Tampilkan postingan dengan label Pakistan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakistan. Tampilkan semua postingan

Angkatan Laut Pakistan Tertarik Akuisisi CN-235 MPA PT. DI

CN-235 MPA Korea Selatan
BANDUNG-(IDB) : Angkatan Laut Pakistan tertarik membeli beberapa unit CN235 yang dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

“Angkatan udara Pakistan telah membeli CN235. Mudah-mudahan angkatan lautnya segera menyusul, sebab Kepala Staf Angkatan Laut Pakistan tertarik pada CN235 MPA untuk  kepentingan patroli maritimnya,” kata Kepala Tim Komunikasi PTDI, Sonny Saleh Ibrahim di Bandung pekan lalu.

Kamis pekan lalu, Kepala Staf Angkatan Laut Pakistan Laksamana Muhammad Asif Sandila dan stafnya mengunjungi PTDI di Bandung, sekaligus menyatakan tertarik membeli pesawat CN235 MPA (Maritime Patrol Aircraft).

Menurut Sonny, kedatangan rombongan militer dari Pakistan ini untuk menggali informasi lebih jauh menyangkut kemampuan PTDI dalam membuat pesawat, termasuk pesawat CN235.

Saat itu mereka diterima langsung oleh Direktur Utama PTDI Budi Santoso dan direksi lainnya.

Pakistan adalah salah satu pelanggan PTDI, sementara Angkatan Udara-nya telah mengoperasikan empat unit CN235, meliputi tiga unit versi transportasi militer dan satu unit versi VIP.

”Dengan adanya kunjungan Kepala Staf Angkatan Laut Pakistan ke PTDI diharapkan Pemerintah Pakistan membeli lagi pesawat CN235, karena CN235 merupakan pesawat serba guna dan mampu diandalkan untuk patroli maritim,” kata Sonny.

CN235 bisa menjadi salah satu alat utama persenjataan karena memiliki ”ramp door” (pintu pembuka dan penutup di bagian belakang pesawat sehingga barang-barang  besar bisa masuk dan keluar melalui pintu itu) dan ideal untuk menjangkau wilayah-wilayah berjarak sedang.

Sonny menjelaskan, Kamis pekan lalu itu datang juga ke PTDI delegasi Filipina dibawah pimpinan pejabat tinggi Kementerian Pertahanan Pio Lorenzo F Batino, didampingi Dirjen Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Mayjen Puguh Santoso.

Menurut Kepala Tim Komunikasi PTDI, sebagian petinggi militer Filipina sempat mengira PTDI sudah tidak memproduksi pesawat lagi, sedangkan maksud kunjungan mereka ke Indonesia dan PTDI adalah ada  minat Pemerintah Filipina untuk membeli dua unit CN235 MPA.

Ia mengungkapkan, CN235 adalah pesawat “commuter” serbaguna. Salah satu varian yang dikembangkan oleh PTDI adalah untuk patroli maritim. TNI AU sudah mengoperasikan CN235 MPA sejak 2008.

TNI Angkatan Laut sudah memesan lima unit dan saat ini dalam proses pembuatan. Negara lain yang sudah mengoperasikan adalah Turki dan Korea Selatan. 


Sumber : Antara

Pakistan Sukses Uji Coba Misil Siluma Bermuatan Nuklir

ISLAMABAD-(IDB) : Pakistan sukses dalam menggelar uji coba misil jelajah yang sanggup membawa hulu ledak nuklir dan dilengkapi dengan teknologi siluman. Misil itu siap digunakan untuk pertahanan darat dan laut.

"Peluncuran misil Hatf-VIII Ra'ad yang sanggup menjangkau target sejauh 350 kilometer, membuat Pakistan semakin kuat dalam mempertahankan wilayah laut dan darat," ujar militer Pakistan, seperti dikutip Gulf News, Jumat (1/6/2012).

Mereka pun menambahkan, teknologi misil jelajah yang canggih hanya dibangun oleh sejumlah negara di dunia ini. Uji coba misil itu juga menandai keberhasilan Pakistan dan mengerahkan Komando Sistem Komando dan Pengawasan Strategis (SCCSS).

SCCSS merupakan sistem yang sanggup digunakan untuk memonitor peluncuran misil. Sistem itu juga akan mengawasi aset-aset strategis milik Pakistan. Peluncuran misil itu juga disambut oleh Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani.

"Misil jelajah Ra'ad memiliki kapabilitas siluman, sanggup melesat di ketinggian rendah, berkemampuan untuk melakukan manuver, serta dapat mengangkut hulu ledak nuklir," imbuhnya.

Hatf-VIII merupakan misil keempat yang diuji coba oleh Pakistan sejak Mei lalu. Pada 25 April, Pakistan menjajal misil jarak jauh Hatf-IV yang berkemampuan nuklir dan sanggup menggempur target sejauh 1.000 kilometer. Peluncuran misil itu dilakukan enam hari setelah India menguji coba misil Agni-V yang amat kuat. 


Sumber : Okezone

Pakistan Menunggu Tindak Lanjut Dari Tawaran Pesawat JT-17 Thunder Ke Indonesia

JAKARTA-(IDB) : "Pakistan baru-baru ini menawarkan pesawat tempur jenis JT-17 Thunder kepada Angkatan Udara Indonesia," kata Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Sanaullah, di Jakarta, Senin.

"JT-17 Thunder merupakan pesawat multidimensional yang fasilitasnya hampir sama dengan generasi terbaru F-16 buatan Amerika Serikat. Pesawat ini bisa diandalkan dan harganya lebih murah," katanya.

Dia menjelaskan Kepala Satuan Angkatan Udara Indonesia, Marsekal TNI Imam Sufaat, telah mengunjungi Pakistan untuk melihat pesawat JT-17 Thunder. 

Dalam kunjungan tersebut, kata Sanaullah, kepala satuan angkatan udara Indonesia menyatakan terkesan dengan pesawat buatan perusahaan Pakistan Aeronautical Complex bekerjasama dengan Chengdu Aircraft Industry Corporation dari China tersebut.

"Saat ini kami menunggu kunjungan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, ke Pakistan untuk melihat JT-17 Thunder buatan kami," katanya.

Pesawat tempur JT-17 Thunder merupakan pesawat multidimensional berbadan ringan, berfungsi di segala cuaca dan memiliki kemampuan tempur sangat baik di udara. 


Sumber : Antara

Pesawat Tempur Pakistan Paksa Pesawat NATO Mendarat

KARACHI-(IDB) : Pesawat tempur Pakistan memaksa pesawat angkut logistik milik Pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mendarat setelah memasuki zona udara negara ini secara ilegal.
 
Fars News (26/4) melaporkan, pesawat angkut logistik NATO itu memasuki kawasan Pakistan secara ilegal dan dipaksa mendarat oleh jet-jet tempur negara ini di bandara Karachi.
 
Pesawat tipe Antonov 124 itu mengangkut perlengkapan logistik NATO dari pangkalan udara Begram menuju bandara al-Maktoum di Uni Emirat Arab.
 
Pasukan Pakistan langsung memeriksa pesawat tersebut.
 
Beberapa bulan lalu pemerintah Islamabad menutup jalur suplai logistik NATO yang melintasi Pakistan setelah serangan NATO ke sebuah pos penjagaan perbatasan militer yang merenggut jiwa sejumlah pasukan penjaga perbatasan. 

Sumber : Irib

Menhan Sambut Baik Tawaran Pakistan Kembangkan Kerjasama Industri Pertahanan

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jumat (20/4), menerima kunjungan kehormatan Chairman of Pakistan Ordnance Factories Board Muhammad Ahsan Mahmood di Kantor Kemhan, Jakarta. 

Kedatangannya kali ini adalah untuk menjajaki kerjasama di bidang industri pertahanan dan pengadaan Alutsista. Chairman of POF mengundang Menhan untuk mengunjungi Pakistan untuk melihat sendiri industri pertahanan di Pakistan untuk melihat kemungkinan kerjasama yang dapat dikembangkan dari kedua negara. 

Menhan Purnomo Yusgiantoro menyambut baik tawaran kerjasama tersebut dan menunjuk Sekjen Kemhan untuk mengevaluasi kemungkinan pengembangan kerjasama antara kedua negara. Saat menerima Mr Muhammad Ahsan Mahmood yang didampingi Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Mr Sanaullah, Menhan Purnomo Yusgiantoro didampingi Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, Ses Baranahan Laksma TNI Ir Antonius Djoni  Gallaran MM, dan Kapuskom Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin. 

Sumber : DMC

Sekjen Kemhan Terima Kunjungan Delegasi NDU Pakistan

JAKARTA-(IDB) : Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Eris Herryanto S.IP, Senin (16/4), menerima kunjungan Ketua Delegasi NDU Pakistan Zia Ul Haque Shamsi DS, PAF, di Kantor Kemhan, Jakarta. 

Kedatangannya ke Kementerian Pertahanan kali ini adalah merupakan rangkaian kunjungan NDU Pakistan ke beberapa negara Asia. Usai menemui Sekjen Kemhan, Delegasi NDU Pakistan yang berjumlah 17 orang mendapat paparan mengenai Kemhan dan kebijakan pertahanan RI dari Dirkersin Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI Jan Pieter Ate M.Bus. 

Dalam diskusi yang dipimpin oleh Dirkersin Ditjen Strahan Kemhan ini dijelaskan bahwa TNI selain bertugas menjaga kedaulatan negara RI juga bertanggung jawab atas keamanan kawasan regional. 

Karena itulah Indonesia bekerjasama dengan sembilan anggota ASEAN lainnya dalam penjagaan keamanan kawasan. Indonesia dan Pakistan memiliki banyak kesamaan diantaranya sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslimnya. Kedua negara juga bertemu dalam Asia Regional Forum dalam kerjasama pertahanan regional. 

Diskusi ini diharapkan dapat melahirkan ide-ide konkrit dalam hal kerjasama pertahanan kedua negara.

Sumber :DMC

Pakistan Buat UAV Sendiri

JAKARTA-(IDB) : Kepala Angkatan Udara Pakistan Marsekal Udara Rao Qamar Sulema Senin mengatakan negaranya kini sedang membuat pesawat mata-mata sendiri dan akan segera bisa menyiapkan pesawat tanpa pilot itu dilengkapi dengan teknologi rudal, kata media lokal.

Berbicara dengan wartawan di Pangkalan Shehbaz di provinsi selatan Sindh, ia mengatakan Pakistan kini sedang membuat kendaraan udara tak berawak (UAV drone) di Kompleks Kedirgantaraan Pakistan di Kota Kamra dekat Islamabad, kata TV Geo.

Ditanya apakah pesawat F-16 yang Pakistan baru-baru ini terima dari Amerika Serikat bisa menjatuhkan pesawat tak berawak Amerika, Suleman mengatakan bahwa Angkatan Udara Pakistan tidak menginginkan situasi seperti itu.

Insan pers dibawa ke Pangkalan Udara Shehbaz untuk secara resmi mengumumkan pangkalan udara kini di bawah kendali penuh Angkatan Udara Pakistan.

Amerika Serikat, yang menggunakan pangkalan udara untuk serangan pesawat tak berawak di Afghanistan dan mungkin di Pakistan, diperintahkan untuk mengosongkan pangkalan itu oleh Pakistan pasca serangan 26 November NATO terhadap pos-pos Pakistan, yang telah menewaskan 24 tentara.

Pemimpin Angkatan Udara mengatakan bahwa 14 F-16 bekas diberikan kepada Pakistan oleh Amerika Serikat secara gratis sementara 18 lainnya telah dibeli.

Panglima Militer Jenderal Ashfaq Parvez Kayani mengatakan pada kesempatan itu bahwa parlemen berhak untuk memutuskan dimulainya kembali pasokan NATO.

Dia mengatakan bahwa keputusan akhir tentang apakah pasokan untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan diizinkan melewati Pakistan untuk pasukan di Afghanistan akan dilakukan oleh Komite Keamanan Nasional Parlemen.

Panglima Angkatan Bersenjata mengatakan bahwa Pakistan dan Amerika Serikat bekerja sama mengenai operasi pertahanan dan para pejabat Pakistan memberi kepercayaan kapan daerah-daerah perbatasan akan diserang.

Berbicara tentang Dana Dukungan Koalisi, yang dibentuk oleh Kongres Amerika Serikat setelah 11 September 2001, adalah untuk mengganti biaya serangan-serangan sekutu dalam mendukung perang pimpinan AS terhadap kelompok garis keras, kata Jenderal Kayani.

Dia mengatakan bahwa Pakistan belum menerima 1,5 miliar dolar AS dari Amerika Serikat, demikian Xinhua dan OANA.

Sumber : Antara

Pakistan Tawarkan JF-17 di Dubai Air Show 2011


14 November 2011, Dubai (Berita HanKam): Angkatan Udara Pakistan berpartisipasi di Dubai Air Show yang dibuka oleh Perdana Menteri Uni Emirat Arab Sheikh Muhammad Bin Rashid Al-Makhtum, Minggu (13/11). Kasau Pakistan Marsekal Rao Qamar Suleman didampingi perwira tinggi AU Pakistan menghadiri upacara pembukaan dan dihadiri sejumlah delegasi dari berbagai negara.

AU Pakistan menampilkan jet tempur JF-17 Thunder, jet latih K-8 Karakorum dan pesawat latih Super Mashak. Kontingen Pakistan terdiri dari para pilot AU Pakistan dan teknisi.

Jet tempur JF-17 Thunder hasil kerjasama AU Pakistan dan CATIC serta diproduksi oleh PAC (Pakistan Aeronautical Complex) and CATIC (China Aero-technology Import Export Corporation).

JF-17 memulai debut pertama di Farnborough Air Show 2010 pada 19-25 Juli, dua JF-17 diterbangkan langsung dari Pakistan ke Farnborough, Inggris. Kedua jet tempur hanya ditampilkan secara statis dan kehadirannya menyedot minat pengunjung dan media internasional.

Tiga JF-17 diterbangkan ke Cina untuk mengikuti Zhuhai Air Show 2010 pada 16-21 November, dimana pertama kalinya melakukan terbang akrobatik di pameran dirgantara. Tiga JF-17 kembali berakrobatik dan pameran statis saat perayaan ulang tahun ke-100 AU Turki di Ankara pada 11 Juni 2011.

Lima negara di kawasan Timur Tengah sedang mengevaluasi kineja JF-17 Thunder. Kelima negara tersebut akan mengirimkan para pilotnya untuk mengujicoba jet tempur bermesin tunggal JF-17.

Komodor Udara Khalid Mahmood wakil ketua program JF-17, mengatakan potensi pasar sekitar 4000-5000 pesawat tempur untuk angkatan udara yang mencari pengganti Mikoyan MiG-21, MiG-23, MiG-29 dan Northrop F-5.

AU Cina terlibat dalam pengembangan JF-17 Thunder, tetapi menurut pengamat industri pertahanan AU Cina lebih tertarik menggunakan jet tempur J-10A, J-10B dan Shenyang J-11 dibandingkan JF-17.

AU Pakistan mengoperasikan dua skuadron JF-17 terdiri dari 16-18 pesawat setiap skuadronnya, sedangkan skuadron ketiga akan dioperasikan pada bulan depan. JF-17 telah menyelesaikan 10000 sorti di AU Pakistan. Pakistan berencana membeli 150 unit tetapi dapat mencapai 250 unit.

JF-17 merupakan jet tempur ringan segala cuaca, multi guna dirancang dengan konsep aerodinamis modern. Pesawat dilengkapi dengan sistem kontrol fly-by-wire digital, kokpit glass serta sistem avionik generasi kelima. Pesawat dapat membawa rudal udara-ke-udara BVRS, rudal anti-kapal dan rudal udara-ke-permukaan. Pesawat dapat lepas landas dan mendarat di landasan pendek.

Pakistan menawarkan JF-17 disertai alih teknologi ke Indonesia, dikabarkan pemerintah Indonesia tidak tertarik mengakuisisi JF-17 Thunder.

Sumber: APP

Cina Luncurkan Kapal Cepat Rudal Pakistan


22 September 2011, Jakarta (Berita HanKam): KASAL Pakistan Admiral Noman Bashir menghadiri peluncuran kapal cepat rudal pertama di galangan kapal Xingang, Tianjin, Cina, Selasa (20/9).

Kapal dibangun oleh China Shipbuilding Industry Corp. (CSOC) setelah memenangkan tender pembuatan dua kapal cepat rudal. Tender diumumkan Februari 2010 dan diumumkan CSOC sebagai pemenang Desember 2010. Konstruksi kapal dimulai pada Maret 2011 dan diharapkan PNS Azmat dioperasikan April 2012.

Kapal kedua akan dibangun di Karachi, Pakistan.

Kapal cepat rudal kelas Azmat berbobot 500-600 ton, dilengkapi delapan rudal anti kapal C-802A/CSS-N-8 Saccade dengan jarak jelajah 180 km dengan awak kapal 12-14 orang setengah dari jumlah awak kapal sejenis. Harga satu unit kapal diperkirakan senilai 50 juta dolar.

Admiral Bashir mengatakan Azmat akan dilengkapi persenjataan dan sensor canggih untuk melakukan berbagai macam misi.

Upacara peresmian dihadiri juga Presiden CSOC, pimpinan dan managemen CSOC serta Duta Besar Pakistan untuk Cina.

Sumber: APP

Indonesia Pakistan Bertukar Informasi Intelijen

JAKARTA-(IDB) : Indonesia dan Pakistan bertukar informasi intelijen dan berkoordinasi dalam memerangi terorisme, kata Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Sanaullah.

Pekan lalu Pakistan menyerahkan Umar Patek, dalang di balik pemboman Bali kepada kepolisian Indonesia dan Jakarta menyampaikan ucapan terima kasih kepada Islamabad yang menangkap teroris yang dicari-cari tersebut, kata Dubes Sanaullah dalam siaran pers Kedubes Pakistan yang diterima ANTARA, Senin.

Dubes Sanaullah menyinggung hal itu dalam upacara Hari Kemerdekaan Pakistan pada 14 Agustus yang dielenggarakan di komplek Kedutaan Pakistan di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan, kedua negara bersahabat ini menghadapi masalah terorisme tetapi dengan usaha bersama dapat menumpasnya.

Pakistan mampu menghancurkan jejaring teroris dan memburu para teroris yang bersembunyi.

Menurut dia, perang melawan terorisme merupakan pertempuran gagasan juga. "Kita harus mengajukan filosofi lebih baik yang bertujuan untuk kesejahteraan semua, suatu filosofi yang dapat melawan `terrorist mindset`," katanya.

Dubes Sanaullah juga meluncurkan pangkalan data baru warga negara Pakistan berada di Indonesia yang memungkinkan Kedubes berinteraksi dengan mereka tentang berbagai isu khususnya soal-soal konsuler.

Sebelumnya, Dubes menghadiri upacara kenaikan bendera yang dihadiri sejumlah warga Pakistan dan undangan. Wakil Dubes Syed Sajjad Haider membacakan pesan-pesan Presiden, Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri, Syed Yusuf Raza Gilani.

Pakistan tidak merayakan Hari Kemerdekaan Pakistan tahun lalu karena negaranya masih berusaha mengatasi bencana banjir yang terparah menimpa Provinsi Khyber Pakhtunkhwa dan Punjab.

PBB mengatakan daerah tersebut mengalami banjir terburuk dalam 80 tahun, 14 juta orang menjadi korban, dan 1.600 orang tewas.

Sumber: Antara

China Diizinkan Lihat Bangkai "Stealth"

ISLAMABAD-(IDB) :  Meski sudah diperingatkan oleh AS agar tidak memberi akses kepada siapa pun untuk melihat apalagi menyentuh reruntuhan helikopter AS yang dipakai menyerang rumah Osama bin Laden, Pakistan secara diam-diam ternyata telah mengizinkan China meneliti bangkai heli tersebut.
Demikian diungkapkan surat kabar Inggris, Financial Times edisi Minggu (14/8/2011). Surat kabar bisnis tersebut mengutip sumber-sumber dari "lingkaran intelijen" yang menyebut Pakistan telah mengizinkan pihak intelijen China mengambil foto reruntuhan helikopter itu, dan bahkan mengambil sampel kulit pelapis badan heli yang membuat heli itu memiliki kemampuan stealth alias tak terdeteksi radar.
"AS sekarang memiliki informasi bahwa Pakistan, terutama ISI (Inter-Services Intelligence, dinas intelijen Pakistan) telah memberi akses kepada pihak militer China untuk melihat heli yang jatuh di Abbottabad itu," tutur sumber yang tak disebutkan namanya ini.
Militer AS menggunakan dua heli Black Hawk yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut para prajurit SEAL Team Six dari Afganistan ke Abbottabad, Pakistan, untuk menyerbu rumah persembunyian Osama bin Laden, awal Mei lalu. Pemimpin Al Qaeda itu tewas dalam serbuan tersebut, tetapi salah satu heli AS mengalami masalah teknis dan jatuh di halaman rumah Osama.
Sesuai prosedur standar militer AS, heli baru yang masih sangat rahasia itu langsung diledakkan oleh pasukan SEALs sebelum mereka pergi meninggalkan lokasi tersebut. Akan tetapi, potongan bagian ekor heli, yang terdiri atas sayap tegak, sayap horizontal, dan baling-baling belakang, tertinggal utuh di luar pagar rumah Osama.
Foto potongan helikopter ini kemudian menjadi bahan diskusi riuh di kalangan pengamat militer di internet, karena sama sekali tak menunjukkan ekor heli Black Hawk yang selama ini dikenal. AS diduga menggunakan heli jenis baru yang telah menerapkan teknologi stealth.
Reruntuhan heli itu langsung diamankan oleh pihak militer Pakistan, dan dinas intelijen AS, CIA, mewanti-wanti untuk tidak mengizinkan siapa pun melihatnya karena khawatir teknologi kunci heli tersebut akan jatuh ke tangan musuh. Pakistan akhirnya mengembalikan reruntuhan heli itu ke AS setelah Senator John Kerry dari AS mengunjungi Pakistan, akhir Mei.
Jika laporan Financial Times itu benar, hubungan Pakistan dan AS bisa kembali terguncang. Hubungan kedua negara memburuk setelah serangan ke Abbottabad itu. Pakistan marah karena AS melakukan operasi militer di wilayahnya tanpa izin. Sementara AS curiga ada orang dalam di Pakistan yang sengaja melindungi Osama selama sepuluh tahun terakhir.
Saat dikonfirmasi Reuters, Senin WIB, seorang pejabat tinggi militer AS mengakui ada alasan kuat untuk meyakini Pakistan telah memberi akses ke China. Namun, ia tak bisa mengkonfirmasi bahwa hal itu benar-benar telah terjadi.
China sendiri memang sedang giat mengembangkan industri senjata dalam negerinya, termasuk berusaha menguasai teknologi stealth ini. Januari lalu, China melakukan uji terbang perdana pesawat tempur berteknologi siluman buatan sendiri.
Mendapatkan kunci teknologi stealth ini langsung dari produk AS—satu-satunya negara yang telah mengoperasikan pesawat-pesawat stealth di medan perang, akan sangat membantu pengembangan teknologi militer negara komunis itu.
Saat dikonfirmasi, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Ashfaq Kayani dan pihak ISI membantah telah memberi akses kepada China.
Pakistan selama ini menganggap China sebagai sekutu yang lebih bisa diandalkan daripada AS. China adalah penanam modal asing utama di Pakistan, terutama di sektor telekomunikasi, infrastruktur, dan pelabuhan. Perdagangan dengan China telah memberi keuntungan 9 miliar dollar AS per tahun bagi pihak Pakistan, dan China adalah pemasok senjata terbesar bagi negara Muslim tersebut. 
Sumber: Kompas

Pakistan Naval Ship Visit To China

BEIJING-(IDB) : Pakistani naval ship formation composed of the "Shamsheer" guided-missile frigate (Hull No. FFG-252) and the "Nasr" comprehensive supply ship (Hull No. A-47) led by the Pakistani Navy Commodore Mohammed Amjad arrived in Qingdao, east China’s Shandong Province, to start a four-day-long goodwill visit.

Sun Dezhong, deputy commander of the North China Sea Fleet of the Navy of the Chinese People’s Liberation Army (PLA), presided over a grand welcoming ceremony at the wharf, and Vice Admiral Muhammad Asif Sandila, deputy chief of staff of the Pakistani Navy, who arrived in Qingdao earlier, attended the ceremony. Afterward, senior officers from the Pakistani side called on Tian Zhong, commander of the North China Sea Fleet of the PLA Navy, and Zhang Hui, vice mayor of the Qingdao Municipal People’s Government.




The year of 2011 marks the 60th anniversary of the establishment of Sino-Pakistani diplomatic relations and the "Year of China-Pakistan Friendship", and the visit of the Pakistani naval ship formation to Qingdao is a part of the commemorative activities.


During the four-day-long goodwill visit, the Pakistani officers and men will visit Chinese naval ships and the Naval Submarine Academy, tour the Qingdao Beer Museum, the Olympic Sailing Center and the Mt. Laoshan among other scenic spots, and hold friendly sports activities with the officers and men of the PLA Navy. At the end of the visit, the Chinese side and the Pakistani side will hold joint maritime drills.


It is learned that the two Pakistani naval ships on visit to Qingdao were both made by China, and the "Nasr" comprehensive supply ship ever visited Qingdao in April 2009 to participate in the multi-national naval activities in celebration of the 60th anniversary of the founding of the Chinese PLA Navy.

Source: ChinaDefense

Pakistan Drone Crashes Near Oil Refinery

PAKISTAN-(IDB) : A Pakistani surveillance navy drone crashed near an oil refinery after hitting a bird on a routine flight, coming down in the country's largest city of Karachi on Tuesday, the navy said.

"A Pakistan Navy UAV (unmanned aerial vehicle) crashed after a bird hit it. It fell near an oil refinery and there was no (other) damage," navy spokesman Commodore Irfan Ul Haq told AFP in Islamabad.

Fellow navy spokesman Commander Salman Ali told AFP that there were no casualties and that the drone had been on a surveillance flight when a bird flew into the aircraft and it came down in the Karachi suburbs.

Pakistan's military is known to operate surveillance drones but the United States operates a drone missile war in the country's northwestern border areas with Afghanistan, targeting Taliban and Al-Qaeda militants.

The campaign is deeply unpopular among an anti-American public and the government has publicly demanded an end to the attacks, although in private military and civilian leaders are thought to cooperate in the programme.

Ali refused to say how many drones the nuclear-armed nation operates.

"We can't give the figure, but we use them for surveillance and photography over our territorial waters," Ali said.

It was the third aircraft crash in Karachi in eight months.

On November 28, seven Ukrainians and a Georgian were killed when their Ilyushin IL-76 cargo plane crashed seconds after taking off from Karachi for Khartoum. Four labourers on the ground were also killed.

It crashed into buildings under construction in the Dalmai neighbourhood, where the Pakistan Air Force and Navy have residential apartments and offices close to Jinnah International airport.

On November 5, a US-manufactured Beech 1900C also crashed after take off, killing all 21 people on board.

The aircraft was operated by local company JS Air and had been carrying staff from an Italian oil company to an oil field in Sindh.

Source: Defencetalk

Pakistan Minta AS Kurangi Latihan Militer

WASHINGTON-(IDB) : Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat (AS) agar mengurangi jumlah latihan militer yang bermarkas di wilayahnya, demikian disebutkan pihak Pentagon, Rabu, ditengah kecurigaan sejak pembunuhan Osama bin Ladin.

Pakistan menyampaikan ke AS pada satu atau dua pekan lalu, kata juru bicara Pentagon Kolonel Dave Lapan, bahwa pihaknya tidak memerlukan beberapa latihan yang ditugaskan untuk membantu tentara Pakistan.

Permintaan itu akan mengurangi jumlah keseluruhan misi militer AS di Pakistan menjadi hanya "segelintir" orang, katanya.

Lapan mengatakan "tidak ada perubahan nyata" untuk memperkecil misi pelatihan militer AS di Pakistan, yang awal bulan ini satu tim komando AS Navy SEALs berhasil melancarkan misi pembunuhan pemimpin Al-Qaida Osama bin Ladin.

Jumlah pelatihan saat ini di Pakistan tidak diumumkan secara rinci tetapi Lapan mengatakan jumlah seluruh misi militer berkisar antara 200 hingga 300 orang.

Pengurangan itu diminta beberapa minggu setelah penyergapan yang menewaskan Bin Ladin di rumahnya dekat Islamabad, yang membuat AS semakin ragu mengenai kemungkinan peran Pakistan dalam melindungi gerilyawan serta memperkeruh hubungan kedua negara.

Di lain pihak, warga Pakistan menganggap pernyergapan itu sebagai pelanggaran jelas kedaulatan negara.

Dalam 10 tahun terakhir, Kongres AS telah menyetujui sekitar 20 miliar dolar AS (Rp172,4 triliun) kepada Pakistan sebagai bantuan ekonomi dan membiayai tentara melawan gerilayan di wilayah itu.

Setelah misi penyerangan Bin Ladin, sebagian anggota parlemen mendesak pemerintah Obama agar meninjau kembali beberapa bantuan tersebut untuk Pakistan. 

Sumber: Antara

AU Pakistan Diperkuat 50 Pesawat Tempur JF-17 Baru

BEIJING-(IDB) : Pakistan berharap mendapatkan 50 jet tempur JF-17 Thunder hasil kerjasama dengan Cina dalam enam bulan kedepan, ujar Menteri Pertahanan Ahmad Mukhtar, Jumat (20/5) saat kunjungan ke Beijing.

Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani bertemu Presiden Hu Jintao saat kunjungan kerja selama empat hari ke Beijing dan Shanghai dimulai 17 Mei. Kedua negara menandatangani kerjasama dibidang ekonomi, teknologi dan pertahanan.

“Kami pikir kesepakatan tersebut bagus” ucap Mukhtar, harga satu unit JF-17 Thunder sekitar 20 juta dolar sampai 25 juta dolar dibandingkan harga F-16 80 juta dolar.
Detil kesepakatan tidak diungkap ke publik tetapi kesepakatan tersebut dibicarakan saat kunjungan Gilani ke Perdana Menteri Cina Wen Jiabao.

Armada Angkatan Udara Pakistan terdiri dari pesawat buatan Cina F-7PG dan A-5, F-16 buatan Amerika Serikat serta Mirage buatan Perancis.

Kedua negara mulai mengembangkan JF-17 pada 1999 dan Pakistan berencana membeli 250 unit. Islamabad merencanakan juga membeli rudal dan sistem penerbangan untuk JF-17 dari Cina, diberitakan surat kabar milik pemerintah Cina November lalu.

Sumber: AFP

Pakistan Beli 50 JF-17

JF-17 milik AU Pakistan saat mengikuti pameran dirgantara Farnborough Juli 2010. (Foto: ChrisChen76)

20 Mei 2011, Beijing (Berita HanKam): Pakistan berharap mendapatkan 50 jet tempur JF-17 Thunder hasil kerjasama dengan Cina dalam enam bulan kedepan, ujar Menteri Pertahanan Ahmad Mukhtar, Jumat (20/5) saat kunjungan ke Beijing.

Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani bertemu Presiden Hu Jintao saat kunjungan kerja selama empat hari ke Beijing dan Shanghai dimulai 17 Mei. Kedua negara menandatangani kerjasama dibidang ekonomi, teknologi dan pertahanan.

“Kami pikir kesepakatan tersebut bagus” ucap Mukhtar, harga satu unit JF-17 Thunder sekitar 20 juta dolar sampai 25 juta dolar dibandingkan harga F-16 80 juta dolar.
Detil kesepakatan tidak diungkap ke publik tetapi kesepakatan tersebut dibicarakan saat kunjungan Gilani ke Perdana Menteri Cina Wen Jiabao.

Armada Angkatan Udara Pakistan terdiri dari pesawat buatan Cina F-7PG dan A-5, F-16 buatan Amerika Serikat serta Mirage buatan Perancis.

Kedua negara mulai mengembangkan JF-17 pada 1999 dan Pakistan berencana membeli 250 unit. Islamabad merencanakan juga membeli rudal dan sistem penerbangan untuk JF-17 dari Cina, diberitakan surat kabar milik pemerintah Cina November lalu.

Sumber: AFP
Berita HanKam

Pakistan Perluas Persenjataan Nuklir

NEW YORK-(IDB) : Sebuah laporan jurnal Amerika Serikat mengatakan, Pakistan telah memperluas program nuklirnya dengan kecepatan tinggi untuk mempertahankan posisinya di kawasan yang bermasalah.  

Sebuah laporan terbaru yang diterbitkan oleh majalah terkemuka AS, Newsweek, menunjukkan bahwa Pakistan secara agresif mempercepat pembangunan reaktor di situs nuklir Khushab, sekitar 140 kilometer selatan Islamabad.

Pakar nuklir Amerika mengatakan, Pakistan juga tengah memperluas produksi plutonium untuk program senjata nuklirnya. Mereka juga mengklaim bahwa produksi nuklir Pakistan bahkan mungkin melebihi stok nuklir Perancis.

Eric Edelman, wakil menteri pertahanan AS selama pemerintahan George W Bush, baru-baru ini berkata, "Anda bicara tentang Pakistan yang bahkan berpotensi melewati Perancis di beberapa titik. Itu luar biasa."

Perancis menduduki peringkat keempat tenaga nuklir di dunia dengan 290 hulu ledak nuklir.

Para pejabat Pakistan mengkonfirmasikan bahwa sekitar 70.000 orang kini terlibat dalam industri nuklir negara itu. Sumber Pakistan menyatakan bahwa saat ini, sekitar 2.000 orang di negara itu menyadari rahasia nuklir sensitif Islamabad.

Selama ini, Pakistan dan India terlibat persaingan intens dalam persenjataan nuklir. Kedua negara terkadang melakukan uji coba senjata konvensional dan non-konvensional selama beberapa tahun terakhir.

New Delhi melakukan tes nuklir pertama pada tahun 1974, diikuti oleh lebih dari lima uji coba pada tahun 1998. Islamabad melakukan enam tes nuklir pada tahun 1998.

Kedua negara bertetangga itu menolak menandatangani Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan perjanjian internasional lainnya, yang membatasi pengembangan atau pengujian senjata nuklir.

Sumber: Irib

Pakistan, India Bentrok

JAMMU-(IDB) : Kontak tembak antara pasukan India dan Pakistan berlanjut Minggu, kata sejumlah pejabat keamanan, sehari setelah seorang prajurit India tewas oleh tembakan pasukan Pakistan ketika berpatroli di perbatasan kedua negara tersebut.

Kedua pihak terlibat dalam tembak-menembak senjata ringan selama 30 menit Minggu pagi di sebuah pos perbatasan 30 kilometer dari Jammu, ibukota musim dingin Kashmir India.

"Pasukan Pakistan memulai penembakan tanpa provokasi ke pos kami Umra Wali," kata seorang juru bicara Pasukan Keamanan Perbatasan India.

"Kami membalas penembakan mereka," tambah juru bicara pasukan paramiliter itu.

Seorang pejabat keamanan perbatasan Pakistan mengkonfirmasi bentrokan itu namun membantah pihaknya memulai penembakan. Tiga prajurit paramiliter Pakistan terluka, katanya.

Seorang prajurit India tewas di rumah sakit pada Sabtu malam akibat luka-luka yang dideritanya setelah pasukan Pakistan melepaskan tembakan ke arah patroli rutin di daerah yang sama, kata pihak berwenang India.

Ia adalah prajurit pertama India yang tewas dalam serangan pasukan Pakistan dalam setahun ini.

Kashmir India tahun lalu dilanda protes terbesar terhadap kekuasaan India, yang menewaskan lebih dari 110 pemrotes, sebagian besar akibat tembakan polisi terhadap pemuda pelempar batu.

Lebih dari 47.000 orang -- warga sipil, militan dan aparat keamanan -- tewas dalam pemberontakan muslim di Kashmir India sejak akhir 1980-an.

Pejuang Kashmir menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari India atau penggabungannya dengan Pakistan yang penduduknya beragama Islam.

New Delhi menuduh Islamabad membantu dan melatih pejuang Kashmir India. Pakistan membantah tuduhan itu namun mengakui memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Perbatasan de fakto memisahkan Kashmir antara India dan Pakistan.

Dua dari tiga perang antara kedua negara itu meletus karena masalah Kashmir, satu-satunya negara bagian yang berpenduduk mayoritas muslim di India yang penduduknya beragama Hindu.

Serangan-serangan pada 2008 di Mumbai, ibukota finansial dan hiburan India, telah memperburuk hubungan antara India dan Pakistan.

New Delhi menghentikan dialog dengan Islamabad yang dimulai pada 2004 setelah serangan-serangan Mumbai pada November 2008 yang menewaskan lebih dari 166 orang.

India menyatakan memiliki bukti bahwa "badan-badan resmi" di Pakistan terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan-serangan itu -- tampaknya menunjuk pada badan intelijen dan militer Pakistan. Islamabad membantah tuduhan tersebut.

Sejumlah pejabat India menuduh serangan itu dilakukan oleh kelompok dukungan Pakistan, Lashkar-e-Taiba, yang memerangi kekuasaan India di Kashmir dan terkenal karena serangan terhadap parlemen India pada 2001. Namun, juru bicara Lashkar membantah terlibat dalam serangan tersebut.

India mengatakan bahwa seluruh 10 orang bersenjata yang melakukan serangan itu datang dari Pakistan. New Delhi telah memberi Islamabad daftar 20 tersangka teroris dan menuntut penangkapan serta ekstradisi mereka, demikian Reuters melaporkan.

Sumber: Antara

AS Dipaksa Tinggalkan Pangkalan Pakistan

IRIB-(IDB) : Pihak berwenang Pakistan dilaporkan telah menghentikan semua operasi Amerika Serikat di pangkalan udara Shamsi di Provinsi bergolak barat daya Baluchistan.
 
Langkah itu dilakukan hanya beberapa jam setelah dua pesawat AS menembakkan rudal ke wilayah adat, Waziristan Utara, menewaskan 25 orang termasuk perempuan dan anak-anak.

Dinas Intelijen Pusat AS (CIA) menggunakan pangkalan udara bagi terminal pesawat tanpa awak jenis predator. Pesawat-pesawat itu dioperasikan untuk menyerang sasaran di wilayah adat Pakistan hingga menewaskan beberapa ratus penduduk sipil.

Pangkalan tersebut juga sering digunakan pada tahun 2001 ketika AS memulai invasi ke Afghanistan.

Hubungan antara Islamabad dan Washington berulang kali memanas di tengah pelanggaran kedaulatan Pakistan oleh pasukan AS. Hubungan AS-Pakistan juga menegang terkait kasus Raymond Davis, kontraktor CIA yang menembak mati dua warga Pakistan di timur kota Lahore awal tahun ini.

Pangkalan udara Shamsi terletak sekitar 50 kilometer dari perbatasan Pakistan-Afghanistan. Lokasi strategis ini memungkinkan pasukan AS untuk melancarkan serangan udara dalam beberapa menit.

Sebuah investigasi yang dilakukan majalah Times pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa CIA secara diam-diam menggunakan pangkalan Shamsi untuk memulai serangan terhadap sasaran-sasaran di sekitar Pakistan, yang berbatasan dengan Afghanistan.

Militer Pakistan dilaporkan telah mengizinkan AS untuk menggunakan pangkalan Shamsi, Jacobabad, dan dua pangkalan lainnya - Pasni dan Dalbadin - pada tahun 2001 ketika invasi ke Afghanistan.

Islamabad telah berulang kali meminta AS untuk menghentikan serangan udara di wilayah adat Pakistan, yang berbatasan dengan Afghanistan. Kemarahan publik meningkat atas serangan ilegal itu dan tidak ada tanda-tanda bahwa AS akan menghentikan aksinya di tengah protes rakyat Pakistan.

Pakistan baru-baru ini menuntut Amerika Serikat untuk mengurangi jumlah agen CIA dan menghentikan serangan udara di wilayahnya. Sementara itu, laporan mengatakan Presiden Barack Obama telah menolak seruan Islamabad untuk transparansi lebih lanjut mengenai operasi CIA di negara itu.

Sumber: Irib

Senat Pakistan Tolak Pembelian 6 Kapal Selam dari Cina

Kapal selam kelas Agosta 90-B PNS Hamzah. (Foto Pakistan Navy)

21 Maret 2011, Islamabad -- (Berita HanKam): Senat menolak memberikan rekomendasi pembelian kapal selam dari Cina yang diajukan Menteri Pertahanan Pakistan. Menhan mengatakan AL Pakistan menghadapi ketidakseimbangan kekuatan kapal selam dan kapal permukaan.

Islamad berencana membeli enam kapal selam konvensional dari Cina termasuk opsi pengembangan bersama. Senat menolaknya karena negara sedang menghadapi krisis ekonomi. Senat menekankan agar membeli produk pertahanan produksi dalam negeri.
Seorang pejabat Kemhan mengatakan pada Senat, frigate keempat yang diproduksi di dalam negeri akan diserahkan ke AL Pakistan pada Juni 2011. Ditambahkannya, produksi kapal cepat rudal sedang diproduksi.

AL Pakistan mengoperasikan tiga kapal selam konvensional kelas Agosta 90-B, dua kelas Agosta 70 dan tiga midget. Pakistan mempensiunkan 4 kelas Daphne buatan Perancis pada 2006.

Pakistan dan perusahaan Perancis DCN meneken kontrak pembelian 3 kapal selam kelas Agosta 90-B pada 21 September 1994. Satu kapal selam dibuat di Perancis dan diberi nama PNS Khalid, PNS Saad dikonstruksi di Cherbourg dan dirakit di Karachi sedangkan PNS Hamza dibangun di Karachi. PNS Hamza kapal selam pertama di dunia yang dilengkapi sistem MESMA Air Independent Propulsion (AIP).

Agosta-90B versi peningkatan dari Agosta 70 yang dioperasikan AL Pakistan. Dua Agosta 70 dipesan AL Afrika Selatan dari Perancis karena embargo senjata oleh PBB terhadap Afsel, kedua kapal selam dibeli oleh Pakistan dan diberi nama PNS Hashmat dan PNS Hurmat.

Sumber: The Express Tribune
© Berita HanKam