Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Coast Guard Jepang Dan Taiwan Baku Tembak

TOKYO-(IDB) : Kapal-kapal penjaga pantai Jepang menembakkan meriam air untuk mengusir 40 kapal nelayan delapan kapal penjaga pantai Taiwan dari perairan Kepulauan Senkaku yang diklaim Jepang sebagai wilayah kedaulatannya, Selasa (25/9/2012).

Hal ini disampaikan Sekretaris Kabinet Jepang Osamu Fujimura. Setelah dihantam tembakan meriam air, kapal-kapal Taiwan dilaporkan sudah keluar dari perairan Jepang.

Televisi Jepang NHK menyajikan gambar saat sebuah kapal penjaga pantai Jepang menembakkan meriam airnya ke arah sebuah kapal nelayan Taiwan.

Melihat ini, sebuah kapal penjaga pantai Taiwan juga menembakkan meriam airnya ke arah kapal Jepang sebagai balasan.

Sejumlah pengamat menilai 'baku tembak' yang tak terduga ini berpotensi untuk memanaskan situasi di kawasan itu meski kedua negara bersepakat untuk mendinginkan situasi.
 
 
Jepang kemudian mengajukan protes resmi kepada Taiwan sehari setelah protes serupa kepada China setelah kapal-kapal negeri itu memasuki 'wilayah' perairan Jepang.

"Pemerintah sudah mengajukan protes resmi kepada pemerintah Taiwan," kata Fujimura dalam sebuahn jumpa pers.
 

"Pemerintah Jepang menilai masalah ini harus diselesaikan dalam konteks memperhatikan hubungan baik antara Jepang dan Taiwan. Kami akan menyelesaikan masalah ini dengan tenang," tandas Fujimura.

 Taiwan sebenarnya memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Jepang. Namun kedua negara sudah lama berselisih paham soal hak mencari ikan di kawasan sengketa itu.

China dan Taiwan sama-sama berpendapat mereka mewarisi sejarah kedaulatan China atas peraiaran dan kepulauan yang kini menjadi sengketa.



Sumber : Kompas

Jepang Peringatkan Kapal China

TOKYO-(IDB) : Para penjaga pantai Jepang, Selasa (18/9), mengatakan, mereka telah memperingatkan satu kapal China yang terlihat di dekat sebuah pulau yang menjadi pusat sengketa teritorial yang kian memanas antara Bejing dan Tokyo agar menjauh.

Kapal patroli perikanan China itu terlihat berada di dekat pulau utama dalam gugusan kepulauan kecil yang disengketakan, kata juru bicara penjaga pantai di Okinawa, yang dihubungi lewat radio. "Kapal itu berada sekitar 42 kilometer di baratlaut Uotsurijima pada pukul 07.00 waktu setempat (05.00 WIB) dan sedang berlayar ke timur," katanya.

Dalam beberapa hari terakhir protes-protes anti-Jepang meluas di China, beberapa bahkan diwarnai kekerasan. Rangkaian protes itu terkait dengan sengketa kepulauan di Laut China Timur yang dikenal sebagai Diaoyu oleh Beijing dan Senkaku oleh Tokyo. Pulau-pulau itu diklaim kedua negara tetapi saat ini dikendalikan Jepang.

Sejumlah perusahaan besar Jepang, termasuk Canon dan Honda, telah menghentikan sementara operasi di sejumlah pabrik di China, kata para pejabat dan sejumlah laporan Senin.

Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, Senin, melakukan sejumlah pertemuan di Tokyo dengan para pejabat senior Jepang. Pada hari yang sama ia melanjutkan perjalanan ke Beijing. Ia mendesak kedua pihak "tenang dan menahan diri".

Gelombang unjuk rasa anti-Jepang diperkirakan akan pecah lagi hari ini, bertepatkan dengan peringatan "insiden Mukden" tahun 1931 yang menyebabkan invasi Jepang ke Manchuria. Invasi itu diperingati setiap tahun di China.

China dan Jepang punya hubungan dagang dan bisnis yang erat. Nilai perdagangan kedua negara negara tahun lalu mencapai 342,9 miliar dolar AS, demikian menurut data-data pihak China.  Namun hubungan politik kedua negara sering tegang karena sengketa teritorial dan kebencian China terhadap Jepang terkait konflik dan kekejaman di masa lalu. 



Sumber : Kompas

China Ancam Beri Sanksi Dagang Terhadap Jepang

BEIJING-(IDB) : China mengancam akan memberi sanksi dagang terhadap Jepang terkait keputusan Jepang membeli tiga pulau di Laut China Timur yang diklaim milik China. China berharap Jepang menghentikan rencana tersebut.

Demikian dikatakan juru bicara Partai Komunis China di Beijing, Senin (17/9/2012). Selama ini hubungan dagang antara China dan Jepang terjalin sangat erat. Tahun lalu, sejumlah perusahaan Jepang menginvestasikan dana di China sebesar 342,9 miliar dollar AS. Akan tetapi, hubungan tersebut kerap diwarnai ketegangan seperti yang terjadi saat ini.

Sanksi ekonomi China tidak hanya akan mengguncang perekonomian Jepang, tetapi juga akan berdampak serius terhadap perekonomian Asia, bahkan Barat.

Sebuah artikel komentar di surat kabar corong Pemerintah China, People’s Daily, mengatakan, perekonomian Jepang melemah sejak tahun 1990 dan semakin ambruk setelah krisis ekonomi serta gempa bumi 2011. Perekonomian Jepang akan semakin parah jika China menjatuhkan sanksi dagang sebagai buntut sengketa pulau yang disebut Senkaku oleh Jepang dan Diaoyu oleh China.

Di Jakarta, Asisten Kementerian Luar Negeri China Le Yucheng mengatakan, China siap diajak berdialog secara damai jika Jepang menghentikan langkah- langkah provokasinya. ”Semua ini bergantung pada Jepang karena mereka yang memulainya,” ujarnya.

Pada prinsipnya, lanjut Le, China tak akan mengalah menghadapi provokasi Jepang. China akan terus melawan, termasuk dengan kemungkinan memberi sanksi dagang.

Ia menjelaskan, kepulauan tersebut sejak dulu masuk dalam teritori China. Menurut Le, pada tahun 1895, Jepang mencuri dan mengklaimnya sebagai milik mereka. Selepas Perang Dunia II, semestinya Jepang menyerahkan kembali kepulauan tersebut kepada China.

Namun, faktanya, Jepang tidak pernah melepaskan kepulauan itu sehingga terjadi ketegangan dengan China. ”Kalau Jepang baik, kami juga baik,” ujar Le.

Menutup pabrik

Beberapa perusahaan Jepang menghentikan operasi pabrik- pabrik mereka di China. Perusahaan elektronik Panasonic menutup satu pabriknya di Qingdao, China utara, setelah dibakar massa. Perusahaan raksasa itu juga menyatakan akan segera menutup dua pabrik lainnya di China.

Hal serupa dilakukan produsen kamera Canon. Mereka menutup perusahaannya pada hari Senin dan Selasa guna menjamin keamanan para pekerja.

Para pekerja dan warga asal Jepang di China juga diimbau agar tidak keluar rumah guna menghindari amukan pengunjuk rasa.

Unjuk rasa anti-Jepang terus meluas di lima kota besar di China. Para pengunjuk rasa menyasar kantor dan bangunan perusahaan Jepang. Beberapa bangunan dirusak dan dibakar pengunjuk rasa.

Puluhan ribu warga Jepang tinggal di China saat ini. Di Shanghai saja setidaknya terdapat 56.000 warga Jepang.

Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda, saat bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Leon Panetta, mendesak agar Pemerintah China melindungi warga Jepang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei menegaskan, Pemerintah China akan melindungi warga dan perusahaan Jepang di China. Ia juga mengimbau agar pengunjuk rasa mematuhi hukum.

Sementara itu, Panetta mengajak agar Jepang dan China saling menahan diri dalam menyelesaikan kasus perebutan kepulauan tersebut.

Menurut dia, kasus ini menyangkut kepentingan banyak pihak. Oleh karena itu, China dan Jepang harus mencari cara penyelesaian tanpa memicu eskalasi ketegangan.

Masih terkait sengketa teritorial, Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa mengatakan, tak ada jaminan tak akan ada masalah serius dalam konferensi tingkat tinggi para pemimpin ASEAN, November mendatang. Empat anggota ASEAN terlibat sengketa teritorial dengan China terkait Kepulauan Spratly di Laut China Selatan.



Sumber : Kompas

Asia Diambang Perang Karena Sengketa Wilayah

BEIJING-(IDB) : China dan negara-negara di Asia lain bisa terjerumus ke dalam perang yang dipicu sengketa wilayah. Ini bisa dipercepat dengan sikap berbagai pemerintahan yang provokatif.
Demikian dikatakan Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta di Tokyo, Minggu (16/9/2012). Panetta memohon kesabaran Asia, terutama terkait sengketa di Laut China Selatan dan Laut China Timur.

"Saya merisaukan negara-negara yang terlibat sengketa. Jika mereka terjebak aksi provokasi, maka itu meningkatkan kemungkinan salah interpretasi yang merujung pada aksi kekerasan dan selanjutnya berkembang menjadi konflik," kata Panetta. "Dan konflik ini bisa meluas."

Panetta berkunjung ke Jepang untuk menemui mitranya dan juga mitranya di China. Dia juga mengingatkan persaingan ekonomi bisa mendorong aksi perebutan kekayaan sumber daya alam. "Kita akan semakin sering menghadapi isu-isu seperti ini. Masalahnya banyak negara yang terlibat pencarian sumber daya alam," katanya.

Di Laut China Timur ada aksi provokatif yang dilakukan Jepang maupun China. Di Laut China Selatan juga ada aksi provokasi yang dilakukan China berhadapan dengan Vietnam dan Filipina. Korea Selatan dan Jepang juga terlibat aksi provokatif terkait Gugu Kepulauan Dokdo (dalam istilah Korea Selatan) atau Takeshima dalam istilah Jepang. 



Sumber : Kompas

Jepang VS China

japan Jepang   China di Ambang Perang
Japan Cost Guard Sergap Boat China
JKGR-(IDB) : Di tengah-tengah memanasnya suhu politik di Laut China Selatan, tiba-tiba saja Jepang membuat gebrakan dengan membeli sekelompok pulau yang tengah disengketakan dengan China. Pemerintah Jepang membeli tiga dari lima pulau di gugusan Senkaku yang selama ini disewa dari Keluarga Kurihara, seharga 26 juta dolar AS. Keluarga Kurihara membeli pulau yang tidak berpenghuni ini pada tahun 1972 dari keluarga Jepang lainnya.

Pemerintah China langsung bereaksi keras. Presiden China Hu Jintao memperingatkan pembelian tiga pulau itu oleh Jepang bersifat ilegal. Bahkan Perdana Menteri Wen Jiabao menegaskan tidak akan membiarkan sejengkalpun tanah Diayou yang kaya sumber daya alam dan gas bumi, lepas ke negara lain.

“Pulau ini bagian yang melekat pada China dan ini masalah kedaulatan wilayah”, ujar Perdana Menteri China. Untuk itu pemerintah China mengirim kapal patrolinya.

senkaku Jepang   China di Ambang Perang
Tahukah anda, apa reaksi Jepang atas gertakan China tersebut ?. Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda, dengan dinginnya mengatakan: “Kekuatan militer China di wilayah sengketa adalah tantangan yang harus dihadapi”. 

Tentu China tidak menyangka respon dari Jepang seberani itu. Dengan kata lain Jepang telah bersiap untuk merespon dan memukul kekuatan militer China jika masuk ke gugus kepulauan Senkaku, China menyebutnya Diayou.

Sebagai seorang bushido, ucapan PM Jepang Yoshihiko Noda tentu bukan hanya gertak sambal. Militer Jepang pun tidak ragu ragu menangkap sekelompok aktivis China yang mendarat di pulau sengketa tersebut.

Kini bola berada di tangan China. Sejauh mana kapal patroli mereka berani mengganggu gugus kepulauan Senkaku.

senkaku island Jepang   China di Ambang Perang
Uotsuri, satu dari Pulau Sengketa di Senkaku
Saya sedang membayangkan. Kapan militer Indonesia bisa berbicara segagah Jepang, saat wilayah NKRI diklaim atau diganggu oleh negara lain. Nyali besar seperti yang ditunjukkan oleh Jepang, tentu harus didukung oleh kemampuan militer yang kuat.

Jika tidak, nasibnya akan seperti Filiphina yang bersengketa dengan China di laut China Selatan atas pulau / gugusan karang Karang Scarborough.

Awalnya militer Filipina menangkapi nelayan China yang melaut di sekitar Karang Scarborough. Namun tindakan itu direspon China dengan mengirim gugusan kapal perang yang besar dan membuat militer Filiphina mundur. “Mereka benar-benar ingin menguji apa sebuah negara kecil seperti Filipina dapat melawan negara raksasa,” ujar Mayor Ego Loel tak berdaya.

Kisah konflik Filiphina – China mirip konflik Jepang – China, namun berakhir berbeda. Hal itu menunjukkan tindakan militer atau aksi militer sebuah negara harus disesuaikan dengan kemampuan militer mereka, jika tidak mau konyol atau dipermalukan oleh negara lain.

japan dispute 2 Jepang   China di Ambang Perang
Gugus Kepulauan Senkaku, Laut China Selatan
 Lalu apa yang terjadi akibat konflik antara Jepang dan China ?

Amerika Serikat meminta China dan Jepang untuk tidak meningkatkan ketegangan menyangkut sengketa kepulauan yang diklaim kedua negara, dan memperingatkan ketegangan antara kedua negara itu akan berdampak pada global.

“Ini adalah arena ekonomi global dan pertikaian jangan diperbesar. Semua pemimpin harus mencurahkan perhatian secara jujur,” ujar Asisten Menlu AS Kurt Campbell di Washington.

“Kita memiliki banyak pilihan dalam mempertahankan perdamaian dan stabilitas. Kita yakin bahwa dialog damai dan pemeliharaan perdamaian. Stabilitas adalah sangat penting terutama dalam situasi kini.”

AS mengatakan pihaknya tidak akan berpihak dalam sengeketa wilayah itu, kendatipun Jepang satu sekutu dekat mereka. 

Walaupun diperingatkan oleh AS, namun China tetap saja bergerak. Selasa 11 September 2012, dua kapal pengintai China mulai berada di sekitar Pulau Diaoyu, yang disengketakan dengan Jepang.

Sumber dari China Marine Surveillance (CMS) mengatakan keberadaan dua kapal itu untuk menjaga kedaulatan China di sekitar wilayah tersebut, sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan menyusul pernyataan Pemerintah Jepang, yang membeli pulau tersebut.
china patrol Jepang   China di Ambang Perang
Kapal Patroli China Haijian 46 berlayar mendekati Senkaku
Sikap China ini langsung direspon oleh Jepang. Rabu 12 September 2012, Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda memerintahkan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) untuk sepenuhnya siap menghadapi keadaan darurat, terutama terkait dengan masalah sengketa pulau dengan China.

Noda meninjau penjaga kehormatan JSDF di dalam Departemen Pertahanan, dan kemudian menghadiri pertemuan komandan senior JSDF, didampingi Menteri Pertahanan Satoshi Morimoto. Noda menyampaikan pidato kepada sekitar 180 komandan senior JSDF pada pertemuan tersebut.

Dalam pidato itu, Noda mengatakan ketidakpastian atas lingkungan keamanan di sekitar Jepang meningkat ke peringkat tertinggi karena aktivitas militer negara-negara di sekitarnya, termasuk Korea Utara, China dan Rusia, menjadi lebih aktif, sehingga JSDF harus memantau dan menganalisis negara-negara itu dengan ketat. Dia terutama menyebutkan bahwa China telah semakin aktif di laut sekitarnya.
japan shadow Jepang   China di Ambang Perang
Kapal Japanese Coastguard membayangi Kapal Patroli China
Kini situasi konflik di pulau Senkaku memasuki titik terpanas. Jepang siap merespon segala tindakan dari militer China, jika menganggu atau memasuki gugus kepulauan Senkaku. Semoga tidak terjadi perang China dan Jepang yang notabene kekuatan ekonomi kedua dan ketiga di dunia. Jika perang terjadi, sudah pasti imbas ekonomi akan dirasakan oleh seluruh dunia.

Terlepas persoalan konflik itu, gaya Jepang dalam merespon ancaman China terlihat cool dan keren. Semakin keren dan berwibawa karena Jepang tidak mencoba menarik-narik atau melibatkan Amerika Serikat dalam konflik (seperti yang biasa dilakukan Israel). Jepang memilih tampil tegak berdiri di kaki sendiri.


Sumber : JKGR

Tantang China, Jepang Ancam Kerahkan Pasukan ke Senkaku

TOKYO-(IDB) : Jepang berniat untuk mengerahkan pasukannya ke Pulau Diaoyu yang dipersengketakannya dengan China. Selama ini, Jepang juga menyebut nama pulau itu dengan nama yang berbeda dengan China yakni Senkaku.

Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda dan kabinetnya mulai keras dalam menyikapi kebijakan China terhadap Pulau Senkaku belakangan ini. Kapal nelayan China dikabarkan melintas di dekat pulau tersebut, dan Jepang langsung berang.

Menteri Pertahanan Jepang Satoshi Morimoto mulai mempertimbangkan adanya pengerahan Pasukan Beladiri Jepang (SDF) ke wilayah sengketa itu. Morimoto menambahkan bahwa pengerahan pasukan itu bukanlah tindakan yang melanggar hukum. Demikian, seperti diberitakan China Daily, Sabtu (28/7/20120.

Gubernur Tokyo Shintaro Ishihara juga sempat memiliki niat untuk membeli pulau tersebut. Ishihara mengklaim, dirinya sudah bertemu dengan pemilik Pulau Senkaku dan merundingan masalah pembelian pulau yang terletak sekira 2 kilometer dari Tokyo.

China pun langsung menyikapi keputusan Jepang dengan penuh kekesalan. Pidato-pidato yang diutarakan oleh para pejabat Jepang dinilai China sebagai pernyataan yang tidak bertanggung jawab.

Pada 11 Juli lalu, kapal patroli Negeri Panda juga mendekati pulau yang dipersengketakan itu. Ketiga kapal China itu diketahui bernama Yuzheng 35001, Yuzheng 204 dan Yuzheng 202. Otoritas Jepang menegaskan, pihaknya menuntut agar kapal-kapal China segera meninggalkan wilayah perairan mereka.


Sumber : Okezone

Jepang Cemas dengan Anggaran Militer China

TOKYO-(IDB) : Jepang cemas dengan besarnya anggaran militer China. Tokyo menganggap itu sebagai ancaman. "Ada peningkatan anggaran belanja militer dan itu tidak transparan," kata Wakil Menteri Pertahanan Shu Watanabe di satu KTT keamanan Asia, Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (2/6).

Anggaran belanja militer China naik 11,2 persen saban tahun dan kini sudah menembus US$106 miliar. "Karena tak transparan, Jepang tidak tahu rincian dari pengeluaran militer China," terang Watanabe.


Dia menambahkan, "Anggaran belanja militer China, tidak tahu kekuatan apa yang mereka berusaha tingkatkan dan tidak tahu tujuannya apa. Mereka tak transparan dan itu diperkirakan adalah satu ancaman."


Ia mengatakan, peningkatan kekuatan yang merisaukan itu bertentangan dengan hubungan kebudayaan dan ekonomi yang umumnya positif antara Tokyo dan Beijing. "Di bidang militer ada beberapa kekhawatiran. Saya kita semua negara sama menyangkut hal itu," katanya.


Kehadiran militer China yang kian meluas dan sikapnya yang agresif, terutama di Laut China Selatan, tempat yang jadi konflik daerah dengan negara-negara Asia lainnya,telah membuat gelisah di kawasan itu serta di Washington.


Senator AS John McCain dalam satu jumpa pers di sela-sela pertemuan itu mengatakan China harus lebih terbuka mengenai pengeluaran pertahanannya.


"Yang ingin saya lihat adalah tranparansi yang lebih jauh dipihak pemerintah China tentang seberapa banyak uang itu dikeluarkan untuk keperluan apa dan strategi menyeluruh mereka," katanya.


McCain menganggap, peningkatan kekuatan militer China bukan ditujukan terhadap AS. Tapi dia tetap khawatir karena AS tak tahu secara pasti berapa banyak uang yang dikeluarkan China untuk membangun kekuatan militernya.


Tak hanya Jepang, India pun cemas. Meski demikian, Menteri Pertahanan India A.K Antony menegaskan, New Delhi tak akan latah. "Kami menempuh jalan kami sendiri untuk melindungi kepentingan nasional kami, kami juga memperkuat kemampuan kami di perbatasan," kata Antony.


Sumber : Metrotvnews

AS Pindahkan 9.000 Marinir dari Jepang

TOKYO-(IDB) : Amerika Serikat akan memindahkan 9.000 Marinir dari Jepang. Washington berharap langkah itu  bisa  meredakan hubungan yang kadang-kadang tegang dengan sekutunya menyangkut kehadiran militer Amerika di negara itu.

Pemindahan pasukan ke Guam, Hawaii, dan Australia itu akan tetap dilakukan tanpa menghiraukan kemajuan dalam perundingan tentang pangkalan udara di Okinawa yang pada awalnya menjadi bagian penting dari kesepakatan dengan AS.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan di Washington dan Tokyo, Jumat (27/4/2012), kedua pihak mengatakan mereka tetap merelokasi pangkalan Futenma dari lokasinya sekarang di kota ke satu tempat di pinggir pantai-- satu tindakan yang ditentang keras di Okinawa.

Kedua pemerintah "mengonfirmasikan kembali pandangan mereka bahwa (ini) tetap satu-satunya solusi yang dapat dijalankan yang telah diidentifikasi sampai sekarang," kata pernyataan itu.

Tidak ada kerangka waktu pasti bagi pemindahan itu, dengan pernyataan itu hanya mengatakan "relokasi-relokasi itu akan selesai secepat mungkin sementara menjamin kemampuan operasional seluruh proses itu".

Menlu Jepang Koichiro Gemba mengatakan perjanjian itu perlu untuk mencerminjan realitas regional yang berkembang.

"Perubahan-perubahan dalam lingkungan keamanan tidak akan menunggu kita, Jepang dan AS sama-sama harus bertanggungjawab dan melaksanakan rencana itu secepat mungkin," katanya kepada wartawan di Tokyo, di tengah-tengah kekhawatiran yang meningkat kebangkitan militer China.

"Masalah pemindahan pangkalan itu harus dilaksanakan, Kita harus membuat kemajuan sedapat mungkin."

Perjanjian itu dicapai menjelang kunjungan Perdana Menteri Yoshihiro Noda ke Washington, di mana ia akan bertemu dengan Presiden Barack Obama, Senin (30/4/2012), untuk yang disebut kedua pihak harapkan aliansi itu kembali ke jalurnya.

Jepang dan AS lama terlibat pertikaian menyangkut pangkalan Okinawa, lokasi keteganan dengan pasukan AS. Sekitar separuh dari 47.000 tentara AS di Jepang berpangkalan di pulau yang letaknya strategis, lebih dekat dengan Taiwan ketimbang dengan Tokyo.

Dalam perjanjian pada 2006 yang tidak pernah dilaksanakan, AS setuju menggantikan pangkalan udaranya di Futenma-- yang lama menjadi sumber pertikaian karena letaknya di satu kota yang ramai--ke satu daerah pinggir pantai yang sepi, dengan 8.000 Marinir meninggalkan Okinawa menuju Guam.

Namun sejumlah aktivis di Okinawa mendesak pangkalan itu dikosongkan seluruhnya. Pertikaian itu membuat jatuhnya perdana menteri Jepang, Yukio Hatoyama yang gagal memenuhi janji-janji kampanyenya tahun 2009 untuk merundingkan kembali perjanjian itu.

Berbicara menjelang pengumuman resmi itu Kurt Campbell, Asisten Menlu AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik mengatakan perjanjian itu akan memajukan hubungan kedua negara.

"Kami kira perjanjian itu dapat memecahkan kebuntuan yang sangat lama yang melanda politik kami yang menghambat bagi sistem kami yang membuatnya sulit menghadapi masalah-masalah kritis dan penting yang dihadapi AS dan Jepang."

Pernyataan itu mengatakan jumlah biaya untuk relokasi ke Guam itu diperkirakan mencapai 8,6 miliar dolar AS, dengan para pejabat AS mengatakan lebih dari sepertiga akan dikeluarkan Tokyo.

Sekitar 5.000 personel dari pasukan yang akan meninggalkan Okinawa akan ke Guam dan sisanya akan ke Hawaii dan Australia tempat Washington "mengerahkan Korps Marinir yang bergilir," kata pernyataan itu.

Perjanjian itu adalah bagian dari strategi lebih luas Presiden Barack Obama yang mendorong pendekatan kembali dengan Asia dan penataan kembali kehadiran militer Amerika di wilayah itu ditengah-tengah kekhawatiran kebangkitan militer China yang cepat. 

Sumber : Kompas

Jepang Siapkan Pertahanan Rudal, China Serukan Tahan Diri

TOKYO-(IDB) : Menteri pertahanan Jepang, Jumat (23/3), memerintahkan persiapan sistem pertahanan rudal agar militer dapat menembak jatuh roket Korea Utara jika mengancam negara itu. "Saya telah memerintahkan para pejabat menggelar PAC-3 dan kapal perang klas Aegis," kata Menteri Pertahanan Jepang Naoki Tanaka kepada wartawan mengacu pada rudal permukaan ke udara dan kapal perusak yang membawa rudal tersebut.

"Kami akan melakukan perundingan dengan pemerintah lokal terkait tentang penggelaran itu," tambahnya.

Rudal pencegat permukaan ke udara akan digelar di gugusan pulau Okinawa, Jepang Selatan, tetapi setiap perintah untuk menembak jatuh roket Korut itu terlebih dulu harus mendapat persetujuan Perdana Menteri Yoshihiko Noda.

Korut yang memiliki senjata nuklir itu mengumumkan akan meluncurkan satu roket bulan depan untuk menempatkan satu satelit di orbit, satu tindakan yang Amerika Serikat dan sekutunya anggap sebagai satu dalih bagi uji coba rudal jarak jauh.

Para pejabat Jepang mengatakan proyektil itu mungkin melewati Okinawa.

Persiapan Jepang, yang secara reguler jadi target kecaman Korut, dilakukan saat para pemimpin dunia termasuk Presiden AS Barack Obama berada di Seoul pekan depan untuk menghadiri KTT nuklir, yang secara resmi dipusatkan pada terorisme nuklir.

Tetapi program nuklir Korut juga diperkirakan akan dibicarakan di sela perundingan itu.

Pada tahun 2009 Jepang memerintahkan persiapan yang sama pertahanan rudal sebelum Pyongyang meluncurkan roket jarak jauhnya, yang dikecam Dewan Keamanan PBB dan memperketat sanksi terhadap negara komunis itu.

Roket itu, yang menurut Korut juga bertujuan menempatkan satu satelit dalam orbit, melewati wilayah Jepang tanpa insiden atau usaha untuk menembak jatuh.

Sementara itu China, Jumat, mendesak negara-negara di kawasan untuk menahan diri menjelang peluncuran roket Korut, setelah Tokyo mengatakan sedang menyiapkan sistem pertahanan peluru kendali untuk menembak jatuh roket tersebut jika mengancam Jepang.

"Semua pihak harus tetap tenang dan menahan diri dan menahan diri dari melakukan tindakan yang akan memperumit masalah ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China,Hong Lei kepada wartawan di Beijing.

Keputusan kepemimpinan baru Korut itu telah membuat negara-nefara di kawasan bersikap waspada, China - sekutu terdekat Pyongyang - yang pekan lalu menyatakan keprihatinan atas rencana peluncuran dan mendesak pengendalian diri.

Sumber : Analisa

Jepang Siagakan Kapal Aegis Untuk Tembak Roket Korut

TOKYO-(IDB) : Jepang bersiap menyiagakan beberapa kapal perang kelas Aegis dan rudal antirudal Patriot PAC-3 untuk menghancurkan roket Korea Utara (Korut) bulan depan, apabila lintasan peluncuran roket itu melewati wilayah Jepang.

"Saya mempertimbangkan akan memberi perintah untuk mencegat roket itu," tutur Menteri Pertahanan Jepang Naoki Tanaka di depan parlemen Jepang di Tokyo, Senin (19/03/2012). Perintah itu akan dikeluarkan apabila roket Korut mengarah ke wilayah darat maupun perairan Jepang.

Korut menyatakan akan meluncurkan roket jarak jauh bulan depan, dengan alasan untuk menempatkan sebuah satelit di orbit. Namun, AS dan beberapa negara lain menganggap peluncuran roket itu sebenarnya uji coba terselubung rudal jarak jauh yang akan melanggar sanksi PBB.

Beberapa surat kabar terkemuka Jepang, seperti Asahi Shimbun dan Yomiuri Shimbun, memberitakan bahwa Jepang sedang mempertimbangkan untuk menyiagakan kapal-kapal perang yang dilengkapi sistem pertahanan antirudal Aegis dan sistem rudal penangkis rudal Patriot PAC 3 yang berbasis di darat.

Menurut pemerintah Jepang, Senin malam, Korut telah memberi tahu pihak Organisasi Maritim Internasional (IMO) tentang rencana peluncuran roket dan jalur lintasannya. Menurut rencana tersebut, lintasan roket Korut akan melewati sebagian kawasan kepulauan Okinawa di ujung selatan wilayah Jepang.

Pendorong roket tingkat pertama diperkirakan akan jatuh di kawasan perairan sebelah selatan Korea Selatan (Korsel), sementara pendorong tingkat kedua akan jatuh di sebelah timur Filipina.

Pada 2009, Korut meluncurkan roket jarak jauh yang tepat melintas di atas wilayah Jepang. Waktu itu Korut mengaku juga sedang mencoba meluncurkan satelit, tetapi Jepang menganggap itu sebagai uji coba rudal balistik. 

Sumber : Kompas

Jepang Ancam Tembak Jatuh Satelit Korut

TOKYO-(IDB) : Menteri Pertahanan Jepang Naoki Tanaka mengatakan, jika diperlukan  Jepang dapat menembak jatuh satelit milik Korea Utara (Korut) yang rencananya akan diluncurkan bulan depan.

Pernyataan Menhan Jepang Naoki Tanaka itu muncul setelah kantor berita Korut KCNA mengumumkan, Korut akan segera meluncurkan satelit ke luar angkasa dengan menggunakan roket jarak jauh. Hal ini dilakukan untuk merayakan hari ulang tahun ke-100 dari pendiri Korut Kim II-Sung. Demikian diberitakan New Kerala Senin, (19/3/2012).

Roket Unha 3 yang akan membawa satelit Kwangmyongsong 3 dikabarkan akan lepas landas dari Kota Cholsan antara tanggal 12 April hingga 16 April 2012.

Peluncuran satelit oleh Korut ini dinilai melanggar kewajiban internasional serta resolusi PBB yang melarang Pyongyang untuk melakukan peluncuran rudal balistik.

Sementara itu menurut Surat Kabar Sankei, untuk melindungi Jepang dari kemungkinan jatuhnya satelit Korut itu ke wilayah Jepang mantan Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada telah diperintahkan untuk menggelar sistem pertahanan rudal.

Sebelumnya pada tahun 2009 Korut juga pernah melakukan peluncuran serupa yang mengundang kecaman internasional serta menyebabkan jatuhnya sanksi dari Dewan Keamanan PBB.

Menanggapi pengumuman Korut yang akan meluncurkan satelit itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton mengatakan, Korut telah melakukan sebuah tindakan provokatif.

"Niat Korut yang akan meluncurkan roket ini merupakan pelanggaran langsung terhadap kewajiban internasional dan amat provokatif. Melalui resolusi DK PBB 1718 dan 1874, jelas sekali melarang Korut untuk melakukan peluncurkan teknologi rudal balistik," pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton.

Sumber : Okezone

Bila Terjai Kenaikan Harga Lagi Jepang Batal Beli F-35

TOKYO-(IDB) : Menteri Pertahanan Jepang, Naoki Tanaka, menegaskan, jika harga pesawat tempur F-35 naik lagi dan tidak bisa dikirim tepat waktu sesuai kesepakatan, Jepang akan membatalkan pembelian pesawat tempur generasi kelima tersebut dari AS dan akan melirik pesawat buatan pabrikan lain.

Demikian ditegaskan Tanaka dalam satu sesi sidang parlemen di Tokyo, Rabu (29/2/2012).

"Saya kira kami akan menyepakati perjanjian formal sebelum musim panas tahun ini. Jika kita tak bisa mencapai kesepakatan tersebut pada saat itu, akan terjadi ketidakpastian besar terkait kesiagaan dan pertahanan nasional kita. Kita tentu saja akan harus melihat kemungkinan membatalkan rencana tersebut atau memilih pesawat lain," tandas Tanaka.

Tahun lalu, Jepang mengumumkan akan membeli 42 pesawat F-35 Lightning II dari pabrikan Lockheed Martin, AS, dengan harga 120 juta dollar AS (Rp 1,08 triliun) per unit. Jepang berharap pesawat-pesawat tersebut akan mulai dikirim pada 2016.

Akan tetapi, negara-negara di luar AS, yang sudah menyatakan akan membeli pesawat berkemampuan siluman (stealth) tersebut, khawatir harga F-35 akan naik lagi dan produksinya akan tertunda. Pihak Departemen Pertahanan AS sendiri, yang berencana membeli sekitar 2.400 unit F-35, telah memutuskan memperlambat proses pembeliannya untuk menghemat anggaran pertahanan.

Produksi yang diperlambat, dikhawatirkan bisa berdampak pada keterlambatan pengiriman pada para pemesan dan ongkos produksi pesawat makin tinggi.

Saat ini saja, biaya program Joint Strike Fighter (JSF), yang mengembangkan pesawat tersebut, sudah membengkak dari 233 miliar dollar AS menjadi 385 miliar dollar AS. Beberapa pengamat bahkan memperkirakan biaya program ini bisa mencapai 1 triliun dollar AS dalam 50 tahun ke depan.

Sumber : Kompas

Jepang Unjuk Gigi Teknologi Perang

JAKARTA-(IDB) : Atase Pertahanan Kedutaan Besar Jepang Kolonel Kondo mengatakan Jepang dan Indonesia berniat untuk mengadakan latihan perang. Namun waktu latihan itu belum ditentukan.

"Ada rencana antara Jepang dan Indonesia untuk mengadakan latihan militer gabungan, namun kami belum tahu kapan latihan miliiter gabungan itu dilakukan," ujar Kolonel Kondo di atas Kapal Perang Hamagiri, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Kolonel Kondo menjelaskan, latihan militer Jepang dan Indonesia masih bersifat rencana serta belum diatur untuk kelanjutannya.

Isu mengenai latihan militer Indonesia dan Jepang juga tidak menjadi pokok pembahasan dari kunjungan tiga armada tempur Pasukan Beladiri Jepang ke Jakarta yang saat ini berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok.
Jepang Unjuk Gigi Teknologi Perang

Kunjungan kapal perang pasukan bela diri Jepang, disertai dengan unjuk gigi teknologi perang. Atase Pertahanan Kedutaan Besar Jepang Kolonel Kondo menjelaskan fungsi helikopter yang terpampang di landasan di kapal perang.

"Helikopter ini banyak sekali kegunaannya. Helikopter dapat kita gunakan untuk mencari kapal selam musuh. Namun, helikopter ini juga dapat digunakan oleh proses evakuasi korban bencana," ujar Kolonel Kondo di atas Kapal Perang Hamagiri, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Kondo ikut pula menyoroti peristiwa-peristiwa bencana alam yang sempat muncul di wilayah Asia, oleh karena itulah helikopter ini sangat dibutuhkan.

Helikopter yang terpampang di atas kapal perang Jepang adalah helikopter bermerk Amerika Serikat (AS), meski demikian helikopter itu dibuat oleh Jepang dan menggunakan teknologi Jepang.

Kapten kapal perang Jepang Kolonel Tomoo Mizukami mengatakan, helikopter itu juga merupakan simbol keeratan hubungan antara AS dan Jepang. Meski demikian, Jepang tetap akan menjalin hubungan yang erat dengan Indonesia dan negara lainnya.
Sumber : Okezone

Tiga Kapal Latih Bela Diri Laut Jepang Berkunjung ke Jakarta

Kapal pengawal Asayuki, Sawayuki dan Hamagiri berkunjung ke Indonesia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (28/2). Sekitar 600 anggota pasukan Angkatan Bela diri laut Jepang akan memperdalam persahabatan dan latihan dengan Angkatan Laut RI. (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/pd/12)

28 Februari 2012, Jakarta: Angkatan Bela Diri Laut Jepang menganggap kawasan Laut China Selatan perlu diawasi, kata Komandan Kolonel Laut Tomoo Mizukami di Jakarta, Selasa.

"Bagi Jepang isu Laut China Selatan adalah perairan yang perlu diperhatikan atau dijaga," kata Tomoo.

Tomoo mengaku banyak kapal berbendera Jepang yang melalui jalur pelayaran di Laut China Selatan oleh karena itu negara-negara setempat beserta Pasukan Bela Diri Laut Jepang harus menjaganya dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tomoo juga sedikit mengkhawatirkan adanya peningkatan teknologi tempur China yang ditakutkan dapat menganggu kestabilan kawasan di Laut China Selatan.

"Saya sendiri komandan kolonel kapal laut, jadi sebetulnya tidak memiliki status untuk menjawab namun karena banyak kapal kami yang lewat perairan tersebut maka tetap harus ada pengawasan," kata Tomoo.

(Foto: MI/GRANDYOS ZAFNA/am)

Sebanyak tiga kapal Pasukan Bela Diri Jepang berjenis "destroyer" --Hamagiri, Sawayuki dan Asayuki-- bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dengan misi pelatihan kepada calon prajurit bela diri Jepang.

Rencana agenda Tomoo di Jakarta adalah melakukan kunjungan kehormatan ke Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (LANTAMAL) dan Markas Komando Armada RI Kawasan Barat (KOARMABAR) di Jakarta pada 29 Februari.

Selain itu Tomoo juga berencana melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Pada beberapa bulan terakhir perompakan di wilayah Selat Singapura meningkat dimana pada 2010 hanya terjadi tiga perompakan namun pada 2011 menjadi 11 pembajakan kapal.

Selain itu pada Oktober 2011 pihak berwenang Malaysia berhasil membebaskan kapal tanker yang dibajak di selat tersebut.

Sebelumnya, menurut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro perompakan yang dahulunya sering terjadi di Selat Malaka saat ini jadi menurun tajam karena pengetatan penjagaan bersama dari Indonesia, Singapura, Thailand dan Malaysia.

Pengamanan Laut, Indonesia Gandeng Negara Tetangga

Sebagai negara yang luas wilayah lautnya lebih besar daripada daratan, agenda pengamanan laut yang komprehensif dan terpadu merupakan keharusan bagi Indonesia. Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Kalakhar Bakorkamla) Laksamana Madya TNI Y Didik Heru Purnomo menyatakan, negara berhak melakukan pengaturan, pengawasan, perlindungan, dan pengelolaan atas laut. “Hal ini bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional di laut,” kata Kalakhar dalam acara Maritime Security Desktop Exercise and Law of The Sea Course di Jakarta, Senin (28/2).

Kalakhar menuturkan, terdapat beberapa isu penting seputar keamanan laut yang menjadi masalah negara-negara maritim dunia. Selain isu pencurian kekayaan dan pencemaran laut, isu keamanan laut dan maritim yang merupakan isu utama di Asia Pasifik seperti bajak laut, human trafficking, terorisme di laut, dan yang berhubungan dengan penyelundupan senjata dan pengrusakan ekosistem.

“Dalam rangka meningkatkan sinergitas dan kerja sama dalam menjalankan tugas baik nasional maupun internasional, kami terus membangun kerja sama dengan lembaga dari berbagai negara,” jelasnya. Kerja sama ini, lanjut Didik, perlu dilakukan karena luas laut Indonesia yang luas yang mencapai 5,8 juta km serta berada pada perlintasan transportasi laut. “Indonesia punya ALKI yang wajib mengakomodasikan kepentingan internasional,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, terdapat 12 pulau Indonesia yang butuh perhatian khusus karena letaknya yang strategis sebagai titik terluar yang berbatasan dengan negara lain.

Sumber: ANTARA News

Pesawat Tempur Jepang Cegat Konvoi Pesawat Rusia

TOKYO-(IDB) : Pasukan Bela Diri Udara Jepang, Rabu (8/2/2012), menerbangkan beberapa pesawat tempur untuk mencegat serombongan pesawat militer Rusia yang tiba-tiba muncul di sekitar perairan Jepang.

Kantor berita Kyodo News dalam laporan hari Kamis (9/2/2012), mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan Jepang, mengatakan, sedikitnya lima pesawat militer Rusia terdeteksi terbang di atas Samudra Pasifik dan Laut Jepang di dekat Pulau Hokkaido dan kawasan Tohoku di timur laut Jepang.

Pesawat Rusia tersebut terdiri atas dua pesawat pengebom strategis jarak jauh Tu-95 Bear, dua pesawat pengintai Su-24 Fencer, serta satu pesawat kendali dan peringatan dini (AWACS) A-50. Pejabat Jepang mengatakan, ini adalah untuk pertama kalinya pesawat AWACS Rusia itu terdeteksi di dekat wilayah Jepang.

Tidak dilaporkan terjadi insiden lebih lanjut dari pencegatan tersebut. Pihak Angkatan Udara Rusia sendiri telah berulang kali menyatakan semua penerbangan patroli pesawat Rusia dilakukan dengan mematuhi setiap peraturan internasional dan selalu terbang di kawasan udara di atas perairan netral tanpa masuk ke wilayah udara negara lain.

Tu-95 adalah pesawat pengebom strategis yang mampu membawa bom nuklir. Rusia melanjutkan patroli pesawat pengebom di wilayah Samudra Pasifik, Atlantik, dan Artik sejak 2007, setelah sempat terhenti sejak berakhirnya Perang Dingin.   

Sumber : Kompas

Alternatif Modernisasi Alutsista TNI , Jepang Akan Kendurkan Pembatasan Ekspor Senjata

Kapal perusak Teruzuki milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang dibuat di galangan kapal Mitsubishi Heavy Industries di Nagasaki, Jepang.
TOKYO-(IDB) : Menteri Pertahanan Jepang Yasuo Ichikawa mengatakan, pemerintah Jepang berniat mengendurkan berbagai batasan ekspor senjata yang selama ini diterapkan.

"Pada masa lalu kami telah membuat berbagai pengecualian, tetapi kami sekarang ingin membuat kerangka kerja berdasarkan patokan-patokan baru," tutur Ichikawa, Sabtu (24/12/2011) seperti dikutip Kyodo News.

Pemerintah Jepang berniat melonggarkan berbagai aturan sehingga memungkinkan perusahaan-perusahaan Jepang berpartisipasi dalam program pengembangan dan proyek produksi senjata dengan negara-negara lain. Langkah ini diambil untuk merevitalisasi industri pertahanan dalam negeri Jepang dan memotong defisit anggaran pertahanan negara itu.

Batasan ekspor senjata dari Jepang diterapkan sejak 1967. Dalam aturan itu, perusahaan-perusahaan Jepang dilarang menjual senjata ke negara-negara komunis, negara-negara yang terkena sanksi embargo senjata dari PBB, dan negara-negara yang terlibat dalam konflik internasional. 

Sumber : Kompas

Update : Jepang Beli 42 Pesawat Siluman

TOKYO-(IDB) : Jepang membeli pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-35 buatan Amerika Serikat. Pesawat tempur ini akan memperbarui pesawat yang sudah usang dan memperkuat angkatan udara. 

Pembelian ini berdasarkan kesepakatan multiyear. "Jepang telah menyiapkan anggaran pembelian empat pesawat tempur pada tahun depan, yang akan dimulai April," kata Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hubungan Masyarakat, Noriyuki Shikata.

Harga yang harus ditebus untuk setiap pesawat rata-rata US$ 65 juta. Harga itu nantinya juga dihitung dengan pengiriman. Hingga saat ini total anggaran yang dibutuhkan belum diputuskan.

Sebelumnya Jepang sempat menimbang-nimbang pembelian F-35, Boeing F-18, atau Eurofighter Typhoon yang dibuat konsorsium perusahaan-perusahaan Eropa. Pilihan akhir Jepang jatuh pada pesawat buatan Amerika karena memiliki kedekatan dalam hubungan pertahanan.

F-35 merupakan salah satu proyek terbesar Pentagon. Pengembangan pesawat ini membutuhkan anggaran US$ 238 miliar dengan melibatkan sekutunya, Inggris, Australia, Kanada, Israel, dan negara di Eropa. Pesawat ini telah digunakan untuk memperkuat Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika.

Jepang telah memiliki 362 jet tempur, seperti F-15, F-4s, dan F-2s, menjadikannya sebagai salah satu negara yang memiliki kekuatan udara tercanggih di kawasan timur Asia. Peningkatan kekuatan tempur ini dilatari kekhawatiran potensi konflik di Cina, Rusia, dan ancaman rudal balistik Korea Utara.

Kekuatan militer Cina semakin maju. Belum lama ini Cina telah meluncurkan generasi pesawat tempur siluman, Chengdu J-20, yang banyak dipuji. Kekuatan Cina ini dianggap menjadi saingan Amerika.

Sumber : Tempo

Pemerintah Jepang Setuju Beli F-35

TOKYO-(IDB) : Pemerintah dan para pejabat partai berkuasa di Jepang dikabarkan telah menyetujui proposal Kementerian Pertahanan untuk membeli pesawat berteknologi siluman F-35 Lightning II buatan Lockheed Martin dari AS. Demikian diungkapkan stasiun TV NHK, Rabu (14/12/2011).

Sehari sebelumnya, media Jepang melaporkan, perusahaan asal AS itu kemungkinan besar akan memenangkan kontrak pengadaan pesawat tempur masa depan AU Jepang senilai 8 miliar dollar AS. Saingan F-35 antara lain pesawat F/A-18 E/F Super Hornet buatan Boeing dari AS dan Eurofighter Typhoon buatan konsorsium Eropa.

Namun, pihak Kemenhan Jepang membantah laporan-laporan media ini. "Kementerian Pertahanan belum membuat keputusan apa pun. Rapat antara menteri, wakil menteri, dan perwakilan parlemen untuk memutuskan hal ini bahkan belum diadakan," demikian bunyi pernyataan Kemenhan Jepang.

Kemampuan siluman (stealth) F-35 sebagai pesawat jet tempur generasi kelima telah menarik perhatian Jepang sejak lama, terutama setelah China menguji coba pesawat stealth buatannya sendiri, J-20, Januari lalu.

Meski demikian, hingga saat ini pesawat F-35 belum memasuki tahap produksi skala penuh karena berbagai kendala teknis dan non-teknis.   

Sumber : Kompas

Jepang Kembali Luncurkan Satelit Mata-mata

TOKYO-(IDB) : Jepang, Senin (12/12), kembali meluncurkan setelit mata-mata. Ini adalah yang kedua yang dilakukan Jepang pada tahun ini.

Badan Ruang Angkasa Jepang, JAXA, mengatakan, peluncuran pada Senin (12/12) ini berhasil dan redar sudah berfungsi dengan normal. Tetapi para pejabat menolak menjelaskan secara detail tentang kemampuan satelit itu.

Laporan media massa Jepang menyebutkan bahwa satelit itu melengkapi satelit optik Jepang yang sudah diluncurkan untuk merekam data tentang apa saja yang terjadi di bumi pada malam hari atau yang ditutupi kabut.

Jepang meluncurkan pasangan satelit mata-mata pada 2003. Peluncuran satelit ini didorong oleh program senjata nuklir Korea Utara (KOrut).

Saat ini, Jepang memiliki empat satelit informasi optik di orbit. Sebelumnya, Jepang meluncurkan dua radar satelit intelijen, tetapi keduanya tidak berfungsi.

Sumber : SuaraPembaruan

Jepang Siapkan Pesawat Tempur Generasi ke-6

TOKYO-(IDB) : Saat negara-negara maju saat ini masih dalam tahap awal produksi pesawat tempur generasi kelima, Jepang sudah mempersiapkan konsep dan desain pesawat tempur generasi keenam yang memiliki kemampuan "anti (pesawat) siluman" (counterstealth).

Menurut majalah pertahanan Jane's Defence WeeklyKompas, Kamis (25/11/2011), pesawat tempur generasi ke-6 ini akan dibangun berdasarkan pesawat konsep ATD-X (Advanced Technology Demonstrator-X). Pesawat ATD-X sendiri akan segera memasuki proses pembuatan kerangka pesawat (airframe). edisi 16 November 2011, yang diterima 

Kementerian Pertahanan Jepang dan Mitsubishi Heavy Industries dikabarkan akan menandatangani kontrak pembuatan ATD-X akhir tahun ini. Kemhan Jepang sudah menyiapkan anggaran senilai 39,2 miliar yen (sekitar Rp4,5 triliun) dari 2009 hingga 2016.

"Secara teknologi, Jepang tak punya masalah untuk mengembangkan kemampuan siluman (di pesawat tempur). Kami akan membuat pesawat yang bagus," tutur Letnan Jenderal Hideyuki Yoshioka, Direktur Pengembangan Sistem Udara Institut Pengembangan dan Riset Teknis Kemhan Jepang.

Rencana penggelaran pesawat tempur generasi kelima berteknologi *stealth* Chengdu J-20 oleh China dan Sukhoi PAK-FA T-50 oleh Rusia membuat Jepang memandang proyek pengembangan pesawat tempur masa depan ini sangat mendesak.

"China dan Rusia, masing-masing akan menggelar Chengdu J-20 dan Sukhoi PAK-FA T-50 dalam waktu dekat. Kami tahu 28 radar kami efektif mendeteksi pesawat generasi ketiga dan keempat dari jarak jauh, tetapi dengan munculnya pesawat-pesawat generasi kelima ini, kami tak yakin bagaimana kinerja radar-radar itu nantinya," tandas Yoshioka.

Jenderal bintang tiga tersebut mengharapkan ATD-X akan melakukan terbang perdana pada tahun fiskal 2016. "Penerbangan perdana pada 2016 adalah keharusan yang mutlak. Ini vital bagi pertahanan udara negara kami," tandas Yoshioka.

Basis Riset

Meski demikian, ATD-X tidak akan serta merta diproduksi massal untuk menggantikan peran pesawat tempur Mitsubishi F-2 saat ini. ATD-X hanya akan digunakan untuk meriset berbagai teknologi yang lebih maju dan integrasi sistem, sebagai dasar untuk memproduksi pesawat tempur generasi keenam.

Dalam konsep Jepang, pesawat tempur generasi keenam akan memiliki kemampuan i3 (informed, intelligent, instantaneous) dan memiliki karakteristik counterstealth. Pesawat generasi keenam ini lah yang digadang-gadang akan menggantikan armada F-2, pesawat tempur yang diproduksi berdasar platform F-16 buatan AS.

"ATD-X tidak akan serta merta menjadi pesawat generasi baru Jepang. Tetapi dengan memastikan kemampuan siluman dan manuverabilitasnya, kami berharap ia akan menjadi dasar bagi generasi penerus F-2," ungkap Kolonel Yoshikazu Takizawa dari TRDI.

Meski tak akan mengalami hambatan dalam hal teknologi, Jepang diperkirakan harus menghadapi rintangan politik dari sekutu utamanya, AS. AS selama ini selalu keberatan Jepang mengembangkan rancang bangun pesawat tempurnya sendiri. Salah satu alternatif yang akan ditempuh adalah mengajak AS mengembangkan bersama pesawat tempur generasi keenam ini.

AS saat ini menjadi satu-satunya negara di dunia yang telah mengoperasikan pesawat tempur generasi kelima, yakni F-22 Raptor, dan dalam waktu dekat kemungkinan akan segera mengoperasikan F-35 Lightning II. 

Sumber : Kompas