Tampilkan postingan dengan label Italia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Italia. Tampilkan semua postingan

First NH90 NFH Helicopter Delivered to Italian Navy

ROMA-(IDB) : AgustaWestland, a Finmeccanica company, is pleased to announce that the Italian Navy has taken delivery of its first NH90 NFH helicopter. The Italian Navy has ordered a total of 56 NH90s (46 NFH and 10 TTH units) which will replace old helicopters for a variety of roles including anti-submarine warfare, anti-surface warfare and utility.

The NH90 NFH will give the Italian Navy a major increase in operational capability and mission effectiveness due to its outstanding technology and performance. This achievement is also the result of the strong cooperation with the Italian Ministry of Defence in the development of the NFH variant for the Italian Navy.

The Italian Navy is the second customer to receive the NH90 in Italy, following the Italian Army which has a total of 60 NH90 TTH helicopters on order. Italy is one of the nations selecting the NFH variant together with The Netherlands, Norway, France and Belgium. A total of 111 NH90 NFH naval helicopters have been ordered by these nations.

The NH90 NFH variant is primarily designed for autonomous and joint Anti-Submarine Warfare (ASW) and Anti Surface Warfare (ASuW) missions. The comprehensive mission equipment packages allow a wide range of additional missions to be performed including Search and Rescue (SAR), maritime patrol, vertical replenishment, troop transport, medical evacuation and amphibious support roles.

The helicopter is designed for day and night operations in adverse weather conditions from the decks of ships. Because of its optimal weight and dimensions, the deck-lock system, the deck traversing system and the automatic blade and tail folding system, it can operate from small frigates even in high sea states.

The NH90 is the most successful European helicopter programme ever. A total of 529 firm orders have been placed by 19 armed forces in 14 countries including The Netherlands, France, Germany, Italy, Portugal, Sweden, Finland, Norway, Greece, Spain and Belgium in Europe, as well as Australia, New Zealand and Oman overseas and 76 NH90 helicopters are already in service today.

The NH90, developed in the TTH utility transport and NFH naval versions, proves the ideal solution to meet requirements from many potential additional customers worldwide for a number of duties.

The NH90 programme is managed by NAHEMA (NATO Helicopter Management Agency) representing France, Germany, Italy, The Netherlands and Portugal, and by the NH Industries industrial consortium comprising AgustaWestland (32%), Eurocopter (62.5%) and Fokker Aerostructures (5.5%). In the framework of the NH90 programme,

AgustaWestland is responsible for the production of the main transmission, tail drive shafts, hydraulic system, automatic flight control system, rear ramp, rear fuselage, the T700/6E1 engine solution installation and on-board computers

Furthermore, AgustaWestland is also responsible for the overall integration of the NH90 naval mission system for all NFH variants. AgustaWestland's Venice Tessera plant is the new final assembly line for the NH90s ordered by Italy (Army and Navy, 60 and 56 helicopters respectively), the Netherlands (20), Norway (14) and Portugal (10) giving a total of 160 helicopters so far.

Source: Defencetalk

Indonesia Italia Tingkatkan Kerjasama Militer

ROMA-(IDB) : Hubungan RI–Italia, terutama kerjasama militer, diharapkan meningkat, mengingat pengalaman Italia dalam operasi-operasi darat di berbagai wilayah.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI George Toisutta mengenai tujuan kunjungan kerja ke Italia atas undangan KASAD Italia Jenderal Giuseppe Valotto.

Pertemuan kedua pejabat tinggi militer yang berlangsung di Markas Besar Angkatan Darat Italia, Roma, Senin (6/6/2011), itu diawali dengan pembicaraan tertutup, hanya antara keduanya.

Jenderal Valotto menyampaikan terimakasih dan penghargaan atas pertisipasi TNI dalam jumlah cukup banyak di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Minister Counsellor Pensosbud KBRI Roma kepada detikcom seusai pertemuan.

Jenderal Valotto juga menyampaikan harapan agar Indonesia dapat berpartisipasi pada misi-misi perdamaian lain.

Dalam tanggapannya, KASAD Jenderal Toisutta menyampaikan bahwa sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia telah dan senantiasa berpartisipasi aktif dalam misi-misi perdamaian yang beroperasi dalam kerangka PBB.

Dalam kaitan dengan UNIFIL, Toisutta menyampaikan bahwa pasukan TNI yang sekarang berada di UNIFIL merupakan kontingen ke-4. Dari keikutsertaan pasukan TNI di UNIFIL, telah banyak manfaat dan pengalaman berguna yang diperoleh pasukan TNI.

Toisutta juga secara khusus menyampaikan belasungkawa atas tewasnya 6 prajurit Italia di UNIFIL dalam insiden yang terjadi pada 2/5/2011 lalu.

Dalam kunjungan kerja tersebut, kedua jenderal dan jajarannya juga saling melakukan exchange of knowledge (pertukaran pengetahuan, red).

Jajaran yang mendampingi KASAD ke Italia adalah Asrena KASAD Mayjen TNI Mulhim Asyrof, Koorsahli KASAD Mayjen TNI Hatta Syafrudin, Dapuspenerbad Brigjen TNI Mochamad Wachju Rijanto, Wadanpussenarmed Kodiklat TNI AD Kolonel Arm. Aris Setiabudi, Paban V/Hublu Spamad Kolonel Inf. Afanti Side Uloli dan Athan RI Paris Kol. Pnb. Erwin Buana Utama.

Prosesi kunjungan KASAD ke Markas Besar Angkatan Darat Italia sepenuhnya berlangsung secara kemiliteran, diawali dan diakhiri dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Italia oleh Korps Musik Angkatan Darat Italia.

Dalam prosesi kunjungan, KASAD Jenderal TNI George Toisutta juga melakukan pemeriksaan barisan kehormatan Angkatan Darat Italia.

Sumber: Detik

Italia Siap Lumpuhkan Pasukan Gaddafi

Gambar Pesawat Jet Tempur Aermacchi M.B.339A (Italia)

ITALIA-(IDB) : Pemerintah Italia mengumumkan akan meningkatkan kekuatan udaranya dalam operasi yang dipimpin NATO untuk melawan kekuatan Pemimpin Libya Muammar Gaddafi.
 
Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (25/4) mengatakan, Roma yang telah memainkan peran terbatas dalam misi pimpinan NATO di Libya, akan memungkinkan Angkatan Udara Italia untuk membom sasaran-sasaran militer tertentu.

Angkatan Udara Italia sejauh ini telah memainkan peran kunci dalam menegakkan zona larangan terbang dan embargo senjata di Libya. Italia, bekas penjajah Libya, tidak menyetujui operasi darat dan mengatakan pihaknya lebih suka mendapati Gaddafi dan keluarganya menyerahkan kekuasaan dengan sukarela untuk melancarkan jalan bagi solusi politik atas konflik itu.

Berlusconi telah memberitahu keputusan pemerintah Italia kepada Presiden AS Barack Obama melalui percakapan telepon, dan juga diharapkan untuk menghubungi para pemimpin Eropa lainnya.

Italia membuat keputusan itu sehari setelah pesawat tempur NATO menggempur Tripoli, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai lebih dari 45 lainnya. Sebelumnya pada hari Senin, tiga ledakan keras dilaporkan terdengar di ibukota Libya.

Bom-bom NATO menghancurkan kantor Gaddafi di kompleks tempat tinggalnya di Tripoli pada Senin, sementara pasukan revolusioner yang terkepung di Misrata mengatakan mereka telah memukul mundur tentara Gaddafi dari kota itu.

Koalisi Barat menggelar serangan udara untuk melawan kekuatan rezim Libya pada tanggal 19 Maret di bawah mandat PBB. Resolusi itu bertujuan melindungi warga sipil. Namun sejak Barat melakukan aksinya, puluhan warga sipil dilaporkan tewas di negara Afrika Utara itu.

Amerika Serikat, Perancis dan Inggris mengatakan mereka tidak akan menghentikan operasi militer di Libya sampai Gaddafi digulingkan dari tampuk kekuasaan.

Kekuatan revolusioner Libya telah sering mengkritik NATO karena gagal untuk mencegah pembunuhan warga sipil oleh pasukan Gaddafi.
Sumber: Irib

Rencana Bersama Italia-Jerman Atas Libya

Illustration
ROMA-(IDB):Italia akan mengajukan kepada Jerman rencana bersama atas Libya mengenai gencatan senjata, batasan kemanusiaan dan pengasingan bagi pemimpin Libya Muamar Gaddafi, kata Menteri Luar Negeri Franco Frattini.

Frattini dalam wawancara dimuat harian "La Repubblica" pada Minggu mengatakan bahwa Roma akan mencoba membuat Berlin menyetujui rencana tersebut dan menyampaikannya dalam pertemuan London untuk menetapkan kelompok pengatur tingkat tinggi untuk Libya.

"Kami punya rencana dan kami akan mencari tahu apakah rencana itu dapat diwujudkan menjadi usul Italia-Jerman, mungkin dalam dokumen bersama, yang akan kami sampaikan pada Selasa," katanya.

Ia mengatakan dokumen bersama itu termasuk gencatan senjata, yang diawasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan "batasan tetap kemanusiaan" untuk membolehkan bantuan masuk, yang disebutkan Frattini bahwa Turki sudah melakukan tindakan untuk mencapai hal itu.

Italia akan meminta tekad kuat Liga Arab dan Uni Afrika untuk melakukan dialog dengan oposisi Libya, katanya. Negara Arab akan menghadiri pertemuan pada Selasa tersebut.

Frattini mengatakan Italia "tidak memikirkan" solusi membiarkan Gaddafi berkuasa dan menambahkan bahwa Uni Afrika berupaya membujuk pemimpin Libya itu berhenti dan bahkan angota pemerintahan Gaddafi juga mengusahakan hal sama.

Inggris dan Prancis mendesak tindakan militer di Libya, Jerman menolak hal tersebut dan Italia tampaknya berada di ujung keputusan, meski pangkalan militernya sudah digunakan.

"Dalam hari-hari sulit seperti ini, Eropa mungkin sudah kehilangan beberapa bagian. Kami tidak ingin kehilangan Jerman dan evolusi menuju gencatan senjata akan membuatnya lebih mudah untuk melihatnya kembali masuk," kata Frattini.

"Kami akan bekerja untuk membicarakan hal itu bersama. Kami akan tetap mencoba membuat Eropa bersatu," katanya.

Duta besar dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan bertemu pada Minggu untuk membicarakan rencana perluasan mandat persekutuan itu untuk melangsungkan perintah operasi militer penuh, termasuk menyerang sasaran di darat.

Pejabat NATO mengatakan, bila semua 28 negara anggota NATO setuju memperluas peran persekutuan itu, NATO akan memberikan "kendali politik atas keputusan operasional". Namun, mereka mengatakan NATO "memperhitungkan" panduan, yang dikeluarkan badan tersebut di London.

Sumber: Antara

Pesawat Tempur Italia Lumpuhkan Radar Libya

Harrier GR 9 / Sea Harrier / AV-8B Harrier II AU Italia
ROMA-(IDB):Sejumlah pesawat Italia telah berhasil "melumpuhkan" sistem radar pemerintah Libya tanpa menembakan satu peluru, kata pernyataan Angkatan Udara Italia pada Selasa.

Satu skuadron jet tempur Tornado telah berhasil menyelesaikan misi dalam mengganggu dan melumpuhkan jaringan radar pemerintah Tripoli, kata pernyataan itu. Perdana Menteri Silvio Berlusconi telah menjelaskan bahwa pasukan militer nasional tidak akan menembak masyarakat Libya.
Roma mendesak sekutunya dari Barat untuk membuat ruang operasi yang lebih tinggi untuk tindakan militer di Libya di bawah perintah Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Berlusconi telah menyatakan "rasa prihatinnya" atas kejadian menyedihkan di Libya dimana Italia terlibat dalam pemberlakuan kawasan larangan terbang di atas Libya yang sejalan dengan resolusi 1973 Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sumber: Republika