Tampilkan postingan dengan label Kapal Angkut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Angkut. Tampilkan semua postingan

Dua Kapal Eks PD II Ikuti Sailling Pass di Sail Morotai

MOROTAI-(IDB) : Sebanyak 21 kapal terdiri dari kapal perang dan kapal pemerintah turut ambil bagian dalam pelaksanaan Sail Morotai 2012 di Pulau Morotai, Maluku Utara, Sabtu (15/9/2012).
Dari 21 kapal tersebut, ada dua kapal perang yang pernah mendarat di Pulau Morotai pada 15 September 1944 di saat Perang Dunia II. Dua kapal perang itu yakni kapal KRI Teluk Ratai 509 dan KRI Teluk Bone 511.

Kedua kapal ini juga turut ambil bagian dalam rangkaian acara Sailling Pass kapal perang. Dalam kegiatan Sailling Pass kapal perang ini, hanya 13 jenis kapal perang baik dari dalam negeri maupun luar negeri, termasuk KRI Teluk Ratai dan KRI Teluk Bone. Sisanya merupakan kapal pemerintah dan kapal pengawas dari Polri.

Ada tiga kapal perang mancanegara yang turut ambil bagian, yakni kapal US Navi 7th dari Amerika Serikat, kapal Serious dari Australia, dan kapal Parsistence dari Singapura. Sisanya 10 kapal perang itu merupakan kapal perang milik Indonesia dari berbagai satuan.

Kapal perang Indonesia yang unjuk gigi di Sailling Pass di antaranya KRI Slamet Riyadi 352, KRI Abdul Halim Perdana Kusuma 355, KRI Hiu 804, KRI Kakap 811, KRI Renjong 622, KRI Badik 623 dan KRI Teluk Ratai, serta KRI Teluk Bone.

Selain kapal perang ini, ada juga kapal-kapal lainnya, seperti kapal Baruna Jaya, kapal navigasi Bimasakti, dan kapal dr Suharsono.

Tak hanya Sailling Pass kapal perang, puluhan kapal layar dari peserta Yacht Rally dari sejumlah negara juga turut meramaikan puncak acara Sail Morotai pada Sailling Pass kapal layar.

Lebih dari itu, acara juga dimeriahkan oleh atraksi terjun payung oleh tim gabungan penerjun dari TNI/Polri. Sebanyak 100 penerjun melakukan atraksi terjun payung di pelataran acara puncak Sail Morotai.

Yang menarik dari aksi terjun payung ini, mereka mengibarkan bendera-bendera peserta Sail Morotai, seperti Laos, Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan negara ASEAN lainnya. Juga dikibarkan bendera Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. Bendera Merah Putih dan bendera Sail Morotai berkibar sebagai penutup aksi terjun payung.



Sumber : Kompas

KRI Banda Aceh Dukung Operasi Militer Selain Perang

JAKARTA-(IDB) : Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh-593 dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mendukung pelaksanaan Operasi Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB) III Sail Morotai tahun 2012.

KRI Banda Aceh yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Suratun, siap melaksanakan tugas-tugas operasi baik dalam mendukung Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Kepala Dinas Penerangan Kolinlamil, Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman mengatakan KRI Banda Aceh melaksanakan embarkasi muatan di dermaga Markas Komando Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (25/8) lalu.

Dalam embarkasi tersebut, KRI Banda Aceh-593 ini memuat bahan-bahan dan perlengkapan yang akan dipergunakan dalam Operasi Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB) III Sail Morotai 2012 dari beberapa kementerian dan beberapa instansi pemerintah.

Kementerian Kesehatan mengirimkan 297 paket sembako dan 2 dus obat-obatan. Demikian juga Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mengirim 2.000 paket sembako, Kementerian Kelautan dan Perikanan sebanyak 30 karton ikan kaleng, 18 koli ikan kering, 2 dus poster gemar makan ikan. Sedangkan Kementerian Sosial mengirim satu unit kendaraan Panther, 1 unit Ford Ranger serta Kementerian Agama mengirim 4 dus buku-buku Katolik.

Sementara itu, BKKBN mengirim 49 dus buku-buku Keluarga Berencana (KB), Perpustakaan Nasional 8 dus buku-buku, Pertamina 76 koli alat-alat sekolah dan olahraga, Dinas Pekerjaan Umum kendaraan Dum Truck 2 unit, kendaraan tangki air 3 unit, truck sampah 3 unit, kendaran beko (looder) 2 unit, truck PS 1 unit. Juga Bakor Sutanal mengirim 104 lembar peta, Bank Indonesia 7 unit genset, Perum Bulog 1.056 karung sembako, dan rumah zakat 581 karung paket sembako.

“Kegiatan Operasi Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB) III Sail Morotai 2012 yang menggunakan kapal perang adalah sebagai wujud dalam membantu menyukseskan program-prorgam pemerintah dalam membina, membentuk karakter pemuda Indonesia yang mempunyai wawasan kebaharian, kepemimpinan dan nasionalis,” kata Kadispen Kolinlamil.


Sumber : Jurnas

Wamenhan Resmikan Pembangunan Tiga Kapal Perang

;a href="http://indo-defense.blogspot.com/">JAKARTA-(IDB)
: Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Irjen Kemhan  Laksdya TNI Sumartono, dan Wakasal Laksdya TNI Marsetyo serta sejumlah Pejabat Mabes TNI dan Angkatan, Selasa (31/7), meresmikan pembangunan tiga kapal perang di Galangan Kapal PT. Dok dan Perkapalan (DKB) Kodja Bahari, di Jakarta, yang ditandai dengan peletakan lunas (keel laying) pembangunan satu unit kapal perang jenis Bantu Cair Minyak (BCM) serta pemotongan baja pertama (first steel cutting) untuk pembangunan dua unit kapal jenis Landing Ship Tank (LST)
 
Dalam sambutannya, Wamenhan mengatakan, Peristiwa peresmian ini merupakan bukti satu langkah maju dari peran PT Dok Kodja Bahari dalam membangkitkan industri pertahanan, sekaligus menjadi peran pemerintah sesuai dengan apa yang telah dicanangkan oleh Presiden RI untuk memodernisasi alutsista TNI. Terlebih, produk yang dihasilkan akan menjadi bahan laporan Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia pada 5 Oktober 2014 di Surabaya. 

Karenanya, kata Wamenhan lebih lanjut, PT Dok Kodja Bahari masih ada 2 episode tantangan lagi yang harus dimenangkan oleh PT Dok Kodja Bahari yaitu, masalah kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian pembangunan kapal. Sedangkan ke depan, Wamenhan berharap PT Dok Kodja Bahari juga harus mampu berbicara tidak hanya pada skala nasional saja, tetapi juga pada tingkat regional. Dan untuk mewujudkan upaya tersebut, sedang dipikirkan wacana mengadakan joy sea trip bagi tamu-tamu dari negara luar pada event Indonesian Defence mendatang, sebagai bagian memperkenalkan kepada negara-negara luar tentang industri perkapalan khususnya yang berada di Jakarta, untuk menopang kebangkitan industri pertahanan. Mengingat, hal tersebut dapat menjadi cermin serta Indonesia dikenal dengan kebangkitan industri dan tidak mengenal krisis ekonomi global.

Sementara itu, Dirut PT Dok Kodja Bahari Riry Syeried Jetta dalam laporan kesiapan penyelesaian pembangunan kapal – kapal tersebut menyampaikan, bahwa kapal jenis BCM yang berukuran panjang 122,40 meter, lebar 16,50 meter, memiliki kecepatan maksimal 18 knots dan berkapasitas bahan minyak cair sebanyak 5500 m3 akan selesai pembangunannya dan diserahkan pada Bulan Desember 2013. Pola pembangunan kapal tersebut menggunakan Multiyard Single Construction Methode dengan sistem Integrated Hull Construction Outfitting & Painting, yakni dilaksanakan di tiga galangan di Jakarta yang dilakukan secara paralel serta pengerjaan konstruksi bangunan kapal sudah mencapai 550 ton dari total 1.770 ton. Sedangkan untuk kapal LST berukuran panjang 117 meter, lebar 16,40 meter dengan kecepatan maksimal 16 knots, diproyeksikan dapat mengangkut tank tidak hanya jenis BMP 3F tetapi juga untuk tank sekaliber Leopard.


Sumber : DMC

KRI Banda Aceh 593 Ambil Bagian Dalam Latma Carat 2012

JAKARTA-(IDB) : Salah satu kapal perang dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Banda Aceh-593 mengikuti Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat Readiness And Training (CARAT) 2012  yang akan digelar TNI AL dengan US Navy pada sekitar awal Juni 2012 mendatang.
 
Kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Suratun ini,  Jumat (25/5),  bertolak dari dermaga Kolinlamil untuk melaksanakan pelayaran menuju Surabaya, guna mengikuti latihan bersama tersebut, setelah melaksanakan embarkasi beberapa peralatan marinir yang akan dipergunakan dalam latihan.
Latma CARAT merupakan program latihan rutin setiap satu tahun sekali yang digelar oleh TNI AL dan US. Navy. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL mengenai doktrin peperangan laut, operasi amfibi, bhakti sosial  dan penanggulangan  bencana  alam. Selain itu juga untuk meningkatkan hubungan bilateral antar Angkatan Laut kedua negara.
Menurut Rencana  Latma CARAT 2012  akan digelar  di sekitar Surabaya dan Madura dan pantai Banongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Latihan  tersebut akan melibatkan beberapa komponen Angkatan Laut diantaranya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), Marinir, Kesehatan dan Pangkalan. Sedangkan dari pihak US. Navy akan mengirimkan beberapa kapal perang, pasukan  marinir  dan  peralatan  tempurnya, tim medis dan unsur-unsur maritim lainnya.


Sumber : Poskota

Wamenhan Meninjau Produksi Kapal BCM

CILEGON-(IDB) : Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin  selaku ketua High level committee (HLC) untuk modernisasi Alutsista, Senin (7/5) didampingi Irjen Kemhan Laksdya TNI Sumartono, Kabaranahan Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo, Aslog Kasal Laksda TNI Sru Handoyo serta sejumlah pejabat Kemhan lainnya, melakukan kunjungan kerja ke  PT Anugrah Buana Marine di Cilegon Jawa Barat.

Setibanya di PT Buana Anugrah  Marine, Wamenhan beserta rombongan diterima oleh Direktur Utama PT Anugrah Buana Marine H. Ir Nazruddin Umar beserta staf yang kemudian memberikan penjelasan tentang pembangunan 1 unit Kapal Bantu Cair Minyak (BCM) untuk TNI Angkatan Laut.

Usai menerima penjelasan dari Dirut PT Anugrah Buana Marine, Wamenhan  memberikan penjelasan kepada sejumah media massa bahwa ini adalah pertama kali pemerintah memberikan kepercayaan kepada pihak swasta, untuk melakukan pembuatan alutsista khususnya kapal yang diperuntukkan bagi TNI AL, guna mendukung program modernisasi alutsista.

“Pemerintah memberikan kesempatan kepada pihak swasta untuk memenuhi kebutuhan alutsista. Kalau kualitasnya bagus dan dapat bersaing, bukan tidak mungkin akan ada permintaan-permintaan berikutnya”, kata Wamenhan.

Selain menerima penjelasan seputar pembuatan satu unit Kapal Bantu Cair Minyak untuk TNI AL tersebut, Wamenhan berserta rombongan juga berkesempatan meninjau dan melihat secara langsung proses pembuatan kapal BCM.

Kapal BCM yang dirancang bangun oleh putera puteri Indonesia itu, memiliki spesifikasi panjang 95,55 m, lebar 17,50 m, daya muat minyak cair 5000 m3 dan memiliki kecepatan maksimal 14 knots dengan 58 Anak Buah Kapal. 

Sumber : DMC

Empat Kapal Perang TNI AL Pensiun

JAKARTA-(IDB) : Empat kapal perang (KRI) jenis "Landing Ship Tank" dibawah pembinaan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) telah purna masa penugasannya sehingga dihapus dari jajaran alat utama sistem senjata milik TNI Angkatan Laut.

Berakhirnya masa penugasan empat KRI, yakni KRI Teluk Langsa-501, KRI-Teluk Kau-504, KRI Teluk Tomini-508 dan KRI Teluk Saleh-501 itu ditandai dengan upacara penurunan ular-ular perang dan penurunan lencana perang dan bendera Merah Putih yang dipimpin oleh Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI SM Darojatim di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.

KRI Teluk Langsa-501, KRI-Teluk Kau-504, KRI Teluk Tomini-508 sehari-harinya di bawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlanmil) di Jakarta, sementara KRI Teluk Saleh-501 berada dalam pembinaan Satlanmil Surabaya.

Panglima Kolinlamil Laksda TNI SM Darojatim, mengatakan, upacara penurunan ular-ular perang ini menandakan berakhirnya perjalanan sejarah pengabdian empat KRI eks Angkatan Laut Amerika Serikat sebagai unsur kekuatan TNI AL.

Menurut dia, sepanjang pengabdiannya keempat KRI itu telah berjasa bagi bangsa dan negara dalam tugas operasi, baik dalam tugas operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.

"Keempat KRI ini telah jauh melebihi batas usia pakainya. Empat KRI tersebut telah menjalani proses perpanjangan pemakaian beberapa kali, ada ganti mesin dan lainnya. Usia pakainya mencapai 60 tahunan, padahal ideal pemakaian kapal perang maksimal 30 tahun," katanya seraya mengatakan anak buah kapal sangat baik dalam merawat kapal, sehingga dapat menghemat keuangan negara.

Dengan dipensiunkannya empat KRI itu, maka kekuatan alutsista TNI AL berkurang. Namun, lanjut dia, diharapkan pada 2012 ini sudah ada penggantinya.

Upacara Militer Melepas Keempat Kapal Perang Yang Masuk Masa Pensiun

Ular-ular perang diturunkan dari puncak tiang empat kapal landing ship tank Komando Lintas Laut Militer TNI-AL, di Tanjung Priok, Jakarta, Kamis. Itu simbol bahwa keempat kapal itu tidak lagi termasuk dalam daftar jajaran kapal-kapal perang TNI-AL alias telah dihapus atau dipensiunkan.

Upacara militer penurunan ular-ular perang itu dipimpin Panglima Komando Lintas Laut Militer TNI-AL, Laksamana Muda TNI SM Darojatim, disaksikan banyak petinggi TNI-AL. 

Ular-Ular perang berupa pita pipih merah-putih berselang-seling di puncak tiang tertinggi merupakan salah satu simbol yang menandakan bahwa satu kapal adalah kapal perang dan simbol ini berlaku secara internasional. Upacara ini juga bentuk penghargaan bagi dharma bhakti kapal dalam dinas militer.

Keempat kapal itu adalah KRI Teluk Langsa-501, KRI Teluk Kau-504, KRI Teluk Tomini-508, serta KRI Teluk Saleh-510. Mereka adalah saksi nyata Perang Dunia Kedua dan Perang Viet Nahm, karena sebelum berdinas selama 50 tahun bagi TNI-AL, keempat kapal itu tergabung dalam Angkatan Laut Amerika Serikat pada masa-masa itu.

Telah banyak jasa yang diberi keempat kapal itu bagi Indonesia, mulai dari membawa pasukan dan peralatan perang ke berbagai misi perang, membawa para transmigran, hingga membawa bahan bantuan kemanusiaan --semisal saat tsunami Aceh 2004-- hingga mengenalkan Nusantara kepada banyak pemuda Indonesia.

Keempat kapal itu buatan galangan kapal Chicago Bridge & Iron Company, Seneca, Illinois, Amerika Serikat. KRI Teluk Langsa-501 dibangun di galangan itu pada 19 Pebruari 1945, dan bergabung dengan TNI AL pada 1960. KRI Teluk Kau-504 dibangun pada 1942, dan bergabung dengan TNI-AL pada 1960. 

Selanjutnya KRI Teluk Tomini-508 juga merupakan kapal eks Angkatan Laut Amerika yang bergabung dengan TNI AL pada 1967. Kemudian yang terakhir KRI Teluk Saleh-510 dibangun pada 1943 dan bergabung dengan TNI-AL pada 1970, setelah digunakan dalam perang Viet Nahm pada tahun 1967-1970. 

Darojatim dalam amanatnya mengatakan, sepanjang pengabdiannya, keempat kapal ini telah berjasa bagi bangsa dan negara dalam pelaksanaan tugas operasi militer perang, maupun operasi militer selain perang. 

"Keempat kapal tersebut telah jauh melewati batas usia pakainya, karena itu sudah waktunya diistirahatkan dari jajaran TNI-AL, khususnya Kolinlamil," katanya. 

Dikatakan juga, selama masa pengabdiannya, kapal perang tersebut telah banyak berkiprah dan menorehkan tinta emas dalam perjalanan bangsa Indonesia.
 
Sumber : Antara 

KRI Teluk Sampit- 515 Sandar Di Banyuwangi

BANYUWANGI-(IDB) : Kedatantan Kapal Perang tersebut dalam rangka mendukung pengangkutan  combat boat catamaran pesanan TNI AL yang telah selesai dibuat oleh PT Lundin Industry Invest Banyuwangi. Kedatangan KRI Teluk Sampit - 515 disambut langsung oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) M. Nazif  beserta Perwira Staf dan anggota Lanal Banyuwangi.

Kapal perang jenis Landing Ships Tank (LST) dikomandani oleh Letkol Laut (P) I. Komang Teguh Ardana dengan ABK 77 orang tersebut mengangkut dua combat boat jenis catamaran dan akan dibawa ke Merauke, setelah selesai mengikuti L3 Satfib Koarmatim 2012 di perairan Banongan Situbondo.  Kemudian dilaksanakan embarkasi combat boat.

 Setelah beberapa hari singgah di Banyuwangi, sekaligus dalam rangka melaksanakan bekal ulang  logistik, baik bahan makanan maupun bahan bakar KRI, selanjutnya Kapal Perang tersebut    beranjak meninggalkan Banyuwangi menuju daerah operasi. 

Sumber : TNI AL

KRI Banjarmasin – 592 Tiba Di Lanal Banyuwangi Untuk Angkut 3 Catamaran Boat Dari PT Lundin

KRI Banjarmasin 592
BANYUWANGI-(IDB) : Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) M. Nazif  beserta Perwira Staf dan anggota menyambut kedatangan KRI Banjarmasin-592 yang merapat di dermaga Pusri Banyuwangi dalam rangka mendukung pengangkutan  combat boat catamaran pesanan TNI AL yang telah selesai dibuat oleh PT Lundin Industry Invest Banyuwangi. Rabu (18/4).

Kapal perang jenis Landing Platform Deck (LPD) buatan PT PAL Indonesia dengan pengawasan tenaga ahli dan peralatan dari Dae Sun Shipbuilding, Korea. Kelebihan KRI Banjarmasin ini dibandingkan dengan kapal sejenis lainnya adalah daya tampungnya yang bisa menampung lima helikopter. Ini  merupakan wujud keberhasilan TNI AL dalam melaksanakan transfer teknologi kepada industri strategis nasional.

Catamaran/X-38 Lundin Banyuwangi
KRI Banjarmasin juga dirancang mengangkut 22 tank dan 560 pasukan bisa juga mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank. Selain berfungsi untuk memobilisasi pasukan, kapal sepanjang 125 meter x 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi operasi militer selain perang (OMSP), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam," . 

KRI Banjarmasin dikomandani oleh Letkol Laut (P) Arif Harijadi W dengan ABK 145 orang dan rencananya  akan mengangkut tiga kapal  jenis catamaran yang akan dibawa ke Surabaya. Selesai embarkasi pada pukul 22.00 WIB KRI Banjarmasin meninggalkan Banyuwangi.

Sumber : TNI AL

KRI Teluk Ratai Angkut Timsus Ralasuntai Ekspedisi Khatulistiwa 2012

JAKARTA-(IDB) : Salah satu unsur kapal perang Komando Lintas Laut militer (Kolinlamil) jenis Landing Ship Tank (LST ) KRI Teluk Ratai-509 dengan Komandan Letkol Laut (P) Syamsudin akan mengangkut Tim Khusus (Timsus) Rawa Laut Sungai Pantai (Ralasuntai) Satuan Tugas (Satgas) Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang diberangkatkan dari Pelabuhan Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (05/04).

Tim Sus Ralasuntai Satgas Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang dipimpin oleh Mayor Mar Freddy Ardianzah selaku Dan Timsus Satgas Ekspedisi dengan 17 orang personel terdiri dari 10 orang anggota Taifib Marinir (TNI-AL), 4 orang anggota Den Gultor 81 Kopassus (TNI-AD) dan 3 orang Paskhas (TNI-AU).


Menurut Dan Satgas, kegiatan ekspedi Khatulistiwa 2012 akan memakan waktu sekitar 3,5 bulan penjelajahan susur pantai sepanjang garis pantai Kalimantan sejauh 5.800 Km, yang dimulai dari Tanjung Datu kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan finish di Tanjung Harapan Nunukan Kalimantan Timur.


"Tujuan dari hajat akbar itu antara lain untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit agar memiliki naluri tempur di perbatasan, gunung dan pegunungan serta medan Ralasuntai (rawa, laut, sungai, dan pantai)," paparnya.

Tujuan yang kedua untuk membangkitkan kesadaran teritorial sehingga dikelola menjadi keunggulan teritorial, lalu tujuan ketiga untuk mendata serta meneliti segala potensi di perbatasan gunung dan pegunungan serta medan Ralasuntai di pedalaman Kalimantan bersama-sama dengan komponen bangsa lainnya sebagai sumbangsih TNI kepada pemerintah.


Selain itu, kegiatan berskala nasional itu juga bertujuan untuk memberikan keteladanan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan melalui program "Green, Clean, and Healthy".


Selain itu, demi terwujudnya jiwa persatuan dan kesatuan antara TNI, Polri dan seluruh komponen bangsa, sekaligus rasa cinta Tanah Air dan terpeliharanya persahabatan dunia dengan terpeliharanya kelestarian alam di perbatasan dan pedalaman Kalimantan. Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang terdiri dari Tim Khusus (Timsus) ini akan bertugas menjelajahi perbatasan dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Timur yang ditempuh dengan berjalan kaki

Sumber : TNI AL

TNI AL Pensiunkan 4 Kapal LST

KRI Teluk Langsa-501 yang sudah sangat nelangsa minta adik baru
JAKARTA-(IDB) : Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum. memberikan pengarahan terhadap para Komandan dan ABK empat KRI yang berada pada tahap Konservasi antara lain KRI Teluk Langsa (TLS)-501, KRI Teluk Kau (TLK)-504, KRI Teluk Tomini (TTM)-508 yang berada di Satlinlamil Jakarta dan KRI Teluk Saleh (TSA)-510 yang berada di Satlinlamil Surabaya, di Gedung Marseling Area, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (09/01).
Pangkolinlamil mengatakan, bahwa dalam waktu dekat ini empat  KRI Kolinlamil yang di Konservasi akan dihapus sesuai keputusan pimpinan TNI AL karena telah selesai melaksanakan tugasnya.
Laksda TNI Agung Pramono,S.H.,M.Hum, pada kesempatan tersebut memberikan arahan kepada empat Komandan KRI beserta ABK pada masa  konservasi agar selalu tetap semangat dan menjaga keberadaan KRI tersebut sesuai apa adanya, serta tetap memperhatikan faktor keamanan dari bahaya kebakaran dan kebocoran.
KRI Teluk Langsa-501, KRI Teluk Kau-504, KRI Teluk Tomini-508 dan KRI Teluk Saleh-510  merupakan kapal jenis Landing Ship Tank (LST) buatan Amerika Serikat pada tahun 1940-an. Kapal-kapal tersebut telah memperkuat jajaran   TNI AL lebih dari 50 tahun di bawah pembinaan Kolinlamil. 
Pada saat ini keempat kapal tersebut berada pada tahap konservasi, sehingga tidak dilibatkan lagi dalam kegiatan operasional, baik dalam rangka operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP). Selama masa pengabdiannya, kapal-kapal perang tersebut telah banyak perannya dalam mendukung operasi penegakan kedaulatan RI, pergeseran pasukan, material dan logistik ke seluruh wilayah Indonesia, maupun dalam rangka bantuan angkutan laut dalam mendukung pembangunan nasional.
Hadir dalam kegiatan pengarahan tersebut antara lain Irkolinlamil Kolonel Laut (P) Chairil Hapri, S.E, para Asisten Pangkolinlamil, para Kadis Kolinlamil dan Komandan Satlinlamil Jakarta. 

Sumber : TNI AL

Pemerintah Kucurkan Anggaran Rp 150 Triliun Perkuat Alutsista Baru Di Tahun 2009-2014

BANDUNG-(IDB) : Pemerintah mengaku mengalokasikan anggaran Rp 150 triliun untuk tahun 2009-2014 untuk pembelian dan pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat kunjungan bersama Presiden SBY di kompleks PT DI, Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/10/2011).

"Pada masa kabinet Indonesia bersatu kedua selama 5 tahun dialokasikan anggaran pengadaan dan pemeliharaan (alutsista) Rp 150 triliun," kata Purnomo.

Ini berarti dana alutsista bertambah Rp 50 triliun dari rencana awal yang direncanakan oleh pemerintah Rp 100 triliun.

"Besarnya anggaran dari pemerintah sudah diperhitungkan kekuatan makro ekonomi makin baik dan anggaran berimbang," jelas Purnomo.

Dikatakan Purnomo, di 2014 nanti peningkatan kemampuan alutsista diperlukan untuk menjaga kedaulatan negara dan juga untuk menghadapi berbagai ancaman.

"Akhir kabinet Indonesia bersatu kedua, kekuatan TNI bakal meningkat secara signifikan dengan hadirnya kekuatan tempur dan kekuatan baru. Kekuatan TNI juga bisa dipakai untuk operasi militer selain perang seperti kemanusiaan, bencana, dan bakti sosial," tukas Purnomo.

Sumber : Detik

Specifikasi C-27 Spartan Lebih Unggul Dibanding NC-295

JAKARTA-(IDB) : Terkait dengan penggantian pesawat angkut Fokker 27, TNI Angkatan Udara telah mencoba dua macam pesawat. Hingga saat ini, C-27 Spartan dianggap lebih unggul dibandingkan dengan Casa 295.

”Walau begitu, keputusan akhir tetap di Kementerian Pertahanan karena ada unsur PT Dirgantara Indonesia (DI),” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Azman Yunus dalam kunjungan ke harian Kompas, Jumat (21/10).

Dia mengharapkan PT DI bisa memenuhi kebutuhan operasi dari TNI AU. Pesawat angkut yang nanti dibeli pemerintah juga diharapkan bisa menangani kebutuhan angkut lebih daripada Fokker 27.

Azman memaparkan, ada dua opsi yang dievaluasi TNI AU berkaitan dengan penggantian Fokker 27 yang akan segera habis masa pakainya. Opsi itu adalah C-27 buatan Spartan dari Italia dan C-295 dari Airbus Military.

Menurut penelusuran Kompas, C-27 dengan daya angkut 10 ton bisa menempuh jarak 1.000 mil dengan kecepatan 300 km per jam. Adapun C-295 memiliki daya angkut 6 ton dengan jarak tempuh 1.000 mil dengan kecepatan 200 km per jam. Harga C-27 mencapai 42 juta dollar AS, sedangkan harga C-295 sebesar 31 juta dollar AS.

Baru-baru ini, Airbus Military bekerja sama dengan PT DI untuk perakitan C-295 dan pemasaran di kawasan Asia Pasifik. Dirut PT DI Budi Santoso mengatakan, dari rencana perakitan sembilan pesawat C-295, tiga akan dikerjakan di Spanyol, tiga di Indonesia, dan tiga lagi ditentukan kemudian. ”Waktu delivery-nya 2014,” kata Budi.

Sementara itu, sejumlah pesawat tempur dan persenjataan baru TNI AU akan mulai tiba awal tahun 2012. Satu skuadron pesawat tempur Super Tucano yang terdiri atas 16 pesawat akan datang pada Maret 2012 sebagai pengganti OV-10 Bronco yang di antaranya untuk mengawal perbatasan.

Pesawat tempur lain yang didatangkan adalah 24 pesawat tempur F-16 Fighting Falcon varian A/B yang akan ditingkatkan kemampuannya. 

Sumber : Kompas

Landing Craft Unit Buatan Dalam Negeri Ujicoba di Kolinlamil

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, S.E. onboard di landing craft unit (LCU) dengan mesin pendorong water jet yang dibuat dengan peruntukan kapal perang jenis landing platform dock (LPD) yang diujicobakan di Kolinlamil, Jumat (21/10).
 
Pada kegiatan uji coba tersebut, turut onboard di dalam LCU Asrena Kasal Laksda TNI Sumartono, Aspam Kasal Laksda TNI Ir. Putu Yuli Adnyana, Asops Kasal Laksda TNI Hari Bowo, M.Sc., Pangarmatim Laksda TNI Ade Supandi, S.E., Pangkolinlamil Laksda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum., Dankormar Mayjen TNI (Mar) Alfan Baharudin, Kadismatal, Kadisadal, Kadislaikmatal, Kasarmabar, Kaskolinlamil serta Danlantamal III.

LCU yang diujicobakan merupakan prototype LCU produksi dalam negeri yang akan dipesan oleh TNI AL dan direncanakan akan ditempatkan di empat kapal perang jenis LPD milik TNI AL dengan berbagai kelebihan diantaranya menggunakan mesin pendorong water jet sehingga mampu bermanuver di area yang relatif sempit, dapat dioperasikan di perairan dangkal, daya angkut 100 pesonel atau 26 ton, kecepatan kosong 40 knots per mil laut/Nautical Mil, sedangkan kecepatan maksimum 28 knots, tidak bising, minim getaran, terbuat dari aluminium
Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melihat kemampuan yang dimiliki LCU propullsion water jet dan untuk menampung berbagai masukan guna penyempurnaan LCU yang akan dibuat untuk kapal LPD TNI AL sehingga dapat dioptimalkan penggunaannya dalam pelaksanaan operasi sesuai kebutuhan TNI AL selaku pengguna.

Sumber : Poskota

Kapal Perang Perancis Sandar di Tanjung Priok

JAKARTA-(IDB) : Tiga Kapal Perang Angkatan Laut Perancis FS Mistral (L9013), FS Georges Leygues (D640), dan FS Vendemiare (F734) mengadakan kunjungan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (24/5).

Kedatangan kapal-kapal Perancis disambut Asops Danlantamal III Kolonel Laut (P) Christh Paath. Kunjungan ketiga kapal perang Perancis ini dalam rangka untuk mempererat hubungan persahabatan dan kerjasama antara Angkatan Laut Perancis dengan TNI AL.

Menurut Kadispen Lantamal III Mayor Laut (Kh) Agus Susilo Kaeri, SS, MSi; dari ketiga kapal Perancis yang sandar di dermaga Tanjung Priok ini yang menjadi perhatian yakni FS Mistral
merupakan kapal jenis Amphibious Assault dan merupakan kapal terbesar dari dua kapal lainnya yang berjenis Frigate. 

Kapal FS Mistral ini panjang 199 meter dan berat penuh 21.300 ton dan mampu membawa helikopter ringan sebanyak 35 buah serta mampu mengangkut pasukan sebanyak satu batalyon.

Selama lawatannya di Indonesia kegiatan prajurit Kapal Perang Perancis antara lain melaksanakan kegiatan Courtesy Call ke Pangarmabar, Danlantamal III, Walikota Jakarta Utara, serta Kepala Otorita Pelabuhan. Selain kunjungan resmi kebeberapa pejabat TNI AL kru Kapal Perang Perancis ini juga akan melaksanakan kegiatan open ship dan eksibisi/pameran mini dengan Program French Defence Industry Exhibition di FS Mistral serta melaksanan kegiatan olahraga bersama dengan prajurit Lantamal II
 
Sementara itu Komandan FS Mistral Captain Noreau dalam kunjungan kehormatan ke Danlantamal III Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman, kemarin yang diterima langsung oleh Danlantamal III di Ruang Tamu, Markas Komando Lantamal III Gunung Sahari. Dalam pertemuan itu dibicarakan antara lain rencana menggelar olahraga bersama cabang sepakbola dan rugby antara prajurit AL Perancis dengan Prajurit TNI AL.

Danlantamal III yang kebetulan sebagai Ketua Yanus Rugby TNI AL menyambut gembira ajakan dari Komandan Kapal Perancis ini. Pertandingan persahabatan dengan prajurit AL Perancis ini bisa dijadikan barometer kemampuan Tim Rugby TNI AL yang usianya masih tergolong muda, karena baru dibentuk sekitar dua bulan yang lalu oleh Kasal Laksamana TNI Soeparno.

Danlantamal III saat menerima tamu dari Angkatan Laut Perancis ini didampingi antara lain, Asintel Kolonel Laut (T) Wahyu Mujiono, Aslog Kolonel Laut (T) Suhariyanto, dan Aspers Kolonel Laut (E) FY Nevy Dwi Soesanto, ST. 

Sumber: HarianPelita

Direncanakan Hari Ini Kapal Perang Perancis Merapat Di Jakarta

JAKARTA-(IDB) : Tiga kapal perang Angkatan Laut (AL) Prancis berencana akan berlabuh di Tanjung Priok Jakarta pada 24 hingga 28 Mei 2011.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat persahabatan dan kerja sama antara pihak AL Indonesia dan Prancis, demikian kata siaran pers yang diterima ANTARA dari Kedutaan Besar Prancis pada Senin.

Kunjungan terbesar AL Prancis itu akan mendatangkan kapal pengangkut helikopter Mistral yang dikawal dengan kapal fregat anti-kapal selam Georges-Leygues, serta kapal fregat tipe pengawas ringan Vendemiaire.


 Mistral merupakan salah satu produk paling mutakhir industri perkapalan Prancis dan menjadi daya tarik kuat untuk ekspor dan siap untuk mempromosikan industri pertahanan Prancis.

Dalam kunjungan itu, akan diadakan pameran kecil peralatan pertahanan Prancis pada 25 Mei di atas kapal Mistral, yang berbobot mati 20.000 ton, panjang 200 meter dan mulai dioperasikan pada tahun 2006, dengan berbagai divisi Kementerian Pertahanan Prancis terkait, pihak Angkatan Bersenjata Indonesia, maupun industri pertahanan Indonesia.

Sekitar 20 perusahaan kecil, menengah dan besar dari Prancis akan hadir dalam pameran ini. Beberapa diantaranya sudah membuka perwakilan di Indonesia dan menjalin kerja sama dengan industri Indonesia.
Perusahaan lainnya sedang mengikuti tender, sementara yang lainnya masih menjajaki peluang kerja sama. Dengan demikian, pameran tersebut merupakan sarana bagi Prancis dan Indonesia untuk mengembangkan kerja sama industri strategis, yang sejalan dengan semangat deklarasi kemitraan bersama, yang pada bulan Desember 2009 telah disepakati oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy.

Ketiga kapal yang akan berkunjung itu mengangkut lebih dari seratus perwira siswa, 18 diantaranya berkebangsaan asing yang sudah menyelesaikan pendidikan awalnya.

Sepanjang perjalanan dari Prancis, armada ini telah mengikuti berbagai operasi singkat, seperti evakuasi kemanusiaan di Tunisia dan penumpasan perompak di lepas pantai Somalia.

Kegiatan tersebut merupakan ajang latihan bagi para perwira yang masih mencari pengalaman.

Kapal Mistral dan Georges-Leygues melakukan sejumlah kunjungan bergengsi di berbagai wilayah Asia Tenggara, seperti turut serta dalam pameran pertahanan IMDEX Asia 2011 di Singapura.

Kapal Vendemiaire kerap mengadakan kunjungan ke sejumlah wilayah Asia Tenggara, terutama di Indonesia.

Kapal fregat itu, yang pernah singgah di Bali pada 2010, akan meneruskan perjalanan ke Surabaya pada 30 Mei - 2 Juni 2011.

Sumber: Antara

Kapal Korea Lolos Dari Upaya Pembajakan Perompak Somalia

SOMALIA-(IDB) : Sebuah kapal kontainer Korea lolos dari upaya pembajakan oleh perompak Somalia di sekitar 740 km dari lepas pantai Somalia pada hari Kamis (21/04). 

Sebelumnya dilaporkan bahwa  bajak laut telah menyerang kapal berbobot 75.000 ton, Hanjin Tianjin jam 5 pagi tapi 20 orang kru, termasuk 14 warga Korea, dan 6 warga Indonesia berhasil mengunci diri dalam ruang khusus yang dikenal sebagai "benteng" yang sengaja dibangun untuk melindungi mereka dalam situasi seperti ini.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan sekitar pada sekitar pukul 7:30 pm, sekitar 14 jam setelah para bajak laut menyerang Hanjin Tianjin yang menuju Singapura, Unit Komando Korea diatas kapal frigat (perusak) Young Choi menaiki kapal kontainer dan menemukan semua awak bersembunyi aman di benteng.
Dalam penyisiran yang dilakukan unit khusus Korea tersebut terhadap semua kompartemen dan ruangan dalam kapal menemukan tiga peluru senapan AK yang diduga milik para bajak laut. Unit Komando juga menemukan jejak kaki bajak laut 'di jembatan kapal. Salah satu peluru ditemukan di depan pintu benteng.

Kementerian Pertahanan, Transportasi dan Kelautan menerima sinyal marabahaya dari kapal jam 5:15 pagi dan pada pukul 7 pagi memerintahkan Young Choi, yang berada sekitar 540 km jauhnya, segera meluncur untuk membantu kapal Hanjin Tianjin.

Jam 8 pagi, otoritas pelayaran yang dikonfirmasi dari kapal perang Turki di perairan dekat lokasi peristiwa menyatakan bahwa tidak ada kapal bajak laut yang terlihat dekat Hanjin Tianjin. Mereka juga mengirim helikopter Lynx untuk untuk melihat apakah bajak laut bersembunyi di atas kapal kargo tersebut.
Pembajakan terhadap kapal Korea ini terjadi tepat tiga bulan setelah kapal barang Korea Samho yang membawa sejumlah perhiasan dibajak oleh sekelompok bajak laut Somalia pada bulan Januari. Pemerintah Korea pada Kamis kemarin sempat memperdebatkan opsi untuk melancarkan operasi penyelamatan militer seperti operasi yang menyelamatkan awak Kapal Samho.
Hanjin Tianjin dikawal oleh Young Choi ke perairan yang aman dan sekarang menuju ke tujuan awalnya.
Sumber: Seruu

Perompak Somalia Bajak Kapal Samudera Indonesia

(IDB):PT Samudra Indonesia Tbk (SMDR) menuturkan kapal general cargo bernama Sinar Kudus yang berbendera Indonesia telah dibajak di Semenanjung Somalia pada rabu (16/3/2011) pada pukul 14.27 WIB.


"Pada saat dibajak, kapal sedang membawa kargo ferronickel," jelas perseroan dalam keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (17/3/2011).

Perseroan menjelaskan jika kapal tersebut tengah dalam perjkalan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan, Indonesia menuju Rotterdam, Belanda. Kendati demikian, perseroan memastikan 20 awak kapal yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) dalam keadaan selamat.

"Bekerjasama dengan Otoritas Anti Pembajakan Internasional dan otoritas INdonesia, Samudera telah menerima kabar bahwa 20 awak klapal yang seluruhnya berkebangsaana Indonesia berada dalam keadaan selamat. Prioritas utama Samudera adalah untuk keselamatanm jowa para awak kapal," tuturnya.

Perseroan juga mengaku telah membentuk Tim Manajemen Krisis dan terus berupaya untuk membebaskan awal kapal dan menyelesaikan masalah ini.

Sumber: Global

Pemberangkatan Pasukan Pengaman Perbatasan

Embarkasi pasukan KRI-Teluk Langsa-501
BITUNG-(IDB):Sebanyak 100 orang Pasukan Pengamanan Perbatasan (Pamtas) dari Batalyon Infanteri 712 Wiratama, Manado, diberangkatkan menggunakan KRI Teluk Ratai-509 dari Pelabuhan Samuel Languyu Bitung, Rabu.

Menurut Komandan Kompi Satgas, Letnan Dua (inf) Faisal Rangkuti, para anggota Satgas  akan bertugas selama satu tahun di sejumlah pulau yang berbatasan dengan Filipina yakni Pulau Tinkareng, Pulau Miangas dan Pulau Marore.

"Mereka akan ditempatkan di tiga pulau besar tersebut dan bertugas menjaga keamanan jalur lintas di pulau tersebut dan pulau-pulau kecil disekitarnya," katanya.

Faisal mengatakan para anggota Satgas Pamtas yang diberangkatkan akan mengantikan para anggota  Satgas yang telah bertugas satu tahun sebelumnya.

"Ini merupakan tugas giliran yang mulai berlangsung sejak 2006 lalu," katanya.

Sejumlah keluarga turut mengantar para prajurit yang akan bertugas menjaga perbatasan tersebut.

Keharuan nampak terlihat saat para prajurit akan menaiki kapal bahkan sejumlah anak menangis histeris melihat orang tuanya.

Turut dalam rombongan Komandan Batalyon Infanteri 712 Wiratama, Letkol Inf Aldomoro.

Batalyon Infanteri 712/Wiratama atau Yonif 713/WT merupakan Batalyon Infanteri yang berada dibawah komando Korem 131/Santiago, Kodam VII/Wirabuana.

Markas batalyon, Kompi Markas, dan Kompi Bantuan berkedudukan di Jl. 14 Februari, Teling, Manado, sedangkan Kompi Senapan A, B, dan C terletak di Minahasa.

Sumber: Antara