Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan

India Kirim Misi Ke Mars Tahun 2013

BANGALORE-(IDB) : India berencana meluncurkan wahana luar angkasa yang mengorbit Planet Mars pada November 2013. Waktu ini dipilih karena pada saat itu Mars alias Planet Merah sedang berada pada jarak yang sangat dekat dengan Bumi.

Pihak India berniat menempatkan wahana luar angkasa pada sebuah orbit yang elips untuk mempelajari atmosfer dan mendeteksi adanya kehidupan di permukaan Mars.

Proyek ini akan menandai langkah lain dari program luar angkasa India yang ambisius. Tiga tahun lalu India berhasil menempatkan wahananya di permukaan Bulan. Langkah ini akan diikuti dengan pengiriman wahana luar angkasa berawak pada tahun 2016.

Menurut Kepala Riset Luar Angkasa India (ISRO) K Radhakrishnan, sebagaimana dikutip kantor berita AP, Selasa (18/9/2012), misi tak berawak ke Mars ini akan menelan biaya hampir 5 miliar rupee atau sekitar Rp 810 miliar. Langkah ini memberikan kebanggaan secara nasional bagi India, sekalipun tidak sedikit kritik pada pemerintahan di New Delhi yang belum juga mengatasi masalah kemiskinan dan kurang gizi di kalangan anak-anak.

Pada September 2009, wahana luar angkasa Chandrayaan-1 milik India membuktikan adanya air di permukaan Bulan. Hal ini membuktikan bahwa India sebagai negara dengan kemampuan luar angkasa dan punya pengalaman hebat dibanding negara-negara lain yang punya pengalaman luar angkasa. Sebagai informasi, AS, Rusia, dan China termasuk dalam negara yang sudah mengirim misi ke Mars. 



Sumber : Kompas

India Sukses Uji Coba Luncurkan Rudal Jelajah

NEW DELHI-(IDB) : India di hari Minggu (29/7/2012), kemarin mengumumkan sukses melakukan uji coba peluncuran rudal jelajah supersonik buatan mereka.
 
Rudal BrahMos, dapat menempuh kecepatan hingga 2,8 March, ketika coba dilesatkan di wilayah Chandipur, Baleswar, Orissa, India.

"Uji coba ini merupakan pengulangan dari versi sebelumnya," ujar Direktur jangkauan MVKV Prasad, seperti dikutip dari Upi.com, Senin (30/7/2012).

Rudal BrahMos versi lama, mampu melesat tiga kali lebih cepat dari rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat (AS), dan dapat diluncurkan dari pesawat, dari permukaan tanah, kapal selam dan kapal perang.

Saat ini, rudah BrahMos sudah menjadi sistem persenjataan dua resimen tentara dan kapal perang India.


Sumber : TribunNews

India Akan Pasang Perisai Anti-Rudal di Delhi dan Mumbai

NEW DELHI-(IDB) : India akan segera menyebarkan perisai pertahanan anti-peluru kendali di New Delhi dan Mumbai pada tahap pertama. Demikian disampaikan sumber-sumber pertahanan, Minggu.

"Perisai ini akan dapat mencegat dan menghancurkan setiap peluru kendali yang memasuki wilayah udara dari negara-negara musuh hingga jarak 2.000 kilometer. Ibu kota India dan Mumbai adalah dua kota yang akan mendapatkan perisai ini pada tahap pertama. Organisasi Riset Pertahanan dan Pembangunan menilai dua kota tersebut rentan terhadap serangan peluru kendali dari luar," kata mereka.

Menurut sumber tersebut, Komite Kabinet tentang Keamanan India akan segera memberikan persetujuan akhir, sebelum perisai ditempatkan di dua kota.

Tahap kedua, tambah sumber itu, adalah kota-kota lain seperti Kolkata di India timur dan Bangaluru di India selatan, serta Chennai untuk mendapatkan perisai pertahanan anti-rudal.

India sebelumnya berhasil menguji perisai pertahanan anti-peluru kendali dan berencana untuk meningkatkan jangkauan hingga 5.000 kilometer pada 2016. 


Sumber : Kompas

Singapore have to Pay More to Lease an Air Base in India

24 Juni 2012

Singapore Air Force has its own facilities at Kalaikonda air base in West Bengal (image : GoogleMaps)

Pay more for using military base: Indiato Singapore

NEW DELHI - Arguing that maintenance costs have gone up, Indiahas asked Singaporeto cough up more money for using its military base for the advanced training of Singapore Air Force personnel. The two countries are racing against time to complete negotiations for renewing the lease agreement on a long-term basis, with Singapore Prime Minister Lee Hsien Loong scheduled to arrive in India in the second week of July.

“We have asked for more money as costs have really gone up...We hope to reach an agreement with Singapore soon, as we hope it will be signed during (Singapore) Prime Minister’s visit (to India),” said a senior government official. Singaporehas given high priority to its military preparedness following its bitter split from Malaysiain 1965.

In October 2007, India, for the first time, allowed a foreign country to station its troops and Defence facilities on a long-term basis, which was a demonstration of India’s reliance on Singapore as an anchor for its ‘Look East’ policy. The agreement for the conduct of joint military training in India between the IAF and the Republic of Singapore Air Force (RSAF) was signed in Delhi, as part of the annual Defence Policy Dialogue.

Incidentally, Indiaand Singaporehave also signed a similar agreement for Army training, but it will come up for renewal next year. For Singapore, which has an area of just 700 sq km, overseas training for its fighter pilots, primarily flying F-16 fighter jets, is necessary in the absence of any suitable open tracts of land and airspace.

“It has been a win-win situation for both sides. We get upgraded facilities, while they get space to conduct their exercises,” said the official.

In the past five years, Singaporehas set up its own facilities at Kalaikonda air base in West Bengal, including residential block and stores.

India Berminat Akuisisi Delapan Kapal Perang Produksi Korea Selatan

NEW DELHI-(IDB) : India akan memperoleh sedikit-dikitnya delapan kapal perang dari Korea Selatan (Korsel) dalam upaya meningkatkan pertahanan maritimnya berdasarkan kesepakatan pertahanan yang diusulkan dan mungkin akan segera ditandatangani, demikian laporan media lokal, Minggu.

Sebagai bagian perkembangan "kemitraan strategis" dengan Korea Selatan, India akan membeli setidak-tidaknya delapan kapal penyapu ranjau canggih dan kapal perang pemburu.

Dalam hal ini India akan mendapatkan dua kapal dari perusahaan Korea Selatan Kangnam Corporation, sementara enam lainnya akan diproduksi oleh Goa Shipyard di India barat setelah alih-teknologi, kata surat kabar The Times of India.

"Kontrak ini sekarang sedang diselesaikan setelah mendapat kesimpulan dari perundingan komersial," kata sumber yang tidak disebutkan namanya.

India akan menggunakan kapal perang tersebut untuk mendeteksi dan menghancurkan ranjau bawah air, yang sering ditanam oleh negara kedua serta para aktor non-negara, kata laporan itu.

"Ranjau bawah air adalah senjata murah yang dapat digunakan untuk insiden berdampak besar. Ini relatif mudah bagi seseorang untuk meletakkan ranjau di dekat pelabuhan atau rute keberangkatan. Karena itu perlu meningkatkan perlindungan pelabuhan dan instalasi lepas pantai," kata seorang pejabat.


Sumber : Antara

INS Vikramaditya Aircraft Carrier Starts Sea Trials

09 Juni 2012


India's Russian-built aircraft carrier Vikramaditya formerly Admiral Gorshkov (photo : RIA Novosti)


INS Vikramaditya Aircraft Carrier Starts Sea Trials


The Indian Navy's Russian-built aircraft carrier Vikramaditya (formerly Admiral Gorshkov) began sea trials early on Friday morning in the White Sea - four years after it was originally due to take to sea again.

The ship was refitted at the Sevmash shipyard in northern Russia. It was originally scheduled to begin sea trials, which will last 120 days, on May 25.

A mixed Russian-Indian crew is on board the vessel, with the Indian sailors learning how to operate the vessel. After initial sea trials in the White Sea the ship will sail to the Barents Seafor exercises with military aircraft.

India and Russiasigned a $947 million dollar deal in 2005 for the purchase of the carrier, but delivery has already been delayed twice, pushing up the cost of refurbishing the carrier to $2.3 billion.

Sevmash shipyard director Vladimir Pastukhov, was fired in 2007 over his poor management of the project.

The Vikramaditya was originally built as the  Soviet Project 1143.4 class aircraft carrier Admiral Gorshkov.

The ship was laid down in 1978 at the Nikolayev South shipyard in Ukraine, launched in 1982, and commissioned with the Soviet Navy in 1987.

It was renamed after the collapse of the Soviet Union in 1991. In 1994, the Admiral Gorshkov sat in dock for a year for repairs after a boiler room explosion. In 1995, it briefly returned to service but was was finally withdrawn and put up for sale in 1996.
The ship has a displacement of 45,000 tons, a maximum speed of 32 knots and an endurance of 13,500 nautical miles (25,000 km) at a cruising speed of 18 knots.

Indiahas already started taking delivery of MiG-29K naval fighter aircraft for the Vikramaditya, as they were ready before the refit was completed. The MiG-29Ks will operate in STOBAR (short take-off but assisted recovery via arresting wires) mode.

The MiG-29K was reportedly selected over the larger and more-capable Su-33 naval fighter because India also hopes to operate them from its smaller, indigenous “Project-71 Air Defense Ship” carriers, according to defenseindustrydaily.com.

AIM-120 AMRAAM VS C-705 China

AIR F 16s USAF AIM 120 AMRAAM VS C 705 China
F-16 Block 52 US
JKGR-(IDB) : Ada sesuatu yang menarik atas sikap Amerika Serikat terhadap Indonesia. AS tiba tiba menjadi ramah dan begitu baik. 
 
Selain menghibahkan 24 pesawat tempur F-16, AS juga memperbaiki (overhaul) armada pesawat angkut TNI AL C-130 Hercules, sebagai bagian dari bantuan kerjasama militer. 
 
AS juga menawarkan pesawat modern F-35 serta helikopter canggih AH- 64 Apache. Tidak itu saja, AS menawarkan roket multi laras MLRS Himars, serta rudal air to air AIM-120 AMRAAM.
 
Jika kita review ke belakang, persenjataan paling canggih yang diberikan (dijual) AS kepada Indonesia adalah F-16 Block 15 dengan amunisi standar sidewinder. Sementara Uni-Soviet/ Rusia mengguyur Indonesia dengan berbagai senjata kelas berat seperti: SU 30 MK2, Rudal Yakhont, Rudal Krypton, Destroyer KRI Irian Jaya, Bomber strategis TU-16 dan banyak lagi.

AS benar-benar berubah. Tidak itu, saja sekutu-sekutu terdekat Amerika Serikat juga bersama-sama membantu persenjataan Indonesia dengan menawarkan hibah mesin perang. Australia menghibahkan pesawat Angkut C-130 Hercules, serta melepas 11 helikopter anti-kapal selam dan anti-kapal permukaan Seasprite. 

Begitu pula sekutu dekat AS, Taiwan. Negara yang berkonflik dengan China ini tiba tiba saja menawarkan hibah satu skuadron pesawat tempur F-5E/F Tiger.

“Pesawat-pesawat F-5E/F Taiwan masih dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga tidak perlu di-”up grade”, ujar Asisten Perencanaan Kasau, Marsekal Muda TNI Rodi Suprasodjo.

Tawaran Taiwan itu, sesuai dengan proyeksi skuadron F-5 Tiger TNI AU yang memperpanjang masa pakai pesawat F-5E/F hingga tahun 2020.

AIM-120 AMRAAM
 
Yang cukup mengejutkan adalah tawaran dari AS untuk rudal AIM-120 bagi persenjataan hibah 24 pesawat F-16. F-16 TNI AU akan sekonyong tiba-tiba memiliki taring, dengan adanya rudal AIM-120 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile, atau AMRAAM.

MICA 5 France Libya.sff  AIM 120 AMRAAM VS C 705 China
Rudal AIM-120 AMRAAM
Rudal berkecepatan 4 Mach ini memiliki 3 varian AIM-120 A/B, AIM-120C dan AIM-120D. Jarak tembaknya terpendek 75 Km hingga 180 Km (AIM-120D). 
 
Bandingkan saja dengan AIM-9 Sidewinder yang selama ini dimiliki TNI AU. Sidewinder hanya terbang dengan kecepatan 2,5 Mach dengan jarak tembak terjauh 30 Km. Tembakan efektif AIM-9 Sidewinder 8- 12 Km.
 
Jika AS menawarakan rudal AIM-120 AMRAAM kepada Indonesia, sudah tentu, radar, Launcher Rudal, Targeting System peswat harus mendukung untuk penembakan rudal jarak menengah tersebut. Demgan demikian pesawat F-16 yang akan diterima Indonesia, kelasnya minimal F-16 Block 32 ++. 

“Pesawat itu akan di-up grade setara Blok 52, dilengkapi persenjataan jarak dekat, jarak jauh, serta persenjataan dari udara ke permukaan. Bagian yang di-upgrade meliputi persenjataan, avionik, air frame, dan mesin. Pesawat tiba bertahap mulai pertengahan 2014″, ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Dengan demikian pesawat yang akan datang nanti, hampir sejajar dengan kemampuan SU 27/30 TNI-AU, baik kemampuan manuver, elektronik maupun persenjataan.

Namun, tidak hanya Indonesia yang dibantu AS. Thailand juga diperkenankan meng-up-grade 18 F-16A/B Block 15 mereka menjadi block 52. Up grade tersebut dilakukan secara bertahap dan rampung dalam lima tahun, termasuk mengganti kualitas senjata yang diusung.

f 16 52 AIM 120 AMRAAM VS C 705 China
F-16 Block 52
Geo-Politik AS - China
 
Amerika Serikat yang berubah menjadi lebih baik, tentu tidak terlepas dengan strategi glnbal mereka. Pasukan AS telah meninggalkan Irak. Presiden AS, Barrack Obama menilai kestabilan kawasan Asia menjadi lebih penting. Hal ini terkait dengan kemampuan militer China yang terus berkembang pesat.
 
AS akan memperbarui kekuatan angkatan lautnya di seluruh wilayah Asia Pasifik dan tetap “waspada” menghadapi militer China yang sedang bangkit. Masa depan AS tergantung keamanan di seluruh Pasifik Barat dan Samudra Hindia”, ujar Menteri Pertahanan AS Leon Panetta (29/5/2012).

“Kami membutuhkan anda guna memperkuat hubungan pertahanan. Militer China sedang tumbuh dan semakin modern. Kita harus waspada. Kita harus kuat. Kita harus siap menghadapi tantangan apa pun,” ujar Panetta, saat memberikan pidato kepada para lulusan Akademi Angkatan Laut AS di Annapolis, Maryland- AS.

uss carl vinson AIM 120 AMRAAM VS C 705 China
Kapal induk AS, USS Carl Vinson di Filipina
“Kunci untuk wilayah itu adalah mengembangkan sebuah era baru kerja sama pertahanan antara negara, di mana militer kita berbagi beban keamanan dalam rangka memajukan perdamaian di kawasan Asia Pasifik dan seluruh dunia,” katanya.
 
Untuk itu tidak heran AS terus mempererat kerjasama dengan Jepang, Korea Selatan, Australia dan Filipina. AS juga sedang membangun “kemitraan yang kuat” dengan negara-negara: Malaysia, Indonesia, Vietnam, Singapura, dan India.

ri china AIM 120 AMRAAM VS C 705 ChinaChina - Indonesia
 
Lalu bagaimana posisi Indonesia terhadap China. Hingga kini Indonesia tidak memiliki masalah dengan China. Bahkan hubungan Indonesia dengan China pernah sangat dekat ketika era Poros Jakarta-Pyongyang-Peking. 

China juga membantu Indonesia dalam pengembangan peluru kendali yang dimulai dengan transfer teknologi rudal C-705. China juga membantu Indonesia untuk meracik propelan rudal, demi perkembangan roket RI.
 
Sejarah ternyata berulang. Dulu Indonesia berada di antara pengaruh AS dan Uni-Soviet. Kini di antara AS dan China. Indonesia harus pintar memanfaatkan ketegangan AS-China, untuk menciptakan sebuah Kemandirian Nasional.

Mesin perang canggih yang kini disuplai AS, bisa saja menjadi macan ompong dalam sekejap, jika kembali diembargo oleh AS.

Tahun 1970-an hubungan Indonesia sangat mesra dengan Uni-Soviet. Mereka mengirim berbagai peluru kendali terbaru ke Indonesia. Namun saat itu, Indonesia tidak mampu melakukan transfer teknologi. Sementara India, Korea Utara dan China berkembang pesat secara kemampuan militer. Semoga kasus ini tidak terulang lagi di tahun 2012 dan masa akan datang. Kedekatan dengan negara besar, harus menciptakan kemandirian nasional, bukan terlena dan terperosok ke lubang. Enough is enough. 


Sumber : JKGR

India Kerja Sama Pertahanan Dengan AS

NEW DELHI-(IDB) : India mungkin akan menandatangani sejumlah kesepakatan senjata dengan Amerika Serikat ketika Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengunjungi negara itu pada awal bulan depan, kata media lokal.

Meskipun New Delhi akan menandatangani perjanjian senjata lagi dalam upaya meningkatkan kerja sama militernya dengan Washington, namun India masih belum bersedia menandatangani pakta militer penting yang didorong oleh Amerika Serikat selama bertahun-tahun, kata The Times of India.

Selama kunjungannya pada pekan pertama Juni, Menteri Pertahanan AS akan mengadakan pembicaraan dengan antara lain Perdana Menteri India Manmohan Singh, Menteri Pertahanan AK Antony dan Penasehat Keamanan Nasional Shivshankar Menon, kata laporan itu.

"China, Pakistan dan Afghanistan juga akan berupaya untuk melakukan diskusi," kata seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Dua kesepakatan pertahanan utama yang mungkin dicapai selama kunjungan Panetta meliputi akuisisi howitzer 145 M-777 ultra-ringan dari Amerika Serikat dalam kesepakatan pemerintah ke pemerintah langsung senilai 647 juta dolar AS di bawah program Penjualan Peralatan Militer Luar Negeri.

Kesepakatan lain pertahanan termasuk produsen pesawat AS Boeing mungkin meraih kontrak dari India 1,4 miliar dolar AS untuk memasok 22 helikopter tempur bersenjata peluru kendali untuk Angkatan Udaranya, kata surat kabar itu, demikian Xinhua-OANA.

Sumber : Antara

India Borong Howitzer AS

NEW DELHI-(IDB) :India menyetujui satu perjanjian untuk membeli 145 meriam howitzer seharga 560 juta dollar AS dari Systems BAE dari Amerika Serikat. India tengah meningkatkan perangkat keras militernya, kata seorang pejabat, Sabtu (12/5/2012).
    
India akan meningkatkan kemampuan militernya dengan perangkat keras seharga miliaran dollar AS sehubungan dengan ketegangan yang telah lama berlangsung dengan pesaingnya China dan Pakistan. "Kontrak  bagi howitzer-howitzer dilakukan Jumat dengan Systems BAE Inc" dari Amerika Serikat, satu unit dari BAE Systenm PLc --yang berpusat di Inggris, kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan  yang tidak bersedia namanya disebutkan kepada AFP.
    
Pemerintah akan mengeluarkan dana 30 miliar rupee (560 juta dolar AS) untuk pembelian meriam-meriam lapangan, kata pejabat itu. Howitzer-howitzer, yang memiliki jangkauan tembak 30Km, akan digunakan oleh divisi artileri gunung angkatan darat dan digelar di sepanjang perbatan India yang rawan.
    
India berperang tiga kali dengan Pakistan sejak merdeka tahun 1947, tetapi China tampaknya menjadi fokus utama dari ambisi modernisasi militer dan kebijakannya.
    
Militer memperoleh sejumlah peralatan baru mulai dari pesawat tempur sampai kapal-kapal selam. Pada Maret negara itu mengumumkan pengeluaran untuk keperluan militer tahun keuangan sekarang akan mencapai 1,95 triliun rupee (40 miliar dollar AS). Pengumuman Sabtu menyangkut pembelian itu merupakan pertama kali dalam lebih dari seperempat abad sejak India akan membeli howitzer-howitzer.
    
India terakhir membeli meriam-meriam untuk angkatan darat tahun 1986, ketika negara itu membeli 410 meriam howitzer lapangan dari perusahaan senjata Swedia AB Bofors. Setahun kemudian, media Swedia menuduh para politikus dan para pejabat militer India telah menerima suap sehubungan dengan perjanjian pembelian senjata itu.
    
Tuduhan-tuduhan korupsi menyangkut kontrak Bofors merugikan  Perdana Menteri waktu itu Rajiv Gandhi dari Partai Kongres dalam pemilu tahun 1989. Namanya dibersihkan oleh satu pengadilan India tahun 2004, 13 tahun setelah ia dibunuh oleh seorang pembom bunuh diri Tamil.
    
Tetapi skandal itu memiliki satu dampak yang lama. Para pengamat mengatakan khawatir skandal korupsi membuat sulit bagi memperoleh persetujuan bagi perjanjian-perjanjian pembelian peralatan militer India disetujui birokrat-birokrat yang tidak akan membuat keputusan karena khawatir dituduh melakukan usaha-usaha yang tidak beres.
    
Perampungan perjanjian pembelian howitzer dapat berlangsung setidaknya satu tahun, kata pejabat lain departemen pertahanan.

Sumber : Kompas

NATO Tak Anggap Rudal India Sebagai Ancaman

BRUSSELS-(IDB) : NATO tidak memandang India sebagai ancaman keamanan dunia meski negara itu berniat menguji coba rudal balistik antarbenua yang berkemampuan membawa hulu ledak nuklir. 

Demikian ditegaskan Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen di Brussels, Belgia, Rabu (18/4/2012).

India saat ini sedang bersiap menguji rudal balistik Agni-5, yang merupakan rudal buatan asli India. Rudal tersebut memiliki jarak tembak hingga 5.000 kilometer, yang berarti mampu menjangkau sebagian besar wilayah Asia —termasuk bagian paling utara dari China, dan sebagian besar wilayah Eropa.

India berniat menembakkan rudal dengan roket tiga tingkat berbahan bakar padat itu dari Wheeler Island di Teluk Bengala untuk menembak sasaran di bagian selatan Samudera Hindia. Jika uji coba ini sukses, India akan bergabung dengan klub eksklusif negara-negara pemilik rudal balistik antarbenua (ICBM), yakni AS, Rusia, Inggris, Perancis, dan China.

Berbicara dalam jumpa pers di markas besar NATO di Brussels, Rasmussen mengatakan, pihaknya tak menganggap kemampuan rudal India itu akan menjadi ancaman bagi NATO dan wilayah negara-negara anggotanya.

Hal ini sangat berbeda dengan saat Korea Utara meluncurkan roket untuk mengorbitkan satelit sipil pekan lalu. AS dan sekutu-sekutunya mengecam rencana Korut itu dan menganggap peluncuran itu sebenarnya adalah uji coba rudal jarak jauh.

Sumber : Kompas

India Resmi Mengoperasikan Kapal Selam Tenaga Nuklir

Kapal selam tenaga nuklir K-152. (Foto: RIA Novosti)

4 April 2012, New Delhi: Angkatan Laut India secara resmi mengoperasikan kapal selam tenaga nuklir K-152, Rabu (4/4). Upacara peresmian dilakukan di pelabuhan Visakhapatnam, ungkap sumber di Kementerian Pertahanan India.

India mengontrak kapal selam nuklir kelas Shchuka-B Project 971 (Akula) senilai 900 juta dolar dari Rusia untuk sepuluh tahun. Kapal selam diberi nama INS Chakra dan akan didampingi kapal selam tenaga nuklir INS Arihant produksi perdana industri dalam negeri.

India menjadi operator kapal selam tenaga nuklir keenam di dunia, setelah Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Inggris dan China.

AL India mengoperasikan empat kapal selam konvesional kelas Shishumar INS Shishumar, INS Shankush, INS Shalki, dan INS Shankul serta sepuluh kapal selam konvesional kelas Sindhughosh INS Sindhughosh, INS Sindhudhvaj, INS Sindhuraj, INS Sindhuvir, INS Sindhuratna, INS Sindhukesari, INS Sindhukirti, INS Sindhuvijay, INS Sindhurakshak, dan INS Sindhushastra.

India memesan enam kapal selam kelas Scorpène senilai 3,9 milyar dolar pada 2005. Keenam kapal selam dibangun di Mazagon Docks, Mumbai berdasarkan kesepakatan alih teknologi dengan DCNS, Perancis. Kapal selam pertama akan diterima AL India pada Desember 2012, tiga tahun lebih lambat dari jadwal sebelumnya, ungkap Menteri Pertahanan India A.K. Antony dihadapan parlemen pada awal tahun lalu. Keterlambatan disebabkan masalah teknis saat pembangunan kapal selam.

Kapal selam Shchuka-B Project 971 dirancang oleh CDB-143 Malakhit Design Bureau dan dibuat di Amur Shipbuilding Plant in Komsomolsk-on-Amur. Panjang kapal selam 114,3 meter dengan bobot di permukaan 8140 ton dan saat menyelam 12.770 ton. Kapal selam diawaki 73 orang (31 perwira) dapat menyelam sedalam 600 meter, mempunyai kecepatan dipermukaan 11,6 knot dan saat menyelam 30 knot.

Kapal selam dipersenjatai tabung torpedo 4x533 mm dan 4x650 mm, menggotong 28 rudal, torpedo atau ranjau laut.

K-152 mengalami insiden fatal saat melakukan uji pelayaran pada 2008. Insiden ini menewaskan 20 orang dan mencederai 21 orang karena menghirup gas Freon yang terlepas dipicu oleh sistem pemadam kebakaran.

Sumber: RIA Novosti
@Berita HanKam

India Segera Operasikan Dua Kapal Selam Nuklir

NEW DELHI-(IDB) : India dalam waktu dekat akan mengoperasikan dua kapal selam bertenaga nuklir setelah INS Arihant, kapal selam nuklir buatan asli India, resmi dioperasikan. Demikian ditegaskan Kepala Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) VK Saraswat, Sabtu (31/3/2012).

"INS Arihant sudah memasuki tahap lanjut. Kapal selam ini akan siap dioperasikan dalam beberapa bulan mendatang," tutur Saraswat, seperti dikutip harian The Economic Times di India.

Selain Arihant, India juga akan mengoperasikan Nerpa, kapal selam nuklir kelas Akula II dari Rusia yang disewa India selama 10 tahun. Kapal Rusia tersebut akan diberi nama INS Chakra.

Saraswat juga mengatakan, pihaknya telah menguji coba rudal Sagarika K-15 yang nantinya akan melengkapi persenjataan INS Arihant. Lebih dari 10 uji tembak rudal tersebut telah dilakukan di Teluk Bengala. Rudal tersebut memiliki jarak tembak 700 kilometer dan mampu membawa hulu ledak seberat 1.000 kilogram. 

Sumber : Kompas

India Kembali Tingkatkan Keamanan di Perbatasan China

SHIMLA-(IDB) : Pemerintah India memutuskan untuk memperkuat infrastruktur keamanan di wilayah Himachal Pradesh yang berbatasan dengan China, setelah Negeri Panda itu melanggar batas wilayah udara India pada 16 Maret lalu.

Pada Mei 2010, China membangun pangkalan udara di Shigatsay yang berdekatan dengan wilayah India. Pada 16 Maret 2012, helikopter China dikabarkan melintas di Lepcha yang juga berbatasan dengan India.

Kepolisian perbatasan India nampak terkejut ketika mereka melihat dua helikopter China yang masuk ke wiayah India melewati perbatasan. Selama 15 menit, pesawat itu berada di atas daratan India dan akhirnya kembali ke pangkalan udaranya. Pemerintah India yang berada di Himachal Pradesh pun mulai khawatir dengan aktivitas China. Demikian seperti diberitakan Times of India, Jumat (23/3/2012).

China dan India kerap dilanda sejumlah perseteruan di wilayah perbatasan. Meski ketegangan itu sempat berkurang belakangan ini, China diprediksi akan mengklaim beberapa wilayah yang masuk ke dalam wilayah India.

Menteri Pertahanan India A.K. Antony juga sempat berkunjung ke wilayah yang sempat diklaim sebagai wilayah China, Arunachal Pradesh, dan China pun terlihat mengecam kunjungan Antony.

"Saya terkejut melihat reaksi China, ini tidak bisa diterima. Arunachal Pradesh adalah wilayah kedaulatan India," ujar Antony sekaligus menegaskan, India tidak akan mentoleris intervensi China terhadap wilayah yang menjadi kedaulatannya.

Sumber : Okezone

Anggaran Pertahanan India Meningkat 17 %

ISLAMABAD-(IDB) : India telah menaikkan anggaran pertahanannya secara siginifikan serta menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara tetangganya.

"Negara-negara tetangga India harus khawatir dengan naiknya anggaran pertahanan India sebesar USD38,6 miliar atau sekira Rp353 triliun (Rp9.158). Meski pun Menteri Keuangan India Pranab Mukherjee mengatakan dana tersebut akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, dan kebutuhan lebih lanjut demi menjaga keamanan negara," tulis Sebuah suratkabar Pakistan, Dawn, seperti dikutip Deccan Herald, Selasa (20/3/2012).

Dawn juga menambahkan dalam laporannya kenaikan sekira 17 persen dalam dana pertahanan India itu ditujukan untuk memperkuat senjata nuklir dan senjata konvensionalnya.

"Jelas ini adalah sebuah kenaikan yang fenomenal, jauh melampaui kebutuhan keamanan India yang sesungguhnya. Hal itu juga telah menambah kekhawatiran negara-negara tetangga terkait dengan ambisi hegemoni India," tulis Dawn.

Dawn juga mengungkapkan ketimpangan yang terjadi antara besarnya dana pertahanan bila dibandingkan dengan kemiskinan yang diderita oleh rakyat India.

"Meskipun terjadi pergerakan yang cepat dalam ekspansi dari kelas menengah, rakyat India masih dilanda kemiskinan dan memiliki tingkat buta huruf yang tinggi. Oleh karena itu kenaikan anggaran militer India menimbulkan pesan yang salah kepada negara-negara tetangganya dan meninggalkan ketegangan di kawasan Asia Selatan. Ditambah negara ini memiliki sejarah konflik militer dengan Pakistan dan China," tambah Dawn.

Sumber : Okezone

Destroyer AL India Kunjungi Kota Pahlawan


15 Maret 2012, Surabaya: Kapal Perang Angkatan laut India jenis destroyer INS Ranjit (D53) merapat di Pelabuhan Gapura Surya, Jamrud Utara, Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (15/3).

Kapal INS Ranjit (D53) setibanya di Dermaga disambut dengan Tarian Jejer Jaran Dhawuk dari sanggar tari Rinonce pimpinan I Gusti Ayu Putu V sebagai ajang penyambutan Tamu kehormatan, dilanjutkan dengan pengalungan bunga oleh perwakilan penari kepada Komandan Kapal Perang INS RANJIT (D53) Captain Punit Chadda.

Kapal perang Angkatan Laut India ini merupakan Kapal Perang Kelas Perusak atau Destroyer buatan Inggris tahun 1942 dengan panjang 147 meter, lebar 15,8 meter dan bobot 4.974 ton. Kapal INS Ranjit (D53) dikomandani oleh Captain Punit Chadda dengan ABK berjumlah 320 orang Kapal Perang India yang berjenis Raiput Class Destroyer ini akan berada di Surabaya selama tiga hari dari tanggal 15 s.d. 17 Maret 2012.

Kesinggahan Kapal perang ini dalam rangka muhibah dan melaksanakan bekal ulang logistik. Maksud dan tujuan kunjungan muhibah ini adalah untuk mempererat hubungan antara TNI AL dengan Angkatan Laut India yang sudah berlangsung baik sejak lama. Seperti menyelenggarakan kerja sama Patroli bersama yang diberi nama Patroli Sektor Terkoordinasi (Patkor) INDINDO yang digelar setiap tahunnya di laut Andaman kawasan Barat Indonesia.

INS Ranjit (D53) berangkat dari pelabuhan Angkatan Laut India sejak bulan Februari 2012. Rencananya akan meninggalkan Kota Pahlawan hari Sabtu tanggal 17 Maret 2012 dan akan melanjutkan pelayaran menuju Malaysia dan Filipina.

Beberapa saat setelah merapat di Dermaga Gapura Surya Tanjung Perak Surabaya, Komandan Kapal INS RANJIT (D53) Captain Punit Chada dengan didampingi Athan India dan Staf Kedutaan India melaksanakan kunjungan kehormatan atau Courtesy call (CC) ke Markas Komando Lantamal V dan di sambut oleh Wakil Komandan Lantamal V Kolonel Marinir I Ketut Suardana didampingi Para Asisten Danlantamal V. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan tukar menukar cinderamata.

Usai kunjungan tersebut, Wadan Lantamal V mengadakan kunjungan balasan ke Kapal Perang buatan tahun 1982 ini.

Selama singgah di Kota Pahlawan Kapal Perang India INS RANJIT (53) akan melaksanakan open ship dengan personel Lantamal V, Selain itu juga melaksanakan kunjungan ke beberapa tempat wisata yang ada di Jawa Timur. Diharapkan dari kunjungan ini, selain mempererat hubungan antara TNI AL dengan Angkatan Laut India juga sebagai ajang promosi wisata yang ada di Jawa Timur.

Dalam penyambutan Kapal Perang India tersebut hadir, Asops Danlantamal V Kolonel Laut (P) H. Yudho Warsono, Para Kasatker Lantamal V, serta beberapa Pamen dari Satkor Armatim, Atase pertahanan India untuk Indonesia Colonel Sanjeev Langeh. Juga melibatkan Pasukan Deputasi satu unit Satsik Lantamal V, satu Ton Pamen/Pama, satu ton Bintara/Tamtama dan Ton Satsiaga Denma Lantamal.

Sumber: Lantamal V

Kapal Perang India Kelas Destroyer Sandar Di Makassar

MAKASSAR-(IDB) : Kapal perang milik Angkatan Laut India D 53 INS RANJIT bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, yang langsung disambut upacara oleh sejumlah personel Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar, Sabtu.

Selama tiga hari, kapal perang bertipe kelas perusak (destroyer) sepanjang 147 meter, lebar 15.8 meter, dan bobot 4.974 ton itu akan berada di Pelabuhan Makassar.

"Selama tiga hari kami di Makassar, akan melakukan kunjungan ke tempat wisata terdekat, selain untuk memenuhi bekal ulang logistik," kata Kapten Punit Chadda yang menakhodai INS RANJIT.

Adapun jumlah ABK kapal perang andalan India ini tercatat sebanyak 320 orang. Para ABK tersebut secara bergantian akan berkeliling dan menikmati keindahan Kota Makassar.

Salah satu lokasi yang akan dikunjungi yang tak jauh dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, adalah Benteng Rotterdam.

Benteng yang memiliki nilai historis tinggi tersebut, erat kaitannnya dengan perjuangan prakemerdekaan dalam melawan pemerintah kolonial Belanda dan sekutunya, termasuk perjuangan melawan pemerintah portugis yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Indonesia.

Sumber : Antara

India Uji Coba Rudal Supersonik

NEW DELHI-(IDB) : India berhasil melakukan uji tembak peluru kendali jelajah supersonik siluman Brahmos, Minggu (4/3/2012), di Pokhran, Rajasthan, negara bagian di India barat.

"Rudal jelajah supersonik Brahmos yang berkemampuan jelajah 290 kilometer diuji tembak di Pokhran oleh Angkatan Darat India. Rudal itu menghancurkan sasaran terpilih di lapangan tembak berkisar di Rajasthan," kata sebuah sumber, sebagaimana dikutip Xinhua-OANA.

Rajasthan memiliki perbatasan internasional dengan Pakistan. Wakil Kepala Angkatan Darat India Letnan Jenderal Singh Shri Krishna hadir dalam uji tembak tersebut dan mencatat bahwa Brahmos merupakan rudal jelajah tercepat di dunia dalam operasinya.

Brahmos, yang dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal, pesawat udara, dan dari darat, merupakan produk  perusahaan patungan antara Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan India dan NPO Mashinostroeyenia dari Rusia yang telah bersama-sama membentuk Brahmos Aerospace Private Limited.

Rudal itu telah dimasukkan ke dalam jajaran persenjataan Angkatan Laut dan Angkatan Bersenjata India. Rudal Brahmos sangat dibutuhkan untuk "strategi proaktif perang konvensional" tentara India dalam mengahadapi "kelompok-kelompok petempur" di seberang perbatasan dan untuk menghadapi Pakistan. 

Sumber : Kompas

India Segera Uji Rudal Nuklir Antar Benua

NEW DELHI-(IDB) : India dilaporkan akan menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru, Agni-5, pada pekan kedua bulan Maret. Rudal ini mampu membawa hulu ledak nuklir dan bisa menjangkau wilayah China.

Demikian dilaporkan harian Times of India, Selasa (14/2/2012). "Integrasi rudal Agni-5 sudah dimulai, satu di Hyderabad, dan satu lagi di Wheeler Island. Bulan Maret nanti kami akan meluncurkan ICBM ini," tutur Vijay Kumar Saraswat, Penasihat Sains Menteri Pertahanan India.

Rudal Agni-5 adalah generasi baru dari seri rudal balistik Agni yang memiliki jarak tembak dan presisi serangan yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Daya jangkau rudal ini diperkirakan mencapai 5.000 kilometer, yang berarti bisa menembak sasaran hingga di wilayah China utara.

Jika uji coba ini sukses, India akan menjadi negara keenam di dunia, setelah AS, Rusia, Inggris, Perancis, dan China, yang memiliki rudal semacam itu. Versi Agni sebelumnya hanya memiliki daya jangkau antara 700 sampai 3.500 km.

Tahun lalu India berhasil menguji coba Agni-4. Baik Agni-4 maupun Agni-5 diluncurkan dari sistem peluncur mobil. 

Sumber : Kompas

Rudal Anti Satelit India Tandingi China

NEW DELHI-(IDB) : India berhasil melakukan uji coba sistem pertahanan udara yang baru, Jumat (10/02), di negara bagian Orissa. Uji coba tersebut dilakukan dengan menembak jatuh sebuah rudal balistik di ketinggian 15 km. Sistem ini juga telah diuji coba untuk mencegat rudal pada ketinggian 75 km. Rudal yang terdiri dari dua tingkat ini dinamakan Sistem Pertahanan Udara Pertiwi atau (Prithvi Air Defence System).

Dikembangkan oleh Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) dengan dukungan Israel pada pengembangan radar utama yang dapat mendeteksi kedatangan sebuah rudal sejauh 400 km. Kepala DRDO Vijay Kumar mengatakan, bahwa sistem pertahanan ini siap digunakan sebagai pencegat objek apapun di kawasan endo-atmospheric atau di bawah ketinggian 50 km. India berhasil menyamai kekuatan rudal antisatelit China yang berhasil diuji coba Januari 2007.

Rudal China ini diyakini oleh AS dikembangkan berdasarkan desain rudal balistik DF-21 dan dinamai sebagai SC-19 oleh Letjen Michael Maples, Direktur Defense Intelligence Agency AS. Selama ini hanya AS dan Rusia yang mempunyai kemampuan mengembangkan senjata anti satelit. Senjata anti satelit dikembangkan di era tahun 1950-an oleh AS untuk menghancurkan satelit musuh untuk tujuan militer. Di era mutakhir, posisi satelit sangat dominan dalam komunikasi dan pemetaan dalam sebuah operasi militer.

Sumber : Jurnas

KASAL India Kunjungi KRI Pati Unus - 384

PORT BLAIR-(IDB) : Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlaarmabar) Laksamana Pertama (Laksma) TNI A. Taufiqoerrochman M. SE., yang memimpin Pelayaran muhibah KRI Pati Unus - 384 dengan sandi Operasi Satuan Tugas (Satgas) MILAN 2012 India, dikunjungi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) India Admiral Nirmal Verma PVSM. AVSM. ADC di dermaga Port Blair  India, belum lama ini.
Kunjungan Kasal India Admiral Nirmal Verma PVSM. AVSM. ADC ke KRI Pati Unus - 384  diterima oleh Atase Pertahanan (Athan) Indonesia untuk India Kolonel Laut (E) I Putu Arya Angga didampingi Komandan KRI Pati Unus - 384 Letkol Laut (P) Eka Prabawa dan Perwira KRI Pati Unus – 384.
Dalam kunjungan tersebut, Kasal India Admiral Nirmal Verma PVSM. AVSM. ADC diberikan  penjelasan secara garis besar tentang spesifikasi unsur TNI Angkatan Laut KRI Pati Unus – 384 dan melakukan peninjauan di Anjungan KRI Pati Unus – 384. Dalam kesempatan tersebut Atase Pertahanan (Athan) Indonesia untuk India Kolonel Laut (E) I Putu Arya Angga atas nama Pemerintah Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Kasal India di KRI Pati Unus – 384.
Kunjungan Kasal India diakhiri dengan penyerahan cinderamata kepada Kasal India oleh  Komandan KRI Pati Unus – 384 Letkol Laut (P) Eka Prabawa.

Sumber : TNI AL