Tampilkan postingan dengan label Ranpur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ranpur. Tampilkan semua postingan

Ranpur TNI AD Yang Sudah Uzur Segera Diganti

MANADO-(IDB) : Sejumlah persenjataan milik TNI Angkatan Darat (AD) di Sulut mendapat perhatian khusus dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. Terbukti saat melakukan kunjungan ke daerah ini kemarin, Kasad mengungkapkan akan mengganti sejumlah kendaraan perang, yang sudah uzur di jajaran korps TNI AD di Sulut.  

Menurutnya, penggantian panzer, jenis Saladin dan Veret buatan Inggris yang sudah berumur milik Kikavser BS di Wori sudah direncanakan. “Akan diganti dengan Panzer Anoa buatan Pindad. Dan itu (Anoa) sudah memenuhi standar mutu internasional dan bisa digunakan sebagai kendaraan tempur perdamaian PBB,” ungkapnya.

Kedatangan orang nomor satu TNI-AD ini juga untuk mengecek kesiapan prajurit jajaran Korem 131/Santiago. Terutama dalam menjaga kedaulatan NKRI serta membina ketahanan wilayah dalam kerangka sistem pertahanan semesta.

Pada tatap muka dengan prajurit Korem 131/Santiago di Markas Batalyon 712/Wiratama di Kelurahan Teling Atas itu, Kasad menegaskan bahwa Pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista), merupakan prioritas utama TNI-AD. “Saya tetap berupaya keras untuk memperbaharui Alutsista parjurit TNI-AD dengan peralatan terbaik agar prajurit dapat mengeluarkan kemampuan optimal sebagai prajurit profesional,” tegas lulusan Akabri 1980.


Ia mengatakan, tidak akan mundur jika menghadapi pihak-pihak yang tidak inginkan TNI-AD kuat dan disegani. “Saya juga tak ragu-ragu menolak Alustista yang ditawarkan berbagai rekan serta broker yang mengutamakan keuntungan semata,” tekannya.


Lanjut jenderal bintang empat ini, ia pernah menolak Alutsista seperti rudal anti pesawat dan meriam, karena saat diuji tidak efektif dan tidak sesuai dengan karateristik pola tempur. “Saya lebih menyukai Alutsista dalam negeri buatan PT Pindad, sebab sudah teruji keandalannya. Seperti senapan serbu SS-1 dan 2 (buatan Pindad) yang terbukti sering menjuarai lomba menembak antar tentara dunia,” beber Kasad, yang pernah bertugas di Kopassus sejak pangkat Letnan Dua sampai Kolonel.


Terkait dengan upaya TNI-AD dalam membeli 100 tank Leopard dalam memenuhi kebutuhan dua batalyon tank tempur yang dihalangi-halangi berbagai pihak, Wibowo menuturkan pengadaan ini sangat dibutuhkan dalam memodernisasi Alutsista dan meningkatkan daya tempur prajurit.


“Kebutuhan 100 (tank) Leopard sudah melalui kajian penelitan mendalam Dislitbangad (Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI-AD),” tutup Wibowo yang pernah menjadi ajudan eks Presiden Megawati Soekarnoputri. Informasi didapat, Wibowo sangat berpeluang sebagai calon Panglima TNI karena sikap profesionalitasnya.


Sumber : ManadoPost

Ranpur "Anoa" Diinspeksi Tim COE UNIFIL

NAQOURA-(IDB) : Komandan Satgas Indo FPC (Force Protection Company) XXVI D-2/UNIFIL, Mayor Inf Wimoko, didampingi seluruh staf Satgas menerima kedatangan Tim COE (Contingent Owned Equipment) dalam rangka Periodic Inspection yang dipimpin Mr Henry di Markas Indo FPC Sudirman Camp Naqoura Lebanon Selatan, Selasa (31/7/2012). Inspeksi berlangsung sejak pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 15.00, oleh tim yang beranggotakan sepuluh orang Staf UNIFIL baik militer maupun sipil yang bertugas melaksanakan pemeriksaan kesiapan material dan perlengkapan yang dimiliki Satgas Indo FPC.

Menurut Mr Henry, sasaran pemeriksaan ini meliputi Major Equipment dan Self-Sustaiment yang bertujuan mengetahui kesiapan operasional Satgas yang tergabung dalam misi UNIFIL, khususnya Satgas Indo FPC yang berada di Lebanon Selatan, dan juga untuk memastikan perlengkapan yang dimiliki harus sesuai dengan MOU yang telah dibuat antara UNIFIL dan pemerintah Indonesia.

Pemeriksaan ini dikenal dengan nama Periodic Inspection, yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Pemeriksaan kali ini merupakan yang kedua kali dilaksanakan bagi Satgas Indo FPC XXVI D-2/UNIFIL selama menjalankan misi pedamaian di Lebanon Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Perwira Seksi Logistik Indo FPC XXVI D-2, Kapten Kav I Nyoman Artawan, yang bertanggung jawab terhadap kesiapan material Satgas mengatakan, pemeriksaan rutin setiap tiga bulan terhadap kondisi material Satgas dimaksudkan untuk mengetahui sedini mungkin kondisi materiil dan alat perlengkapan yang dimiliki Satgas. Dengan demikian, semuanya selalu dalam keadaan siap operasi dan sesuai dengan MOU yang telah dibuat.

Kendaraan tempur "Anoa", merupakan kendaraan tempur produksi PT PINDAD–Indonesia yang baru datang dari Indonesia, mendapat kesempatan pertama inspeksi dari tim COE UNIFIL. Inspeksi ini meliputi sistem komunikasi, persenjataan, alpal pendukungnya hingga kemampuan laju ranpur. Dari hasil inspeksi ranpur, Anoa dinyatakan memenuhi standar yang telah ditentukan UNIFIL. Keberadaan APC Anoa di UNIFIL menggantikan ranpur sejenisnya yaitu APC VAB NG buatan Perancis.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Tim COE menyimpulkan bahwa secara keseluruhan Satgas Indo FPC XXVI D-2/UNIFIL memenuhi standar kesiapan material COE yang ditentukan oleh PBB. Namun demikian, kesiapan ini harus selalu dipelihara dalam kondisi apapun, baik saat inspeksi maupun tidak. Demikian pesan Komandan Satgas Indo FPC kepada seluruh personel yang terlibat dalam inspeksi Tim COE UNIFIL kali ini. 


Sumber : Kompas

Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2 Diperkuat 7 Ranpur Anoa

LEBANON-(IDB) : Suatu kehormatan bagi Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL untuk menggunakan kendaraan tempur (ranpur) Anoa yang merupakan sebuah kendaraan tempur militer lapis baja dan merupakan salah satu hasil karya terbaik anak bangsa yang diproduksi secara langsung oleh PT Pindad-Indonesia.

Salah satu kelebihan yang ada pada Anoa adalah sistem perlindungan yang diberikan oleh lapisan baja dan rangka, yaitu memiliki tingkat STANAG 3 level 3. Ini berarti, ranpur tersebut bisa menahan peluru kinetis hingga 7,62 x 51 mm Armor Piercing standar NATO dari jarak 30 meter dengan kecepatan 930 m/s, serta bisa menahan ledakan ranjau hingga massa 8 kg di bagian roda gardan dan di tengah-tengah badan.

Selain itu, Anoa dibekali sistem navigasi terbaru dan alat komunikasi anti-jamming. Kendaraan tempur tersebut bisa digunakan untuk bermacam fungsi, mulai dari sebagai pembawa pasukan, kendaraan komando, hingga rumah sakit berjalan, di medan tempur.
Persenjataan yang terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automatic Grenade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri. Untuk pertahanan diri, Anoa dilengkapi dengan pelontar tabir asap 2 x 3 66 mm.

Saat melakukan test drive Anoa beberapa waktu lalu, ranpur ini mampu dipacu hingga 100 km/jam. Anoa juga mampu melompati parit selebar 1 meter dan melahap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat. Seluruh bodi Anoa dilapisi baja tahan peluru. Apabila diberondong senapan AK-47 atau M-16 dijamin tidak bakal tembus.

Pengiriman 7 unit ranpur Anoa ke Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL ini merupakan program Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Mabes TNI, dalam rangka menggantikan APC VAB - NG buatan Perancis yang sudah sejak 2006 menjadi bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan misi PBB di UNIFIL.
Kedatangan 7 unit Anoa pada Sabtu (21/7/2012) di Markas UNIFIL-Naqoura, yang juga merupakan tempat Satgas Indo FPC, disambut langsung oleh Dansatgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL Mayor Inf Wimoko dan didampingi oleh Kapten Kav I Nyoman Artawan selaku Perwira Kavaleri merangkap Pasilog Satgas.

Penggunaan ranpur Anoa oleh Satgas Indo FPC adalah untuk menunjang tugas pokok Satgas, antara lain dalam pelaksanaan patroli keamanan wilayah Markas UNIFIL (Green Hill) dan sekitarnya, pengawalan UNIFIL HoM dan Force Commander dalam rangka Tripartite Meeting antara LAF (Lebanes Armed Force), IDF (Israel Defence Force) dan UNIFIL, serta latihan-latihan gabungan dengan pasukan dari negara asing yang tergabung dalam UNIFIL.


Sumber : Kompas

Panser TNI Terbalik di Timika

JAYAPURA-(IDB) :Panser milik kaveleri Detasemen III Timika, Selasa (10/7) siang terbalik saat melintasi ruas jalan Timika-Tembagapura yakni di sekitar mil 43. Akiatnya seorang anggota TNI tewas.

Informasi di lokasi mengungkapkan, panser milik kaveleri itu mengalami insiden saat melintasi ruas jalan di areal

operasional PT Freeport membawa enam orang anggota.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIT itu menyebabkan Praka Taufik meninggal di lokasi kejadian.


Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI Daniel Ambat membenarkan adanya insiden tersebut, namun hingga kini belum ada

laporan secara rinci tentang insiden tersebut.

"Kami masih menunggu laporan tersebut dari Timika," kata Brigjen TNI Daniel Ambat. 


Sumber : MediaIndonesia

Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional

Panser Anoa 6x6
Setelah melakukan riset bertahun tahun, PT Pindad sukses membuat Panser Anoa yang disainnya merujuk VAB Renault Perancis. Tak disangka, Panser ini dibeli oleh Malaysia, Brunei Darussalam dan Oman. Bahkan Bangladesh dan Nepal sedang menjajaki pembelian Panser ini. Tidak sia-sia Panser Anoa menggunakan mesin mahal Renault, karena memang terbukti handal. Mesin Renault Panser Anoa sempat dipertanyakan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat itu, karena mahal. 

Nama Panser Anoa V2 berangsur angsur harum, sejak dipakai oleh Pasukan Garuda Indonesia di Lebanon. Malaysia pun membeli Anoa 6×6 untuk pasukan di Lebanon, karena Panser 4×4 Malaysia dianggap tidak cocok di Lebanon.
Panser Anoa Pasukan TNI Lebanon
Pindad Naik Kelas
 
Kini PT Pindad mencoba naik kelas dengan membuat prototye Panser Canon 90 mm. Body panser ini lebih menyerupai APC Black Fox Korea dibanding Panser Anoa. Hull depan lebih tajam dari Anoa, untuk memaksimalkan pertahanan.
Panser Canon 90mm Pindad
Terciptanya Panser Canon Pindad tidak terlepas dari kerjasama RI dengan Korea Selatan. Korea memberi transfer teknologi hull Tarantula, setelah Indonesia memesan 22 Panser.
 
Pesanan Indonesia ini cukup unik. Indonesia memesan 22 Panser Tarantula dipersenjatai Canon CSE90 mm. Padahal selama ini Tarantula hanya menggunakan senjata canon 20 mm atau 40mm. Canon CSE90 mm itu pun, dibeli Indonesia dari Belgia sebanyak 22 unit.

Panser Tarantula Korea
Korea Selatan menyetujuinya permintaan Indonesia. Namun hingga kini canon tersebut belum diinstal karena akan dikirim ke Korea Selatan tahun 2013. Perjanjiannya, 11 canon diinstal di Korea dan 11 lainnya di PT Pindad.
 
Sementara PT Pindad sendiri, telah menginstal Canon CSE 90 mm ke prototype Panser model Tarantula. Hal ini karena Indonesia memiliki canon CSE 90mm dari light tank Scorpion.
Canon CSE 90 mm Belgia
Canon CSE90 mm dikendalikan secara elektronik dan mampu menembak sasaran di malam hari. CSE90 mm didukung penjejak laser jarak jauh untuk menembakkan munisi APFSDS-T. CSE90 dilengkapi senjata mesin 7,62mm serta pelontar granat. 
 
Jika demikian, untuk apa 22 Panser Tarantula yang akan dikerjakan Korea tahun 2013 ?. 

Panser Tarantula memiliki varian 6×6 dan 8×8. PT Pindad bisa mengadopsi Tarantula 8×8, untuk dipasang Cockerill CT-CV Canon 105 mm, dengan misil anti-tank Falarick 105, atau TOW misil anti-tank. Panser 8×8 memiliki kestabilan yang lebih bagus, sehingga memiliki kemampuan tembak lebih akurat. untuk canon besar atau TOW.
Tarantula/ Black Fox 8x8 Korea
Panser Tarantula bisa diangkut dengan C-130 Hercules dan mampu mengangkut 12 personil. Sementara Anoa hanya 10 personil. 
 
Tank Medium atau IFV ?

Langkah selanjutnya, pada tahun 2014, Pindad akan memproduksi tank medium, untuk memenuhi kebutuhan pertahanan TNI Angkatan Darat. Presiden SBY dan Komisi 1 DPR telah menyetujuinya. Namun tank medium itu, tampaknya tidak akan terwujud dalam waktu dekat. 

Saat ini Pindad sedang mendalami Tank K 21 Korea Selatan dan Armored Combat Vehicle ACV 300 Turki. Namun kedua lapis baja itu, berfungsi sebagai Infantry Fighting Vehicle (IFV) dan pengangkut pasukan, bukan tank tempur.
ACV 300 Turki
Untuk itu lapis baja tersebut tidak membawa canon berat. Tank K 21 hanya dilengkapi canon 40mm dan misil TOW untuk anti-tank. Sementara ACV dilengkapi senjata 25mm M242 Bushmaster chain gun.
 
Melihat fakta tersebut tampaknya PT Pindad hanya akan membuat tank pengangkut pasukan, Infantry Fighting Vehicle atau tank destroyer.

Indonesia telah memiliki kisah menggabungkan lapis baja recognaisance Scorpion dengan Canon 90mm. Akibatnya, saat bergerak, tank Scorpion Indonesia terlihat doyong ke depan karena membawa canon besar.
Tank Scorpion Canon 90mm
Mengapa memilih Tank K 21 ?
 
Indonesia juga telah bekerjasama dengan Korea untuk membuat Tank K 21. Jika sudah ada ACV 300, untuk apalagi IFC K 21 ?
 
Tank K 21 Korea bisa dikatakan cacat secara struktur. Korea mengembangkan Tank K 21 mengacu pada U.S. Army M2A3 dan BMP-3 Rusia, dengan tujuan memiliki kemampuan amphibi. Namun tank K 21 telah dua kali tenggelam dalam ujicoba di sungai dan danau.
Tank K 21 Korea Selatan
Kasus terakhir terjadi Juli 2010 yang menewaskan prajurit dan teknisi Korea Selatan. Tank seberat 25-30 ton itu tenggelam saat memasuki danau. Evakuasi dilakukan tiga jam kemudian, namun kru K 21 telah tewas. Diduga K 21 tenggelam karena kesalahan sistem saluran udara mesin.
 
Saat ini Pindad telah membuat tank mirip BTR 50. Sementara Tank K 21 merujuk pada model BMP 3 Rusia. Lalu K 21 untuk apa ?

Di bawah ini varian awal prototype tank yang telah dibuat PT Pindad.

Prototype Tank Pindad
ACV 300 Turki
 
Bagaimana dengan ACV 300 Turki ?. Ada kabar ACV 300 akan dipasang canon 90 mm atau 105 mm. Sangat riskan jika Pindad memaksakan seperti itu. Pengguna ACV 300 seperti UEA, Malaysia dan Philipina tidak memasang canon 90 mm ke ACV 300, termasuk negara pembuatnya Turki.

ACV 300 Anti-Tank Missile
Turki mengembangkan varian ACV 300, lebih sebagai Tank Destroyer (ACV-ATV). ACV 300 diinstal TOW Under Armor (TUA) turret, misil anti-tank. Sementara untuk tank tempur, Turki menggunakan: MBT Leopard 2A4, Leopard 1, M60 A, serta M48A5.
ACV Tank Destroyer

Terlepas dari hal itu, saat ini para ahli Pindad sedang mempelajari sistem olah gerak dan suspensi ACV 300 Turki.
 
Tank Nasional
 
Kalau melihat uraian di atas, tank Indonesia ke depan kayaknya akan seperti pasar malam. Ada Panser Anoa, Panser Canon Pindad, Tarantula, K 21, ACV 300. Lalu sperti apa bentuk Tank Nasional yang bisa diandalkan ?

Ada baiknya Indonesia memilih MBT KIA1 Korea Selatan, untuk dijadikan Tank Nasional. K1A1 Korea Selatan mengusung meriam advance 120mm M256. Canon M256 merupakan canon yang diinstal di tank M1A1 Abrams.
Tank KIA1 Korea


Samsung Thales juga menyediakan sistem kendali penembakan yang dilengkapi dua varian thermal imager, penjejak infra merah serta Kamera TV Pengintai.
MBT Leopard 2A6 Jerman
Belum lagi Tank MBT Leoprad 2A6, sudah pasti akan datang ke tanah air. PT Pindad tentunya akan membogkar habis tank tersebut, untuk dipelajari. Jerman juga sudah menjanjikan transfer teknologi terbatas untuk Leopard 2A6. Tank Nasional nantinya bisa saja menggunakan canon canggih Canon 120mm rheinmentall milik MBT Leopard 2A6.
MBT Leopard 2A6
Sementara ACV 300 Turki atapun K21, bisa dikembangkan ke versi support fire, tank destroyer TUA missil, mortar ataupun self propelled anti air gun.

Sumber : JakartaGreater

Setelah Malaysia, Giliran Brunei Pesan Panser Buatan Pindad

BANDUNG-(IDB) : Industri BUMN bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista) makin moncer. PT Pindad, misalnya. Produknya terus diminati negara lain. Saat ini BUMN yang berpusat di Bandung itu sedang bekerja keras untuk menyelesaikan panser pesanan Malaysia.  ”Selain Malaysia, Brunei akan memesan untuk angkatan daratnya,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen Hartind Asrin kemarin. Malaysia memesan 32 panser untuk angkut personel dan panser medis.

Kisaran harga panser Pindad adalah USD 1 juta hingga USD 1,5 juta. Panser produksi anak bangsa tersebut sejak April 2010 digunakan untuk mengawal misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Jumlah panser yang digunakan untuk misi TNI Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL itu mencapai 13 unit.  

Menurut Hartind, Brunei Darussalam dan Malaysia tertarik dengan panser Pindad karena mutunya memang unggul. ”Kecepatannya, misalnya, bisa lebih 60 km per  jam, ideal untuk patroli darat,” kata alumnus Akabri 1983 tersebut.

Pindad juga masih mengerjakan pesanan panser Anoa  sebanyak seratus buah dari TNI-AD. Targetnya, akhir tahun ini semua unit sudah jadi dan bisa digunakan untuk operasi. Militer Brunei Darussalam juga sudah mencoba senjata, amunisi, dan kendaraan tempur produksi Pindad pada Juli 2011. ”Kepercayaan negara lain itu membuktikan kualitas teknisi dan ahli teknik Indonesia sudah level internasional,” tuturnya.


Secara terpisah, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Strategi Indonesia Rizal Darmaputera menilai, Pindad sudah banyak berbenah. ”Manajemennya semakin bagus dan kualitas produknya memang bisa dibandingkan dengan produk asing,” ucapnya.   Namun, yang masih kurang dari Pindad adalah strategi pemasaran yang kurang agresif. ”Sebagai BUMN, pemerintah seharusnya mengizinkan Pindad melakukan promo ke luar negeri. Jangan menunggu konsumen datang,” ungkap alumnus IDSS Jenewa, Swiss, itu. 

Sumber : PontianakPost

Pindad Segera Kirimkan Panser Malaysia Dan Selesaikan 100 Panser Pesanan TNI AD

BANDUNG-(IDB) : Sebanyak 32 unit panser 6x6 produksi PT Pindad pesanan Malaysia paling lambat diserahkan mulai akhir tahun ini. Penentuan waktu pengiriman itu masih terus dibahas kedua belah pihak.

Hal tersebut dikatakan Dirut PT Pindad, Adik Avianto Soedarsono di Bandung, Senin (30/4).

"Setidaknya pada akhir 2012, akan ada panser yang diserahkan kendati dilakukan secara bertahap. Semua pesanan itu selesai pada Maret 2013," jelasnya.

Menurut dia, negeri jiran tersebut meminta agar kendaraan tempur itu bisa dikirimkan secepatnya. Situasi tersebut cukup merepotkan kemampuan produksi BUMN Strategis itu.

Karena itu, Pindad kemungkinan akan menukar prioritas produksi guna memenuhi pesanan tersebut.

Di saat bersamaan, perusahaan yang berbasis di Bandung tersebut tengah mengerjakan 100 unit pesanan TNI. Permintaan dalam negeri diproyeksikan rampung pada akhir tahun ini.

"Kemungkinan kita pinjam dulu dari produksi untuk AD, sekitar lima unit," jelasnya.

Panser yang diinginkan Malaysia terdiri dari konfigurasi panser pengangkut personil (armoured personnel carrier), medis, dan komando. Harga satuan standardnya mencapai 1 Juta US Dollar yang bisa meningkat tergantung varian panser yang diinginkan.

Kemampuan kendaraan tersebut di antaranya mampu berlari tidak kurang dari 60 km per jam. Hal itu sudah mampu dipenuhi Pindad lewat kehadiran Panser Anoa 6x6 milik pasukan perdamaian TNI di Lebanon.

Sumber : SuaraMerdeka

Malaysia Berniat Akuisisi 32 Panser Pindad Indonesia

BANDUNG-(IDB) : Malaysia berniat membeli 32 unit panser pengangkut pasukan (Armoured Personnel Carrier-APC) Anoa 6x6.

Direktur Pengembangan PT Pindad Tri Haryono, dalam pertemuan dengan Kementerian Pertahanan di Bandung, Selasa (1/11/2011), menjelaskan, satu unit Anoa dijual dengan harga 1 juta dollar AS (sekitar Rp 9 miliar).

"Kita mengalahkan produk Korea Selatan dan Perancis. Sekarang sedang tahap akhir dan mudah-mudahan semua lancar," kata Tri.

Anoa sudah menjalani pelbagai uji teknis di Malaysia. Produk tersebut dikembangkan PT Pindad sejak tahun 2004. 

Sumber : Kompas

Pindad Kembangkan Panser Canon Dan Medium Tank Kerjasama Dengan Korsel

BANDUNG-(IDB) : PT Pindad akan melakukan pengembangan Panser Canon 6x6. Pengembangan yang didasarkan pada Panser 6x6 Anoa ini, akan menghasilkan Kavaleri (Canon 90 mm) dan Infanteri Fighting Vehicle (Canon 20 mm). “Rencananya kami akan melakukan kerja sama dengan Korea Selatan pada 2012,” kata Direktur Produk Manufaktur Tri Hardjono di Bandung Jawa Barat, Selasa (1/11).

Pengembangan panser ini, tambah dia, juga untuk mendukung satuan Korps Marinir TNI AL terhadap kebutuhan kebutuhan panser amfibi. Selain itu, PT Pindad akan melakukan peremajaan medium tank dengan perkiraan harga per unit mencapai Rp 35 miliar. “Pengembangannya memakan waktu 1,5-2 tahun,” kata Tri.
 
Dia berharap, pada 2014 nanti, medium tank ini sudah bisa unjuk kemampuan di hadapan masyarakat. Tri juga mengatakan, perusahaan BUMN Industri Pertahanan itu akan menjalankan program retrofit tank AMX-13 beroda rantai untuk peningkatan daya gerak, daya gempur, fungsi optik, dan komunikasi.

Menurutnya, program ini akan memakan anggaran Rp400 miliar selama lima tahun. “Ini kami lakukan dalam rangka proses penguasaan rancang bangun dan industrialisasi ranpur kanon Indonesia,” katanya.

Sumber : Jurnas

Denkav-3 Kodam XVII/Cenderawasih Terima 2 Unit Ranpur Panser Anoa

PAPUA-(IDB) : 3 Mayor Kav Valian Wicaksono Magdi pimpin penjemputan Kendaraan Tempur Anoa 6x6 buatan Pindad di Bandara Moses Kilangin Timika Papua.
 
Denkav – 3  pada 18 Oktober 2011 yang lalu resmi menerima 2 unit Ranpur Anoa 6x6 guna memenuhi kebutuhan ranpur Denkav – 3 dalam rangka mendukung tugas pokok TNI – AD pada umumnya dan mendukung tugas pokok Denkav – 3 pada khususnya. 

Ranpur Anoa 6x6 yang diterima diangkut dengan menggunakan pesawat Herkules dari Jayapura menuju Timika dan diterima oleh Dandenkav – 3 di Bandara Moses Kilangin yang kemudian langsung dibawa menuju Markas Detasemen Kavaleri  - 3.

Sesampainya di Mako Detasemen Kavaleri – 3 Ranpur Anoa 6x6 tersebut disambut oleh seluruh warga Denkav – 3 dengan Acara Tradisi Korps Penerimaan Ranpur. 

Dengan diterimanya 2 unit Ranpur Anoa 6x6 ini diharapkan dapat menambah gelar kekuatan TNI dalam rangka peningkatan kapasitas alat utama sistem senjata (Alutsista)  dimana Denkav – 3 merupakan satu – satunya satuan Kavaleri di Kodam XVII/Cenderawasih.

Sumber : Denkav-3

Kodam V/Brawijaya Tambah Panser "Anoa" Produksi Pindad

SURABAYA-(IDB) : Kodam V/Brawijaya menambah enam unit alat utama sistem senjata (alutsista) berupa panser "Anoa" buatan dalam negeri atau PT Pindad Indonesia.

"Kami baru saja menambah alutsista panser bernama Anoa buatan PT Pindad Indonesia," ujar Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Gatot Nurmantyo di sela peringatan HUT ke-66 TNI di Surabaya.

Dari enam panser "Anoa" yang dipesan, dua unit di antaranya sudah dipamerkan di hadapan para prajurit dan ribuan warga yang memadati lapangan upacara yang dipusatkan di Makodam V/Brawijaya, Surabaya.

"Empat lainnya juga dipamerkan, tapi tidak ikut dalam barisan defile. Semua itu kami fasilitasi untuk batalyon raider," tukas jenderal bintang dua tersebut.

Pangdam menegaskan, khusus untuk pengadaan dan pemesanan alutsista, pihaknya akan mengutamakan senjata buatan dalam negeri yang diproduksi oleh anak bangsa Indonesia.

Selain itu, kata dia, program tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat agar semua persenjataan utama di kalangan TNI menggunakan buatan dalam negeri.

"Perlahan tapi pasti, TNI akan menggunakan senjata buatan putra Indonesia sendiri. Ini juga kebijakan dari pemerintah," tukas Panglima Komando Garnisun Tetap III/Surabaya tersebut.

Selain memamerkan dua panser barunya, dalam peringatan HUT ke-66 TNI, juga dipamerkan 95 kendaraan dan peralatan tempur, di antaranya delapan unit mobil pertempuran jarak dekat dan 10 unit meriam 57 mm milik Arhanudse-8.

Ada pula, delapan unit kendaraan lapis baja milik Kaveleri serbu 3, tank AMX 10 milik Marinir TNI AL, empat unit tank Scorpion, meriam Howitzer 122 milimeter, serta tiga unit helikopter milik Puspenerbal.

Sumber : Antara

Brunei Membeli 15 Panser Pindad Dan Senjata SS-2 Pindad

JAKARTA-(IDB) : Brunei Darussalam akan membeli panser buatan PT Pindad. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) akan dilakukan tahun ini juga.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Hartind Asrin mengatakan Brunei tertarik membeli panser Anoa 6 x 6 buatan PT Pindad dan sudah melakukan uji coba terhadap kemampuan panser itu.

"Pembelian pertama satu kompi sebanyak 15 unit," katanya kepada Tempo, pekan lalu.

Hartind mengatakan ini merupakan rencana pertama dari pembelian sebanyak satu batalion atau total 35 unit panser.

Brunei sudah menguji coba ketahanan kendaraan jenis angkutan personel sedang (Armoured Personnel Carrier/APC) itu. Brunei tertarik karena penser bermesin Renault ini sudah mendapat pengakuan standardisasi dari PBB. Anoa juga digunakan TNI dalam misi perdamaian di Libanon.

"Sudah lama Brunei tertarik, tapi Sultan (Brunei) ingin uji jalan dulu. Ingin yang lebih susah. Kemarin dicoba jalan 100 kilometer untuk melihat panas nggak mesinnya," kata Hartind.

Selain panser, Brunei juga berencana membeli senapan serbu atau SS2. Senjata ini juga buatan PT Pindad.

Sumber: Tempo

Yonif 202 TNI AD Gelar Uji Fungsi Ranpur Pindad

JAKARTA-(IDB) : Komandan Batalyon Infanteri 202/Tajimalela Letnan Kolonel Inf Heru Agung Aryandhono pimpin penataran alutsista dan Kendaraan Tempur ANOA 6×6 buatan Pindad bertempat di Mako Batalyon Infanteri 202/Tajimalela Rawalumbu Bekasi Jawa Barat.

Yonif 202/Tajimalela Juni 2011 lalu menerima 45 unit ranpur ANOA 6×6 dalam rangka memenuhi kebutuhan pembentukan Batalyon infanteri Mekanis (Yonif Mekanis)TNI-AD dalam upaya meningkatkan kekuatan pertahanan.

Mengingat pentingnya ranpur ini dalam pelaksanaan tugas-tugas TNI-AD, maka Danyonif Letnan Kolonel Inf Heru Agung Aryandhono mengadakan kegiatan Latihan bagi para awak yang mengemudikan Ranpur Anoa 6×6. Latihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan awak menjadi pengemudi Ranpur.

Latihan diikuti 45 orang Tamtama yang dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 18–20 Agustus 2011. Praktek latihan mengemudi kali ini di lakukan di Kompleks Perumahan Delta Mas Cikarang Kab. Bekasi.

Danyonif turut mengecek langsung ke lapangan kegiatan tersebut dan memberikan penekanan kepada seluruh peserta tentang pentingnya pemeliharaan materil terutama Ranpur Anoa 6×6 yang baru diterima. 

Sumber : Poskota

ATM Akan Diperkuat APC Panser Produk Pindad Indonesia

KUALA LUMPUR-(IDB) : Kendaraan pengangkut tempur pelbagai guna (APC) Panzer buatan Indonesia mungkin dianggap nama baru dalam industri pertahanan negara, apatah lagi jika dibandingkan dengan RPZ Condor atau SIBMAS yang mempunyai rekod lebih 30 tahun perkhidmatan bersama Angkatan Tentera Malaysia (ATM).

Namun, minat disuarakan Malaysia untuk mendapatkan khidmat APC daripada Perusahaan Industri Angkatan Darat PT (PINDAD) Indonesia, membuka satu lembaran baru kepada industri pertahanan negara, terutama selepas menyaksikan rekod peranan Panzer dalam perkhidmatan infantri Angkatan Darat Tentera Nasional Indonesia (TNI).

Difahamkan, Malaysia dalam proses memuktamadkan rundingan untuk mendapatkan 32 unit APC 6x6 Panzer daripada PINDAD dan hal ini diakui sendiri Pengarah PINDAD, Adik A Soedarsono berdasarkan tempahan pembelian kenderaan APC terbabit yang dilakukan Malaysia dua tahun lalu.

"Setakat ini, kira-kira 30 unit APC 6x6 Panzer sudah siap dipasang dan berdasarkan tempahan, Panzer terbabit dijangka digunakan tentera pengaman Malaysia untuk melaksanakan pelbagai tugasan terutama ketika menyertai misi pengaman Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB)," katanya ketika menerima lawatan rombongan Malaysia diketuai Raja Muda Perlis, Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail, di Batu Jajar, Bandung.

Panzer 6x6 adalah APC buatan PINDAD yang digunakan khusus untuk mengangkut infantri di lapangan perang dengan kapasiti muatan 10 penumpang, termasuk tiga krew serta masing-masing satu pemandu, komander dan pengendali senjata.
Sejarah pembangunan Panzer bermula pada 2003 berikutan keperluan mendesak terhadap khidmat APC oleh TNI ketika menjalankan misi di sekitar daerah Acheh, yang kemudian mencetus pembikinan kenderaan Angkut Personel Ringan 4x4 atau lebih dikenali APR-1V.
Susulan khidmat cemerlang APR-1V, PINDAD kemudian membangunkan beberapa siri kenderaan pengangkut mengikut keperluan teknikal termasuk beberapa siri Angkut Personel Sedang (APS) 6x6 termasuk APS-3 dikenali Anoa, sebelum disusuli Panzer APC.

Berdasarkan maklumat, selain PINDAD di Indonesia, Malaysia dilapor meninjau APC keluaran dua lagi syarikat iaitu Dosaan di Korea Selatan dan Renault di Perancis.

Bagaimanapun, dua daripadanya kini disenarai pendek mengikut keperluan operasi APC 6x6 ATM iaitu PINDAD dan Renault.

Panzer 6X6 keluaran PINDAD dibina khusus menggunakan sistem penggerak roda simetri dengan dilengkapi senjata 12.7mm dengan putaran 360 darjah, bersesuaian dengan kehendak serta keperluan operasi TNI.

Menariknya, dengan harganya jauh lebih murah berbanding APC buatan Renault, keupayaannya bukan saja langsung tidak terjejas, malah tetap mampu memainkan peranan dalam situasi tempur sama seperti fungsi dimainkan RPZ Condor yang bertindak sebagai perisai infantri ATM dalam segenap misi yang dilalui.

Antara kelebihan dimiliki APC Panzer terutama Anoa V2 6x6 ialah bahagian atas lubang utamanya sengaja direka berbentuk lebih bulat dan cembung sebagai fungsi pertahanan, terutama mampu memantulkan peluru bila tertembak.

Malah, aspek navigasinya juga dilengkapi sistem persenjataan kawalan jauh yang memungkinkan pengoperasian senjata menggunakan 'joystick'. Ini jauh lebih memudahkan berbanding secara manual sebelum ini.

Kebiasaannya, Panzer keluaran PINDAD menggunakan sistem senjata 'Smoke Shield' dengan kaliber 66 milimeter (mm) dan 'Armanents' 7.62 mm serta 12.7 mm.

Spesifikasi: PT PINDAD Panzer

Setakat ini, kira-kira 30 unit APC 6x6 Panzer sudah siap dipasang dan berdasarkan tempahan, Panzer terbabit dijangka digunakan tentera pengaman Malaysia untuk melaksanakan pelbagai tugasan terutama ketika menyertai misi pengaman Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB). - Adik A Soedarsono, Pengarah PINDAD

Berat - 11 tan (kosong), 14 tan (kombat)

Panjang - 6 meter

Lebar - 2.5 meter

Tinggi - 2.5 meter

Penumpang - 3 + 10 penumpang

Kelajuan - 90km/jam
 
Sumber: BHO

Militer AS Bangun Kendaraan Tempur Masa Depan




Kendaraan tempur darat jenis Bradley yang sudah berusia tua.
WASHINGTON-(IDB) : Militer Amerika Serikat, Kamis (18/8/2011), mengatakan telah memberikan kontrak senilai hampir 900 juta dollar AS kepada produsen senjata Inggris BAE Systems dan perusahaan AS General Dynamics untuk mengembangkan kendaraan tempur darat generasi masa depannya. 

Pentagon mengatakan, pihaknya telah menggelontorkan 450 juta dollar AS kepada BAE dan 440 juta dollar AS kepada General Dynamics untuk mengembangkan desain yang kompetitif, terjangkau, dan dapat dioperasikan bagi sebuah kendaraan tempur infanteri Angkatan Darat yang baru (IFV) selama dua tahun ke depan.

Kendaraan yang diharapkan mampu mengangkut sembilan anggota infanteri itu dijadwalkan bisa dioperasikan pada 2018 untuk menggantikan kendaraan jenis Bradley dan Strykers yang sudah tua, kata Pentagon dalam sebuah pernyataan. Pentagon, yang anggarannya naik dua kali lipat sejak serangan 11 September 2001, dalam tahun-tahun mendatang menghadapi pemotongan anggaran drastis saat AS berupaya mengendalikan defisit anggaran.

"Mengingat kondisi ekonomi yang dihadapi bangsa saat ini, Angkatan Darat menyadari bahwa sangat penting untuk terus mengatasi kebutuhan seperti yang kami bangun, serbaguna tetapi terjangkau, kendaraan tempur darat generasi masa depan," kata Sekretaris Angkatan Darat John McHugh dalam pernyataan itu.

"Ini merupakan tonggak penting dalam program modernisasi Angkatan Darat kami," kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Martin E Dempsey. "GCV merupakan kendaraan tempur pertama yang dirancang dari awal untuk lingkungan IED (bom rakitan). Kendaraan itu akan berlapis baja dan punya kemampuan untuk manuver lintas negara dengan sembilan anggota infanteri di dalamnya.

Sumber: Kompas

Update : Malaysia Pastikan Beli 32 Panser Anoa Buatan Pindad

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro memastikan proses pembelian 32 Panser Anoa buatan PT Pindad oleh Angkatan Bersenjata Malaysia segera terwujud. Pihak kementerian pertahanan dan perdana menteri Malaysia sudah menyepakati pemesanan panser tersebut.

"Jadi, 32 yang dijual, itu sudah proses kontraknya sudah," kata Purnomo kepada detikFinance, Senin malam di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Senin malam (15/8/2011).

Purnomo juga menepis soal adanya kepastian barter Panser Anoa dengan kendaraan mobil buatan Malaysia. Menurutnya, yang terpenting panser-panser buatan Pindad itu bisa dijual terlebih dahulu ke Malaysia.

"Nggak, yang penting kita jual ke sana sambil nanti kita bicarakan," katanya.

Purnomo tidak tahu persis berapa nilai transaksi pemesanan panser oleh Malaysia. Namun jika merinci apa yang pernah disampaikan oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat angkanya mencapai US$ 80 juta.

"Angkanya tanya ke Pindad," katanya.

Panser Anoa buatan Pindad sudah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Setidaknya sebanyak 13 unit Panser Anoa telah digunakan dalam menjaga perdamaian di Lebanon, Timur Tengah.

Mesin yang diusung oleh Panser Anoa terdiri dari dua pilihan yaitu Mercedes Benz atau Renault yang kedua-duanya berkapasitas 7.000 cc setara dengan 320 HP

Sumber: Detik

Prototipe Rantis 4x4 Produksi TNI

TNI Berhasil Ciptakan Prototipe Rantis
JAKARTA-(IDB) : TNI kini memiliki Kendaraan Taktis (Rantis) 4 x 4 yang dikenal dengan 4-Wheels Drive (4WD atau 4 x 4) yaitu kendaraan taktis yang memiliki tenaga penggerak pada keempat rodanya, dengan tujuan untuk mendapatkan traksi yang memadai dalam segala kondisi jalan. 

Penyerahan prototipe Rantis hasil Working Group TNI kepada Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, SE. dilakukan di Mabes TNI Cilangkap, Senin (8/8).
Dalam paparannya kepada Panglima TNI dan pejabat TNI, Kepala Subdinas Materiil Utama (Kasubdismatut) Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad) Kolonel Kav Rihananto selaku Kepala Pelaksana Kegiatan (Kalakgiat) Rantis 4 x 4 TNI menyampaikan bahwa kendaraan tersebut dapat digunakan di medan yang berat seperti tanjakan terjal, jalan licin ataupun jalan yang berlumpur. 

Beberapa negara telah mengadopsi kendaraan taktis 4 x 4 untuk kepentingan militernya seperti AS (HUMVEE), Italia (IVECO), Cina (DongFeng Hummvee), Spanyol (EURO VAMTAC), Brazil (AV-VB4 RE 4 x 4 GUARA), Perancis (SHERPA) dan beberapa negara lainnya.
Cara kerja dari kendaraan 4 x 4 adalah mesin dihubungkan dengan differensial tengah (transfer case) yang membagi tenaga ke roda belakang dan roda depan. Karena pada saat menggunakan penggerak 4 roda, penggunaan energi lebih tinggi. Biasanya penggerak 4 roda hanya digunakan pada saat dibutuhkan saja, dengan mengaktifkan melalui tombol atau tuas tertentu.
Kendaraan taktis yang dimiliki oleh TNI saat ini belum standar, yakni terdiri dari beberapa produk seperti CJ-7 (USA), BEIJING (China), ISUZU OZ (Jepang), KIA KM-420 (Korea), LANDROVER (Inggris), UAS (Rusia) dan OVERLAND (Inggris) buatan tahun 1979 -1981.

Konsekuensi dari keanekaragaman tersebut berdampak terhadap rumitnya pengoperasionalan dan pemeliharaan termasuk tukar alih suku cadang sehingga berpengaruh juga terhadap biaya pemeliharaan satuan. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dibentuklah Working Group TNI guna mewujudkan suatu Prototipe Kendaraan Taktis 4 x 4 yang dapat mengakomodir operational requirement satuan-satuan manuver maupun untuk kepentingan pengamanan TNI.
Selain itu pula diharapkan ke depan terdapat keseragaman/standarisasi kendaraan taktis TNI. Mengacu kepada konsep Minimum Essential Forces (MEF) diharapkan TNI pada 2014 dapat memenuhi kebutuhan alut sista dengan prioritas produksi dalam negeri serta dalam rangka kemandirian alut sista.
“Selain dari personel TNI juga disertakan mitra industri untuk mendukung kegiatan pengerjaan teknis yaitu : PT. AUTOCAR, PT. Pindad, PT. Yudistira, PT. Petrodrill, PT. Gajah Tunggal, PT. Krakatau Steel, PT. Pilar Mas Kursindo, PT. Indo Pulley Perkasa dan PT. Alam Indomesin Utama. Tampilan Rantis 4 x 4 tetap mengacu pada filosofi Hummvee USA, karena terbukti cukup tangguh, stabil dan flexible,” jelas Kolonel Kav Rihananto.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan oleh Working Group TNI, sehingga dapat mewujudkan prototipe Rantis 4 x 4 yang direncanakan. Namun demikian, Panglima TNI mengharapkan prototipe ini terus disempurnakan sehingga dapat menghasilkan desain yang maksimal sesuai kebutuhan pengguna.
Sumber: Poskota

Thailand Signed an Additional Purchase of BTR3E1

LENTA-(IDB) : "Ukrspetsexport" concluded with Thailand, a contract to supply 121 BTR-3E1, said in a statement posted on the website of the Ukrainian state company. The deal amounted to $ 140 million. This contract was added to the already concluded in 2007 an agreement for the supply of 96 armored vehicles to Thailand. Earlier it was reported that Thailand plans to buy the BTR-3E1 on the defense budget savings.

After signing a contract to supply 96 armored personnel carriers, Thailand for a long time could not get the ordered equipment. The Ukrainian side has explained the delay by the fact that Germany refused to supply parts to the Ukraine for military use, used in the BTR-3E1. For this reason, the assembly for the APC in Thailand has not been completed.Transfer the first batch of 12 armored vehicles took place in late September 2010, another batch of 12 vehicles were sent to Thailand in April 2011.

Thailand over the past year significantly increased its purchases of Ukrainian military equipment. The Ministry of Defense says it is cheap Ukrainian art. In March 2011 the command of the Army of Thailand has decided to purchase 200 (according to other sources than a hundred) of main battle tanks T-84U "stronghold" of Ukrainian origin. The sum of the potential deal is estimated at seven billion baht (231.1 million dollars). New tanks will replace the antiquated American-made M41A3.
Source: Lenta

BAE Systems - FNSS JV Awarded Contract To PrOvide AV-8 Vehicle To Malaysia

KUALA LUMPUR-(IDB) : FNSS of Turkey, a joint venture between BAE Systems, Inc. and Nurol Holding of Turkey, has received and signed a $559 million letter of offer and acceptance (LOA) from DEFTECH of Malaysia for the design, development and manufacture of 257 DEFTECH AV-8 8x8 wheeled armored vehicles and Integrated Logistics Support for the Malaysian Armed Forces.


The vehicle, to be manufactured by DEFTECH in Malaysia, is based on the FNSS-designed PARS 8x8 multi-purpose, multi-mission, wheeled armored vehicle. The vehicle will be redesigned by FNSS and DEFTECH engineers specifically to meet the requirements of the Malaysian customer.


'This effort will not only benefit the Malaysian Army, but will also further develop the indigenous capability in Malaysia,' said John Kelly, vice president of exports and international business for BAE Systems' Land & Armaments sector. 'BAE Systems, Inc. actively looks to support FNSS in its ambition to market its land vehicle expertise globally.'


Malaysia's AV-8 8x8 armoured wheeled vehicle program involves the local design, development and manufacture of the vehicle, as well as the integrated logistic support. FNSS will provide the technical assistance and technology transfer to enable DEFTECH to produce the vehicles in Malaysia. The AV-8 will be Malaysia's first indigenous 8x8 armored wheeled vehicle family consisting of 12 variants, for use by the Malaysian Army.


'This project builds on the already successful industrial partnership with DEFTECH, our long term industrial partner in Malaysia. We look forward to supporting DEFTECH on this challenging program and making it another success story in Malaysia,' said Nail Kurt, General Manager and CEO of FNSS. 'FNSS is committed to providing the means for DEFTECH to realize the goal of developing an 8x8 Wheeled Armored Vehicle Family (AV8) to meet the Malaysia Armed Forces requirements. The project is based on putting in place the infrastructure to design, develop, produce and maintain a family of 8x8 Wheeled Armored Vehicles.'


FNSS and DEFTECH previously delivered 211 ADNAN Armored Combat Vehicles (ACV) and 8 120mm ACV Mortar Carriers to the Malaysian Army and are now about to complete the deliveries of 48 additional ADNAN ACVs under a separate contract.

Panser Anoa Pindad Banyak Diminati Banyak Negara

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengklaim industri pertahanan dalam negeri lebih kompetitif dibandingkan dengan luar negeri. Salah satu contohnya adalah panser Anoa buatan PT Pindad.

Purnomo mengatakan, banyak negara yang berminat membeli panser tersebut. Dia menyebutkan seperti Malaysia, Brunei dan Timor Leste.

Menurutnya, jika sebelumya harganya per unitnya berkisar Rp 100 miliar maka sekarang lebih murah yakni berkisar Rp 80 miliar. "Kami dulu membuat dengan mesin Renault, kini sedang bicara dengan beberapa pabrikan seperti Mercy nantinya bisa lebih murah," paparnya akhir pekan lalu.

Purnomo menyebutkan, Pindad telah mengirimkan dua Anoa untuk diuji coba di Brunei. "Mereka sedang coba dulu. Make sure dulu bahwa produk itu sesuai dengan mereka," katanya.

Selain Anoa, juga telah dikirimkan senjata serbu SS2. Purnomo menambahkan selain kedua produk itu tengah menawarkan pesawat CN 235 pabrikan PT Dirgantara Indonesia (PT DI). "Juli mendatang kami akan memanfaatkan ajang Brunei Industrial Defend Expo di Brunei untuk memamerkan produk alutsista," jelasnya.
Sumber: Kontan