Berpeluru Kendali Perlu Diperbanyak
Sementara itu,TNI Angkatan Laut membutuhkan banyak kapal cepat berpeluru kendali, termasuk KRI Klewang, untuk memperkuat pengamanan di wilayah perairan.Namun, kapal- kapal perang berukuran kecil tersebut harus ditopang dengan sistem persenjataan yang canggih.

Menurut Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, wilayah laut Indonesia yang sangat luas memerlukan dukungan alutsista yang banyak dan canggih. “Kita butuh banyak sekali kapal cepat seperti Klewang,” katanya kemarin.

Namun karena sekarang ini baru memiliki satu kapal kawal cepat rudal (KCR) dengan tiga lunas, penempatannya ada di armada RI wilayah timur (armatim). Dia menyebut KRI Klewang adalah kapal yang dari segi desain unik dengan adanya tiga lambung. Dengan tiga lambung itu,kapal ini memiliki stabilitas yang tinggi saat menghadapi gelombang.

Namun, biaya membuat kapal tersebut juga mahal, yakni mencapai Rp114 miliar. Meski demikian, Soeparno menuturkan,pengadaan kapal KCR akan terus dilakukan sehingga jumlahnya lebih banyak lagi.


Sumber : Sindo

TNI AL Siapkan Calon Awak KCR Trimaran KRI Kelewang-625

SURABAYA-(IDB) : Setelah peluncuran secara resmi KCR Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran KRI Kelewang-625 pada tanggal 31 Agustus 2012 di galangan PT Lundin Banyuwangi, maka program selanjutnya untuk penyiapan KCR tersebut masuk ke jajaran TNI AL adalah pelatihan Calon Pengawak (Cawak) KRI Kelewang-625.

Program pelatihan Calon Pengawak KRI Kelewang-625 secara resmi dimulai pada awal September bertempat di Galangan PT Lundin Banyuwangi.   Pelatihan Calon Pengawak KRI Kelewang-625 ini diselenggarakan selama 14 hari yang diikuti oleh  33 personel calon pengawak KRI tersebut.

Sebagaimana diketahui, KCR Trimaran ini adalah jenis kapal pertama yang menggunakan teknologi komposit serta desain dengan bentuk tiga lambung serta peralatan sewaco yang modern yang akan dilengkapi oleh persenjataan meriam CIWS dan rudal C705.

Pelatihan yang secara resmi dibuka oleh Dansatgas Yekda KCR Trimaran Kolonel laut (T) Heru Sriyanta di galangan PT Lundin ini akan berakhir pada pertengahan September dengan harapan setelah pelatihan tersebut para pengawak KRI Kelewang-625 dapat mengoperasikan dengan penanganan terbaik seluruh peralatan yang ada di kapal dengan baik,sehingga dapat memperpanjang usia pakai kapal mejadi lebih lama. 



Sumber : Koarmatim

DPR Berharap Indonesia Perbanyak Trimaran Class

JAKARTA-(IDB) : Kapal berlunas tiga, KRI Klewang-625, yang baru saja diluncurkan digadang- gadang bakal menjadi salah satu kapal permukaan andalan TNI Angkatan Laut (AL). Untuk membangun kapal generasi modern tersebut membutuhkan dana sebesar Rp114 miliar.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Suropati menuturkan, pembuatan satu unit kapal berjenis X3K trimaran class ini menghabiskan dana sekitar Rp114 miliar.“Dana diambilkan dari anggaran belanja modal devisa tahun anggaran 2009,” paparnya di Jakarta kemarin. Jika dibandingkan dengan kapal dengan jenis kawal cepat rudal (KCR) lainnya produksi dalam negeri seperti KRI Celurit-641,harga ini jelas jauh lebih mahal.

Pembuatan KRI Celurit-641 oleh galangan kapal PT Palindo Marine, Batam, menghabiskan dana sekitar Rp75 miliar.Namun, kapal itu hanya memiliki satu lambung. Untung mengatakan, KRI Klewang-625 layak untuk menjadi kebanggaan rakyat Indonesia karena merupakan kapal modern yang diproduksi oleh industri pertahanan di dalam negeri. “KRI Klewang-625 layak dibanggakan sebagai salah satu alutsista (alat utama sistem senjata) andalan,” ungkapnya.

Dia menerangkan, kapal yang digagas oleh TNI AL bekerja sama dengan PT Lundin IndustryInvest, Banyuwangi,melalui program riset dan pengembangan sejak 2007 ini diproyeksikan menjadi kekuatan pemukul TNI AL yang andal dan menakutkan dilautan. Pasalnya,kapal ini diklaim memiliki kemampuan menginduksi panas dan antiradar (stealth).

Momentum peluncuran kapal perang KCR pertama X3K trimaran class ini diharapkan bisa menjadi titik awal pembangunan kapal sejenis yang akan mampu meningkatkan kemampuan TNI AL sehingga menjadi salah satu kekuatan yang disegani di kawasan regional.Selain itu,diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri militer dalam negeri agar mendapatkan pengakuan internasional. KRI Klewang-625 berbahan dasar komposit serat karbon yang ringan, tapi 20 kali lebih kuat dari baja.

Keberhasilan pembangunan kapal perang canggih ini merupakan yang pertama oleh putra-putri Indonesia di galangan kapal dalam negeri PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi. Menurut Direktur PT Lundin John Lundin dalam siaran persnya,Dispenal Amerika Serikat pernah membuat kapal sejenis dengan panjang 120 meter, tetapi dari bahan alumunium atau baja.“Komposit serat karbon juga telah digunakan untuk pembuatan pesawat Airbus Boeing-777 dan mobil Formula-1. Ketahanannya 20 kali lebih kuat dibandingkan baja,”kata John Lundin.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR Su-saningtyas Kertopati menyambut baik kelahiran KRI Klewang-625 lantaran kapal produksi dalam negeri ini memiliki kemampuan yang andal.“Saya rasa kita harus memerbanyak alutsista seperti itu,”ujarnya. Susaningtyas menambahkan, dengan ke-mampuan antiradar yang dimiliki KRI Klewang, ini akan menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga wilayah laut Indonesia.

“Keperluan ALKI (alur laut kepulauan Indonesia) kita akan lebih terlindungi dari ancaman bila memiliki kapal antiradar,”ujarnya. Sebelumnya, pengamat militer dari UI Andi Widjajanto menyatakan, kapal jenis ini juga cocok dengan kondisi perairan Indonesia karena memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan kapal-kapal lain yang berlambung satu. 


Sumber : Sindo

Diharapkan Kedepan Pengembangan KRI Klewang Bisa Sekelas Fregat

BANYUWANGI-(IDB) : Kekuatan TNI Angkatan Laut kini kian kuat.Kemarin satu kapal cepat rudal (KCR) yang diyakini mampu menjadi kekuatan pemukul di matra laut, KCR Trimaran, resmi diluncurkan dari galangan kapal milik PT Lundin Industry Invest di Pantai Cacalan,Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi,Jawa Timur.

Kapal perang pertama berlunas banyak di Asia Tenggara, bahkan diklaim sebagai salah satu tercanggih di dunia,secara resmi dinamakan KRI Klewang– pedang bermata tunggal tradisional asal Pulau Madura– dengan nomor lambung 625. Selain kecanggihan teknologinya, desain kapal juga terbilang radikal karena sisi depannya sangat lancip dan berlunas tiga (trimaran) dengan keseluruhan elemen berbahan dasar infus vinylester karbon fiber.


Dengan penggunaan material seperti ini bodi KRI Klewang mampu menginduksi panas sehingga sulit terdeteksi radar (stealth). Peluncuran kapal perang yang memiliki panjang keseluruhan 63 meter itu dilakukan Wakil Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Pertama Sayyid Anwar, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, serta PT Lundin.“Kapal ini pengembangan lanjutan dari riset agar TNI AL tetap diperhitungkan di dunia internasional. Kapal ini sangat canggih dan baru ada di Amerika Serikat dan Indonesia,” kata Sayyid Anwar.

Dia menjelaskan, KRI Klewang ini dianggarkan dari pengadaan dana sisa anggaran tahun 2009 yang kemudian pengerjaan kapal dilakukan oleh PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi. KRI Klewang akan dipersenjatai peluru kendali asal China C-705 yang akan diproduksi di Indonesia dengan jarak tembak hingga 120 kilometer.“ Kapal cepat siluman ini yang pertama dengan menggunakan rudal dan berlunas trimaran.

Kapal ini tidak bisa terdeteksi oleh radar karena menggunakan bahan khusus salah satunya dari komposit,” ujarnya. Spesifikasi kapal itu memiliki panjang 63 meter,kecepatan maksimal 35 knot, bobot 53,1 GT, serta mesin utama 4x marine engines MAN nominal 1.800 PK. Saat diluncurkan ke perairan Selat Bali, kondisi pengerjaan KRI Klewang baru selesai 90%.Adapun finalisasinya, termasuk pemasangan peralatan persenjataannya, akan dilakukan di Pangkalan TNI AL Banyuwangi.

Pengamat militer dari Universitas Indonesia (UI) Andi Widjajanto menilai peluncuran KRI Klewang yang berjenis kapal cepat rudal merupakan awal yang baik bagi pengembangan kapal modern pada masa mendatang. Sekarang ini hanya ada beberapa negara yang mampu membuat kapal dengan tiga lambung seperti Amerika Serikat dan Jerman.

Karena itu, jumlah kapal berlambung tiga ini juga masih sedikit di dunia, apalagi yang digunakan untuk kapal militer. “Kapal dengan tiga lambung ini menjadi arah pengembangan industri ke depan, dan kita sudah mampu membuatnya,” katanya. Andi menilai, Indonesia perlu mengembangkan kapal seperti ini karena selain mengikuti arah pengembangan kapal modern,kapal jenis ini juga cocok dengan kondisi perairan Indonesia.

Kapal ini memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan kapal-kapal lain yang berlambung satu. “Ini sangat cocok untuk kondisi perairan dengan gelombang dan angin keras seperti yang ada di Indonesia,”ungkap dia. Meskipun merupakan salah satu kapal modern, kehadiran kapal ini bagi jajaran TNI Angkatan Laut dinilai belum cukup memberi perubahan berarti bagi perimbangan kekuatan dengan negara tetangga.

“ Trimaran belum memberi perubahan apa-apa karena kapasitas minim, teknologi, dan tonase kecil,”bebernya. Karena itu, kapal ini perlu dikembangkan lagi pada masa mendatang. Andi menyebut ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian dalam pengembangan antara lain dari segi kapasitas tonase. KRI Klewang memiliki tonase yang kecil sehingga menjadi masalah tersendiri karena tak bisa mengangkut amunisi banyak untuk senjata rudal yang dimilikinya.

KRI Klewang dilengkapi peluru kendali (rudal) yang standarnya sama dengan kapal perang jenis fregate. “Hanya tonase kecil, masalah utama ada di daya angkut amunisi.Ke depan perlu dikembangkan kapal sejenis dengan kapasitas lebih besar, minimal menyerupai fregate, ”tuturnya. Selain itu, pengembangan juga diharapkan menyangkut masalah teknologi yakni membuat kapal menjadi antiradar (stealth).

“Amerika Serikat sekarang sudah merancang prototipe yang stealth. Kalau yang KRI Klewang ini belum stealth, baru andalkan teknologi permukaan saja dan memiliki lambung tiga,” sebut Andi. Untuk bisa membuat kapal antiradar (stealth),dibutuhkan bahan dan teknologi khusus dalam membuatnya. Kapal antiradar berbahan titanium ringan yang proses pembuatannya didesain sedemikian rupa sehingga mampu meminimalisasi irisan radar hingga mendekati nol.

Cocok untuk Karakteristik Indonesia

Direktur PT Lundin Industry Invest Lizza Lundin dan John Lundin memaparkan,kapal ini hasil kolaborasi riset, desain, dan pengembangan antara North Sea Boats Pte Ltd/PT Lundin dan arsitek kapal LOMOCean dari Selandia Baru yang dilakukan secara intensif selama 24 bulan. “Hasil kolaborasi tersebut merepresentasikan suatu langkah maju dalam penggunaan teknologi maju di bidang pembuatan kapal perang,”kata Lizza.

Penggunaan bahan baku karbon foam sandwich untuk aplikasi kapal dalam skala yang luas seperti itu suatu hal yang belum pernah dilakukan di luar Skandinavia dan suatu representasi kemutakhiran teknologi di bidang rekayasa struktural dan produksi. Dengan kemampuan stabilitas yang sangat baik dan rancangan lambung yang dangkal, kapal ini didesain untuk berpatroli di pesisir yang panjang.

Bentuk lambung dirancang agar kapal dapat melaju dengan kecepatan yang tinggi,namun dengan tetap memperhatikan kemampuan kru atau kapal untuk beroperasi di laut curam dan pendek yang merupakan karakteristik garis pantai di kepulauan di Indonesia. Sedangkan bagian bawah garis air telah dioptimalkan untuk dapat mencapai kecepatan jelajah yang cukup jauh.

Pajang, posisi melintang dan membujur, serta kemampuan peredaman dari masingmasing lunas telah dirancang secara khusus guna daya tahan terbaik dengan menggunakan analisis slender bodydan towing tank. Desain struktural,meskipun masih memerlukan persetujuan dari Germanischer Lloyd di Hamburg Jerman, menggunakan metodologi desain yang dirancang khusus untuk geometri dari sebuah kapal berlunas tiga yang dapat memecah ombak.

Konstruksi kapal ini menawarkan beberapa keunggulan antara lain lebih ringan (karbon fiber yang telah dilaminasi memimiki tingkat kepadatan separuh lebih rendah daripada alumunium) dan efisien dalam biaya perawatan (karbon komposit tidak dapat berkarat dan memiliki batas kelelahan yang tinggi). Kapal tersebut juga mempunyai kemampuan tidak terdeteksi oleh radar karena bentuk panel yang benar-benar datar yang didapat sebab tidak ada distorsi selama proses perakitan, tingkat keakuratan geometris yang sangat tinggi, tidak mengandung unsur magnet, tingkat deteksi panas,dan suara yang rendah.

Untuk tenaga dan sistem propulsi,kapal ini menggunakan beberapa mesin diesel MAN V 12 dan waterjet MJP 550, yang mana terletak di lunas tengah dan juga di masing-masing lunas kiri dan kanan, guna menghasilkan tenaga pendorong yang maksimum dan kemampuan bermanuver yang baik. “Ruang akomodasi disediakan untuk 29 orang kru kapal pada tiga lantai dek termasuk anjungan kapal dan ruang kendali, juga disediakan fasilitas dan peralatan termasuk kapal rigid inflatable boat sepanjang 11 meter yang dapat dipergunakan untuk penerjunan pasukan khusus,”katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, KRI Klewang dapat dipersenjatai dengan berbagai tipe/ sistem rudal,termasuk Tipe 705 (up to 8), RBS15,Penguin, atau Exocet,dan senjata/ kanon 40 – 57 mm, serta Close in Weapon System (CIWC).Sistem persenjataan kapal ini akan disuplai secara turn key oleh CSIC dan CPMIEC dari China,yang mana sistem tersebut akan meliputi rapid fire CIWC,combat control, dan sistem rudal.Namun, konfigurasi persenjataan seperti apa yang akan digunakan masih dirahasiakan.

Tapi, senjata atau rudal ini dapat ditempatkan di bagian tertinggi di atas dek sehingga memberikan kemampuan penglihatan dan penembakan yang baik. Sensor juga dapat ditempatkan di bagian yang sama.Semua hal tersebut tidak akan mengurangi stabilitas kapal ini. Kapal itu akan diselesaikan secara sepenuhnya setelah peluncuran dan akan diikuti dengan uji coba laut dan training yang intensif sebelum dioperasionalkan pada 2013. “Uji coba itu kira-kira selama sebulan dengan di dalamnya terdapat 27 kru dari pasukan AL,”katanya.


Sumber : Sindo

KRI Klewang Bertugas Di Jajaran Koarmatim

BANYUWANGI-(IDB) : Wakil Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Pertama Sayyid Anwar, mengatakan Kapal Cepat Rudal Trimaran KRI Klewang 625 akan ditempatkan di Armada Timur, Surabaya.

Meskipun begitu, kata dia, kapal bisa dioperasikan di seluruh kawasan di Indonesia sesuai kebutuhan. "Operasinya bisa di kawasan barat atau timur sesuai dengan kebutuhan," kata dia usai meluncurkan KCR Trimaran di galangan kapal PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi, Jumat, 31 Agustus 2012.


Menurut Sayyid Anwar, KCR Trimaran ini berfungsi sebagai kapal perang. Kapal ini dilengkapi empat peluru kendali dengan daya jelajah hingga radius 120 kilometer. KRI Klewang juga diklaim memiliki teknologi khusus sehingga tidak dapat dideteksi radar musuh.


Kapal supercanggih yang dimiliki TNI AL ini merupakan pertama di Indonesia yang dibuat oleh perusahaan dalam negeri. Bahkan, PT Lundin menyatakan kapal ini merupakan yang pertama di kawasan Asia.


KRI Klewang memiliki panjang 63 meter, bobot 53,1 GT, dengan mesin utama 4x
marine engines MAN nominal 1.800 PK sehingga mampu melesat dengan kecepatan maksimal 35 knot. TNI AL memesan kapal tersebut seharga Rp 114 miliar yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sejak tahun 2009 hingga 2011.

Pemilik PT Lundin Industry Invest, John Ivar Alan Lundin, mengatakan perencanaan hingga realisasi kapal ini membutuhkan waktu lima tahun. PT Lundin membutuhkan waktu 2,5 tahun untuk melakukan riset ke berbagai negara dan 2,5 tahun sisanya untuk pembuatan. "Saya sangat senang akhirnya selesai. Ini merupakan mimpi lama saya," kata dia.


Bahan utama kapal ini menggunakan serat karbon yang sebagian besar diimpor dari Cina. Teknologi kapal yang tidak terdeteksi tersebut sudah lebih dulu diaplikasikan di Selandia Baru dan Amerika. 


PT Lundin didirikan di Banyuwangi tahun 2001 silam oleh Jhon Ivar. Pria berusia 43 tahun tersebut berasal dari Swedia dan merupakan keturunan keluarga pembuat kapal perang di Swedia bernama Sweed Sweap. 

 Dia mendirikan galangan kapal di Banyuwangi setelah menikah dengan Lisa, perempuan asal Banyuwangi pada 1997 silam. Selain melayani kapal perang dalam negeri, PT Lundin juga banyak mengekspor kapal militer ke Malasyia.


Sumber : Tempo

Update : Peluncuran Perdana KRI Klewang 625 Berhasil Dengan Mulus

KRI Klewang 625 berhasil diluncurkan dari galangan kapal PT. Lundin Industry Invest. Kementerian Pertahanan memesan 4 kapal trimaran dengan harga per unit Rp 114 miliar

TNI AL Luncurkan Kapal Siluman Tercanggih
KBRN, Banyuwangi: Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran / KRI Klewang 625 yang merupakan kapal siluman pertama didunia, Jum'at (31/8) secara resmi diluncurkan.

Kapal yang memiliki panjang 63 meter buatan Banyuwangi tersebut diklaim sebagai kapal perang tercanggih didunia karena sulit terdeteksi oleh radar.


Wakil Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Pertama, Sayid Anwar, mengatakan peluncuran KRI Klewang merupakan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia karena merupakan kapal jenis combatan yang sulit dideteksi oleh radar karena dibuat dari bahan komposit yang ringan sehingga memiliki kecepatan sampai 35 knot.

"KRI Klewang ini sangat ringan sehingga memiliki kecepatan yang cocok untuk misi rahasia dan tempur," ujarnya.


KCR Trimaran merupakan kapal perang tercanggih yang dikembangkan sejak tahun 2009 oleh TNI AL dan PT. Lundin, akan dilengkapi  rudal jarak tembak 120 km membuat kapal ini menjadi kapal perang kebanggaan Indonesia.


"Kapal ini akan dilengkapi 4 rudal jenis C 705 produksi cina dan perlengkapan canggih lainnya," tambah Laksamana Pertama Sayid Anwar.

KRI Klewang tersebut akan diawaki oleh 27 ABK tersebut rencanya akan memperkuat Armatim TNI AL di Surabaya.


Sumber  : RRI

Berita Video : Peresmian KCR Trimaran, Selamat Datang KRI Klewang 625

BANYUWANGI-(IDB) :  Sebuah kapal perang yang diklaim terinovatif di dunia diluncurkan PT Lundin Industry Invest di Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (31/8). Kapal bernama KRI Klewang ini diklaim menggabungkan sejumlah kecanggihan teknologi sehingga memiliki berbagai keunggulan. KRI Klewang akan melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI Angkatan Laut. KRI Klewang diproduksi di Banyuwangi. Pemilik PT Lundin Industry Invest, Lizza Lundin, mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai tempat produksi kapal karena ingin membangun kampung halamannya itu. "Saya orang Banyuwangi. Lokasi ini sangat baik untuk riset pembuatan kapal," kata Lizza. Bentuk kapal cukup unik. Ini merupakan hasil kolaborasi riset desain dan pengembangan antara PT Lundin dengan arsitek kapal dari Selandia Baru selama dua tahun. Kapal memiliki stabilitas amat baik. Rancangan lambung dibuat dangkal. Kapal didesain untuk bisa berpatroli di pesisir yang panjang.
Bentuk lambung kapal dirancang sedemikian rupa agar kapal dapat melaju dengan kecepatan tinggi namun tetap memperhatikan kemampuan kru. Kapal dapat beroperasi di laut curam dan pendek yang merupakan karakterisktik garis pantai di kepulauan Indonesia. Kontruksi kapal menawarkan beberapa keunggulan. Di antaranya KRI Klewang ini lebih ringan, efisien biaya perawatan, kemampuan tidak terdeteksi oleh radar, tingkat akurasi geometris yang tinggi, tidak mengandung unsur magnet, tingkat deteksi panas dan suara yang rendah. KRI Klewang juga menyediakan ruang akomodasi untuk 29 kru kapal pada tiga lantai dek. Kapal dilengkapi fasilitas dan peralatan untuk penerjunan pasukan khusus. Kapal juga dipersenjatai berbagai tipe sistem rudal. Rudal dilengkapi sensor yang dapat ditempatkan di bagian tertinggi atas dek kapal. Ini memberikan kemampuan penglihatan penembakan yang sangat baik. Kesemua hal itu tidak mengurangi stabilitas kapal. PT Lundin Industry Invest mengaku belum menemukan kendala dalam produksi kapal. Lizza Lundin mengaku memperoleh kemudahan dari pemerintah dalam produksi kapal. KRI Klewang masih mengalami pengembangan dan akan dioperasikan pada 2013 mendatang.  
Sumber : Metrotvnews

KCR X3K trimaran " KRI Klewang - 625 "

BANYUWANGI-(IDB) : Selamat datang KRI Klewang. Ucapan ini disampaikan terkait peluncuran kapal berlunas tiga (trimaran) yang dilakukan Banyuwangi di Jawa Timur hari ini. Kapal yang diproyeksikan sebagai kapal cepat rudal dan mampu melaksanakan operasi keamanan laut serta tempur laut ini akan melengkapi jajaran Kapal Republik Indonesia (KRI) yang sudah ada.

Kehadiran kapal yang sudah resmi mendapat nama KRI Klewang ini memang sudah ditunggu-tunggu. Proyek yang merupakan hasil garapan bareng PT Lundin Industry Invest dengan TNI AL ini memancing penasaran bagi para pemerhati dunia militer: apakah Trimaran X3K yang rancang bangunnya melibatkan putra-putri terbaik bangsa benar-benar akan menjadi kekuatan pemukul di lautan seperti yang diharapkan. Sejak program riset dan pengembangan dimulai pada 2007 hingga kemarin, jeroan kapal perang yang digadang sebagai kapal siluman (stealth) paling canggih milik TNI AL, KRI Klewang menjadi misteri karena memang dirahasiakan.

Masyarakat hanya bisa melihat purwarupa dan atau desain luarnya. Juga sejumlah spesifikasi teknis seperti ukuran kapal, kecepatan, dan beberapa spesifikasi dasar lainnya. Dari gambarnya terlihat kapal ini mempunyai bentuk lunas yang radikal, dan diklaim sebagai kapal berlunas banyak terbesar di Asia Tenggara. Dengan bentuk demikian, kapal bisa melaju dengan kecepatan lebih dari 30 knots dan mampu menembus ombak setinggi 6 meter.

Sedangkan bodinya yang memiliki panjang 63 meter dibungkus komposit berbahan dasar karbon fiber. Material ini sangat istimewa karena tidak menginduksi panas dan lebih kuat daripada baja, tapi lebih ringan hingga kapal ini tidak bisa dideteksi radar. Dengan keistimewaan dan desain ergonomis yang membuat kapal mampu beroperasi sepuluh hari secara terus-menerus, plus rudal C-802 yang berdaya jelajah hingga 120 km.

Konon persenjataan disembunyikan di dalam bodi kapal, KRI Klewang akan mampu menguasai medan lautan di Tanah Air, mendukung operasi komando, serta menjadi kekuatan pemukul yang menakutkan.

“KRI Klewang layak menjadi kebanggaan rakyat Indonesia sebagai salah satu alutsista andalan yang diproduksi industri pertahanan nasional,” demikian kata President Director PT Lundin Industry Invest John Lundin.

Sejatinya, kebanggaan terhadap kehadiran KRI Klewang bukan sekadar kecanggihan dan kemampuan tempur kapal tersebut, melainkan keberanian Indonesia membangun sendiri alutsista canggih yang selama ini hanya dikuasai segelintir negara maju. Proses yang dilalui mulai dari pembuatan keputusan, desain, hingga produksi ibarat mewujudkan sebuah mimpi besar.

Mimpi besar itu hanya akan menjadi angan jika tidak ada niat dan kesungguhan untuk mewujudkannya. Ternyata, mimpi membangun sendiri kapal cepat rudal trimaran dengan kemampuan stealth bisa terwujud. Momentum peluncuran hari ini hendaknya akan melambungkan kepercayaan diri bangsa ini menjadi reinforcing force untuk membangun mimpi-mimpi besar lainnya: membangun rudal, pesawat tempur, kendaraan tempur, tank, kapal tempur, kapal selam, dan berbagai alutsista canggih secara mandiri.

Sejauh ini pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertahanan, sudah on the right track, yakni memprioritasnya produksi dalam negeri untuk persenjataan ringan, melakukan kerja sama untuk persenjataan canggih. Tetapi ke depan hendaknya porsi belanja dalam negeri diperbesar untuk memberi kesempatan produsen lokal seperti PT DI, PT Pindad, PT Palindo, PT Lundin, Sari Bahari, dan lainnya tumbuh dan berkembang.

Mencontoh KRI Klewang, dengan dukungan dan yang besar untuk memenuhi target military essential force (MEF), pemerintah, TNI, dan produsen dalam negeri hendaknya terus dan berani membuat terobosan untuk mengembangkan alutsista sesuai karakteristik Nusantara dan perkembangan kemajuan zaman.


Sumber : Sindo

Kapal Perang Siluman Buatan Dalam Negeri Siap Diresmikan

Kapal cepat rudal Trimaran KRI Klewang 625 (all photos : Radar Banyuwangi, Lundin.

BANYUWANGI-(IDB) : Proses pembuatan kapal cepat rudal (KCR) Trimaran milik TNI AL sudah rampung. Kapal canggih yang diproduksi PT. Lundin Industry Invest, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi itu akan diluncurkan Jumat besok (31/8).


Dalam peluncuran armada baru TNI AL yang diberi nama KRI Klewang itu akan hadir sejumlah perwira tinggi dari mabes TNI AL. Kapal KCR Trimaran merupakan pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk memperkuat armada TNI AL.


President Director PT. Lundin Industry Invest, Mr. John Lundin menjelaskan, KRI Klewang memiliki desain termutakhir yang dibuat berdasar model Trimaran atau kapal berlunas tiga. Bahan dasar yang digunakan adalah composite material dan memiliki panjang 63 meter.

KRI Klewang, jelas Lundin, tergolong salah satu dari kapal terbesar berlunas banyak yang dibuat di kawasan Asia Tenggara. Dengan bentuk lunasnya yang radikal, kapal*itu dapat melaju dengan kecepatan maksimum lebih dari 30 knots. “Kapal ini dapat menembus ombak lautan sampai setinggi enam meter,” jelas Lundin.


Salah satu kemampuan KRI Klewang yang diunggulkan dan dibanggakan adalah stealth. Kapal ini didesain khusus agar tidak terdeteksi oleh radar manapun. Sebab, desain KRI Klewang unik dan bahan dasarnya adalah carbon fiber.

Carbon fiber memiliki karakteristik unik, yaitu tidak menginduksi panas dan lebih kuat daripada baja tapi lebih ringan. “KRI Klewang layak menjadi kebanggaan rakyat Indonesia sebagai salah satu alutsista andalan yang diproduksi industri pertahanan nasional,” tegas Lundin bangga.


Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Letkol Muhammad Nazif menambahkan, KRI Klewang merupakan satu-satunya kapal cepat combatan TNI AL yang menggunakan bahan composite. Tugas utama yang akan diemban kapal itu adalah sebagai kapal cepat rudal yang mampu melaksanakan operasi keamanan laut dan tempur laut. “Tugas tambahannya, patroli keamanan laut, pengamanan sumber daya alam dan objek vital di laut,” katanya.

KRI Klewang bisa melaksanakan patroli keamanan laut dengan kecepatan ekonomis dan operasi terus-menerus di daerah selama 10 hari. Selain itu, KRI Klewang juga mempunyai kecepatan tinggi dan mampu melaksanakan operasi laut gabungan dengan berbagai tipe kapal lain. “Kapal itu juga meiliki peralatan modern dalam rangka klasifikasi target sasaran, observasi, dan identifikasi,” jelasnya.


Sumber : RB

KRI Clurit-641 Ambil Bagian Dalam Latihan Bersama SEACAT Di Changi

JAKARTA-(IDB) : Salah satu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) diberangkatkan ke Singapura dalam rangka mengikuti latihan bersama (latma) dengan Angkatan Laut (AL) dari negara-negara Asia Tenggara dan US Navy.

Kepala Dispen Koarmabar Letkol Laut (KH) Agus Cahyono menerangkan, latihan bersama dengan nama South East Asia Coorporation And Training (SEACAT) adalah kegiatan latihan multilateral Angkatan Laut kawasan Asia Tenggara dan US Navy di Naval Base Changi Singapura.

TNI Angkatan Laut pada latihan bersama tersebut mengikutsertakan KRI Clurit-641, kapal perang di bawah jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang sehari-harinya berada dibawah pembinaan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmabar dengan pangkalan di Tanjung Uban.

“Keikutsertaan KRI Clurit-641 yang dikomandani Mayor Laut (P) Lewis N. Nainggolan dalam latihan multilateral Angkatan Laut kawasan Asia Tenggara di Singapura tersebut untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dalam kerjasama pada pelaksanaan operasi laut bersama yang dilaksanakan di wilayah perairan masing-masing negara,” ujar Kadispen di Jakarta, Selasa (38/08/2012).

Pelaksanaan kegiatan SEACAT di Changi Naval Base Singapura tersebut, tambahnya, direncanakan akan berlangsung selama lima hari dan diikuti dari beberapa peserta perwakilan Angkatan Laut Asia Tenggara diantaranya Malaysia, Thailand, Brunei, Filipina serta Singapura dan USN.

Adapun materi-materi yang terdapat dalam latihan bersama tersebut antara lain Pertukaran Informasi Antar Pusat Komando Pengendali pada saat digelar kegiatan latihan.


Sumber : PelitaOnline

31 Agustus KCR Trimaran Siap Diresmikan Sebagai " KRI Klewang "

BANYUWANGI-(IDB) : KCR Trimaran 63 meter merupakan desain kapal perang trimaran paling canggih dari semua jenis yang dikembangkan di Asia Tenggara.

Kapal perang ini membentuk lambung yang radikal untuk menembus gelombang sehingga meningkatkan stabilitas, selain itu dalam pembuatannya menggunakan komposit serat karbon yang memanfaatkan vacuum infusion prosses dan resin vinylester.

Metode ini menghasilkan sebuah struktur yang lebih kuat, tetapi juga memiliki biaya operasional dan pemeliharaan yang efisien.

Pada tahun 2009, PT. Lundinmenandatangani kontrak pengadaan kapal perang siluman canggih bagi TNI AL. Kapal perang ini hasil dari penelitian dan pengembangan program secara intensif yang dilakukan PT. Lundin Invest ( North Sea Boats ) dan TNI AL yang dimulai pada tahun 2007.

Pembangunan kapal perang ini dimulai pada awal tahun 2010, namun karena desain dan metode konstruksi yangsangat canggih, sehingga sebagian besar rahasia dari proyek ini tidak dipublikasikan sampai saat ini.

Kami mengundang para wartawan untuk menghadiri acara peresmian kapal perang Trimaran 63 meter yang akan diadakan pada hari jum'at tanggal 31 Agustus 2012 difasilitas galangan kapal PT. Lundin di Banyuwangi, Jawa Timur. Acara Peresmian dihadiri oleh para pejabat dan perwira senior TNI AL untuk melakukan konferensi pers dan pembekalan serta wawancara.


Sumber : NSB

Kapal Cepat Rudal C-705 Trimaran

trimaran2 Kapal Cepat Rudal  C 705 Trimaran
JKGR-(IDB) : Kesibukan PT. Lundin Industry Invest di Banyuwangi- Jawa Timur sudah berkurang, karena Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran yang dipesan oleh TNI AL, hampir selesai dibangun. 

Bahkan PT. Lundin Industry Invest kembali menawarkan produk trimaran mereka, agar rantai produksi di perusahaan John Lundin tersebut, tetap berjalan.

PT. Lundin Industry memperkenalkan produk terbarunya kapal patroli Trimaran (panjang 63 meter dan lebar 15 meter), dalam tiga varian yaitu Offshore Patrol Vessels, Offshore Patrol and Search And Rescue Vessels, dan Fast Missile Patrol Vessel.

Kapal Trimaran yang dipesan Kementerian Pertahanan adalah jenis Fast Missile Patrol Vessel, berkarakteristik siluman yang dipersenjatai meriam dan rudal. Trimaran ini dilengkapi kapal cepat Rigid Hull inflatable boat (RHIB) 11 meter dan mampu membawa satu unit helikopter. Dalam operasinya Trimaran diawaki 23 personil dan 7 personil pasukan khusus.

63m opv 1 b1 Kapal Cepat Rudal  C 705 Trimaran Kementerian Pertahanan telah memesan 4 unit kapal jenis Fast Missile Patrol Vessel. Diharapkan seluruh kapal selesai dibangun pada 2014. Satu unit trimaran dibanderol Rp 250 miliar diambil dari APBN 2011.

Permasalahannya, kapal Trimaran yang dikerjakan oleh PT. Lundin Industry belum juga terlihat oleh publik. Mengapa PT Lundin sudah menawarkan produk sejenis ke pasar ?.

Jika merujuk kepada pernyataan John Lundin di awal produksi trimaran, PT Lundin bertugas menyiapkan kapal Trimaran, sementara persenjataannya akan ditangani oleh TNI.

Bisa jadi urusan John Lundin hanya sampai menghidupkan mesin kapal tersebut. Instalasi senjata urusan lain. Untuk itu tidak heran, John Lundin menawarkan produk Trimarannya ke pasaran untuk versi sipil dan SAR.

63m opv 3 b1 Kapal Cepat Rudal  C 705 Trimaran
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kapal Trimaran akan selesai di kuartal empat 2012. Itu artinya di rentang bulan: Oktober, November dan Desember. Pernyataan ini disampaikan Wamenhan di Kantor Kementerian Pertahanan Jakarta , 2 Agustus 2012.

Kuartal keempat 2012, ternyata bersamaan dengan digelarnya Indo Defence 2012 di Kebayoran Jakarta, 7 – 10 November 2012.

Indo Defence ke V ini akan menampilkan 500 booth pameran dari 40 negara dengan undangan sebanyak 20.000 delegasi. Melihat besarnya event ini, bisa jadi kapal siluman Trimaran akan diboyong dari Banyuwangi ke Jakarta, untuk dipertontonkan di Indo Defence 2012.

63m sar 2 b Kapal Cepat Rudal  C 705 Trimaran
Apa yang terjadi dengan Trimaran sekarang ?

Kementerian Pertahanan mempercayakan kepada PT LEN, untuk memasang SEWACO (sensor weapon and control]) atau Combat Management System (CMS) Kapal Cepat Rudal Trimaran. 

Senjata utama yang akan diusung oleh kapal siluman Trimaran adalah rudal C-705 China. Adapun untuk Close-in Weapon System (CIWS) kemungkinan menggunakan produk China juga, yakni senjata gatling Type 730, 7 barel 30 mm.

CIWS merupakan senjata 7 laras, untuk pertahanan kapal dari serangan rudal, di saat rudal musuh berhasil menerobos pertahanan utama kapal. Close-in Weapon System (CIWS) juga bisa digunakan untuk menembak pesawat, target di pantai, kapal boat dan ranjau laut. Harganya sekitar 5,4 juta USD per unit.

Senjata senjata itulah yang akan diinstal dan diintegrasikan oleh PT LEN ke dalam sebuah Combat Management System (CMS).

trimaran2 Kapal Cepat Rudal  C 705 Trimaran

CMS mempunyai fungsi mendeteksi: data target, sonar, ownship data, speed lock dan unit ekskusi. Setelah memberikan analisa, CMS akan mengaktifkan mengaktifkan gun controller dan missile controller.
Untuk terus mengembangkan CMS PT LEN ini, kini dilakukan integrasi dan sinkronisasi antar kegiatan RISTEK, TNI-AL, Swasta nasional dan PT LEN.
KCR Trimaran buatan PT. Lundin Industry dan konsorsium-nya harus diuji kemampuannya terlebih dahulu. 
Menurut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, apabila dalam pengujian ini berhasil dengan baik maka Kementerian Pertahanan berkeinginan untuk mengembangkannya lebih lanjut.


Sumber : JKGR

KCR Ketiga Palindo Batam Segera Seleai

KCR Palindo generasi pertama KCR Celurit-641
BATAM-(IDB) : Pemerintah Indonesia menargetkan pembuatan 24 unit kapal cepat berpeluru kendali hingga 2024.

Asisten Perencanaan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Sumartono di Batam, Rabu mengatakan kedua puluh empat unit Kapal Cepat Rudal (KCR) itu akan disebar ke wilayah Barat Indonesia dan Sulawesi Utara.

Saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, ia menambahkan,"Kapal Cepat Rudal sangat diperlukan untuk wilayah perairan yang memiliki ombak rendah atau kepulauan,".

TNI Angkatan Laut kini telah mengoperasikan Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Clurit-641, sedangkan satu unit lainnya yakni KRI Kujang-642 dalam tahap melengkapi peralatan dan persenjataan.

Kedua kapal buatan PT Palindo Marine memiliki panjang 43 m, lebar ,40 m, berat 250 ton, kecepatan cepat 27 knots dan akan dipersenjatai rudal C-705 dan meriam kal 30 mm enam laras dan meriam anjungan dua unit kal 20 mm.

Pada kesempatan itu, Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyaksikan langsung sailing pass KRI Kujang dari Batam ke Bintan dengan kecepatan 20 Knots.

PT Palindo kini sedang melakukan penyelesaian KCR ketiga dan pada 2014 diharapkan telah berhasil menyelesaikan enam  KCR.


Sumber : Antara

Basarnas : Sumbar Prioritas Penembatan Kapal Cepat

PADANG-(IDB) : Deputi Potensi Basarnas Marsekal Muda TNI Sukarto mengatakan, Sumatera Barat akan menjadi prioritas penempatan kapal cepat milik Badan SAR Nasional, sebagai kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. "Kita (Basarnas, red.) sudah mendapatkan alokasi anggaran untuk pembuatan dua unit kapal cepat, satu akan diletakan di Jakarta dan satunya di perairan Sumbar," katanya di Padang, Kamis malam.

Pemprov Sumbar menjamu makan malam peserta Internasional Search dan Rescue Advisory Group (Insarag) Asia-Pasific yang diikuti 120 peserta berasal dari 22 negara. Deputi Potensi Basarnas didampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Ketua INSARAG Tony Frisch dan Sekretaris/Koordinator UN-OCHA Terje Skavdal, Deputi BNPB Harmensyah, dan Kepala BPBD Sumbar Yazid Fadhli.
Sukarto menjelaskan, dua kapal cepat Basarnas tersebut sedang pengerjaan di galangan kapal Batam dengan harapan awal tahun depan sudah selesai.Pemilihan untuk penempatan satu kapal di perairan Sumbar, katanya, mengingat potensi gempa diiringi tsunami cukup besar dan jarak menuju Kepulauan Mentawai cukup jauh.

Ia juga mengatakan, kapal yang panjang 59 meter, di atasnya ada tempat pendaratan helikomputer dan diyakini mampu menghadapi gelombang menuju Mentawai.Kendati kapal disandarkan di Padang, dalam operasinya bisa ke selatan dan utara apabila terjadi bencana di wilayah tetangga Sumbar.Jika tahun berikutnya anggaran ditambah lagi, katanya, ditempatkan di daerah yang rawan dan potensi bencana di wilayah Indonesia.

Pada kesempatan itu ia juga mengatakan, pelatihan bersama Insarag cukup bagus, karena dapat saling bertukar pengalaman. Pengalaman termasuk dalam mekanisme penerimaan bantuan dari pihak luar negeri, bagaimana prosesnya bisa cepat, dan tak dikenakan pajak masuk.Ia menjelaskan, selama ini mekanisme penerimaan bantuan asing tetap ada pemeriksaan di Bea Cukai, tapi prosesnya tak terlalu lama dan birokrasinya harus cepat.

Selain itu, katanya, juga digelar pelatihan posko dan bagaimana penanganan dan kesiapan di lapangan."Basarnas melalui eksistensi Insarag dibutuhkan untuk bisa capai level lebih tinggi dari sekarang," ujarnya.

Sekretaris UN-OCHA Terje Skeudal mengatakan, untuk mendapatkan aman dari ancaman bencana perlu dilakukan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas masyarakat.Selain itu, katanya, jika terjadi bencana penanggulangan pelaku utama adalah pemerintah lokal, pemerintah Indonesia, dan akan ada dukungan dari SAR berasal dari negara lainnya.
"Sampai saat ini teknologi untuk mendeteksi dini gempa belum ada, hanya baru peringatan dini tsunami. Maka peningkatan kemampuan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana terus dilakukan dan belajar ke pengalaman bencana yang telah terjadi," ujarnya.Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, Insarag merupakan gabungan lembaga SAR yang hanya bergerak dalam konsultasi dan saling tukar pengalaman.

Bantuan yang diberikan, katanya, dalam bentuk tukar menukar pengalaman atau peningkatan kapasitas melalui pelatihan bersama dan bukan mewadahi pemberian bantuan dalam bentuk materiil atau fisik. "Insarag hanya dalam peningkatan sumber daya manusia petugas dalam bidang kebencanaan. Kita berterima kasih telah dipercaya sebagai tuan rumah pelatihan bersama 2012," ujarnya.


Sumber : Dephan

KCR Trimaran, Masih Misteri

trimaran model Kapal Cepat Rudal Trimaran, Masih Misteri
JKGR-(IDB) : Kapal perang Trimaran seperti di atas, sedang dibangun oleh PT Lundin Industry Invest, di Banyuwangi- Jawa Timur. Bulan Mei atau Juni 2012, ditargetkan rampung satu kapal. Kapal ini anti radar atau stealth karena dibuat dari bahan komposit, bukan logam.

TNI AL memesan 4 kapal Trimaran dengan harga satu kapal Rp 114 Miliar. PT Lundin Industry Invest sepakat mengerjakannya secara bertahap dan semua akan selesai tahun 2014. 

Pikiran pertama yang muncul dibenak kita adalah, mungkinkah hal itu menjadi kenyataan atau hanya angan-angan semata.

AS dan China
 
Hingga saat ini hanya negara-negara maju, yang bisa membuat kapal trimaran. Amerika Serikat pun baru membuat kapal perang trimaran pada tahun 2008. Itu pun masih dari bahan alumunium, sehingga kemampuan stelathnya masih diragukan. Kapal trimaran itu diberi nama USS Independence.
uss independence lcs 2 920 6 Kapal Cepat Rudal Trimaran, Masih Misteri
Kapal Trimaran USS Independence
Saat ini Amerika Serikat sedang bereksperimen dengan Trimaran Sea-Shadow. USS Sea Shadow dibuat berkemampuan stealth dan memiliki target, harus dapat menghindar dari radar Rusia.
sea seadow uss Kapal Cepat Rudal Trimaran, Masih Misteri
Trimaran USS Sea Shadow - Eksperimental
Negara lain pembuat kapal Trimaran tentunya, negara super power Rusia yang juga masih dalam tahap eksperimen. China juga mengembangkan kapal stealth trimaran dan telah mengekspornya ke Pakistan. Itu pun ukurannya masih kelas medium. Pakistan yang sudah cukup maju dalam teknologi militer, belum mampu membuatnya. Lalu apakah Indonesia bisa membuat Trimaran?


china stealth boat Kapal Cepat Rudal Trimaran, Masih Misteri
Kapal Trimaran China
Pabrik kapal Trimaran terletak di Banyuwangi-Jawa Timur, namun pembuatnya orang Swedia bernama John Lundin.

lundin trimaran 1 Kapal Cepat Rudal Trimaran, Masih Misteri
Rangka Kapal Trimaran Lundin
John Lundin
 
John Lundin mendapat tugas dari TNI AL membuat kapal perang trimaran sepanjang 60 meter yang mampu dipacu sekencang 150 km/ jam.

Dokumentasi terakhir tentang perkembangan Trimaran adalah, adalah kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke pabrik pembuatan Trimaran, 20 Desember 2011.
Dalam kunjungan ini terlihat bagian bawah kapal trimaran sedang dikerjakan.

Wakil Menteri Pertahanan mengatakan (20/12/2011), kapal trimaran pertama, selesai dibangun 5 bulan ke depan. Berarti Trimaran seharusnya selesai bulan Mei atau Juni 2012. 
Trimaran yang ditunggu tunggu belum juga terlihat. Banyak pihak yang meragukan, John Lundin mampu membuat trimaran seperti model yang telah ia publikasikan.

Keraguan ini bertambah besar, karena sejak$20Desember 2011, tidak pernah terlihat lagi gambar perkembangan kapal stealth Trimaran.

lundin trimaran 2 300x199 Kapal Cepat Rudal Trimaran, Masih MisteriAkankah keraguan jadi kenyataan ?
 
Kita telusuri dulu sejarah hidup si pembuatnya. John Lundin merupakan warga Swedia yang dilahirkan dalam keluarga pembuat kapal cepat dan kapal layar bernama Swede Ship Group. 

Perusahaan ini telah membuat 200 kapal patroli untuk Swedia dan negara Skandinavianya lain. Mereka juga membuat beberapa kapal pesiar.

Di tengah jalan, tiba tiba ayah John Lundin, yakni Alan Lundin, meninggal dunia karena kanker. Tak lama kemudian, perusahaan kapal keluarga Lundin ikut bangkrut.

Dalam keputusasaannya, John Lundin pergi ke Bali tahun 1990-an sambil menjual dua kapal ferry yang tersisa. John berpikir Bali merupakan tempat berkumpulnya wisatawan asing yang memiliki banyak wisata laut. Di Indonesia John bertemu Lizza, jatuh cinta dan akhirnya menikah.

lundin dan lizza Kapal Cepat Rudal Trimaran, Masih Misteri
John Lundin dan Lizza
Pada tahun 1990-an John dan Lizza mendirikan perusahaan furniture bernama Super Dry di Banyuwangi, dengan pasar penjualan China dan Eropa. Usahanya tidak berkembang. John akhirnya memilih hijrah, untuk membuat kapal cepat dengan mendirikan PT Lundin Industry Invest pada tahun 2003 di Banyuwangi Jawa Timur.
Ayah John telah terbiasa membuat kapal patroli untuk tentara maupun Polisi di Skandinavia. Bekal ilmu tersebut ditawarkan John Lundin ke TNI AL. Ia menawarkan kapal patroli cepat X2K. TNI AL merasa gembira dengan kapal pertama X2K John Lundin. TNI AL dan Polisi akhirnya memesan 40 X2K untuk pasukan Kopaska dan Marinir.

x2k tni al john lundin Kapal Cepat Rudal Trimaran, Masih Misteri
Kapal X2K TNI AL
Sejak Kontrak dengan TNI AL, perusahaan John Lundin terus menguat dan berkembang. Bahkan Negara Malaysia dan Singapura juga telah memesan 40 kapal patroli X2K John Lundin. Brunei Darussalam juga menginginkan kapal patroli cepat tersebut.

Catamaran
 
John Lundin tidak puas. Dia terus mengembangkan konsep mutahir pembuatan kapal cepat untuk militer. Sementara istrinya Lizza, mencari pasar penjualan.

Pada tahun 2008, TNI AL menjalin kerjasama dengan John Lundin untuk membuat kapal perang atau kapal patroli militer yang lebih besar. John menamainya Catamaran X -38.

catamaran kopaska Kapal Cepat Rudal Trimaran, Masih Misteri
Catamaran Kopaska - Lundin

Konsep Catamaran ini meniru disain dari Kapal SAR negara Swedia yang kecepatannya mencapai 40 knots atau 100 km/jam. John Lundin membuat kapalnya, sementara sistem kesenjataan bekerjasama dengan insinyur TNI AL.
Catamaran X – 38 akhirnya selesai dibuat akhir tahun 2011 dan sebagian telah diserahkan kepada TNI AL. HIngga kini John Lundin telah mengerjakan 72 unit kapal untuk keperluan militer dan lainnya.

Dalam perjanjian tahun 2008 itu, John Lundin juga menyanggupi untuk membuat kapal perang/ kapal patroli yang lebih besar yakni Trimaran yang memiliki panjang 60 meter.

John Lundin lalu ingat dengan disain seorang pembuat kapal siluman asal New Zealand dengan kapal bernama EarthRace. Kapal ini memenangi balapan kapal keliling dunia. Ketangguhan kapal EarthRace telah terbukti dan merupakan kapal boat tercepat yang pernah dibuat.

Earthrace 1 Kapal Cepat Rudal Trimaran, Masih Misteri
Trimaran Earthrace Selandia Baru

John, lizza dan 7 staf mereka, akhirnya pergi ke Selandia Baru dan mendapatkan sambutan hangat dari pemilik kapal EarthRace. John Lundin, bertanya apa yang terjadi jika ia membuat kapal sejenis, yang ukurannya tiga hingga empat kali lebih besar.
earthrace Kapal Cepat Rudal Trimaran, Masih MisteriPemilik EarthRace mengatakan, kapal tersebut akan jauh lebih bagus. Lebih dari itu, pembuat kapal EarthRace bersedia bergabung membuat disain Trimaran pesanan TNI AL. Target mereka adalah membuat kapal patroli super besar, menyaingi kapal patroli Swedia yang harganya jauh lebih mahal.
 
Dalam kunjungannya selama 3 tahun di Selandia baru, John Lundin menghabiskan dana Rp 50 miliar, untuk membuat disain dan pembangunan kapal Trimaran. Setengah dari dana tersebut ditanggung TNI AL.

John Lundin terikat kontrak membuat satu kapal Trimaran berukuran 60 meter, berbahan baku komposit carbon glassfiber. John Lundin juga$20 memiliki opsi untuk membuat tiga Trimaran lainnya, jika Trimaran pertama sukses dibuat.

“Saat ini Amerika Serikat memiliki Trimaran berukuran 120 meter namun terbuat dari bahan Alumunium”, ujar John Lundin.

John Lundin juga menyiapkan disain paling mutahir, untuk bagian atas Trimaran, agar berbeda dengan kapal trimaran lainnya. John Lundin hendak mewujudkan mimpinya xang tidak kesampaian saat masih berada di Swedia.

“Kami telah menyewa disainer dan insinyur terbaik yang ada di pasar internasional. Kami memiliki disainer dari The America Cp, Volvo Ocean Race dan juga spesialis pembuat kapal cepat dari Swedia”, ujar John Lundin.

Spesifikasi Trimaran
 
KCR Trimaran rencananya akan memiliki panjang 63 meter dan lebar 15 meter. Kapal ini mengangkut 31 personil dan dilengkapi 4 rudal C 802 berdaya jangkau 120 km. Kecepatan maksimum 30 knot, kecepatan jelajah 16 knot, didorong oleh mesin 4 X C32 Caterpillar.

trimaran tni al lundin Kapal Cepat Rudal Trimaran, Masih Misteri
Model Kapal Cepat Rudal Trimaran
Badan kapal Trimaran dibuat dari karbon komposit, sama dengan yang digunakan di pesawat dan mobil Formula satu, 20 kali lebih kuat dari baja. Hal ini untuk memastikan kapal Trimaran tangguh dibawa kemana saja dan dalam medan laut apapun.
“Ini merupakan kapal Trimaran pertama yang dibuat dari serat karbon”, aku John Lundin.

Kapal Trimaran memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kapal konvensional. Trimaran mampu berlayar di perairan dangkal, tidak mudah tenggelam, stabil ketika diterpa angin kencang, serta lincah dalam bermanuver ketimbang kapal konvensional. Dengan desain multihullsnya, trimaran mampu mendongkrak kecepatanan kapal. 

Akankah Kapal Trimaran jadi diserahkan John Lundin kepada TNI AL. Jika melihat sejarah hidup dan petualangannya di atas, tampaknya pria dari negara pembuat telepon seluler Ericsson ini, mampu memenuhinya.

Sumber : JakartaGreater